
Dan sekarang, disinilah nadila.
Bukan... Bukan di kliniknya mingyu,
Tapi di klinik kandungan yang dokternya temennya ten.
Yakali dia periksa kandungan ke mantan. Yang ada ntar malah clbk lagi.
Apalagi kondisinya nadila lagi kayak gini.
Biar taeil nya nggak kebaperan juga. Ntar kalau yang periksa si mingyu. Nangis bombay dia.
Awalnya nadila bersikukuh mau periksa ke kliniknya mingyu, tapi dengan bujuk rayuan dari sang kakak tercinta. Akhirnya mau. Ya walaupun harus drama dulu.
Gatau kenapa sekarang nadila nempel banget sama ten. Terus nurut kalau dibilangin.
"Dek. Kamu tunggu disini. Kakak mau ngantri dulu."
Nadila mengangguk.
Ten juga sekarang lebih kalem sama adeknya. Ya mungkin dia nggak mau ribet aja.
Sekarang nadila lagi duduk di ruang tunggu sendirian. Nungguin ten yang lagi ke apotek
Karena tadi udah diperiksa. Dan hasilnya emang bener, nadila positif hamil. Dan kandungannya menginjak usia dua bulan.
Taeil pasti seneng banget denger ini.
Nadila masih nungguin ten. Jinak dia kalau disini.
"Zena?"
Nadila menoleh ke sumber suara.
"Mingyu?"
"Kamu ngapain disini?"
"Aku lagi periksa kandungan." - nadila
"Kandungan? Kamu udah nikah?"
Nadila mengangguk.
"Wahh kok nggak ngundang aku sih?" mingyu ikutan duduk di sebelahnya nadila
"Hehe, acaranya sederhana kok gyu. Nggak rame rame."
"Kamu kesini sama siapa?"
"Sama kak dani." - nadila
"Loh? Kok nggak sama suami???" mingyu heran
"Nggak. Soalnya suami aku itu-"
"Mingyu?" belum juga selesai ngomong. Ten udah dateng duluan.
"Eh bang dani."
"Aduhh niatnya mau ngejauhin malah ketemu disini.." guman ten.
"Kok lo bisa disini??" - ten
"Gue kan kerja disini bang." - mingyu
"Bukannya lo udah punya klinik sendiri?" - ten
"Iya udah sih. Tapi masih direnovasi. Jadi sementara gue buka praktek disini."
Ten mengangguk paham.
"Kamu pekerja keras banget ya. Suami idaman banget deh. Coba aja waktu itu aku nikah sama kamu.."
"Dilaaaaa..." - ten syok nadila ngomong gitu.
Mingyu cuma senyum aja. Maklumin dia. Kan nadila lagi hamil.
"Gyu, sorry ya. Nadila kalau ngomong sembarangan emang.. Maklum.bobrok" - ten minta maaf ke mingyu
"Iya bang santai aja. Namanya juga hamil muda. Ya kan?"
"Yaudah kalau gitu kita balik dulu ya.. Ayo dek balik."
"Kok pulang sih kak? Kan aku baru ketemu sama mingyu."
Dah. Bakalan ada drama lagi ini.
"Dek. Ini kan udah malem, suami kamu lagi nungguin di rumah loh ini.." - ten.
__ADS_1
"Ya biarin aja."
"Heh! Nggak boleh gitu."
"KOK KAK DANI JADI BENTAK AKU SIH??? HIKSSS."
Dah tuh, pusing pusing deh si dani.
.....
Ten sama nadila udah sampai rumah.
Tapi nadila langsung masuk ke dalem, abis itu masuk ke kamar
Brak!
Dia menutup pintu keras.
"Yasalam. Kenapa lagi itu anakkk..." - yuta
"Mas dani? Kenapa sama mbak dila?" tanya jisoo.
"Tadi dia ketemu sama mingyu." - ten
"Loh heh? Kok bisa? Katanya dia lo bawa ke temennya elo."
"Lah iya. Cuma mingyu juga buka praktek disana ternyata."
"Wow, kebetulan sekali."
" bang taeil kemana?" tanya ten
"Lagi di kamarnya issya."
"MAS TAEIL??!!" nadila teriak dari dalam kamar.
"Eh kenapa tuh?" - yuta
Dan tak berselang lama, taeil keluar dari kamarnya issya. Soalnya dia denger nadila manggil nama dia.
"Nadila udah pulang?"
"Udah, tuh lagi nangis bombay di kamar." - yuta.
"Hasilnya gimana dan?" tanya taeil.
"Hasilnya? Udah isi dua bulan katanya."
Berarti issya bakalan punya adek baru.
Taeil buru buru masuk ke kamar.
"Mas taeil tuh kemana aja sih?! Kenapa nggak ngomong sama aku kalau keluar?!"
"Ya Allah yang, baru juga aku masuk ke kamar. Udah kamu omelin."
"Jadi kamu nggak suka kalau aku omelin? Yaudah pergi aja sana dari rumah ini."
Apa apa disuruh pergi dari rumah. Padahal cuma hal sepele.
"Nggak gitu yang.. Kan aku cuma ngasih tahu."
"Alah.. Bilang aja kalau kamu udah nggak sayang aku."
"Ya ampun dil.. Pikiran kamu kok gitu terus sih sama aku??" taeil udah mulai kesel.
"Hiksss"
Yah, nangis.
"Kamu udah nggak sayang aku lagi..."
"Heh?! Kata siapaaaa??"
"Itu mas tadi manggil aku pake nama. Bukan sayang."
'Sabar sabar... Demi adeknya issya harus sabar.'
"Sayang kok.. Sayang banget malah. Maaf maaf." taeil ngasih pelukan ke nadila.
Dan nadila langsung diem. Nggak nangis lagi.
"Mas?"
"Kenapa sayang?"
"Tadi aku ketemu sama mingyu.."
"Mingyu? Mantan pacar kamu?" - taeil.
__ADS_1
"Iya. Tahu nggak sih mas? Dia makin ganteng." nadila antusias banget.
'***** emang si dani. Katanya dokternya bukan mingyu.'
"Mingyu yang periksa kamu?"
"Bukan mas."
Taeil bernafas lega.
"Tapi tadi mingyu temenin aku cerita... Pokoknya seru banget." - nadila
"Terus mingyu itu baik banget. Coba aja kalau aku nikahnya sama dia.. Pasti aku bahagia."
Ini nadila ngomong gitu nggak salah??? Di depan suaminya loh ini...
"Jadi kamu nggak bahagia nikah sama aku?" taeil jadi marah kayaknya.
"Eh bahagia kok mas.. Cuma kan-"
" kamu tuh aneh banget sih semenjak hamil? Nggak masuk akal tahu nggak labilnya kamu!"
Lah marah beneran.
"Mas taeil... Aku kan cuma cerita aja ke mas."
"Ya tapi cerita kamu itu nyakitin hati aku dil. Tahu nggak sih?!"
Nadila udah berkaca kaca. Mewek dia mewekk..
Dila langsung keluar kamar. Nangis dia.
"Dila-"
BRAK!
"Hahh.. Taeil taeil.. Sabarr.." taeil cuma bisa sabar.
Sementara itu ten baru aja mau pamit pulang. Udah ada di depan mobil.
"KAK DANI!!!"
Tapi nadila manggil.
"Loh dek? Kenapa keluar? Kamu harus istirahat."
Nadila nyamperin ten.
"Aku mau ikut kak dani pulang."
"LOH HEH?! KOK GITU??"
"Mas taeil udah nggak sayang aku kak.. Hiks"
Aduh nangis lagi.
"Heh? Siapa yang bilang???"
"Buktinya tadi mas taeil marah sama aku, dan manggil aku pake nama." nadila masih menangis.
'Ya Allah, ini kapan ya bayinya brojol? Pusing gue lihat nadila kayak gini.'
"Sayang... Masuk yuk, dingin loh disini." taeil dateng nyamperin dila sama ten.
"Bang.. Lo ngomong apa sih sama ini bocah??"
"Cuma salah paham kok dan, beneran." - taeil
"NGAPAIN KAMU NYUSULIN AKU HA?? PERGI AJA SANA!!" nadila ngegas.
Mana ini udah malem. Ntar kalau dilihat tetangga kan nggak enak sendiri. Dikira ada kekerasan.
"Dek...kamu buruan tidur, ini kan udah malem. Terus kamu harus jagain bayi yang ada di perut kamu."
"KAK DANI NGGAK SUKA YA KALAU AKU DISINI?? IYAA?!"
"Nggak kok dek. Beneran nggak suer. Tapi ini kan udah malem. Waktunya tidur. Besok dilanjut lagi kalau mau nangis."
"Kak dani tidur di rumah aku aja.."
"Nggak bisa dil. Kakak besok kerja. Nggak bawa baju ganti." - ten
"Oh yaudah sana pergi! Gausah kesini lagi!"
"Ya ampun dek. Nggak gitu maksud kakak.."
"AKU SUMPAHIN KAK DANI NGGAK BAKALAN DAPET JODOH!!"
"HEH?!!
__ADS_1
TBC