
Udah satu bulan semenjak taeil pulang dari rumah sakit.
Dan hari ini taeil mau berangkat ke kantor. Jelas aja mau kerja.
"Mas yakin mau berangkat ke kantor hari ini?" - nadila
"Yakin lah."
"Tapi kan kata dokter mas harus lebih lama istirahatnya.. Biar jantungnya nggak sakit lagi."
"Sayang... Kalau mas nggak kerja, nanti nggak bisa bahagiain kamu sama anak anak." - taeil.
"Ihh nggak gitu mas,, kan aku-"
"Aku udah gapapa,, kamu jangan khawatir gitu dong.." taeil mengelus rambutnya nadila
"Yaudah deh. Terserah mas aja.. Tapi inget ya mas, gak boleh capek capek, kalau mas ngerasain sakit yaudah istirahat aja jangan dipaksain." nadila ngomong gitu sambil benerin dasi nya taeil.
"Siap ibu taeil "
"Apadeh mas taeil nih.."
Taeil senyum.
"Yaudah, mas berangkat dulu ya. Jangan lupa nanti siang habis jemput issya langsung ke kantor."
"Iya mas. Yaudah berangkat gih.. Hati hati, gausah ngebut di jalan."
Taeil balik badan, niatnya mau keluar kamar..
Tapi nggak jadi.
"Kenapa mas? Dada kamu sakit lagi??"
Taeil menggelengkan kepala.
"Terus kenapa??"
Taeil mendekatkan wajahnya ke nadila..
"Morning kiss."
"Astaga mas taeil. Aku kira ada apaa."
"Buruan ih. Udah telat lo aku."
"Ya kalo telat buruan berangkat lah mas.. Ngapain masih disini?"
"Kiss dulu..."
Astaga dasar orang tua...
CUP!
"Dah tuh buruan berangkat sana."
"Kok cuma ngecup sih?"
"Mas taeil...."
"Hehehe, yaudah aku berangkat dulu ya sayang." taeil mencium keningnya nadila abis itu langsung berangkat.
Nadila senyum.
"Dasar orang tua, ngeyel kalo dibilangin."
......
Nadila pergi ke dapur.
Ya karena nanti dia mau ke kantornya taeil, kan taeil masih belum bisa makan sembarangan.
"Masak apa ya enaknya??" guman nadila
"Bikin bubur dulu aja deh. Habis itu bikin rendang. Pasti mas taeil suka" nadila ambil bahan bahan buat masak.
__ADS_1
Tapi belum sempet dia masak tiba tiba aja perutnya sakit.
"Ini kenapa dari kemarin perut aku rasanya nggak enak ya.." nadila pegangin perutnya.
Dia nggak mungkin hamil, soalnya hari ini dia juga datang bulan.
Dia udah ngerasain sakit perut akhir akhir ini.
Dia sempet ngira kalau dia hamil. Soalnya sempet mual juga.
Tapi ternyata dugaannya salah.
"Duhh.. Sakit banget sih." - nadila.
Mungkin hari ini dia mesti ngecek ke dokter.
Skip ><
Nadila udah ada di kantornya taeil, ya sekarang udah jadi rutinitas dia sih buat nganter makan siang taeil.
Dan kali ini hyunjin ikut. Tambah seneng kan si taeil
"Kok tumben sih hyunjin ikut?" tanya taeil yang lagi lihatin hyunjin mainan robot yang dibawa dari rumah.
"Ya soalnya lagi pada sibuk semua mas, kan nggak mungkin kalau aku ninggalin hyunjin sendirian." - nadila
"Yang?"
"Kenapa mas?"
"Kapan hyunjin punya adek?"
Tuh kan, bahas itu lagi itu lagi..
"Mas taeil tuh ya, lagi sakit juga masih mikirin itu." - nadila
"Ya ini kan udah beberapa tahun semenjak hyunjin lahir, umurnya aja udah hampir lima tahun. Masa iya kamu gamau punya anak lagi?" - taeil
"Ya mau mas, tapi kan mas taeil masih sakit. Jangan mikirin itu dulu deh." - nadila
"Ya mas taeil kan gak boleh capek capek dulu.. Harus banyak istirahat." - nadila
"Ya tapi kan-"
"Udah udah, mas makan dulu. Ntar keburu dingin nggak enak." - nadila ngasih makanannya ke taeil.
"Kamu nih, selalu mengalihkan pembicaraan." taeil mengerucutkan bibirnya.
Lucu asli.
Nadila cuma bisa ketawa aja.
....
Hari ini nadila pergi ke dokter,
Dia mau konsultasi soal perutnya ke mingyu, siapa tahu dia bisa kasih solusi.
Hyunjin udah dititipin ke playground yang ada di deket rumah sakit. Jadi dia sendirian.
"Jadi... Kenapa kamu kesini?" tanya mingyu
"Aku mau periksa gyu."
"Periksa? Kamu hamil lagi ya??" tebak mingyu
"Aku sih sempet ngira gitu, tapi ternyata aku masih bisa datang bulan."
Mingyu berfikir sejenak.
"Emang kamu ngerasain apa zen?" tanya mingyu
" yaa aku tuh ngerasain mual, terus perut aku juga sering kram."
"Pernah ngerasain pusing?" tanya mingyu.
__ADS_1
"Pusing sih, tapi nggak sering.. Keseringan kram gitu."
"Kamu harus diperiksa lebih lanjut deh zen,"
"Kenapa gitu?"
"Yaa biar aku tahu kamu sakit apa, nggak mungkin ini cuma sakit perut biasa."
Nadila jadi takut sendiri kalau udah kayak gini..
Skip ><
Nadila dari tadi mondar mandir di depan ruangan.
Setelah selesai diperiksa, mingyu nyuruh nadila tunggu di luar,
Makanya sekarang dia gusar,,
Dia takut aja kalau terjadi hal yang tidak diinginkan.
Dan tak lama kemudian mingyu keluar.
"Zena?"
"Mingyu? Gimana hasilnya?? Aku sakit apa?"
"Ayo kita bicarakan di dalam." mingyu masuk ke dalam, disusul sama nadila.
"Mingyu.. Sebenernya aku sakit apa??" - nadila
Mingyu menghela nafas.
"Zena?"
"Kenapa?"
"Kamu pernah kecelakaan sebelumnya?" tanya mingyu
Nadila mengangguk,
"Pernah sih, tapi itu beberapa tahun yang lalu dan udah lama banget."
"Dan kamu baru menyadari efeknya sekarang."
Bentar bentar ini nadila nggak mudeng ini.
"Maksud kamu apa sih gyu? Aku nggak ngerti.."
"Zena... Ada luka di rahim kamu."
DEG!
"Luka?"
"Iya, mungkin ini juga efek setelah melahirkan hyunjin. Jadi luka kecelakaan kamu berdampak pada rahim kamu."
"Terus? Aku harus gimana??"
"Kita masih menunggu hasil selanjutnya, jadi lusa kamu kembali ke rumah sakit ini lagi." - mingyu.
"Gyu?"
"Kenapa?"
"Apa aku bisa punya anak lagi?"
Pertanyaan nadila buat mingyu diam.
"Mingyu... Aku tanya sama kamu."
"Zena... Aku masih belum tahu, karena hasil tes baru bisa dilihat lusa..."
"Tapi kemungkinan kamu punya anak lagi kecil zen."
TBC
__ADS_1