
"HAH? YANG BENER BANG SI ISSYA NGOMONG GITU?!" yuta ngegas setelah taeil cerita kalau issya pengen jadiin nadila ibunya.
Taeil mengangguk.
"Wahh parah emang anak lo bang." - yuta.
"Kok malah jadi nyalahin issya lo?!" - taeil
"Bukan nyalahin elah, iya sih nadila tuh suka sama anak anak. Tapi nggak cocok banget jadi emak emak sekarang "
"Kenapa emang?" - taeil
"Ya menurut gue nggak cocok aja, orang bocahnya kelakuan belok kayak gitu." - yuta.
"...."
"Lagian mana mungkin juga lo mau nikahin orang macem si nadila, elo sama dia aja bagaikan langit dan bumi.. Umur juga beda jauh banget yakan???" - yuta.
"Tapi......kalau emang takdir gue harus sama nadila gimana yut?" - taeil
Yuta hampir menyemburkan segelas teh.
"Heh? Apaan nih maksudnya? Pakai bawa nama takdir segalaa... Lo suka sama dila?"
Taeil menghela nafas
"Gatau juga sih yut."
"Gatau? Gatau gimana maksudnya bang??"
"Sebenernya... Gue tertarik sama nadila dari awal ketemu. Tapi gue masih bingung sama perasaan gue, antara suka atau nggak." - taeil
"Lo tertarik sama dia.... Bukan karena—" tebak yuta.
"Jujur, senyumannya dia ngingetin gue sama haein yut."
"Oh. Maksud lo senyuman licik dari seorang haein itu mirip sama nadila maksud lo? Ngga setuju gue." - yuta
"Bukan gitu yut..."
"Terus? Kalau bukan gitu... Gimana?? Nih ya bang.. Gue sebagai sahabatnya nadila sekaligus yang rekomendasiin nadila ke elo, gue saranin mendingan gausah terlalu ngebaperin nadila kalau alesan lo begitu. Karena gue ngga mau nadila sakit hati gara gara elo. Paham kan maksud gue?"
Taeil diem aja, lagi mikir sesuatu. Yang diomong sama yuta ada benernya.
Nanti yang ada nadila malah yang sakit hati.
"Yuta?"
"Napa bang??"
"Minhyun itu.. Mantan pacarnya dila?" tanya taeil
"Ya gitu deh,, kok lo tahu? Dikasih tahu siapa??" - yuta.
"Nadila sendiri yang cerita sama gue pas dia ke kantor." - taeil.
Yuta mengangguk paham.
"Yut?"
"Apa lagi sih taeil hutomoo?"
"Kenapa hati gue nggak nyaman pas denger minhyun itu mantan pacarnya nadila?"
Taeil tanya gitu ke yuta. Karena yuta emang pakarnya beginian.. Ya namanya juga kardus.
"Aduhh masa gitu aja lo nggak tahu sih! Dulu mba haein mimpi apa sih bisa mau nikah sama orang modelan elu."
"Bacot anj— astagfirllah keceplosan kan gue gara gara lo!" taeil mengumpat yeorobun..
"Lah abisnya , gitu aja nggak tahu! Lahir dijaman apa sih lo??"
"Ya emang gue nggak tahu!"
Percayalah, cuma saya yuta taeil bisa ngomong gini.
"Itu artinya.. Lo itu cemburu babang tampannn..." -yuta
"Cemburu? Masa sih?"
"Kalau nggak percaya mah yaudah..." yuta berdiri.
"Mau kemana lo?"
"Mau bobok, udah ngantukzzz"
"Tumbenan?biasanya juga nonton—"
"Ini mau nonton, napa? Lo mau ikutan nonton juga??? Ntar lo ***** lagi kalau deket nadila.."
"YUTA EDAN!"
Ya begitulah taeil kalau lagi sama adeknya.. Kelakuan emang.
.......
Nadila baru aja sampai rumah. Asli dia capek banget hari ini.
Gatau kenapa badan dia nggak enak banget.. Makanya dia izin pulang duluan sama taeil.
__ADS_1
Ntar kan kalau pingsan di rumahnya taeil ribet urusannya.
"Aduhh pusing banget elah."
"Dek,." ten udah nongol aja di depan pintu.
"Kak dani tuh ya! Kalau mau masuk ke kamar orang tuh ketuk pintu dulu kenapa sih??"
"Hello, situ dari tadi udah dipanggil tapi nggak nyaut.. Gilaakkk." alay nya kumat ini anak.
"Dasar alay, napa sih?"
"Disuruh mama makan noh."
"Gue nggak nafsu makan kak, bilangin ke mama. Gue langsung tidur aja." - nadila
Ten mendekat ke arahnya nadila.
"Kenapa lo?" ten megang dahi sama pipinya nadila..
Dan itu panas, seperti api yang membara. Alah alay
"Lo sakit?" - ten
"Gatau.. Pusing banget kepala gue."
"Lo demam dek, ngapain aja sih lo tadi?" ten bertanya.
"Ya gue pulang dari kampus kerja lah kak.. Ngapain lagi coba??"
"Emang abangnya yuta nyuruh lo ngapain sih? Sampe lo sakit kayak gini.. Makanya jangan sok sokan. Udah tahu badan lo sering oleng. Gaya gayaan jadi asisten rumah tangga.." ten mulai mengomel seperti emak emak.
"Terus gue bayar skripsi pake duit siapa kalau nggak kerja kak dani???"
" lo kan bisa minta gue ****!"
"Gue nggak mau ngerepotin lo sama mama terus kak.. Gue mau belajar mandiri.."
" ya tapi kan-"
"Udah pergi sono! Capek gue. Mau tidur." nadila ngusir ten dari kamarnya.
"Dasar, badung banget sih jadi cewek. Awas ya , gue samperin tuh besok majikan lo!" guman ten, abis itu dia langsung pergi.
Mau ke masjid, dia kebagian adzan soalnya.. Ntar kalau telat dia dikeroyok satu komplek kan nggak lucu.
...
Disisi lain, taeil masih belum bisa tidur. Nggak tahu kenapa dia kepikiran nadila terus hari ini.
Dia naruh tangannya dibelakang kepala.
'*Kalau lo mau nikahin nadila, seenggaknya lo harus lihat dia sebagai nadila bang, bukan sebagai mba haein.'
' itu artinya.. Lo cemburu babang tampann*.'
Taeil ngambil foto di loker lemari. Fotonya dia sama haein nikah waktu itu.
"Kenapa senyuman itu bisa ngingetin aku sama kamu? Yang jelas jelas menurut aku itu senyuman palsu. Dari kamu."
Skip><
Hari ini nadila nggak ada jadwal kuliah. Libur dua minggu sebelum skripsi dimulai.
Jadi dia bisa ngurus rumahnya taeil sama ngurus issya penuh.. Nggak harus setengah hari.
"Sayang.. Kamu yakin mau berangkat kerja? Lihat tuh kamu pucet gini." mama yuri lihat wajahnya nadila nggak kayak biasanya,
Yaiya orang sakit.
"Tau tuh, kalau dibilangin sama orang tua tuh nurut, jangan ngelawan.." - ten.
"Apaan sih... Gapapa kok ma.. Lagian nadila udah mendingan." - nadila
"Mendingan apaan mendingan! Ngeles aja kayak guru!" - ten.
"Apaan sih kak dani.. Nyaut aja."
"Yaudah kamu sarapan dulu ya. Biar perut kamu nggak kosong." - mama yuri
"Nggak usah ma, nanti dila sarapan di luar aja. Nadila berangkat dulu ya." nadila buru buru keluar rumah.
Biar nggak kena omelan berkepanjangan dari mama yuri dan kakaknya.
.....
"Ayah, tante dila nanti kesini kan?" tanya issya ke ayahnya.
"Iya sayang, tapi mungkin siang.. Kan tante dila harus kuliah dulu." taeil merapikan rambutnya issya.
"Selamat pagi." nadila menyapa dengan senyuman.
Baru juga diomongin, udah nongol aja si nadila.
"Tante dilaaa.." issya langsung lari ke arahnya nadila.
"Duh wangi banget sih.. Udah siap buat ke sekolah ya?" nadila merapikan bajunya issya.
"Udah dong tan,"
__ADS_1
"Yang nganterin issya om taeil?" tanya nadila.
"Nggak, hari ini dia dijemput sama bis sekolah."
"Tante dilaa, anterin issya ke depan ya.. Issya mau pamer ke temen temen issya, kalau tantee dila itu bundanya issya. "
"Hah?" nadila kaget dong denger issya ngomong gitu.
"Issya, nggak boleh ngomong gitu sayang..." - taeil
"Ngga boleh ngomong gitu ya om? Okee gue fine"
"Kenapa? Kan tante dila emang bunda nya issya.."
"Eh yaudah yuk tante anterin ke depan. Bentar ya om. Saya mau anterin issya ke depan dulu." nadila gandeng issya buat diantar ke depan.
Taeil yang di dalem cuma ngelihatin aja.
'Kayaknya gue harus ngomong sama nadila'
......
Nadila lagi bersih bersih rumah..
Padahal dari tadi bersin terus.
"Aduhh,, gatel banget ini hidung." nadila gosok gosok hidungnya.
Tak lama kemudian taeil keluar dari kamar.
"Eh? Om taeil nggak kerja?" tanya nadila
" libur dil. Saya 2 kali seminggu libur nya."
"Ohh gitu.."
Taeil lihat hidungnya Nadila merah.
"Kamu sakit?" tanya taeil.
"Ha? Nggak kok om, aku cuma— hachiii!!" nadila bersin tepat depannya taeil.
"Eh, aduh maaf om. Aku emang kalau bersin suka nggak ngira ngira." nadila buru buru bersihin kemeja nya taeil.
"Eh udah gapapa,"
"Maaf ya om, duhh jadi merasa bersalah nih.." nadila masih aja bersihin bajunya taeil.
Tapi tangannya nadila tiba tiba di pegang sama taeil.
"NaDila?"
"Ke-kenapa om?"
"Kalau issya pengen kamu jadi bundanya..Apa kamu mau?" tanya taeil.
Seketika nadila mendadak budek. Nggak denger apa apa.
'Barusan om taeil ngomong apa??'
"Nadila?"
Dila tersadar dari lamunannya.
"Eh iya om, aku mau bersih bersih kamarnya issya dulu ya.. Permisi." baru aja nadila balik badan.
Tapi dia mendadak pusing.
Dan dia oleng, untung aja ada taeil di belakangnya..
"Eh nadila,, kamu gapapa kan?" taeil
"Gapapa kok om, mungkin cuma kecapekan aja. Kan aku belum terbiasa kerja kayak gini.."
Dan tanpa diduga,, taeil menangkup kedua pipinya nadila.
Kan dila jadi jantungan..
'Ya Allah, jantung gue kenapa ini? Cepet banget detaknya!!'
"Kamu demam, kenapa kamu maksain buat kesini?" - taeil
"A—aku..."
"Saya anterin kamu pulang aja ya?"
Nadila geleng geleng.
Dan itu buat taeil gemes.
Taeil ketawa lirih.
"Kamu lucu deh.."
"Om.. Jangan ketawa kayak gitu di depan aku."
"Kenapa emangnya?"
"Karena aku nggak mau terlalu baper sama om."
__ADS_1
TBC