Papa Muda

Papa Muda
35


__ADS_3

Warning : btw ini moment pas nadila lahiran, gausah ada yang nyinyir. Kalau nggak suka gausah dibaca 😑


Nadila udah dibawa ke rumah sakit,


Untung aja tadi ten baru dateng ke rumah. Jadi tadi nadila di gendong sama ten dibantuin yuta juga.


Dan dari tadi dila merintih terus, dan manggil nama taeil.


Sekarang di dalem ada jisoo sama ten. Mama yuri sama yuta nunggu di luar.


Ga tega mereka lihat nadila lemes gitu. Apalagi si yuta, baru pertama kali dia lihat nadila nggak bisa ngapa ngapain gini.


"Mbak dila sabar yaa...." jisoo menenangkan nadila


"Sakit banget mbak...." nadila menangis.


"Bayi nya nggak bisa dikeluarin sekarang ya dok?" - tanya jisoo


"Karena zena masih tahap pembukaan lima. Jadi bayi nya belum bisa di keluarkan sekarang." - mingyu


"Tapi adek gue udah kesakitan gini gyu.."


"Hal ini biasa. Zena mengalami kontraksi. Karena posisi bayi nya sudah berada di bawah."


"Kak dani... Sakit .." nadila masih aja kesakitan,


"Jisoo. Bang taeil udah dikasih tahu kan kalau dila mau ngelahirin?" - ten.


"Udah mas, tadi udah di telfon sama yuta. Katanya lagi perjalanan kesini."


"Dek, sabar ya..." - ten menenangkan nadila.


"Mas taeil..." dan dari tadi nadila nyebut nama taeil terus.


......


Nadila masih ada di dalem, sama jisoo, ten lebih milih keluar. Ya soalnya dia kasihan lihat adeknya, yang biasanya tingkahnya absurd sekarang lemes gitu.


"Dila belum waktunya lahiran ya dan?" tanya mama yuri.


"Belum ma, katanya masih pembukaan lima."


"Mungkin lahirnya nungguin bang taeil dateng." - yuta


Tak berselang lama taeil dateng. Masih pake pakaian kantor, tapi jas nya udah di lepas. 


"Nadila mana?" - taeil


"Nah ini nih ditungguin dari tadi juga. Kasihan tuh istri lo nangis gara gara anak lo nggak mau keluar." yuta malah ngomel.


"Udah udah, taeil. Mendingan sekarang kamu masuk ke dalem, kasihan nadila nyariin kamu terus dari tadi." - mama yuri.


"Iya, taeil masuk dulu ya ma."


Taeil buru buru masuk ke ruangannya nadila.


"Mbak jisoo.. Mas taeil mana sih.." nadila udah lemes, sakit banget braa.


"Mas taeil lagi perjalanan kesini kok. Mbak dila sabar ya.."


"Sakit mbakk.. Aku udah nggak kuat."


"Mbak dila gaboleh gitu.. Mbak harus kuat ya, demi anak kalian loh ini " jisoo tenangin nadila. Soalnya dari tadi nadila ngomong gitu terus.


"Nadila?!" taeil samperin nadila.


"Mas taeil kemana aja sih? Ini mbak nadila udah kesakitan dari tadi."


"Macet dek, mas aja kesini naik taksi"


Kasihan banget si taeil, udah tadi di luar kena omel yuta. Sekarang di dalem kena omel jisoo.


"Mas taeil... Sakit banget."


"Iya iya, sabar ya. Kan udah ada aku disini."  taeil mengelus kepalanya nadila.. Biar dia tenang.


Jisoo udah keluar. Nggak mungkin juga dia ada disini. Kan udah ada taeil.


.....


Ini udah jam duabelas siang. Tapi si nadila belum ada tanda tanda lahiran juga.


Mama seohyun lagi ada dirumah. Jagain issya. Jadi dia nggak kesini.


"Nadila kok belum juga lahiran ya?? Padahal udah dari tadi pagi loh disini." mama yuri khawatir.


"Tau nih, kasihan mbak dila kesakitan gitu di dalem. Kan aku jadi nggak tega" - jisoo.


"Eh bang dani. Tuh ada mingyu, tanyain noh. Kayaknya dia mau kesini." - yuta yang ngelihat mingyu langsung nyuruh ten buat tanyain.


"Mingyu?"


"Eh bang dani? Kenapa ya?" - mingyu

__ADS_1


"Itu adek gue belum ada tanda tanda lahiran? Kasihan elah udah lemes gitu." - ten yang gak tega lihat nadila udah lemes.


"Sabar ya, ini masih mau di cek kok."


"Tapi nadila nggak kenapa kenapa kan mingyu? Tante nggak tenang loh ini.." - mama yuri


Mingyu senyum.


" semoga baik baik aja ya tante, tante yuri nggak usah khawatir." setelah itu mingyu langsung masuk ke ruangannya nadila.


"Dek, mantannya mbak dila manis juga ya...Gingsulnya bikin gemes aja" - jisoo bisik bisik ke yuta.


"Mantannya dila mah nggak ada yang jelek. Eh ada sih satu namanya minhyun." - yuta.


"Minhyun? Yang kemarin bikin mbak dila nangis itu??"


"Iya mbak jisoo."


"Astaga dek, ganteng gitu masa dibilang jelek? Gantengan dia dari pada kamu." - jisoo.


"Ya ganteng tapi kalau cuma muka doang mah buat apa?????"


"Iya juga ya..."


Ini malah pada ngerumpi.


"Mas... Ini kapan sih keluarnya.. Sakit banget mas." nadila udah lemes, nggak bisa ngapa ngapain lagi. Capek nangis dia.


Ya gimana nggak capek, udah dari tadi pagi dan sekarang siang hari. Si nadila belum ada tanda tanda buat lahiran.


Mingyu aja juga heran, padahal dia dokter.


" sabar ya sayang.harus kuat, demi aku. Demi anak kita.." taeil terus terusan tenangin nadila.


Dia nggak tega asli, lihat keadaan nadila kayak gini.


Tak lama kemudian mingyu datang.


"Mingyu. Kenapa sampai sekarang bayi nya belum keluar?" - taeil


"Mas tenang dulu ya, ini mau di periksa dulu.. Zena kamu sabar ya."


"Mas...sakit..."


"Iya iya, sabar ya."


"Zena sabar ya. Sebentar lagi kok." mingyu ikut ikutan nenangin nadila.


.....


Nadila udah lemes, ngga bisa ngapa ngapain lagi, selain nahan sakit di perutnya.


Beginilah perjuangan seorang ibu.


Taeil ngelus kepalanya nadila. Biar tenang.


"Mas... Sakit banget."


"Sabar ya..“  taeil cium keningnya nadila.


"Mass.. Aku udah ngga kuat... Sakit.."


"kamu ngga boleh ngomong gitu. Harus kuat pokoknya."


"Zena? Siap lahiran sekarang ya??" mingyu dan semuanya udah siap siap buat bantu nadila lahiran.


"Tuh denger kan? Sebentar lagi adeknya lahir. Bertahan ya.."


Dan sekarang semuanya lagi pada was was diluar.


Soalnya katanya mingyu. Nadila emang udah pembukaan sepuluh, jadi ya udah waktunya lahiran.


Taeil lagi ada di dalam.


Mereka juga bisa denger kalau nadila lagi berjuang di dalam sana.


"Kok bunda teriak teriak gitu sih di dalem? Bunda dijahatin sama om dokter ya?" issya juga udah disitu. Sama mama seohyun tadi.


"Nggak kok sayang, bunda nggak dijahatin sama om dokter." -jisoo


"Tapi kok daritadi teriak teriak terus sih tante?"


Jisoo bingung mesti jawab gimana. Nggak mungkin juga dia ngejelasin hal semacam itu ke anak kecil. 


"Issya?"


"Iya om?"


"Bunda itu bukan dijahatin om dokter, tapi bunda lagi usaha biar adek kecilnya keluar. Makanya harus teriak." yuta yang menjelaskan. 


Untung aja ada yuta yang paham soal issya. Jadi ya gampang buat ngasih pengertian ke dia


Sementara itu, di dalam dokter lagi berusaha ngeluarin bayi di dalam perutnya.

__ADS_1


Antara hidup dan mati soalnya


"Tahan ya zen, sebentar lagi bayi nya keluar kok." - mingyu juga ikut ikutan nenangin nadila.


"Mass sakit..." nadila malah udah keringetan, dia lagi usaha cuyy..


"Tahan ya sayang." tangannya taeil udah kena cakarannya nadila. Nggak tahu berapa kali.


"Mass..aku gak kuat."


"Kamu ngga boleh ngomong gitu. Harus bisa, demi anak kita."


"Terus zen, kepalanya udah keluar nih."


"Tuh kamu denger kan. Sedikit lagi ya sayang.."


Nadila mengatur nafas, masih berusaha buat ngga lemah. Dia mengejan hebat.


Taeil mengecup bibirnya nadila singkat.


"Katanya kamu pengen lihat aku adzanin si kecil kan? Kamu harus bertahan. "


"Mas taeil..."


"Terus zen, sebentar lagi keluar kok"


Ini dari tadi si mingyu ngomongnya sebentar dan sebentar..


Capek taeil dengernya..


Bilangnya sebentar lagi, tapi bayinya nggak lahir lahir.


"Iya zen terus.. Tahan ya."


Nadila masih berusaha... Taeil dari tadi cuma bisa mengelus kepalanya nadila, biar tenang. Dan nggak ngerasain sakit.


Tapi ya namanya aja ngelahirin. Pasti ya sakit lah.


"Mass sakit..."


"Iya sayang sebentar lagi."


Nadila mengatur nafas, dia menggeleng pelan


"Aku ngga kuat mas.."


"Nggak nggak, kamu bisa. Ayo terus." taeil mengeratkan genggamannya ke nadila


"Mas taeil..." nadila menangis


"Iya sayang, mas disini ngga akan kemana mana. Makanya kamu harus bertahan."


"Ayo zen sedikit lagi, dorong pelan pelan ya zen." mingyu juga ikut menyemangati


Nadila mengatur nafas


"Tarik nafas lagi ya sayang,"


Nadila menarik nafas, lalu mengejan kembali


"Mas taeil sakit...."


"Iya iya, sabar. Sakitnya cuma sebentar kok."


"Zena, tarik nafas sekali lagi oke."


"Sayang ayo terus,  kamu bisa"


Nadila mengatur nafas, dia mengangkat kepalanya, dia teriak sekali lagi. Dan sampai akhirnya..


Bayi nya keluar.


Dan yang tadi nya cuma ada suara teriakan. Sekarang menjadi tangisan bayi.


Mana kenceng banget itu nangisnya.


Udah pasti kayak nadila ini.


Keluarga yang lagi ada di luar juga kayaknya seneng banget bisa denger suara tangisan bayi. Apalagi mama yuri. Seneng dia cucu pertamanya lahir dengan selamat.


Nadila langsung lemes, nafasnya juga nggak beraturan.


"Wah selamat ya.. Anak kalian laki laki." mingyu ngasih ucapan selamat ke taeil sama nadila.


Nadila sebenernya pengen ngomong sesuatu. Tapi dia lemes. Nggak bisa ngapa ngapain.


Pandangan dia kabur.


Dan sampai akhirnya di memejamkan mata.


"NADILA!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2