Papa Muda

Papa Muda
62


__ADS_3

Udah hari senin, jadi semuanya kembali ke aktvitas semula, taeil kerja, issya sekolah. Tapi hyunjinnya belum masuk.


Lebih tepatnya nggak mau berangkat ke sekolah.


"Unjin gamau cekolah!!"


"Loh kan dek hyunjin udah sembuh, jadi harus masuk sekolah." - nadila ngomong gitu sambil handukin hyunjin yang abis mandi.


"Unjin belum cembuhh undaaa. Kepalanya masih cakitt huuu"


Kecil kecil udah pinter ngeles ternyata.


"Sini dek hyunjin pake seragam dulu."


"Gamau!! Huuu" hyunjin keluar kamar, abis itu nyamperin taeil yang lagi sarapan sama issya.


Mana itu cuma pake celana sama kaos dalam lagi.


"Ayahhh!!!"


"Loh, dek hyunjin?" taeil langsung dudukin hyunjin di pangkuannya.


"Kok dek hyunjin ga pake seragamnya?"


"Unjin gak mau cekolahhh.."


"Kok gamau sekolah? Kenapa?"


"Nanti kalo unjin ke cekolah, di dorong lagi sama minhyuk. Unjin takutt yah." - hyunjin.


Tak lama kemudian nadila keluar kamar, sambil bawa seragam sama tas nya hyunjin.


"Dek hyunjin pake baju dulu sini."


"Gamau!! Unjin ga mau cekolahh huaaa "


Mulai deh mulai.


"Dek hyunjin.. Kalo minhyuk jahatin kamu lagi, jahatin balik aja. Biar dia gak nakalin kamu lagi" - issya


"Kakak..." taeil negur issya. Ya karena omongannya ga bener.


"Dek hyunjin kan ke sekolah sama bunda, jadi nanti kalau minhyuk nakalin adek, bunda bisa tahu..."


"Berarti undaa tungguin unjin di cekolah yaa."


"Siap. Sini pake seragamnya dulu sini.." hyunjin lari ke arahnya nadila, dan jadilah dia Berangkat ke sekolah.


Hyunjin udah selesai pakai seragamnya, sekarang cuma tinggal nungguin nadila. Masih ganti baju.


"Gausah menor menor kalo dandan." - taeil


"Kenapa sih emang? "


"Ya nanti bisa bisa ada gurunya hyunjin yang suka sama kamu."


"Ya biarin aja suka. Kan itu hak dia." - nadila.


"Ya ga boleh lah! Kamu kan udah punya aku." - taeil.


"Lagian mana ada sih mas gurunya hyunjin yang tertarik sama ibu ibu anak dua kayak aku gini." - nadila


"Ada, itu guru olahraganya hyunjin, namanya pak joshua."


"Masa sih? Kok mas bisa menyimpulkan kalau pak joshua suka sama aku?"


" ck! Pas kita jemput hyunjin dia ngelihatin kamu terus tau."


"Ngelihatin itu bukan berarti suka mas taeil.. Eh tapi ya oke juga sih itu guru. Udah kalem, baik, sayang sama anak anak lagi. Dan juga ganteng."


"Kamu dirumah aja deh. Mas yang nganterin hyunjin ke sekolah." taeil makin panas sepertinya


"Mana bisa gitu?? Nanti kalau bukan aku yang nganterin hyunjin gamau ke sekolah mas."


"Yaudah, biarin aja gausah sekolah! Kalau bisa pindah sekalian." abis ngomong gitu taeil keluar dari kamar.


Nadila cuma bisa ngakak aja. Lihat suaminya cemburu gitu.


"Dasar orang tua. Ga pantes banget cemburu gitu." - nadila.


Nadila ambil tas nya. Dia mau keluar kamar. Tapi tiba tiba dia pusing.


"Kenapa pusing banget sih..."

__ADS_1


Dari kemarin emang nadila itu ngerasain pusing. Dan dia gatau penyebabnya apa.


Nadila itu jarang yang namanya minum obat. Makanya dia mikir kalau di buat tidur pasti sembuh. Tapi ternyata nggak.


"Bunda?"


"Eh kakak. Udah siap berangkat?" nadila nyamperin issya yang ada di ambang pintu.


"Bunda kenapa? Sakit ya?" tanya issya.


"Hah? Ng-ngga kok. Bunda ngga sakit." nadila senyum.


"Tapi bunda pucet banget. Issya mau bilang ayah."


"Eh, jangan bilang ayah kak." nadila nahan issya biar ga ngomong ke taeil.


"Kenapa gitu?"


"Yaudah berangkat yuk. Nanti kalau kakak telat dihukum loh." nadila langsung bawa issya buat keluar rumah. Biar ga banyak tanya juga.


Skip ><


Nadila udah ada di sekolahnya hyunjin. Ya terpaksa dia harus ada di sekolah ini. Daripada hyunjinnya gamau sekolah.


Lagian sekali sekali lah dia nungguin anaknya. Daripada di rumah terus.


Sekalian tebar pesona ke pak joshua.


"Selamat pagi."


Nadila menoleh ke sumber suara.


Pucuk dicinta. Taunya pak joshua yang menyapa.


'Subahanallah, indah sekali ciptaan Tuhan yang satu ini.'


Sejenak nadila lupa kalau udah punya suami.


"Ngga dijawab nih sapaan saya?" - pak joshua.


Nadila langsung tersadar.


"Eh i-iya selamat pagi juga pak" - nadila


"Ibunya hyunjin ya?"


"Oh kenalkan, nama saya joshua. Saya wali kelasnya hyunjin yang baru."


"Loh? Bu wendy sekarang bukan wali kelasnya hyunjin lagi?" tanya nadila.


"Sekarang dia mengajar di kelas A,"


Nadila mengangguk paham.


"Maaf kalau saya boleh tahu. Nama ibu siapa ya?"


"Saya nadila."


"Ohh ibu nadila. Kok tumben hyunjin ditungguin sama bundanya?" tanya pak joshua.


"Itu.. Hyunjin kan masih dalam tahap pemulihan kesehatannya. Terus katanya dia masih takut sama minhyuk, jadi dia minta ditemenin sama saya."


Pak joshua mengangguk pelan.


"Maaf.. Ibu nadila sakit?"


Belum juga nadila jawab.


BRUK!


"Ibu dila!"


Dan nadila pingsan di tempat.


.....


Nadila udah dibawa ke uks sekolah. Udah diperiksa sama dokternya disana.


Dan ternyata disana ada yuta juga.


Yang jadi pertanyaan. Kenapa yuta bisa ada di sekolahnya hyunjin?


Hmmmm.

__ADS_1


"Nih minum teh anget dulu." yuta ngasih nadila minuman. Biar enakan.


"Makasih.."


"Lagian ngapa sih lo ngeyel banget buat nganterin hyunjin. Udah tahu lo gampang olengan sekarang." - yuta malah ngomel.


"Hyunjin ga bakalan mau ke sekolah kalau bukan gue yang nganterin yut.."


"Yaudah biarin aja lah dia ga sekolah. Dia kan juga masih sakit"


Tak berselang lama. Taeil datang dengan tergesa gesa.


"Sayang? Kamu gapapa kan. Mana yang sakit?" taeil ngecek mulai dari wajahnya.


"Gapapa mas, aku—"


"Kan mas udah bilang kalau hyunjin biar aku yang nganter. Kenapa masih ngeyel sih."


"Mas aku tuh gapapa. Aku cuma butuh istirahat soalnya aku—"


"Kata issya kamu tadi pucet, kemana kamu ga bilang ke mas?"


"Iya mas iya. Aku tuh—"


" aku panik tahu ngga denger kamu jatuh pingsan gini. Aku takut kenapa kenapa, aku kan—"


"ITU BININYA MAU NGOMONG KALAU LAGI BUNTING 3 MINGGU JANGAN DIPOTONG POTONG BISA GA SIH? GUE SLEPET JUGA LO BANG!!"


Tak disangka yuta ngegas, greget dia sama taeil. Pengen ngegampar aja kalau punya abang kayak gini.


"Hah? Apa?" - taeil masih memahami.


"Katanya dokter A-aku hamil mas." - nadila.


"HAH?!" taeil langsung menangkup kedua pipinya nadila.


"Kamu serius kan? Ga bohong kan? Ga bercanda kan?"


Nadila cuma geleng geleng kepala.


"Yaelah, udah dikasih tahu ga percayaan banget." - yuta.


"Kata dokter disini, usia kehamilan aku 3 minggu mas."


Taeil masih ga percaya dengan semua ini.


"Tapi, kata mingyu—"


"Hilih, masih inget inget katanya mingyu? Gue udah bilang kan, kalau dokter itu bisa salah diagnosa. Lu nya ga percaya." yuta


Taeil langsung peluk nadila erat.


Dia ga ngomong apa apa.


'Ya Allah, terimakasih atas semuanya.'


Skip ><


Sekarang taeil, nadila beserta anak anaknya ada di rumah mamanya taeil.


Karena taeil yang masih ga percaya sama omongannya dokter di sekolahnya hyunjin tadi. Akhirnya mereka memutuskan buat datengin mingyu biar semuanya jelas.


Kan mingyu dokter kandungan. Udah pasti kalau sama mingyu.


"Jadi gimana ya gyu? Emang bener nadila hamil?" tanya mama seohyun.


Mingyu senyum.


"Alhamdulillah omongannya dokter tadi bener kok ma."


"Jadi? Mama mau punya cucu lagi gitu??" kini giliran mama seohyun yang antusias.


Taeil sama nadila cuma bisa senyum aja.


"Tapi gyu... Bukannya kamu pernah ngomong. Kalau aku gabisa—"


"Zena, semuanya bisa berubah kapan saja. Aku cuma seorang dokter, dan dokter juga manusia. Yang ngga luput dari salah iya kan?"


"Bener tuh mba. Jadi mba Nadila gausah khawatir, buktinya sekarang mba dila lagi isi. Wah selamat yaa.." jisoo ngasih ucapan selamat buat nadila.


"Makasih mba."


Nadila menghela nafas, ada perasaan lega lihat kondisi dia sekarang. Iya, dia hamil. Itu berarti nadila masih diberi kesempatan buat punya anak lagi.

__ADS_1


Nadila janji bakalan jagain calon adeknya hyunjin ini baik baik.


TBC


__ADS_2