Papa Muda

Papa Muda
29


__ADS_3

"Jae? Lo bisa anterin gue sekarang kan?" nadila kayak panik banget.


"Iya bisa kok. Tapi kenapa nih? Emang yuta ngomong apa? Kok lo panik?"


"Nanti aja di mobil gue cerita. Lo anterin gue ke rumah suami gue ya.."


"Yaudah ayo."


Nadila sama jaehyun buru buru masuk ke mobil. Ya soalnya yuta ngomong kalau taeil pulang dari kantor langsung marah marah nggak jelas.


Ditanyain yuta. Malah yuta yang kena imbas.


Skip ><


Sementara itu yuta lagi sembunyi.


Iya sembunyi di balik sofa, takut dia kalau taeil ngamuk mode on gini.. Apa apa dilemparin. Untung aja nggak sampaai ngelempar tv sama kulkas.


"MINHYUNG *******!!"


Dan dari tadi nyebut nama minhyun terus,, mana pake misuh.


"SIALAN EMANG!!"


Pyar!


"Waduh.. Apa lagi tuh yang pecah?" yuta langsung ngintip di balik sofa.


"***** itu tangannya bang taeil sampai berdarah gitu.. Edan emang" yuta mengendap ngendap, niatnya mau keluar rumah..


"MAU KEMANA LO?!"


Nah kan ketahuan.


"Eh? I-itu bang, gue mau telfon." yuta buru buru lari keluar rumah.


"Astaga,, udah lama gue nggak lihat bang taeil kayak gitu.. Kumat lagi sekarang."


Terakhir yuta lihat taeil kayak gitu pas dia tahu kalau haein bohongin dia. Udah lama banget kan..


"Yuta!"


"Nah ini nih biangnya. Kemana aja sih lo? Dah pecah tuh semua barang yang ada di dalem." yuta langsung mencak mencak ke nadila.


"Kok bisa gini sih???" - nadila


"Gatau! Dari tadi misuh misuh nggak jelas. Mana nyebut nama minhyun terus lagi."


"Minhyun?"


"Lo balik kesini sama siapa?"


"Sama jaehyun!"


"ELO TUH YA! UDAH PUNYA LAKI JUGA MASIH BISA GANDENGAN SAMA COWOK LAIN!!" - yuta


Pyar!


"Apalagi itu ya Allah yang pecah... Buruan masuk ke dalem sana. Gue jaga disini aja."


"Lah lo ngapain disini?"


"Gue takut anjirr. Ngeri kalau bang taeil ngamuk kayak gini."


"Cemen!" nadila langsung masuk ke rumah.


Sementara itu taeil masih marah marah nggak jelas, pokoknya nyebut nama minhyun terus dia mah.


"AWAS AJA YA ITU YANG NAMANYA JAEHYUN! GUE ABISIN LO!"


"MAS TAEIL!"


taeil menoleh ke sumber suara.


Sementara itu nadila lihat keadaannya taeil. Parah pokoknya. Rambut acak acakan. Tangannya ada darahnya.


Ruang tv malah lebih parah. Hancur semua isi isinya. Kecuali tv. Ya karena dia nggak kuat mungkin.


"KEMANA AJA KAMU HAH BARU PULANG SEKARANG? SELINGKUH SAMA YANG NAMANYA JAEHYUN IYAA??!"


Tuh kan. Nadila kena juga.


Bener kata yuta. Taeil kalau lagi kayak gini ngeri.


"Mas..." nadila mendekat ke taeil pelan pelan


Takutnya kalau taeil khilaf kan. Nadila juga yang terluka.


Nadila jadi inget kata katanya mama seohyun. Taeil emang belum dewasa. Buktinya ngamuk aja masih kayak bocah. Cuma umur aja yang tua.


"Kamu ngapain sih? Kayak anak kecil aja. Pake pecahin barang segala. Inget umurr mas."


"KAMU TUH YANG KAYAK ANAK KECIL! PAKE SEGALA KABUR KABURAN DARI RUMAH!!"


Yahh salah lagi.


Taeil baru aja mau mecahin vas bunga.


"Mas taeil! Stop!" nadila langsung lari. Abis itu ngasih pelukan ke taeil.

__ADS_1


"Udah mas... Aku kan udah ada disini." nadila menenangkan taeil.


Kali ini kayaknya emang harus dia yang ngalah,


Nadila bisa denger. Nafasnya taeil nggak beraturan. Ya efek ngamuk tadi. Capek sendiri dia.


"Mas tenang dulu... Bisa dibicarain baik baik mas. Jangan kayak gini." nadila ngomongnya kalem, ya soalnya dia juga takut sama taeil..


Nadila melepaskan pelukannya. Dia udah bisa bikin taeil tenang.


"Udah kan marah marahnya? Kalau gitu sekarang kita ke kamar." nadila langsung narik tangannya taeil ke kamar.


......


Sekarang nadila sama taeil udah di kamar. Tangannya taeil lagi diobatin sama dila.


"Mas taeil tuh kalau marah jangan kayak gini kenapa sih?? Barang barang di rumah ini kan nggak ada murah mas.." - nadila


Sementara itu taeil cuma lihatin nadila aja.


"Sekarang mas lihat sendiri kan? Tangannya mas terluka, dan yang rugi mas taeil .." - nadila.


Taeil masih diem aja.


"Udah tuh, kalau mas masih ngerasain sakit. Besok kita ke dokter. Aku mau mandi dulu." nadila jalan ke kamar mandi.


"Siapa jaehyun?" taeil akhirnya bersuara.


"Jaehyun itu temen aku dulu di kampus mas. Yuta juga kenal kok sama dia. Kalau kamu nggak percaya, tanya aja sama yuta sendiri." - nadila


"Temen kampus ya?" taeil mendekat ke arahnya nadila


"Tapi kenapa setiap hari dia jemput kamu? Emang dia nggak tahu kalau kamu udah punya suami?" - taeil


"Tahu kok mas... Dan dia nggak setiap hari jemput aku. Orang aku ketemu dia aja baru kemarin."


" bukannya setiap hari? Kalian ketemuan di tempat lain, dan tanpa sepengetahuan aku."


"Mas.. Udah ya, aku capek tadi kerja seharian. Nggak usah kayak anak kecil deh."


"Aku kayak anak kecil? Kamu kali yang kayak anak kecil! Lagian kenapa sih kamu kerja segala? Emang aku nggak bisa nafkahin kamu apa!?"


Nah kan berantem lagi.


"udahlah mas aku capek kalau mesti berantem setiap hari sama kamu. Percuma juga aku jelasin semuanya kalau ujung ujungnya kamu ngga percaya dan nyalahin aku terus!"


"Ya kamu emang salah kan? Emang pantes perempuan bersuami jalan sama cowok lain?" - taeil


"Mas! Aku nggak jalan sama cowok manapun. Jaehyun itu temen kuliah aku. Dan dia udah banyak bantuin aku! Lagian kamu kenapa sih bisa percaya sama omongannya orang yang bahkan ngga suka sama kamu!"


"Bukan percaya... Tapi itu kenyataan.."


Abis ngomong gitu, nadila langsung masuk kamar mandi.


Brak!


Dia banting pintunya keras.


"NADILA AKU BELUM SELESAI NGOMONG!"


"NGOMONG SENDIRI AJA SANA SAMA TEMBOK!"


.........


Nadila sama taeil masih di kamar. Tapi sekarang diem dieman.


Nadila lagi sibuk masukkin baju di lemari. Abis setrika soalnya. Sedangkan taeil cuma ngelihatin aja.


"Seneng ya habis pergi sama jaehyun tadi?" - taeil.


"Kamu juga seneng kan pelukan sama mba seulgi." - nadila


"Ck! Mengalihkan pembicaraan." - taeil


"Terserah!" nadila masih sibuk menata baju.


Taeil samperin nadila.


Brak!


Dia nutup lemari.


"Mas tuh kenapa sih? Ngga cukup tadi udah mecahin barang barang di luar? Mau mecahin barang yang ada disini juga?" - nadila


"Kenapa kamu bisa sama jaehyun?" - taeil


"Dan Kenapa mas bisa pelukan sama mba seulgi?" - nadila


"Seulgi sendiri yang ke kantor aku."


"Nah aku juga, jaehyun sendiri yang nyamperin aku."


"Dila!"


"Udah lah mas, ga capek apa kamu marah marah terus? Aku udah berusaha percaya sama kamu. Tapi kalau kamu ngga per-"


Dan Tiba tiba aja nadila mual.


"Kamu kenapa?" - taeil

__ADS_1


Nadila mual lagi.


"Dila? Kenapa?"


"Gatau! Dari tadi mual"


"Kamu sakit? Yaudah kita ke dokter sekarang."


Nadila geleng geleng lagi.


Dia mual lagi.


"Nadila? Kamu-" belum selesai ngomong. Nadila udah lari ke kamar mandi.


"Nadila kenapa sih?"


..


Taeil masih belum tidur, sejujurnya dia khawatir sama nadila. Daritadi bolak balik kamar mandi.


Tak lama kemudian nadila keluar, dengan wajah pucat.


" Kamu gapapa?"


Nadila menggeleng "aku mau tidur."


Nadila mau aja ke arah tempat tidur, tapi entah kenapa dia ngerasa gk kuat buat jalan. Dan dia oleng.


Untung ada taeil di depannya.


"Nadila!"


"Aku lemes..." nadila ngomong lirih


"Kita ke dokter ya?" taeil merapikan rambutnya nadila yang nutupin mata itu


Nadila menggeleng.


"Hoek!" dan nadila mual lagi.


"Kamu mual parah gini dila. Harus diperiksa dokter."


"Gamau mas... Aku mau tidur aja."


"Yaudah ayo tidur." taeil menuntun nadila yang emang udah lemes banget itu soalnya kebanyakan mual.


"Aku bikinin teh ya?"


Nadila menggeleng.


"Yaudah sekarang kamu istirahat." taeil menarik selimut sampai ke atas.


'Nadila kenapa ya?'


Skip ><


Ini udah hampir sebulan semenjak kejadian nadila sama taeil berantem.


Mereka udah akur kok. Cuma ya mesti ada syaratnya.


Yaitu taeil harus izinin nadila buat kerja di cafe nya jaehyun. Ngga boleh ngelarang.


Dan daripada ribut lagi, diiyain aja udah sama taeil.


Tapi udah beberapa hari ini. Nadila nggak enak badan, dia sering ngerasain pusing sama kram di perut.


Gatau kenapa.


Dia juga nggak konsentrasi kerja jadinya. Makanya hari ini dia memutuskan buat libur.


"Kenapa gue males gini ya ngapa ngapain?? Badan gue juga sakit semuaa.."


"Mbak nadila?"


"Eh mbak jisoo." nadila langsung berdiri. Tapi tiba tiba aja perutnya sakit.


"Aw.."


"Loh mbak nadila kenapa? Mbak sakit ya?" jisoo langsung nyamperin nadila


"Gatau mbak.. Dari kemarin perut aku nyeri banget." - nadila


"Mbak udah periksa ke dokter?" nadila geleng geleng kepala.


"Mas taeil udah tahu?" tanya jisoo lagi.


"Belum mbak "


"ASTAGA MBAK NADILA NIH. KOK NGGAK BILANG SAMA MAS TAEIL SIH?? KAN MAS TAEIL SUAMINYA MBAK..." jisoo malah ngegas.


"Aku cuma nggak mau mas taeil khawatir mbak. Dia kan akhir akhir ini sibuk banget sama kerjaannya." - nadila


"Ya tapi kan-"


Belum juga selesai ngomong.


BRUK!


"MBAK DILA!!"

__ADS_1


TBC


__ADS_2