Papa Muda

Papa Muda
20


__ADS_3

Nadila lagi pusing.


Iya pusing, soalnya dari tadi dia dengerin ten misuh misuh.


"MINHYUN ***!"


gara gara nadila ngasih tahu kalau mobil yang nabrak dia itu mobilnya minhyun. Ten marah besar.


"******** EMANG SI MINHYUN! *******! ANJING!" - ten


Nadila aja sampai tutup telinga,


"AWAS AJA YA KALAU KETEMU GUE! ABIS SAMPAI TULANG TULANGNYA ITU ANAK!"


"Kak dani!! Udah kenapa sih? Ini rumah sakit kakk!!"


"NAPA EMANG??? LO BELAIN DIAA?? SETAN KAYAK GITU AJA DIBELAIN!" - ten


"Bukan belain dia kak, tapi ini kan rumah sakit. Nggak boleh berisik kak dani."


"LAGIAN LO KENAPA SIH NGGAK BILANG DARI TADI? PAS CALON SUAMI LO ADA DISINI!! KENAPA???!!"


Lah. Jadi marah ke nadila si ten.


"Ya kan gue baru kepikiran sekarang kak."


"ALESAN AJA LO HAH!! LO MASIH AJA BELAIN DIA! NGGAK TAHU DIRI BANGET SIH LO!"


Nadila kaget. Omongannya ten nggak enak banget di telinganya nadila.


Pengen nangis aja rasanya.


Dan ten menyadari itu.


"Dila maaf gue nggak bermaksud-"


"Tega lo sama gue." setelah ngomong gitu nadila langsung nutupi kepalanya pake selimut.


Nangis dia.


"Dek.. Jangan nangis dong, maafin gue.. Gue nggak bermaksud ngomong gitu." ten mendekat ke arahnya nadila


"Gausah deket deket gue! Pergi sana!!"


"Gue nggak ada maksud dek. Maafin gue.."


Nadila masih nangis.


Ten menghela nafas. Dia merasa bersalah sama adeknya.


Harusnya tadi dia nggak marah marah gitu. 


....


udah sore, tapi ten masih ada di rumah sakit.


Masih jagain nadila. Padahal orangnya udah tidur dari tadi siang sampe sore nggak bangun bangun. Capek nangis katanya, makanya tidur.


Tapi ten nya takut, kalau nadila kebablasan gimana? Alah kejauhan si ten.


"Itu nadila kok nggak bangun bangun ya? Tidur apa pingsan sih?" ten nyamperin nadila yang lagi tidur.


"Dek? Lo denger gue nggak?"


Nggak ada jawaban.


Ya jelas aja nggak dijawab, orang nadila lagi tidur.


Ini yang **** ten apa siapa nih?


"Dan?"


"Eh bang taeil." 


"Kirain udah pulang." taeil jalan ke arahnya ten.


"Widih udah wangi lo bang. Nggak kayak tadi, mandi aja nggak haha" ten kalau ngomong suka bener.

__ADS_1


"Bisa aja lo." - taeil


Taeil ngelirik nadila. Ternyata lagi tidur.


"Itu nadila tidur?" tanya taeil.


"Iya tuh. Dari tadi siang sampai sore nggak bangun bangun."


"Capek kali dan..,"


'Apa gue ngomong sama bang taeil sekarang ya? Kalau yang nabrak nadila itu si minhyun?'


"Bang taeil?"


"Ya?"


"Gue mau ngomong sesuatu ke elo. Dan ini penting."


"Penting? Yaudah ngomong aja."


"Sebenernya yang nabrak nadila itu—"


"YUHUUU!!!"


Belum juga ngomong si ten. Udah ada orang masuk.


Tahu nggak siapa?


Ya jelas yuta


Si pengganggu ten yang lagi mau ngomong


Dan itu buat nadila bangun.


" tuh kan! Gara gara bacotnya yuta adek gue jadi bangun." - ten


"HAH?! ADEK LO BANGUN??? MAKSUDNYA LO ***** GITU?"


Tak!


Yuta kena tonyoran taeil.


"Kalian tuh berisik banget sih.." 


"EHH KAKAK IPAR UDAH BANGUNNN.."


Semua nya cengo.


Ini tumbenan banget si atuy gembira.. Ada apakah gerangan??


"Apasih yut? Ini tuh rumah sakit, jangan ngegas kalau ngomong.." - nadila.


"Eh iya, sorry sorry saking bahagianya jadi nggak nyadar kalau udah di rumah sakit."


"Emang kenapa sih? Bahagia banget kayaknya??"


Yuta ngeluarin sesuatu dari dalam tas.


Kayak surat keterangan gitu.


"Nih buat lo.. Dan ini buat guee." - yuta ngasih surat ke nadila.


"Ini dari siapa emang?" - nadila


"Dari kampus elah, pak johnny nitipin punya lo ke gue."


Nadila langsung buka isi suratnya.


"HAH?!" Nadila kaget setelah baca isi suratnya.


"Kenapa? Ada apa?" taeil ikut penasaran.


"Ha? Gapapa kok om. Nggak penting." - nadila.


"Loh? Kok nggak penting? Bukannya itu surat kelulusan lo di univ thailand ya?"


"Yuta.."

__ADS_1


"Apa?" taeil nggak ngerti.


"Ah jadi gini bang...Nadila kan pengen ngelanjutin studi di thailand, dan dia lulus tanpa tes universitas di sana. Tuh lihat aja isi suratnya. Gue juga udah lulus dan langsung diterima kerja nih..makanya gue seneng" yuta bahagia banget kayaknya.


"Apa?" - taeil.


"Emangnya lo nggak ngasih tahu bang taeil ya dil? Wahh parah lo." - yuta.


Sementara itu ten cuma diem aja. Dia tahu, pasti nadila bingung. Dia aja juga bingung mau jelasin gimana.


"Kalian berdua bisa keluar dari sini kan?" taeil nyuruh ten sama yuta keluar.


"Lah napa??? Kan gue baru nyampe." - yuta.


"Gue mau bicara sama nadila berdua." - taeil lihat ke arahnya nadila. Tapi tatapannya beda.


"Tapi kan bang—"


"Heleh udah, mendingan lo sekarang anterin gue pulang, kuy.. Bang gue duluan ya.." ten langsung narik tangannya yuta. Biar nggak banyak omong.


Dan sekarang cuma ada taeil sama nadila.


"Kamu.... Bener bener mau ninggalin aku?"


"Aku ngga ninggalin om."


"Terus? Maksudnya yuta tadi apa?"


"Om... Aku kan daftar jadi mahasiswi disana sebelum aku kenal om taeil, jadi ya aku ngga bisa ngebatalin gitu aja..."


"Ya sama aja. Itu berarti kamu mau ninggalin aku sama issya. Ya kan?"


"Ya nggak lah om. Aku ngga ninggalin kalian. Lagian juga kuliah aku bentaran doang. Tiga atau empat tahun selesai."


"Jadi... Menurut kamu itu sebentar?"


"Astaga om... Kalau misalnya om taeil sama issya kangen aku, kan bisa nyusul kesana jengukin aku. Sekalian om kenalan sama papa aku ya kan?"


"Aku.... Ngga setuju kamu berangkat kesana.."


"Om... Kok gitu sih?"


"Nadila... Kamu harus tetap disini. Emang kamu ngga kasihan sama tante yuri? Dia sendirian kan dirumah."


"Tapi om... Ini tuh udah jadi keputusan aku. Aku juga pengen ngerasain gimana kehidupan disana."


"Kalau gitu.... Aku mau nikahin kamu secepatnya."


"Hah? Nikahin aku? Terus kuliah aku gimana om?" - nadila


"Kuliah kan tidak melihat status. Kalau kita menikah.. Kamu masih bisa kuliah."


"Tapi aku ngga mau gitu om... Aku masih butuh kebebasan."


"Kebebasan? Oh maksud kamu dengan cara pergi ke tempat tempat haram itu?"


"Astaga om ngga gitu juga kali.. Maksud aku itu—"


"Apa jangan jangan... Niat kamu kesana itu mau ketemu mantan kamu?"


"Astaga om taeil tuh ya. Kan aku udah bilang. Kalau aku itu ke thailand niatnya mau belajar. Bukan main main, atau bahkan ketemu mantan.."


"Kan kita ngga akan tau kedepannya gimana..."


Ah malah jadi gelut.


"Om ngga percaya sama aku?"


"Pokoknya aku ngga setuju kamu berangkat ke sana.."


"Om taeil tuh kenapa sih? Egois banget!"


"Aku ngga egois..kan ini demi hubungan kita."


"Ya itu sama aja namanya egois om. Om ngekang aku.."


"Aku ngga ngekang kamu nadilaa.."

__ADS_1


"Kalau caranya gini.. Mending kita gausah nikah om!"


TBC


__ADS_2