
Pagi ini, rencananya nadila sama taeil mau ke kliniknya mingyu. Karena udah dua bulan ini nadila ngga periksa.
Woojin udah dititipin sama mama yuri. Kalau hyunjin sekolah, tadi barengan sama issya dianterin hansol.
"Sayang.. Udah siap belum?" taeil masu ke kamar. Dan dia mendapati istrinya sedang ada di depan kaca.
"Sayang? Udah siap belum kamunya?"
"Duh mas. Sebentar dong. Aku tuh lagi milih make up mana yang cocok buat aku." dan ternyata daritadi nadila masih sibuk. Iya sibuk milih make up. Belum dandan sama sekali.
"Ya ampun sayang. Jadi kamu belum dandan?" - taeil
Nadila ngga jawab.
"Sayang. Kita ditungguin mingyu loh ini."
"......."
"Sayang... Mingyu juga ada pasien lain, udah gausah dandan menor menor. Lagian kan kita cuma ke dokter, bukan ke kondangan."
Nadila masih ngga jawab. Sibuk pake eyeliner.
"Sayang. Ayo buruan"
"Sayang."
"Ihh kamu berisik banget ya mas. Aku tuh lagi dandan, jangan diganggu kenapa sih..."
"Ya ini udah jam berapa sayang? Mingyu udah nungguin loh."
"Kalau mas ngga mau sabar yaudah aku berangkat sendiri aja! Kamu gausah nganterin. Ikut mancing aja sana sama papa sama kak dani."
Kan. Taeil lagi yang kena.
'Sabar aja kyuhyun suju mah'
Skip ><
Dan sekarang. Sampailah nadila sama taeil di kliniknya mingyu.
Kebetulan disana juga ada jisoo sama hana.. Anaknya mingyu sama jisoo.
"Ehh tante nadila kesini.." - jisoo
"Hai hana. Ikutan papa kerja ya kamu?"
Hana cuma tepuk tangan aja digendongannya jisoo.
"Mingyu udah dateng dek?"
"Udah mas. Kalian udah ditungguin dari tadi tuh."
"Yaudah kita masuk dulu ya mba.. Dadah hanaa.."
.....
Dan sekarang, mingyu lagi meriksa kondisi kandungannya nadila.
"Gimana gyu? Sehat kan anak aku?" - nadila.
"Sehat banget ini mah.. Aktif ya di perut?"
"Iya. Aku sampe ngga bisa tidur tau."
"Gyu... Jenis kelaminnya udah bisa dilihat kan?" tanya taeil.
"Bisa sih mas.. Tapi ini berhubung posisi bayinya berubah ubah. Jadi agak susah." mingyu lagi usaha ngelihat jenis kelamin anaknya nadila sama taeil.
"Kayaknya emang adeknya hyunjin sama woojin sengaja mau ngasih kejutan deh."
Nadila sama taeil senyum.
"Mau lahiran secara normal apa operasi nih zen?" tawar mingyu.
"Pengennya sih normal gyu... Aku gamau ah operasi lagi."
"Kenapa gitu?"
"Ih kamu gatau aja. Setelah operasi tuh rasanya sakit banget gyu. Buat jalan aja susah." - nadila.
"Ini.... Lahirnya bisa normal kan gyu?" tanya taeil.
"Insyaallah bisa mas. Lagian kan bayinya sehat sehat aja. Dan cukup bulan. Jadi aman."
Taeil menghela nafas lega.
Sejujurnya dia ngga mau kalau nadila harus menjalani operasi lagi untuk mengeluarkan bayinya. Takut kejadiannya fatal.
Skip ><
Nadila sama taeil abis jemput hyunjin ke sekolah, terus Abis itu ke rumah mama yuri buat jemput woojin.
"Ayah, bundaa... Kita ke lumah nenek yuli kan?" tanya hyunjin
"Iya. Kan mau jemput dek woojin dulu."
"Unjin gamau kalau ke lumahnya kakek uyun."
"Kenapa gitu sayang?"
"Ya soalnya kakek uyun itu lebih sayang sama hana, dalipada sama unjin sama dek ujin."
Ya emang sih. Papa nya taeil itu kayaknya lebih perhatian ke anaknya jisoo sama mingyu. Ya walaupun sama anak anaknya taeil dia juga perhatian. Tapi kayaknya beliau lebih sayang sama cucu perempuannya itu. Soalnya emang daridulu papa kyuhyun pengen cucu perempuan.
__ADS_1
Nadila jadi agak kesel kalau inget itu.
Katanya. Mending dia ke rumah mama yuri terus denger curhatannya yang pengen cucu tigabelas itu daripada ke rumah mertuanya.
Eh.. Tapi gitu gitu juga mertuanya dia. Dia ngga mau dosa juga.
"Mas?"
"Hm?"
"Kalau anak kita nanti laki laki lagi... Apa iya papa kamu mau nerima?"
"Kok kamu ngomongnya gitu?"
"Ya... Kamu lihat aja sendiri. Pas kita ke rumah mama. Papa kamu lebih sering main sama hana daripada sama anak anak kita."
"Ya mungkin papa saking senengnya punya cucu perempuan.. Dulu dia sama issya juga gitu." - taeil.
"Ya tapi aku kesel mas.. Laki laki atau perempuan itu kan Allah yang ngatur, bukan kita sendiri."
"Maafin papa ya.... Aku yakin kalau papa ngga ada maksud gitu ke kamu sama anak anak
Nadila menghela nafas kasar.
......
Nadila udah ada di rumah mama yuri sama papa changmin.
Dia lihat woojin lagi main sama papa nya. Ada ten juga sih.
"Assalamualaikum kakekk!!" hyunjin langsung nyusulin kakeknya.
"Waalaikumsalam.. Eh cucunya kakek yang satu lagi dateng"
"Kakek cama dek ujin lagi ngapain?"
"Lagi main leggo nih."
"Unjin mau juga main leggo. Unjin mau bikin lumah lumahan."
"Oke. Sini sini kakek bantuin."
"Papa kok masih disini? Ngga balik ke thailand pa?" tanya nadila.
"Papa mutusin buat pensiun aja lah dek."
"Kenapa gitu?"
"Papa kamu ini udah ngga muda lagi, mana bisa terus terusan bolak balik cuma karena kerjaan." - papa changmin.
"Terus? Usaha disana gimana pa?"
"Ya nanti beberapa bulan sekali papa liat kesana. Yang penting kerjaan beres"
"Lagian kan anak anaknya papa sekarang udah mandiri. Kamu udah punya suami mapan, terus dani juga udah mapan sama kerjaannya. Jadi tugasnya papa udah selesai. Papa mau disini aja nemenin mama sama cucu cucu papa"
"Tugasnya papa tuh kurang satu." - nadila
"Apa?"
"Nyariin kak dani istri."
"Apa nih? Kok nyebut nyebut nama pangeran?" ten yang lagi main game kedengeran.
Papa changmin ketawa.
"Soal itu mah biar kakak kamu sendiri yang nyari dek. Nanti kalau papa yang pilihin. Terus ngga sesuai sama hatinya kan ribet urusannya."
"Ihh tapi dulu papa ngelarang ngelarang nadila buat nikah sama pilihan nadila."
"Ya kan kamu itu cewe sayang.. Kalau cewe itu ya emang harus bener bener pas nyari kriterianya.. Lagian kan sekarang kamu jadi nikah sama taeil, padahal dulu papa ngga ngasih restu kalian."
Iya juga.
Nadila jadi inget kalau dulu papanya sempet ngga ngasih restu dia. gara gara status taeil yang duda dan punya satu anak.
"Yaudah deh, nadila mau bantuin mama di dapur dulu. Titip anak anak ya pa."
"Iya. Yaudah sana."
Nadila berdiri, niatnya mau ke dapur buat bantuin mama nya masak.
"Aw..." tapi tiba tiba aja perutnya nadila sakit.
"Dek. Kamu kenapa?" ten yang tau langsung samperin nadila.
"Perut aku sakit banget kak..."
"Sakit?Jangan jangan kamu mau ngelahirin lagi!!" ten dudukin nadil ke pinggiran sofa.
"Duh kak.. Kata mingyu itu masih tiga minggu lagi." nadila mengelus perutnya.
Sepertinya dia kontraksi.
"Yaudah, kakak panggil suami kamu dulu ya."
Ten baru aja mau manggil taeil, tapi ternyata taeilnya keburu dateng.
"Sayang.. Kamu kenapa?"
"Perut aku sakit banget deh mas."
"Perut kamu sakit?"
__ADS_1
Nadila mengangguk pelan. Dia udah mulai keringetan.
"Bang.. Jangan jangan nadila mau ngelahirin?" ten menebak.
"Tapi kata mingyu nadila lahirannya tiga minggu lagi dan..."
"Ya siapa tau aja prediksinya mingyu sa—YA AMPUN DEK ITU KETUBAN KAMU PECAH." ten heboh.
Taeil langsung lihat ke bawah. Dan bener aja ketubannya udah pecah.
"Mas... Sakit..." nadila semakin ngerasain sakit
"Dani ada apa? Kok kamu teriak teriak?" papa chanmin nyamperin ten yang teriak teriak itu.
"PA!! INI NADILA MAU BROJOL PA!!"
"Hah? Yang bener kamu?"
"Iya paa! Lihat aja tuh ketubannya udah pecah."
"Papa... Sakit.." nadila langsung peluk papa changmin.
"Eh iya iya. Kamu buang nafas, abis itu— ASTAGA DEK KOK PAPA DIJAMBAK SIHH!!"
"SAKIT PAPA!!" nadila mulai nangis.
"kakek!! Bunda kenapa??!" hyunjin datang menghampiri kakeknya. Soalnya dia denger ada keributan.
"Eh itu sayang, bunda kamu mau— YA ALLAH DEK JANGAN DICAKAR DONG PAPA"
"Sakit pa!! Mas taeil!"
"YAAMPUN CUCU MAMA YANG KETIGA MAU LAHIR!!" mama yuri heboh.
"Taeil ini tolong istri kamu di ambil dulu. Sakit semua ini papa gara gara dijambakin"
"Eh i-iya pa...." taeil langsung ngambil naila dari papa changmin
"Mas... Sakit yaampun,"
"Iya iya, tarik nafas ya.."
"Bang. Udah bawa ke rumah sakit sana. Keburu brojol disini ntar." -ten
"Tapi kata mingyu ini belum waktunya lahiran dan.."
"Udah gausah dengerin mingyu. Itu air ketubannya aja udah deres. Udah sana bawa ke rumah sakit.." - ten
"Papa harus ikut!!" - nadila nyuruh papanya ikut.
"Eh? Terus yang jagain anak anak kamu siapa kalau papa ikut??" - papa changmin
"Pokoknya papa harus ikutt!!" nadila bersikukuh.
"Udah udah semuanya ikut aja! Ayo buruan" - mama yuri.
"Mas.. Sakit.."
"Iya iya sabar ya sayang... Tarik nafas dulu ya. Buangnya pelan pelan." taeil langsung gendong nadila buat dibawa ke mobil.
Dasar keluarga heboh sepanjang masa mereka mah.
........
Di dalam mobil, nadila udah teriak teriak terus dari tadi.
"Astaga mas sakit.."
"Iya iya sabar ya..." taeil senderin nadila ke dadanya. Habis itu dielusin kepalanya.
"Sayang... Kamu tarik nafas ya. Ayo ikutin mama." mama yuri nyuru nadila narik nafas. Tujuannya untuk mengurangi kontraksi.
"Sakit mama..."
"Iya iya...makanya tarik nafas ikutin mama ayo.."
Nadila udah lemes..
"Mas.... Sakit.."
" sabar ya, sini pegang tangan aku." taeil genggam tangannya nadila
Dan tiba tiba aja nadila menjadi diam. Capek dia teriak teriak terus .mana udah lemes.
"Dek, sini sini lihat mama. Jangan pingsan."
"Sayang.. Bertahan ya, bentar lagi kita sampai kok." - taeil
Nadila udah terlalu lemah buat ngejawab.
"Nadila lihat mama sini. Atau mau lihat taeil? jangan merem matanya oke.."
Mama yuri nyuruh nadila buat ngga meremin mata. Ya soalnya orang hamil kalau pingsan itu bisa berdampak pada kandungannya.
"Sakit...."
"Iya iya, sabar ya.. Atur nafas oke."
Asli, taeil khawatir kalau kayak gini. Ini persis pas nadila mau ngeluarin woojin dari perutnya.
Kan taeil jadi takut kalau misalnya nadila harus operasi lagi. Ntar ngga sadar lama lagi.
'Semoga semuanya sehat'
__ADS_1
TBC