
Nadila kaget,
'Om taeil?? Jatuh cinta sama gue?'
"Om.."
"Maaf kalau perbuatan saya kemarin bikin kamu tersinggung dan marah. Tapi serius,, saya ngga ada niatan sama sekali buat ngomong itu ke kamu.. Saya khilaf."
Taeil jalan ke arahnya nadila..
Tapi dila nya malah mundur.
"Om... Aku mohon.. Lupain perasaan cinta itu."
"Kamu nyuruh saya lupain perasaan saya ke kamu? Kamu pikir jatuh cinta sama seseorang itu gampang apa?"
Nadila menggelengkan kepala.
"Ngga om... Om ngga pantes buat aku. Om bisa cari yang lebih baik dari aku."
"Tapi menurut saya cuma kamu yang terbaik di hati saya."
"Om taeil!"
"Besok. Kamu harus ikut saya jemput issya. Saya pengen kenalin kamu ke orang tua saya sebagai calon bundanya issya."
DENG DENG!!!!!
Bak petir di siang hari.. Jelas aja nadila syok.
Skripsi aja dikerjain belum, ini malah udah mau dikenalin ke orang tua...
"Om.. Aku nggak bisa." - nadila
"Kenapa lagi? Kamu bilang kamu cinta kan sama saya? Saya juga cinta kamu. Terus apa masalahnya?" - taeil
"Bukan gitu om...."
"Terus gimana??"
"Pokoknya aku ngga bisa jawab sekarang..." nadila langsung keluar kamar.
Sementara taeil menghela nafas panjang.
Nadila berusaha menetralisir detak jantungnya yang sekarang gak karuan.
"Apa bener... Om taeil tulus sama gue??"
Nadila masih ngga bisa pikirin itu.. Terlalu cepat dan rumit..
Padahal dulu dia ngebet minta dinikahin.
"Nadilaa!!! Bang taeil!!! Kalian dimanaa?? Yuta rinduu.."
Hobi banget sekarang yuta berkunjung ke rumahnya taeil.
"BANG TAEIL!!! NADILAAA!!! TUNDA DULU WOY KAWINNYA. INI GUE LAPERR!!"
"berisik ya lo!" nadila nyamperin yuta.
"Nah ini dia, buruan masakin gue. Laper banget ini." - yuta.
"Hello, lo pikir gue pembokat lo apa?" - nadila
"Heh lo kan pembantunya abang gue, otomatis lo juga pembantu gue dong.. Buruan sana." - yuta
"Ogaahhhhh"
"Ohh ogah ya? Ogah?" yuta nyamperin nadila habis itu ngerangkul nadila kenceng.
"EH ADUH! LEPASINN ANYING!!"
"ELO JUGA ANYING! DISURUH MASAK MALAH NGGAK MAU.. DASAR PEMBANTU NGGAK GUNA LO!"
"HEH YUDI LEPASINN, SAKIT **** LEHER GUEEE!!!"
"BIARIN AJA! LO PIKIR GUE NGGAK TAHU APA LO SAMA ABANG GUE HABIS NGAPAIN HAH!! ABIS ****** CUPANGAN KAN LO SAMA DIA!! NGAKU NGGAK LO!"
"YUTAA LEPASIN!! SOK TAHU BANGET SIH LO!"
"ALAHH NGGAK USAH BANYAK OMONG LO! MPUS AJA LO GUE PITESS NIH!!"
"YUDI LEPASINN.. OM TAEIL ADEKNYA NIH SUKA NYA NYIKSA ORANG!!"
Yuta sama nadila masih aja berantem, kayak bocah kecil aja.
__ADS_1
Sampai nggak sadar kalau issya udah ada di depan mereka.
"Om yuta, tante nadila..."
Bahkan panggilan issya tidak diindahkan mereka berdua.
"Eh anak ayah kok pulang?" taeil juga baru keluar dari kamarnya issya.
"Ayah, tante dila sama om yuta lagi ngapain sih?"
Taeil nengok ke arahnya nadila sama yuta.
Pengen nyebut aja rasanya si taeil lihat kelakuan mereka.
"YUTA ****!".
"NADILA SIALAN!"
"YUTA LEPASIN GAK?!"
"NADILA BANYAK OMONG!"
"OM YUTAAAAAA!!!!" teriakan issya mendominasi.
Yuta sama nadila berhenti berantem. Dia nengok ke issya sama taeil.
****** aja mereka berdua.
Berarti tadi mereka ngomong kasar ada taeil sama issya??
"Kalian berdua ngomong apa tadi?" - taeil
"Emang... Ki-kita tadi ngomong apa ya bang" yuta beralibi
"Tante nadila kok berantem sama om yuta sih?" tanya issya.
"Om yuta nakalin tante dila issya, masa tante dila dipukul."
"WAH NADILA AS-"
"Yuta!" - taeil
"Eh? Ma-maksudnya itu astagfirllah haladzim. Nadila kok lo fitnah gue sih???" - yuta
"Om yuta jangan nakalin bunda aku.." issya mengeratkan pelukannya ke nadila.
"Apasihh.. Syirik ya?? Gara gara belum dapet jodoh?" - nadila.
"BODOAMAT NYING!" dan berakhirlah yuta kena gaplokan sapu taeil.
Skip ><
Nadila lagi ada di ruang tamu. Lagi pusing dia...
Karena minggu depan udah sidang, jadi hari ini dia mulai ngerjain tugas skripsi.
Untung aja dia udah mulai nyicil dari minggu lalu, jadi tinggal dikit doang.
Beda sama yuta, kerjaannya di kampus wira wiri kesana kemari cuma buat ngardusin dosen biar sidangnya dilulusin.
"Duhh, bab 3 bikin pusing banget astaga.." nadila mengacak rambutnya frustasi.
Hari ini dia nginep di rumahnya taeil, sebenernya dia nggak mau. Tapi dipaksa sama ten, soalnya ten nggak bisa jemput.
"Aaaaa ini bab tiga mana lagi?? Kok ilang di laptop? Mana nggak bawa flashdisk, masa iya harus ngetik lagi?" nadila menelungkupkan kepalanya di meja. Pusing dia kalau kayak gini.
Udah capek seharian kerja, malemnya ngerjain skripsi. Terus ditambah omongan taeil tadi, kan pusing
Tekanan batin banget dia.
Dia mengangkat kepalanya.
"Kepala gue pusing banget..." nadila memegang kepalanya.
Tes!
Pas lagi nengok ke bawah, dia ngerasa ada yang netes gitu.. Pas dia lihat. Ada darah di bukunya nadila
Nadila mimisan...
Nadila celingak celinguk di meja. Tapi dia nggak nemuin tisu. Asli dia lemes banget kalau harus berdiri ke dapur buat ambil tisu.
"Aduh tisunya kemana sih??"
Dan mau nggak mau nadila harus jalan sendiri ke dapur buat ambil tisu.
__ADS_1
"Dila? Lo kenapa?" yuta yang baru sampai rumah curiga sama gelagatnya nadila.
"Gue...."
Yuta memutar badannya nadila.
"HEH! LO MIMISAN YA!! MIKIR APAAN SIH LO SAMPE KAYA GINI!!" yuta kaget lihat nadila mimisan.
"Yuta jangan kenceng kenceng, nanti om taeil denger." - nadila lirih banget kalau ngomong.
"Gue anterin lo ke kamar ayo!" - yuta
"Tapi skripsi gue belum selesai yut "
"Skripsi skripsi! Lo tuh lagi sakit masih aja mikirin ngerjain gituan!"
Nadila nggak jawab pertanyaannya yuta.. Dia makin pusing, pandangannya juga kabur.
Dan akhirnya.
Bruk!
"NADILA!"
Nadila ambruk.
"Dila bangun dil.. BANG TAEIL!" yuta yang bingung langsung panggil taeil.
"Dil... Lo masih bisa denger gue kan?"
"Kepala gue sakit yut..."
"Lagian lo kenapa sih nekat gini? Udah tau lagi banyak pikiran. Jadi stres kan lo!" yuta malah ngomel.
Nadila masih ada di pelukannya yuta.
"Eh lo jangan pingsan ya gue mau manggil bang ta-"
"Nadila?!"
Baru juga mau dipanggil.. Udah dateng duluan.
"Nah bang. Tolongin gue nih."
Taeil ke arahnya yuta sama nadila. Yuta ngasih nadila ke taeil. Dan sekarang nadila dipeluk taeil.
"Nadila? Kamu kenapa hei.."
"Kepalaku sakit om"
Taeil ngecek suhu badannya. Normal. Cuma dia keringat dingin gitu.
"Kamu pusing?" tanya taeil
Nadila hanya mengangguk kecil
Tak lama kemudian, yuta datang membawa tisu
"Bang bersihin hidungnya dulu tuh, darahnya keluar banyak"
Taeil membawa nadila ke sofa buat duduk, lalu dia mengambil tisu
"Sini darahnya diilangin dulu." masih dalam posisi memeluk, taeil membersihkan hidungnya nadila, menyumbat hidungnya nadila dengan tisu agar darahnya berhenti
"Lagian aneh aneh aja lo, sok sokan ngebut ngerjain skripsi, setres sendiri kan?" yuta ngomel sambil bawain teh hangat, lalu dia masuk ke kamarnya. Gamau jadi nyamuk dia
"Om, aku nginep sini ya? Gakuat jalan..." nadila bener bener lemes kayaknya
"Tidur di kamar saya ya?" taeil menawarkan,
Sebenernya kamar di rumah ini jumlahnya lumayan kok, cuma tempatnya kebanyakan di atas, di bawah cuma ada kamar tamu, kamarnya issya sama kamar taeil. Dan kamar tamu sekarang dipake yuta.
"Terus om taeil nanti tidur di mana?"
"Ya tidur di kamar saya lah, tidur sama kamu," dengan percaya diri taeil berbicara seperti itu
Nadila diam, dia mau nolak sebernya. Tapi dia sakit gini, gak bisa ngapa ngapain
"Saya ngga bakal apa apain kamu. Saya tau batasan terhadap perempuan dil."
"Yaudah, terserah om aja.."
Dan akhirnya nadila tidur bersama taeil hari ini.
Ya nadila berdoa aja kalau taeil gak khilaf
__ADS_1
TBC