Papa Muda

Papa Muda
13


__ADS_3

"Bang dani?" - minhyun


"Dek, ayo pulang." ten narik tangannya nadila.


"Kak dani kok bisa ada disini?" nadila heran kenapa ten bisa ada sini.


"Lo tuh kenapa sih? Masih aja gangguin adek gue? Nggak cukup apa lo udah bikin dia menderita?" - ten ngomong ke minhyun.


"Bang dani, gue masih sayang sama nadila bang..." - minhyun


"Sayang sayang! Kemana aja lu selama pacaran sama adek gue? Pernah lo bilang sayang ke dia? Pernah lo nganggep dia sebagai cewek lo hah? PERNAH NGGAK!!" ten mencengkeram kerah minhyun.


"Kak dani udah kak..." nadila berusaha menengahi.


"Bang, lo salah paham.. Dengerin gue dulu makanya."


"DENGERIN APA LAGI?! nggak ada kapoknya ya lo.. Udah gue bikin bonyok juga masih berani lo datengin adek gue!" - ten


"Bang dani! Gue itu tulus sama nadila. Gue sayang sama nadila. Oke awalnya gue emang nganggep dila itu kayak jiho, tapi lama lama gue sayang dia sebagai nadila bang, bukan jiho lagi " - minhyun menjelaskan.


"ALAH BANYAK BACOT LO *******!"


Bugh!


Satu pukulan mendarat di rahang minhyun.


"KAK DANI TUH APA APAAN SIH??!" - nadila


"NAPA?? LO BELAIN DIAA???"


"Gue nggak belain kak, tapi ini udah malem. Nggak enak dilihat sama orang sini. Udah yaa.." nadila menenangkan kakaknya.


Ten menghela nafas..


"Kalau bukan karena adek gue.. Udah abis lo disini!" ten melepas cengkeramannya. Abis itu narik tangannya dila buat dibawa ke mobil.


"ARGGH! ANJING EMANG! INI SEMUA GARA GARA SI TAEIL PASTI!"


Malah nyalahin taeil si minhyun.


"Awas aja ya, gue bakalan dapetin nadila lagi.. Gak ada yang boleh milikin dia, taeil sekalipun." minhyun tersenyum miring.


.....


Ten sama nadila udah sampai rumah. Mereka cuma berdua.


Soalnya mama yuri lagi nyusulin papa nya ke thailand. Dan baru berangkat, dianter ten tadi.


"Ngapain sih lo masih nemuin si brengsek itu! Masih cinta apa gimana??" - ten


"Tadi tuh nggak sengaja ketemu di jalan kak. Dia sendiri yang nyamperin gue..." - nadila takut kalau ten udah begini


"Mulai besok, lo gue anter jemput!"


"Kak kok-"


"Nggak usah ngebantah!" abis ngomong gitu ten langsung masuk ke kamar.

__ADS_1


"Kenapa jadi ribet sih astaga.." nadila mengacak rambutnya. Menandakan dia frustasi.


Skip ><


"Inget ya.. Nanti kalau lo mau pulang, harus telfon gue. Kalau perlu lo nginep disini aja sekalian. Nggak usah pulang." - ten


"Iya kakak dani tentio.." nadila langsung keluar mobil.


"Tante dilaa!!" ternyata dila udah ditungguin issya di depan. Ada taeil juga.


"Selamat pagi kesayangannya tante," - nadila


"Tante nadila sama om dani ya??" tanya issya


"Iya. Hari ini tante sama om dani."


Nadila nengok ke taeil.


"Pagi om" nadila menyapa, tapi tanpa senyuman. Nggak kayak biasanya.


"Dil, saya mau-"


"Issya udah makan belum?" tanya nadila.


"Belum, issya mau nungguin tante aja biar bisa makan bareng.." 


"Yaudah, sekarang tante masakin issya ya. Nanti kita sarapan bareng. Yuk."


Nadila masuk ke rumah sama issya, meninggalkan taeil yang ada disitu.


Taeil menghela nafas.


Dia mengakui kalau salah, dia nggak bisa kontrol ucapannya kalau lagi kesel.


Dia benar benar menyesal.


....


Nadila lagi suapin issya. Biasa manja dia kalau lagi sama dila.


Dan tak lama kemudian, taeil dateng.


"Dila siapin bajunya issya."


"Emang issya mau kemana?"  tanya nadila


"Hari ini dia mau ke rumah neneknya. Dan dia nginep disana."


"Ayah, tante dila ikut kan kesana???"


"Nggak issya, tante dila disini sama ayah."


Loh loh!! Kok gitu??? Ada apa ini???


"Kalau gitu issya nggak mau ke rumahnya nenek. Issya mau disini aja sama tante dila"


Nah iya tuh, bener.

__ADS_1


"Issya pengen tante dila jadi bundanya issya kan?" tanya taeil


Issya cuma mengangguk.


"Itu berarti issya harus kerumahnya nenek dulu. Ayah mau bicara sama tante dila berdua."


"Iya yah issya mau kok ke rumahnya nenek, asalkan tante dila jadi bundanya issya." issya jadi antusias gitu.


Bentar bentar,, ini maksudnya nadila sama taeil bakalan berdua gitu di rumah sebesar ini??


Yang bener aja...


Skip ><


Issya udah dianter sama taeil ke rumah mamanya. Jadi sekarang dia cuma berdua sama nadila.


Asli sebenernya.. Nadila grogi juga sih kalau harus berduaan gini. Kan mereka nggak ada hubungan apa apa.


Dan sekarang nadila lagi bersih bersih kamarnya issya.


Taeil ngelihatin dari ambang pintu.


"Ngga ke kampus?" tanya taeil.


"Buat apa tanya tanya?!"


Taeil mendekat ke nadila.


Dia nahan tangannya nadila.


"Lepasin! Aku mau kerja. Gausah ganggu." nadila menepis tangannya taeil. Dia niatnya mau keluar dari kamar.


BRAK!


taeil membanting pintu. Biar nadilanya ngga kabur.


"Maunya om taeil tu apa sih sebenernya?"


"......"


"Om ngga inget kata katanya om semalem? Aku kan disini cuma pembantunya om. Jadi om gausah ganggu kerjaan aku!"


"Nggak gitu maksud saya.."


"Om kita itu nggak ada hubungan apa apa, hubungan kita itu cuma antara pembantu dan majikan. Om sendiri kan yang bilang gitu?"


"Nadila dengerin saya-"


" om boleh kesel atau marah.. Tapi nggak gini caranya. Jangan childish om."


"Dila—"


"Aku kayak gini tuh karena aku peduli sama om. Tapi om kayaknya nggak lihat kepedulian aku deh. Emang aku salah apa sih sama om? Nggak ada kan? Tapi kenapa—"


"Saya mencintai kamu nadila!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2