
Sekarang taeil sedang berada di luar, dikarenakan kondisi nadila yang setelah melahirkan tiba tiba ngga sadarkan diri, jadi harus diperiksa lebih lanjut.
"Mas taeil yang tenang. Mba dila pasti baik baik aja" jisoo menenangkan taeil
"Gimana bisa tenang si dek, istri mas ada di dalem, dan ngga tau sekarang gimana keadaannya. Ngga mungkin mas tenang tenang aja."
"Mas, setau aku hal kayak gini kayaknya wajar, soalnya tadi mba nadila lahirannya lama banget. Mungkin dia cuma pendarahan aja. Makanya jadi gini" - jisoo
Taeil menghela nafas.
Tak lama kemudian mingyu keluar dari ruangan.
"Mingyu.. Gimana nadila?" - taeil buru buru tanya.
"Semuanya baik, hanya saja untuk saat ini kondisi nadila sedang tidak stabil akibat kelelahan setelah melahirkan."
"Istri saya... Kritis?" taeil bertanya
Mingyu menggeleng
"Ngga kok mas, nadila tidak ada dalm tahap itu. Hal ini memang biasa terjadi kepada pasien yang kondisi kesehatanya lemah ketika melahirkan."
Semuanya bernafas lega. Seenggaknya nadila bukan mengalami kritis atau koma ataupun itu.
"Mas taeil?"
"Iya?"
"Bayinya sudah dibersihkan suster. Jadi mas tinggal adzanin aja."
Tuh kan saking paniknya.. Sampai lupa mau adzanin si kecil.
Skip ><
Si kecil udah diadzanin. Dan sekarang dia di letakkan di box bayi disamping tempat tidurnya nadila.
Nadila masih belum bangun, tapi kata dokter. Kondisinya sudah mulai membaik.
Dari tadi taeil lihatin wajah anaknya terus, dia senyum. Mirip banget sama dia.
Issya yang lagi di sampinya sama taeil juga lagi sibuk mandangin wajah adeknya itu.
"Mirip elo bang adeknya issya." - ten
"Yaiya lah mirip bang taeil. Nggak mungkin juga mirip minhyun. Yakan?" yuta kalau ngomong suka bener
"Bisa nggak? Nggak usah bahas minhyun disini? Lagi bahagia loh ini gue.." - taeil
"Yahh jadi pengen punya bayi kan aku." - jisoo.
"Ya kalau pengen bikin lah mbak. Gitu aja repot." - yuta
"Yee kamu kata mbak ini kucing apa. Bikin anak tapi nggak tahu bapaknya siapa." - jisoo kesel sama adeknya ini. Pengen ngandangin aja rasanya.
"Ya makanya kamu buruan cari jodoh dong ji.. Biar cepet cepet nyusul kakakmu ini. Terus bisa punya bayi." - mama seohyun ikut ikutan.
"Nah iya tuh, katanya naksir sama mingyu. Mau aku kenalin?" - yuta ember mode on.
"Dek!"
"Mingyu mantannya nadila? Yang dokter tadi?" - ten.
"Iya lah bang, katanya aja gingsulnya susah dilupain."
"Kamu naksir orangnya apa naksir gingsulnya sih dek?" - mama seohyun ikut ikutan.
"Idih.. Kok jadi jisoo ya yang terbully disini??" - jisoo
Ketika yang lainnya pada rusuh.
Sementara itu, taeil sama issya lagi sibuk lihatin wajah si kecil.
__ADS_1
"Ayah... Issya boleh nggak gendong adek?" tanya issya
Udah nggak sabar dia pengen gendong adek barunya
"Boleh. Tapi tunggu issya gede dulu. Kalau sekarang issya pasti nggak kuat gendong adeknya."
" kalau gitu issya harus minum susu yang banyak. Biar cepet gede. Terus bisa gendong adek deh."
Taeil senyum ke issya. Kayaknya dia antusias banget.
"Il?"
"Iya ma?"
"Udah kamu kasih nama belum anak kamu?" tanya mama seohyun
"Udah, tapi aku ngasih tahu nya nunggu nadila bangun."
"Alahh paling namanya tak seindah nama gue.." - yuta.
"Nama yudi aja bangga.masih indah nama mbak." - jisoo
"Apaan? Adelline jisoo hutomo.. Nama nya kampungan."
"Nyebelin banget sih jadi adek!!"
Dan tiba tiba bayinya nangis... Mana kenceng banget kalau nangis.
"Eh ayah adeknya nangis.." - issya.
Taeil bingung ini... Mau gendong tapi masih nggak berani.
"Jisoo yuta! Kalian ini berantem mulu kerjaannya. Jadi nangis kan keponakan kalian." - mama seohyun.
"Yaa maaf mama.. Jisoo lupa kalau ada bayi. Gara gara yuta nih."
"Aduhh pangeran selalu salah."
"Pangeran porno iya!"
"Anak ayah kok nangis hmm.." taeil cuma nepuk nepuk doang.
" taeil? Kok nggak digendong?" tanya mama yuri
"Taeil masih belum berani ma."
"Alah elo mah bang, dulu lahirnya issya nggak berani. Sekarang juga nggak berani. Belajar dongg." - yuta.
"Apasih yudi. Daritadi berisik banget. Pulang sana!" taeil malah ngusir.
"Elah dari tadi pangeran salah terus kalau ngomong." yuta yang tersakiti.
"Eh tapi, nangisnya kenceng banget ya si kecil. Dulu issya lahir nangisnya nggak sekenceng ini." - mama seohyun.
"Ya itu mah persis nadila mbak.. Dulu dila kalau nangis kenceng banget suaranya." - mama yuri
"Ya bukan cuma dulu aja.. Sekarang juga kalau nangis masih suka kejer gitu." - ten.
Dan ngomong ngomong soal nadila... Dia belum ada tanda tanda bangun.
.....
Nadila masih tebaring di tempat tidur.
Semuanya udah pulang ke rumah. Soalnya udah malem juga.
Issya juga dibawa pulang. Padahal tadi udah nangis pengen disini. Katanya mau jagain adeknya.
Tapi sama taeil nggak boleh. Soalnya issya masih kecil, nggak boleh lama lama di rumah sakit.
Taeil masih setia di sampingnya nadila..
__ADS_1
Jujur dia takut kalau nadila nggak bangun lagi, dia takut kejadian yang dialami mantan istrinya terulang lagi.
Dia nggak mau kehilangan nadila. Perempuan yang sekarang menjadi penyemangat hidupnya.
Taeil menghela nafas.
"Kamu kapan bangun? Emang kamu nggak mau lihat anak kita?" - taeil ngomong sendiri.
Dia mengelus kepalanya nadila.
Yang ada di pikirannya saat ini cuma pengen nadila bangun, dan lihat bayi nya. Udah itu aja.
Skip ><
Taeil lagi beres beres. Nadila juga masih belum bangun. Tapi Kata dokter, Kondisinya semakin membaik.
"Mas taeil..."
Taeil menoleh. Dan ternyata itu suara nadila.
"dila?" taeil buru buru ke arahnya nadila.
"Akhirnya kamu bangun juga." taeil seneng kalau nadila bangun. Dia mencium keningnya nadila
Nadila lihat di sekelilingnya.
"Anak kita mana mas?" nadila langsung tanyain si kecil.
"Anak kita masih sama suster, kan ini udah pagi. Jadi lagi mandi"
Nadila berusaha bangun.
"Jangan dipaksain sayang. Kamu kan masih lemes." taeil bantuin nadila buat duduk.
"Aku mau lihat anak kita mas." - nadila
"Iya aku tahu, tapi kan anak kita masih sama suster."
"Tapi mas-"
"Selamat pagi.."
Ternyata mingyu yang datang. Dan ditangannya ada bayi. Yang pastinya itu anaknya taeil sama nadila.
"Zena udah bangun ya.." mingyu jalan ke arahnya mereka.
"Gyu.. Ini anak aku kan?"
Mingyu senyum.
"Iyalah. Kan aku bawa kesini. Itu berarti ini anak kamu."
Nadila langsung sumringah. Karena baru pertama ini dia lihat wajahnya si kecil.
Karena waktu itu belum sempet lihat wajahnya udah nggak sadar duluan.
"Mingyu, aku boleh gendong kan?" - nadila.
"Boleh dong..." mingyu menyerahkan si kecil ke nadila
"Ihh ganteng banget sih anaknya bunda, habis mandi ya?" nadila cium pipinya
"Kalau kamu ngasih asi, udah bisa zen."
Nadila cuma mengangguk. Lagi sibuk sama anaknya.
Taeil yang lihat cuma senyum.
"Mas taeil?" mingyu manggil
"Iya gyu?"
__ADS_1
"Izinkan saya bicara berdua sama zena."
TBC