Papa Muda

Papa Muda
58


__ADS_3

Nadila lagi ada di kamar,


Sedangkan taeil lagi ada di luar sama yuta..


Ya jadi pas nadila pingsan. Ada yuta yang baru dateng. Makanya dia tadi teriak dan buru buru nolongin.


Kata mingyu, nadila kayak gini karena kecapekan, ya gimana nggak capek. Semua kerjaan rumah yang ngurusin dia.


"Dila kok jadi sering pingsan ya sekarang?" tanya yuta.


"Gue juga gatau yut."


"Semenjak nikah sama elo jadi gampang oleng dia. Kalau minta jatah jangan tiap hari napa bang? Kasihan kalo nadila oleng terus." - yuta.


"Bacotnya yuta asli rusuh." - taeil.


"Eh tapi kok gue ngira nya nadila hamil lagi ya bang?"


"Hamil? Nggak mungkin lah. Ngaco lu." - taeil


"Ya siapa tahu aja gitu.."


"Yut, kemungkinan nadila punya anak lagi itu kecil." - taeil


"Ya kan masih kemungkinan, itu berarti bisa aja terjadi. Lo jangan pesimis dong bang." - yuta.


"Bukan pesimis, cuma ya emang gue ngerasa.. Udah bukan saatnya lagi gue maksa dila terus terusan buat punya anak." - taeil.


"Kenapa gitu?"


"Ya karena gue nggak mau bikin dia kepikiran cuma masalah ini doang yut, gue nggak mau dia sedih." - taeil.


"Mungkin nadila butuh refreshing.. Ajakin jalan gih." - yuta.


"Ya gue sih pengennya ngajak dia liburan berdua yut, tapi nadilanya nggak mau."


"Lah? Kenapa nggak mau?"


"Dia nggak tega buat nitipin anak anak ke mama." - taeil


"Yaelah, kan ada gue. Ada mbak jisoo,bang hansol,ada bang dani juga. Gausah khawatir." - yuta.


"Ya gue udah ngomong gitu ke dila. Tapi kayaknya emang dia nggak bisa ninggalin anak anak. Apalagi hyunjin masih kecil."


"Batu emang itu anak dari dulu.. Sabar aja, ntar juga dia mau." - yuta.


Taeil cuma ngangguk aja.


Bener kata yuta, nadila tuh emang keras kepala, jadi mesti sabar kalo ngadepin dia. Apalagi jarak usia mereka juga jauh.


......


Nadila masih ada di kamar, tapi dia udah beres beres kamar. Dan sekarang dia lagi setrika baju.


"Sayang?"


"Hai mas." nadila masih setrika baju


"Kok kamu malah setrika sih, kamu kan harus istirahat." - taeil nyamperin nadila.


"Ya kan aku udah gapapa mas, lagian kalau tiduran terus capek sendiri akunya." - nadila.


"Tapi masa iya baju sebanyak ini kamu yang setrika, mana ada bajunya yuta..." - taeil


"Yaa kalau nggak aku yang setrika siapa lagi sih mas? Masa iya yuta yang setrika? Nyuci piringnya sendiri aja dia ogah." - nadila


"Udah biar aku aja yang nyelesain. Kamu tiduran aja sana."


"Mana bisa gitu sih mas? Kan aku istri kamu. Yang harus nyelesain tugas kayak gini ya aku lah." - nadila


"Ya tapi kan kamu lagi-"


"Mas?"


"Kenapa?"


"Tawaran kamu ngajakin aku liburan masih berlaku nggak?" tanya nadila.


"Kenapa emang?"


Nadila menghentikan kegiatannya, abis itu jalan ke arahnya taeil.


"Ayo kita liburan." - nadila

__ADS_1


"Liburan? Berdua?" - taeil


Nadila mengangguk.


"Iya lah berdua. Katanya kamu mau liburan sama aku..." - nadila


"Kamu... Serius?" tanya taeil yang masih nggak percaya.


"Serius mas taeil..."


Taeil diem.


"Kita berangkatnya minggu depan aja ya mas, minggu ini kan kamu banyak kerjaan." - nadila


"Minggu depan?" - taeil


"Iya. Minggu depan."


"Eh..Tapi kamu kan lagi sakit dil, next time aja ya kita liburannya."


"Mas.. Aku tuh udah gapapa, lagian setelah aku pikir pikir. Kita tuh belum pernah pergi berdua setelah kita menikah. Ya kan?"


"Ya tapi kan-"


"Mas... Katanya kamu pengen liburan kan sama aku. Giliran aku pengen. Kamunya yang nggak mau." - nadila.


"Bukannya nggak mau sayang, tapi lihat deh kondisi kamu sekarang. Kan lagi nggak sehat, aku takutnya kamu kenapa kenapa kalau perjalanan jauh." - taeil


"Mas... Aku udah gapapaa, nih lihat aku udah sehat. Aku juga udah nggak pusing." - nadila


"Kita belanja aja ya belanja. Liburannya bulan depan, yaa?" taeil malah ngajakin nadila ke belanja ke mall


"Gamau mas. Pokoknya aku mau liburan sama kamu."


"Iya iya. Tapi inget kesehatan kamu masih belum pulih.. Lagian kan cuacanya juga lagi nggak nentu."


"Mas taeil tuh plinplan banget sih! Kemarin aja ngambek pas aku nolak tawarannya mas, sekarang giliran aku mau.. Mas taeil juga nolak. Apa sih maunya???" nadila langsung balik ke tempat semula, abis itu ngelanjutin setrika.


Nah kan jadi ngambek.


"Nadila... Mas bukannya nolak, tapi kondisi kamu aja masih nggak stabil. Inget kan kata mingyu apa? Kamu ga boleh capek capek dulu."


"Bodo! Pergi sana. Gausah ganggu aku!"


"Yaudah kamu mau kemana?" akhirnya taeil yang ngalah.


Nadila langsung senyum seneng, abis itu nyamperin taeil lagi.


"Mas beneran kan mau kita liburan bareng?" tanya nadila.


"Iyaa sayang... Kita pergi berdua."


"Kalau gitu aku mau ke luar-"


"Kalau ke luar negeri. Aku gamau."


"Kok gitu sih mass??!" - nadila.


"Kamu harus inget kondisi kamu sekarang."


"Terus kemana???"


"Ke puncak aja ya. Mumpung ini bukan hari libur, pasti nggak terlalu rame."


"Ke puncak nonton apa sih mas?? Nggak ada yang bisa dilihat!"


"Daripada kita nggak jadi pergi." - taeil.


"Ck! Yaudah iya iya. Ke puncak." dan akhirnya nadila mau


"Tapi kita satu minggu disana." - nadila.


"Mau satu bulan disana juga aku mau." taeil senyum ke nadila.


Tapi senyumnya senyum nggak biasa.


Dan nadila paham itu.


"Yaudah aku mau lanjut setrika dulu." - nadila mau ngelanjutin setrika tapi taeilnya malah ngasih pelukan dari belakang.


"Kamu udah nggak pusing kan?"


"Kenapa emang?"

__ADS_1


Taeil mengeratkan pelukannya.


"Kangen..." taeil menenggelamkan wajahnya ke lehernya nadila.


"Mas geli tahu nggak."


Taeil langsung nyabut setrikaannya, abis itu bawa nadila ke kasur.


"Mas mau ngapain sih?" nadila berdiri niatnya mau menghindar, tapi dihalangin sama taeil.


"Inget kata mama nggak? Seorang istri itu harus nurut dan mau melayani suaminya..."


"Iya aku tahu, tapi jangan sekarang mass.. Aku habis pingsan loh ini. Masa iya sekarang mas mau dilayani??" - nadila.


"Ya kamu bilang tadi udah gapapa kan? Sampe maksa ngajak liburan segala. Giliran sekarang aku yang minta. Kamu gamau..."


"Mas taeil tuh ya. Aku bukannya gamau, tapi kan dua hari yang lalu kita udah ngelakuin "


Taeil nggak mengindahkan omongannya nadila. Dia langsung cium bibirnya nadila kasar.


Nadila meremas bajunya taeil. Ya sakit braaa.. Kasar sih mainya.


Taeil melepaskan ciumannya. Mereka sama sama kehabisan nafas.


Taeil membaringkan nadila ke tempat tidur. Lalu menindihnya.


Taeil nggak ngomong apa apa, dia cuma ngelihatin nadila. Mereka saling menatap satu sama lain


Taeil cium bibirnya nadila halus. Biar nadila nya juga nyaman. 


Dan emang bener, nadila perlahan lahan ngebales ciumannya taeil, bahkan kedua tangannya udah ada di lehernya taeil.


Taeil menekan tengkuk nadila lebih dalam. Taeil membuka kancing bajunya nadila perlahan lahan. Taeil mengelus perut rata nadila, setelah itu dia juga melepas kancing bajunya


Mereka masih sibuk dengan dunianya.


Sampai akhirnya...


"AYAHH!! BUNDAA!!"


Tiba tiba aja hyunjin masuk ke kamarnya nadila sama taeil.


Nadila sama taeil buru buru bangun dari kasur.


Hyunjin buru buru lari ke arahnya nadila sama taeil.


"Hyunjin kok kesini?" tanya nadila


"Unjin nggak bisa tidur bundaa.." - hyunjin.


"Kenapa nggak bisa tidur??" nadila gendong hyunjin di pangkuannya.


"Unjin pengen tidur sama bundaa.."


"Dek, kamu tidur sendiri sana.. Gangguin ayah aja." - taeil


"Mas...."


"Biarin! Unjin kan pengen tidur sama bunda. Ayah aja sana tidur di kamarnya unjin!"


"Ini kan kamarnya ayah sama bunda tau, hyunjin kan udah punya kamar sendiri. Jadi ya tidur sendiri, kan hyunjin udah gede." - taeil.


"Ayah sama bunda juga udah gede, tapi kok boboknya bareng?"


Ngek!


Terkunci kau taeil...


"Y-ya kalau ayah sama bunda kan gapapa. Kalau hyunjin ga boleh."


"Kenapa nggak boleh?"


"Duh hyunjin. Kamu bawel banget ya, sama kayak bunda kamu..."


"Udah udah... Yaudah hyunjin tidur sama bunda ya disini, sama ayah juga."


"Yee tidur sama ayah sama bundaaa!!" nadila langsung menidurkan hyunjin di kasur.


Sementara itu taeil jalan ke arah kamar mandi.


"Mau kemana mas?" tanya nadila.


"Main solo lah! Nggak lihat apa udah tegang gini??!"

__ADS_1


TBC


__ADS_2