
Kalau ada yang tanya siapa sekarang yang paling bahagia di dunia ini?
Jawabannya pasti nadila.
Pastinya dia seneng karena mingyu bilang, dia hamil dan usia kehamilannya 3 minggu.
Seneng banget ngga tuh. Dari yang awalnya dia divonis kecil buat punya keturunan lagi. Eh tiba tiba aja dia udah isi 3 minggu lagi.
Pastinya semua wanita seneng kalau kayak gini ceritanya.
Tadi aja pulang dari rumah mama seohyun sampai rumahnya sendiri. Senyum senyum kerjaannya. Suami sama anak anaknya aja sampe heran.
Ya mungkin saking bahagianya kali ya.
"Ayah? Bunda kenapa sih? Kok daritadi senyum terus." tanya issya.
Taeil senyum.
"Kakak kan mau punya adek baru."
Issya langsung berbinar.
"Berarti adeknya issya ada dua gitu?"
Taeil mengangguk.
Issya langsung lari masuk ke kamar hyunjin.
Taeil cuma bisa senyum dan senyum.
Bohong kalau dia juga ngga bahagia saat ini, dia bersyukur berkali kali. Akhirnya harapan dia selama ini terbayarkan.
Dan satu lagi. Nadila masih bisa punya keturunan.
Ga salah taeil ngegas nadila setiap hari. Hngg
Taeil masuk ke kamar, dia ngelihat nadila lagi beres beres kamar.
"Dila? Kamu ngapain?" tanya taeil.
"Lagi beresin kamar lah mas. Berantakan banget, ga enak dilihat."
"Dil, kamu jangan capek capek, inget kan kata mingyu tadi apa?" - taeil
"Mas, ini kan cuma beresin kamar. Ga bakalan capek. Mas taeil tenang aja deh." nadila senyum ke taeil, abis itu balik badan buat ngelipat selimut.
Tapi taunya taeil meluk dari belakang.
"Mas taeiil.."
"Aku tuh bahagia banget tau ngga."
"Bahagia kenapa sih?" -nadila
"Akhirnya doa kita di denger sama Allah kan, buat punya keturunan lagi."
Nadila senyum.
"Aku juga bahagia"
Taeil mengeratkan pelukannya.
"Mas ih jangan kenceng kenceng meluknya.."
"Kenapa emang?"
"Nanti calon adeknya hyunjin sama issya gak bisa nafas."
Taeil langsung melepas pelukannya.
Nadila balik badan.
"Mas udah makan? Aku masakin ya?"
Taeil geleng geleng kepala.
"Mas udah kenyang."
"Dih. Darimana kenyangnya? Mas aja belum makan apa apa dari pulang kerja tadi."
"Iya sih. Tapi beneran deh mas ga laper,"
"Kenapa bisa gitu?"
"Kan udah lihat kamu. Jadi udah kenyang."
"Dasar kang gombal!"
5 bulan kemudian..
(Skip aja biar cepet gaess :v)
Hari berganti pagi.
Udah waktunya issya sama hyunjin berangkat ke sekolah, dan taeil berangkat kerja.
Tapi ada pemandangan ngga biasa di rumah ini.
Iya nggak biasa, karena sekarang ada yang cengeng.
__ADS_1
Bukan issya, ataupun hyunjin.
Tapi ibunya.
Iya, semenjak hamil. Dan sekarang usia kehamilannya udah lima setengah bulan. Jadi gampang banget melow abis itu manja
Bedanya sekarang dia ngga terlalu ngegas, kayak jamannya hamil hyunjin. Malah sekarang melankolis banget.
Contohnya sekarang ini, lagi rewel.
Untung aja tadi issya sama hyunjin udah dianterin ten.
"Mas taeil jangan kerja aja."
"Lah kalau mas ga kerja, ntar kamu kalau mau belanja pakai uang siapa hm?"
"Ya kan aku gaada temennya mas."
"Kan biasanya sendiri berani."
"Ihh mas taeil libur aja ya.."
'Susah deh kalau nadila kayak gini.'
"Eh iya, mas suruh jisoo kesini ya. Buat temenin kamu."
"Mas, aku tuh maunya kamu yang dirumah, bukan mba jisoo.."
"Tapi mas kan harus kerja dek, ada rapat penting."
"Hikss" dan akhirnya nadila menangis
Baperan banget elah.
"Aku gamau ditinggalin mas taeil.."
"Sayang, mas itu kerja, bukan ninggalin. Nanti abis makan siang mas janji bakalan pulang oke?" taeil menenangkan nadila
"Mas taeil di rumah aja.. Kan kerjaan bisa diurusin orang kantor." nadila malah menjadi nangisnya
Taeil menghela nafas "sini sini." taeil memeluk nadila
"Mau ikut mas ke kantor ngga?"
Nadila menggeleng, dia sesenggukan
"Sayang, beneran deh, hari ini aku ngga bisa temenin kamu. Rapat ini penting, buat kelangsungan perusahaan aku. Kan kalau rapatnya sukses, kamu juga seneng kan?"
"Tapi aku takut di rumah sendirian hikss."
Kehamilan nadila kali ini emang lebih manjaa, ngga mau ditinggal sama taeil sama sekali, apa apa taeil pokoknya ngga mau lepas
Nadila gak jawab, masih sembunyi di dada bidangnya taeil sambil menangis
Taeil menghela nafas.
Cobaan nya selalu berat kalau nadila lagi hamil.
"Yaudah yaudah, mas ngga jadi kerja, temenin kamu dirumah aja."
Nadila masih menangis, dia mengeratkan pelukannya ke taeil "mas taeil bohong, nanti pasti aku ditinggal."
"Ngga ngga, masuk kamar aja yuk, aku bikinin susu abis itu istirahat."
Nadila mengangguk, dan akhirnya dia mau dibujukin.
Akhirnya dia memutuskan buat ngasih tahu minhyun buat nunda rapat hari ini. Sekalian nunggu ten dateng.
.....
Taeil masih di rumah, Dia cuma duduk duduk ngga jelas di ruang tamu, sambil liatin jam, nadila udah tidur di kamar, jadi dia mau berangkat ke kantor
Udah jam 9.
"Si dani kemana sih?" gerutu taeil.
"Lah bang? Masih disini lo?"
Taunya yuta. Sama ten juga sih.
"Ngapain bang belum berangkat?" tanya ten.
"Nungguin kalian elah. Lama banget"
"Hah? Tumbenan lo bang nungguin gue?"
"Kalian disini aja deh ya. Jagain nadila,"
"Hah? Napa mesti dijagain sih? Manja banget." yuta protes.
"Nadila gamau gue tinggal yut," - taeil
"Yaudah lo dirumah aja. Gausah kerja. Gitu kok repot."
"Masalahnya gue ada rapat penting yudi. Ga bisa diwakilin." - yuta.
"Lagian manja banget elah. Minta ditemenin segala. Selalu kayak gini kalau lagi hamil. Perasaan dulu mba haein gak gini gini amat."
"Setiap orang beda beda yut, jangan suka ngebandingin." ten yang sedari tadi diam akhirnya berbicara.
__ADS_1
"Iya iya."
"Kalau lo mau kerja, berangkat aja bang. Biar gue yang jagain dila." - ten.
"Iya makasih ya, kalau gitu gue berangkat dulu. Kalau ada apa apa telfon gue aja."
"Iyaa."
Dan pada akhirnya jadilah ten sama yuta yang jagain rumah. Sekalian jagain bayi gede.
....
Yuta sama ten masih di rumahnya taeil, takut juga mereka kalau ninggalin nadila sendiri dalam keadaan hamil kayak gini.
Masalahnya nadila kalau lagi hamil jadi lebih ganas.
"Bang?"
"Apa yut?"
"Adek lo aja anaknya udah mau tiga, lo kapan mau bikin anak?" tanya yuta.
"Kapan kapan."
"Gitu aja terus lu ye, sampe anaknya si nadila lima jawab lo kapan kapan dan kapan kapan. Basi bener." - yuta.
"Kayaknya lo mesti berkaca pada diri lo deh yut."
Omongannya ten, kalem tapi bikin nyesek orang.
"Sampis emang. Ga pernah menang gua kalo lawan elo." - yuta.
Tak lama kemudian nadila keluar dari kamar. Udah pake jaket bawa dompet,
"Mau kemana dek?" tanya ten.
"Mau belanja."
"Jam segini belanja apaan lo?"
"Belanja di warung depan lah. Bukan di tukang sayur." - nadila.
"Yaudah kakak anter ya."
"Nggak usah kak, aku bisa sendiri kok." nadila langsung jalan buat keluar rumah.
Dan sekarang nadila udah ada di sebuah warung depan komplek.
Disana juga lagi ada ibu ibu yang rajin bergosip ria.
Jangan salah, nadila ini juga termasuk salah satu ibu ibu yang demennya gosip. Bahkan kalau belanja sampe pulang siang gara gara kebanyakan gosip sama ibu ibu.
Padahal taeil suka negur, gausah dengerin dan gausah ikut ikutan ibu ibu yang lagi gosip. Cuma yang namanya nadila masuk telinga kanan keluar telinga kiri.
"Eh bu dila kok baru kesini sih?" tanya salah satu ibu ibu.
"Iya nih, mau keluar males banget. Bawaan hamil mungkin ya."
"Eh iya, bu dila udah tahu belum?"
"Tahu apa ya?"
"Di komplek kita ini ada warga baru loh.."
"Warga baru?" - dila
"Iya warga baru, mana orangnya ganteng banget.."
"Ohh warga barunya laki laki?"
"Iya bu, dan denger denger sih dia itu masih single alias belum menikah."
Dasar ibu ibu. Tau aja.
Tapi nadila malah ikutan penasaran sama laki laki yang katanya bakalan jadi warga baru.
Nadila jalan pulang ke rumah. Akhir akhir ini nadila pengen jalan jalan terus bawaannya.
"Yang diomong sama ibu ibu tadi siapa sih? Jadi penasaran juga."
Nadila masih sibuk sama pikirannya.
Dug!
"Aw!" nadila hampir aja jatuh.
Iya hampir.
Soalnya ada yang narik tangannya. Jadi ga jatuh.
"Maaf, ibu gapapa kan?"
Suaranya sih suara laki laki.
"Duh mas, kalau jalan itu lihat lihat ya, gatau apa kalau saya lagi hamil gini? Ntar kalau terjadi apa apa sama saya gimana?" nadila ngomel.
Sedangkan yang diomelin cuma diem aja.
"Nadila?"
__ADS_1
TBC