Papa Muda

Papa Muda
74


__ADS_3

Seminggu sejak kejadian taeil baca pesan dari hpnya nadila yang begitu.


Sikap taeil berubah.


Dia berubah menjadi lebih posesif dan agresif(?),


Bicara soal pesan. Yang mengirim adalah hendery. Yang katanya Teman nadila sewaktu kecil.


Taeil ngga habis pikir, maksudnya apa yang namanya hendery itu? Apa dia suka sama nadila? Ya jelas pasti suka.


Terus juga, nadila bersikap biasa saja, seolah olah nggak ada apa apa. Apakah selama ini taeil nya aja yang terlalu memberi nadila kebebasan?


Menikah dengan usia yang terpaut sangat jauh memang serba salah.


"Mas, aku mau jemput issya ya. Katanya mas hansol issya mau kesini" - nadila


"Kamu di rumah aja jagain anak anak. Biar aku yang jemput." taeil ambil kunci mobil.


"Tapi mas. Aku sekalian mau beli—"


"Biar aku nanti yang beli. Kamu chat aja pesenan kamu. Aku berangkat dulu." taeil cium keningnya nadila habis itu berangkat.


"Mas taeil kenapa sih? Akhir akhir ini kayak ngelarang aku buat ketemu siapa siapa gitu??"


Nadila menyadari kalau sikapnya taeil berubah semenjak hyunjin pulang dari rumah sakit.


Mau tanya ke taeil, takutnya tersinggung. Dan pasti bakalan berantem. Karena nadila itu udah capek sama yang namanya berantem.


.......


Issya udah siap siap mau ke rumahnya taeil.


"Sayang, ayah taeil udah ada di depan tuh." hansol nyamperin issya yang lagi siap siap di kamar.


"Iya pa.." issya bawa tas kesayangannya habis itu  keluar kamar.


"Ayahhhh!!" issya nyamperin taeil habis itu di peluk.


"Wahh anaknya ayah makin cantik banget sih.."


Emang udah dua minggu ini. Issya ngga ke rumahnya taeil, soalnya tau sendiri nadila lagi capek capeknya ngurusin hyunjin sama woojin yang sakitnya barengan itu.


"Nadila ngga ikut il?" tanya hansol.


"Nadila jagain anak anak han"


"Padahal tadi katanya papa, bunda yang mau jemput." - issya.


"Bunda lagi sibuk ngurus adek sayang... Lagian kan nanti juga ketemu di rumah." - taeil.


"Kalian ngga ada masalah kan?" tanya hansol.


"Hah? Ngga kok ngga ada masalah."


Hansol mengangguk paham. Tapi, dia rasa. Hubungan nadila sama taeil akhir akhir ini terlihat datar. Ah mungkin hanya perasaan hansol saja.


Skip ><


Issya udah ada di rumah, dan sekarang dia lagi lihat woojin di kamar.


"Dek woojin tembem ya bun, issya jadi gemes." - issya.


"Iyaa ya, tembem nya sama kayak kak issya tau.." nadila cubit pipinya issya pelan.


"Oh iya, tadi kok yang jemput issya ayah sih bun? Padahal katanya papa. Bunda yang mau jemput issya." - issya.


Nadila diem aja. Masa iya dia mau jawab kalau ngga dibolehin sama taeil, ya ngga mungkin banget.


Drrrrtt


Hp nya nadila bunyi.


Dari yuta.


"Hallo. Napa?"


"Lama banget sih ngangkat gitu aja! Lagi bikin adek apa gimana?"


"Dasar mulut ember! Udah cepetan mau ngapain??"


"Eh dil.. Bantuin gue donggg.."


"Bantuin apa lagi?? Gue gamau ya jadi pasangan lo lagi pas ketemu temen lo."


"Hehe, bukan kok bukan itu."

__ADS_1


"Terus apaan?"


"Bantuin gue buat ketemu bu guru wendy."


"Ogah ah! Ketemu sendiri sana."


"Yaelah dil. Sekali ini doang. Beneran, cuma elo yang bisa bantu gue.. Kan bu guru wendy gurunya anak elu." 


"Lagian elo mau ngejadiin istri aja ribetnya minta ampun. Ngerepotin orang!"


"Eh gue juga berjasa ya antara hubungan lo sama bang taeil, inget itu."


"Oh jadi lo ngga ikhlas ngedeketin gue sama abang lo?"


"Ikhlas kok ikhlas hehe."


"Ck! Yaudah iya gue bantuin."


"Nah gitu dong. Baru kakak ipar yang baik hati dan tidak sombong. Gue otw ke rumah lo nih."


"Iya iya..."


BIP!


nadila mematikan telfonnya.


"Yang telfon bunda siapa?" tanya issya.


"Om yuta sayang."


"Om yuta mau kesini ya bun?" - issya


Nadila senyum habis itu mengangguk.


"Mas taeil izinin aku pergi sama yuta nggak ya?"


.......


Yuta udah sampai ke rumahnya taeil.


"Nadila.. Main yuk."


"Cepet banget lo sampenya?" - yuta.


"Yaiya dong. Jadi cowo itu harus gercep. Jangan menye menye." - yuta.


Yuta mah cuma cengengesan doang.


"Eh tapi yut... Gue belum izin sama mas taeil." - nadila


"Halah biasanya juga gausah izin dikasih pergi."


"Tapi sekarang dia beda yut.."


"Beda gimana maksud lo?"


"Dia sekarang jadi—"


"Kalian mau kemana?" taeil yang habis dari kamarnya hyunjin langsung nyamperin yuta sama nadila.


"Mas.... Yuta ngajak aku pergi buat ketemu bu wendy."


"Kenapa ngga lo sendiri aja yang nemuin? Lo kan pacarnya." - taeil


"Yaelah bang, biasanya juga nadila yang temenin gue. Lo kan tau sendiri keluarganya wendy tuh religius banget. Ga boleh berduaan." - yuta.


"Ya tau gitu buruan di halalin makanya yudi.." - taeil.


"Masih butuh proses lah bang..."


"Gue ngga izinin istri gue pergi malem malem gini."


Omongannya taeil bikin yuta ingin mengumpat. Ga biasanya kayak gini.


"Lah bang? Biasanya juga lo kasih izin kan. Orang perginya sama gue juga." - yuta protes.


"Ya itu dulu. Sekarang itu nadila biar fokus ngurus anak anak di rumah."


"Mas.... Aku cuma sebentar sama yuta. Lagian kan ini ketemu sama bu wendy, gurunya hyunjin."


"Masuk." taeil malah nyuruh nadila masuk ke kamar.


"Mas taeil..."


"Masuk nadila. Udah malem. Anak anak waktunya tidur."

__ADS_1


"Bang....."


"MAS TAEIL TUH KENAPA SIH JADI POSESIF GINI!!" tepat setelah itu nadila langsung masuk kamar.


"Bang! Lo kenapa sih? Kok jadi gini?" - yuta.


"Bukan urusan lo."


"Ya urusan gue! Karena nadila sahabat gue."


"Dan sekarang nadila istri gue. Lo gak berhak ikut campur urusan rumah tangga gue."


What the hell??? Yuta ngga habis pikir kenapa taeil bisa kayak gini.


"Aneh lo bang.  Ngga asik lo sekarang sumpah." yuta buru buru pergi dari rumahnya taeil.


"Maafin gue yut."


Nadila masih ada di kamar. Sumpah dia ngga habis pikir sama taeil.


Kenapa dia jadi kayak gini sih?? Salahnya nadila apa coba?


Tak lama kemudian taeil masuk kamar.


"Mana hp kamu?"


"Apasih mas? Dateng Dateng minta hp!" - nadila.


"Hp kamu mana??"


Mau ngga mau nadila ngasih hpnya ke taeil. Kan dia mau jadi istri yang nurut sama suaminya.


"Mulai sekarang, kalau kamu mau gunain hp, harus izin aku dulu."


Nadila menoleh ke arahnya taeil. Lalu berdiri.


"Ngga bisa gitu dong mas."


"Kenapa ngga bisa? Kamu mau ngelawan suami kamu?" - taeil.


"Kamu nyebelin banget sih mas sekarang!" nadila keluar kamar. Emosi dia lama lama.


Dan taeil ikut ikut keluar kamar.


Taeil narik tangannya nadila.


Ah iya.. Sekarang taeil lebih agresif.


"Mau kemana kamu? Aku belum selesai ngomong!"


"Apasih mas? Kamu udah ambil hp aku! Udah gak izinin aku keluar rumah. Dan sekarang aku mau tidur di kamarnya issya ngga boleh gitu?!"


"Aku belum selesai ngomong kan!  Kalau suami Ngomong itu dengerin dulu!"


"Mas taeil tuh kenapa Sih jadi kayak gini hah? Emang aku punya salah apa?!" - nadila


"Kamu ngga nyadar kesalahan kamu apa?"


"Ya aku emang ngga tau kesalahan aku apa!"


"Intinya. Mulai sekarang. Kamu ngga aku izinin keluar rumah. Sekalipun itu sama yuta! Ngerti?"


"Kenapa gitu!"


"Karena udah saatnya buat kamu ngga main main sama temen kamu yang ngga jelas itu. Kamu itu udah jadi seorang istri. Jadi seorang ibu. Udah sepantesnya kamu ada dirumah. Ngga kluyuran sama cowo ngga jelas diluar sana!" - taeil


"Aku ngga pernah kluyuran ya mas! Selama ini aku selalu izin sama kamu. Aku juga ngasih tahu kan siapa aja yang lagi barengan aku. Kenapa sekarang kamu permasalahin?"


Dah tuh berantem hebat kayaknya.


"Dulu sebelum kita nikah, kamu janji kan ngga bakalan ngatur ngatur aku sekeras ini. Kamu juga janji ngga bakalan ngelarang aku berteman sama siapapun! Tapi sekarang kamu malah permasalahin! Apasih mas mau kamu?!"


"Cukup ya dil! Bisa ngga sih kamu ngga ngelawan omongannya suami?"


"Mas sendiri kan yang bikin aku ngelawan omongan kamu!"


"aku ngelakuin ini karena aku sayang sama kamu! Kalau kamu masih tetep keluyuran ngga jelas gitu, nanti mereka ngira aku suami yang ngga bisa ngedidik istrinya! Kamu paham kan yang aku maksud?!"


"TAPI NGGA GINI MAS CARANYA!"


"........"


"Kalau cara kamu kayak gini terus ke aku. Mending cerain aku mas! CERAIIN AKU SEKARANG JUGA!"


PLAK!

__ADS_1


TBC


__ADS_2