Papa Muda

Papa Muda
18


__ADS_3

Nadila baru sampai rumah, dianterin sama taeil.


"Om.. Makasih ya udah nganterin pulang. Jadi ngerepotin deh" - nadila


"Kalau itu kamu mah, saya nggak akan pernah repot." - taeil senyum


"Gausah gombal deh om... Udah tua juga"


"Emang yang boleh gombal tuh cuma anak muda aja ya? Orang tua nggak boleh gitu?" - taeil


"Loh berarti om ngerasa kalau udah tua dong?"


"Nadila...."


"Hehe, yaudah. Aku masuk ke rumah dulu ya om." baru aja nadila mau buka pintu.


"Nadila?"


Nadila menoleh.


"Ya? Kenapa om?"


"Saya.....masih menunggu jawaban dari kamu." - taeil


Sumpah, pengen gitu rasanya nadila jawab iya.


"Om?"


"Kenapa?"


"Doain aku biar lulus sidang ya, biar bisa cepet nerima lamaran om "


...


Entah kenapa hari ini nadila seneng banget.


Dari tadi senyum senyum terus.


Bahkan ten aja sampai heran.


"Dek, lo sakit ya?" - ten


"Hah? Sakit? Nggak tuhh gue sehat sehat aja kok." - nadila


Ten pegang keningnya nadila.


"Iya ya, nggak panas. Berarti sehat"


"Kak dani tuh apaan sih! Orang gue sehat walafiat juga." - nadila


"Ya abisnya, dari pertama masuk ke rumah ini. Kerjaan lo senyum senyum terus.. Gue kira lo sawan." - ten


Cup!


Tak disangka nadila cium pipinya ten.


"HEH?! SAWAN BENERAN YA LO!! MAEN NYOSOR AJAA!!"


"KAK DANII I LOVE YOU FULL POKOKNYA MUACCHHH" nadila langsung naik ke atas buat ke kamarnya.


"WOY DASAR!! NADILA ZENA GENDENG!! KETULARAN MESUM YUTA YA LO!!"


......


Taeil lagi ada di ruang kerjanya..


Entah kenapa dia dalam keadaan mood baik hari ini, padahal kerjaan udah numpuk.


Dia masih ngebayangin omongannya nadila tadi.


Secara nggak langsung nadila nerima cintanya taeil. Ya walaupun nadila mau nikah sama taeil pas udah lulus kuliah. 


Tapi seenggaknya, taeil sama nadila udah resmi menjalin hubungan lah ya..


Lagi enak enaknya bersenandung. Hp nya taeil bunyi.


Ada telfon..


Tapi nggak ada namanya, cuma nomer aja.


"Siapa nih?"


"Halo?"


"Selamat malam pak."


"Minhyun?"


"Wahh pak taeil inget suara saya ternyata."


"Ngapain kamu telfon saya malam malam gini? Kalau urusan kerjaan, besok aja. Saya sibuk hari ini."


"Sibuk? Ohh sibuk berduaan sama nadila ya pak?"


"Bukan urusan kamu juga kan?"


"Iya pak, bukan urusan saya kok. Saya tahu itu."


"Terus? Ngapain kamu hubungin saya? "


"Santai dong pak taeil."


"Minhyun.. Saya males lama lama ngomong sama kamu. Bikin emosi."


"Yaudah deh, saya langsung ke intinya aja.'

__ADS_1


"...."


"Pak taeil... Pengen nadila baik baik aja nggak?"


"Maksud kamu apa? Kamu ngancem saya gitu?"


"Eh nggak ngancem kok pak. Saya cuma tanya aja."


"Gini deh pak, kalau bapak pengen nadila baik baik aja.. Saya sarankan, pak taeil mundur secara baik baik. Tinggalin nadila.  Biarin saya yang bahagiain nadila' 


Taeil meremas kertas yang ada di tangannya.


"Gimana? Pak taeil setuju nggak? Saya kasih waktu deh buat pak taeil berduaan sama nadila.. Habis itu kasih nadila buat saya.."


BIP!


Taeil memutuskan telfon sepihak.


BRAK!


"MINHYUN *******!" taeil langsung ngelempar semua kertas yang ada di depannya.


Ngamuk mode on.


Baru aja tadi seneng, sekarang dibikin ngamuk.


Skip ><


Pagi ini nadila ke kampus.


Iya soalnya hari ini dia sidang skripsi.


"Duhh kok gue jadi deg degan gini ya." nadila bolak balik aja dari tadi.


"Heh! Mondar mandir dari tadi. Pusing ini gue lihatnya " - yuta yang dari tadi nyantai pusing lihat nadila mondar mandir.


Kenapa dia nyantai? Ya karena dia udah sidang duluan tadi. Dan lulus..


Gatau kenapa bisa lulus, padahal di kampus kerjaannya cuma haha hehe doang. Atau nggak nontonin hentai. Atau nggak ngardus sana sini.


Tapi kenapa bisa luluss???


Ya namanya juga takdir braa..


"Gue grogi njirr. Lo mah enak udah selesai dari tadi."


"Heh, lo mau tahu nggak caranya biar lulus tanpa harus sidang?" - yuta.


"Gimana emang?"


"Sogok aja pake videonya kakek sugiono."


Tak!


"Itu otak nggak mikirin bokep sehari bisa nggak? Bokap bokep bokap bokep!" - nadila


"Yee yaudah, padahal itu cara ampuh."


"Ampuh nggak, di tendang iya gue dari sini!" - nadila.


Nadila masih grogi aja. Dia cari ide biar nggak grogi..


Dan dapat.


Dia buru buru ambil hp nya.


Tujuannya? Mau ngechat taeil, siapa tahu jadi nggak grogi lagi.


Nadila


Om?


Om taeil


Udah selesai sidangnya?


Nadila


Belum om...


Om taeil


Kok ngechat?


Fokus sidang dulu sana.


Nadila


Aku grogi om :((


Om taeil


Grogi kenapa sih?


Nadila


Takut nggak bisa jawab pertanyaan dosen :((


Om aku takut nih


Ntar kalau salah jawab,nilai aku nggak tuntas.


Aku nggak lulus.


Nggak bisa turutin kemauan om taeil gimana??

__ADS_1


Om taeil


Gausah takut


Gausah mikir macem macem dulu.


Fokus sama sidang kamu, bahan skripsi kamu


Pokoknya harus lulus ya.


Biar issya cepet tinggal sama bundanya.


Read


Sumpah, kata katanya taeil bikin nadila tenang. Moodbster banget emang.


"Nadila? Giliran lo tuh." nadila udah dipanggil sama dosen yang ada di dalem.


Nadila menghela nafas, nggak lupa baca bismillah dulu. Abis itu baru masuk ke ruang sidang.


Ya dia cuma bisa berdoa aja, semoga dia bisa nyelesain sidang. Abis itu lulus. Abis itu nikah sama taeil.


Skip ><


Taeil lagi nggak ada kerjaan di kantor. Soalnya lagi jam makan siang.. Dan dia bingung harus ngapain


Dia lihat jam tangan.


"Nadila udah selesai sidang belum ya?"


Taeil mengeluarkan HP nya.. Niatnya sih mau telfon nadila.


Nadila is calling..


Tapi ternyata nadila duluan yang telfon.


Taeil senyum, cuma lihat namanya aja. Dia bahagia banget, apalagi jadi istrinya nanti.


"Ha-"


"Om taeil! Aku lulus om!!"


Belum juga selesai ngomong udah diduluin sama nadila.


"Alhamdulillah dong kalau gitu."


"Makasih ya om, kata kata om tadi buat aku tenang, terus bisa berfikir jernih. Jadi lancar deh sidangnya."


Taeil bisa nebak, pasti nadila bahagia banget hari ini.


"Sama sama, aku ikut seneng kalau kamu seneng "


"Oh iya, kita ketemu yuk om."


"Ketemu? Dimana?"


"Di cafe deket kantor om aja gimana? Om taeil nggak lagi sibuk kan?"


"Nggak sayang, yaudah aku jemput kamu ya?"


"Eh nggak usah om. Aku naik taksi aja kesananya. Om tunggu disana ya.."


"Yakin? Nggak mau aku jemput?"


"Ihh bukan nggak mau om, aku cuma nggak mau om bolak balik aja cuma karena jemput aku." .


"Yaudah, aku tunggu disana ya? Kalau ada apa apa, telfon aku."


"*Siap om. Yaudah aku jalan dulu ya."


Bip*!


Nadila udah matiin telfonnya.


Taeil menghela nafas, dan ini udah saatnya taeil ngomong serius ke nadila. Dia bener bener pengen milikin dila seutuhnya. Masa bodo sama ancaman minhyun.


Dia langsung pergi keluar dari ruangnya, buat jalan ke cafe.


Skip ><


Sementara itu nadila udah ada di depan cafe.


Diacelingak celinguk nyariin taeil


Dan dia nemuin taeil lagi nungguin di depan mobil.


"OM TAEIL!!" nadila dadah dadah ke taeil.


Taeil ngebales, dia jalan mau nyusulin nadila ke seberang jalan.


Tapi kayaknya dia nggak lihat kanan kiri.


Sampai nggak sadar ada mobil melaju kencang di depannya.


Nadila yang tahu itu, langsung teriak.


"OM TAEIL AWAS!!"


Dia langsung lari,


BRAK!!


"NADILA!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2