
Udah 3 hari semenjak kejadian nadila terima chat dari yeri di hp nya taeil.
Udah 3 hari juga nadila sama taeil diem dieman. Ya lebih tepatnya sih nadila yang diemin taeil.
Ngambek nih ceritanya.
Contohnya sekarang ini, nadila lagi beres beres kamar kan ya, padahal disitu ada taeil. Dianggurin. Kasihan.
Taeil tahu, pasti nadila marah gara gara chat dari yang namanya yeri itu.
Taeil pengen banget ngejelasin. Tapi.....
"Dil? Masih marah ya sama aku?" tanya taeil.
Tapi nadila diem aja.
"Dil? Mas mau jelasin semuanya ke kamu, sebenernya yeri itu—"
"Aku sibuk mas, gaada waktu buat dengerin penjelasan kamu."
"Nadila, seenggaknya dengerin aku sekali ini aja."
"Dengerin apalagi sih? Udah lah mas."
"Kamu sayang sama aku nggak sih dil?"
Pertanyaannya taeil bikin nadila menghentikan kegiatannya. Dia balik badan ke arah taeil
"Mas ngeraguin aku?"
"Bukan ragu, cuma setiap kali kayak gini kam ga pernah mau dengerin penjelasan aku."
"Ya buat apa didengerin? Orang udah jelas."
"Apasih dil yang udah jelas? Kamu tuh cuma salah paham."
"Kamu belain sekretaris kamu itu?"
Nah loh malah jadi berantem kan.
"Aku ngga belain nadila,mas cuma pengen kamu ngertiin."
"Emang selama ini aku ngga pengertian ke kamu?" - nadila.
"Nadila—"
"Kalau kayak gini..mendingan mas cerain aku aja."
"DILA!"
Nah loh, taeil udah teriak gini marah beneran.
"Kok malah jadi bawa bawa cerai sih kamu? Aku gamau ya denger kamu ngomong gitu lagi!"
"Bahkan kamu sekarang sering bentak aku mas."
"Nadila.. Mas gaada maksud bentak kamu, tapi mas gasuka kamu ngomong kayak tadi."
Baru juga nadila mau jawab, tapi tiba tiba aja perutnya sakit.
"Aw.."
"Sayang?kenapa?"
Nadila pegang perutnya.
Taeil langsung bawa nadila ke tempat tidur.
"Mana yang sakit?"
"Perut aku mas..."
"Tarik nafas ya.. Buangnya pelan pelan."
Nadila mencoba menarik nafas lalu membuangnya pelan.
Taeil mengelus perutnya nadila, soalnya biasanya kalau nadila lagi begini. Perutnya tinggal di elusin taeil bisa tenang.
"Sakit banget mas..."
"Yaudah, aku telfon mingyu ya. Tahan sebentar ya.." taeil buru buru ambil hp nya abis itu ngehubungi mingyu biar dateng ke rumahnya
.........
Mingyu baru aja selesi meriksa kondisi nadila.
"Gimana sama dila gyu?"
"Nadila mengalamin kontraksi mas."
"Kontraksi?"
"Iya, hal semacam ini wajar untuk ibu hamil. Apalagi kehamilan tua."
"Anak saya baik baik aja kan gyu?"
"Baik kok mas,"
Taeil bernafas lega.
"Mas taeil sama nadila lagi ada masalah?" tebak jisoo.
"Ya gitu deh, cuma masalah kecil kok."
"Kontraksi bisa saja terjadi karena nadila banyak pikiran. Diusahain nadila jangan kayak gitu dulu ya mas. Biar gak berdampak sama kandungannya." - mingyu.
"Iya.. Makasih ya gyu."
"Nadila udah tenang kok mas, nanti kalau misalnya ada sesuatu, atau nadila mengalamin kontraksi lagi, langsung telfon aku aja." - mingyu
"Iyaa, makasih ya."
Taeil bernafas lega ternyata istrinya ngga kenapa kenapa.
Taeil masuk ke kamar, dia lihat nadila lagi senderan di kasur, sambil ngelus ngelus perutnya.
Taeil nyamperin istrinya.
Sebenernya nadila tahu kalau taeil sekarang lagi disebelahnya. Cuma pura pura gatau aja dia. Masih mode ngambek.
"Masih ngambek deh kayaknya"
Nadila diem aja.
"Kata mingyu, kamu jangan terlalu mikirin hal hal yang nggak penting."
"Berarti kalau kamu chat sama sekretaris kamu yang namanya yeri itu nggak penting ya?"
"Nadila..."
"Dasar cowok, dulu aja bilangnya cinta, sayang, nerima apa adanya. Eh giliran sekarang udah jadi istrinya—"
"Yeri itu adik sepupu aku."
Nadila langsung lihat taeil.
"Apa?"
"Yeri itu adik sepupu aku ibu nadila hutomo...."
"Adik sepupu? Tapi kenapa chat kalian kayak mesra gitu?" - nadila
"Ya yeri emang begitu orangnya. Suka godain aku."
Sumpah, nadila malu saat ini. Soalnya ya gitu. Dia main tuduh suaminya aja tanpa dengerin penjelasan terlebih dahulu.
__ADS_1
"UDah kan? Udah tahu sekarang, jadi kamu gabisa nuduh aku selingkuh atau berpaling ke wanita lain."
Nadila langsung aja main peluk taeil.
Kebiasaan kalau lagi malu ya gitu..
Taeil yang tahu gitu langsung ketawa kecil,
"Udah ngga marah nih ceritanya?" tanya taeil.
"Abisnya kamu ngga cerita kalau punya sepupu namanya yeri, kan wajar kalau aku marah marah."
Taeil mengelus rambutnya nadila.
"Iyaa, mas minta maaf deh."
"Harusnya aku yang minta maaf, kan mas ngga salah."
"Yaudah mendingan sekarang kamu tidur, istirahat. Biar adek bayinya sehat" taeil senyum ke nadila, abis itu ngecup keningnya.
"Mas gausah kemana mana ya, temenin aku tidur pokoknya.."
"Iya sayang... Yaudah tidur ya." taeil membaringkan nadila, abis itu diselimutin.
Dan sepuluh menit kemudian nadila udah bener bener tidur.
Taeil mengelus kepalanya nadila, abis itu ngelus perutnya juga.
"Sehat terus ya dek, baik baik di dalem, jangan bikin bunda kamu capek" taeil ngomong sama perutnya nadila.
Bapakable sekali memang...
Skip ><
Nadila lagi duduk duduk di sofa.. Nungguin taeil pulang kerja.
Sibuk.. Iya sibuk ngelus perut maksudnya
Sesekali dia senyum terus ngomong sendiri gitu. Soalnya bayi nya gerak gerak.
"Eh? Anaknya bunda nendang nendang nih.."
Akhir akhir ini.. Nadila emang susah tidur, soalnya bayi yang ada di kandungannya keseringan gerak gerak gitu. Jadi mau tidur posisi apapun ngga nyaman.
Untung aja dia punya suami yang super siaga kayak taeil. Jadi kalau nadila nya susah tidur dia bangun buat nemenin nadila sampai bisa tidur.
Future husband.
"Sehat terus ya sayang..." nadila masih sibuk ngelus perutnya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.. Eh ayah kamu pulang tuh dek."
Nadila berdiri, tapi susah.
"Aduh!"
"Eh udah kamu duduk aja.." taeil ke arahnya nadila. Lalu duduk di sebelahnya.
Taeil tau kalau sekarang nadila agak susah buat berdiri.
"Mas tumbenan pulang cepet?" - nadila.
" udah ngga ada kerjaan sayang. Makanya aku pulang cepet.." taeil ngomong sambil ngelepas sepatu sama dasi. Jas nya udah ditaruh di meja.
"Sini dasi sama jas nya aku bawain."
"Ngga usah sayang.. Nanti malah kamu kecapekan." - taeil senyum.
Nadila senderan di sofa. Dia masih ngelus perutnya.
"Kamu kenapa hm?"
"Akhir akhir ini aku susah tidur deh mas.."
"Nih gara garanya... Gerak terus.. Mau miring ngga enak, terlentang ga enak juga. Kalau tengkurap kan ga mungkin." nadila menunjuk perutnya.
Taeil ikut ngelus perutnya nadila..
"Terus juga waktu kamu tugas di surabaya, hyunjin rewel banget tau ngga. Pengen nyusul kamu katanya, kan aku pusing." - nadila masih berceloteh.
Taeil terkekeh pelan.
"Eh!"
"Sayang? Kamu kenapa?"
"Lihat deh mas.. Adeknya hyunjin nendang terus daritadi."
Taeil mendekat ke perut istrinya.
Taeil mendekatkan telinganya ke perutnya nadila.
"Sayang?"
"Hm?"
"Kayaknya nanti sifatnya sama kayak kamu lagi deh.. Di perut aja banyak gerak gini. Apalagi pas udah lahir "
Nadila senyum.
Kehamilan nadila ini ngga seperti pas hamilnya hyunjin dulu. Kalau hyunjin emang banyak gerak, terus nadila juga ngga keseringan capek kalau berdiri lama lama.
Tapi pas kehamilan kedua ini. Beda. Bayinya gerak terus sih. Tapi, Nadila jadi sering capek kalau berdiri lama lama. Kadang juga ngga kuat ngangkat barang barang yang biasanya dia kerjain sendiri. Dan lebih malas dari biasanya.
Makanya sekarang lebih sering sakit pinggang.
Taeil ngelus perutnya nadila abis itu diciumin.
Nadila mengelus kepalanya taeil.
"Mas?"
"Hm?"
"Aku pengen lihat kamu adzanin si kecil deh pas udah lahir. Soalnya waktu lahirnya hyunjin kan aku ngga sempet lihat." - nadila
"Makanya kamu harus jaga kesehatan ya. Biar nanti lahirnya selamat terus bisa lihat ayah adzanin adek kecil. Ya kan?" taeil masih sibuk uyel uyel perutnya nadila.
"Mas taeil ih, geli tau.."
Taeil menatap nadila.
"Makasih ya.."
"Makasih? Buat apa?"
"Makasih... Karena kamu udah ngasih kebahagian buat aku." taeil senyum manis ke istrinya. Dia ngelus pipinya.
"Yang ngomong gitu harusnya aku mas... Makasih udah bahagiain aku, jagain aku, dan tentunya setia sama aku...." nadila mengeratkan genggamannya ke taeil.
Taeil mengecup punggung tangannya nadila.
"Anything for you babe.."
"Aw...." tiba tiba nadila melenguh.
"Sayang.. Kenapa?"
"Perut aku sakit..."
"Kamu kontraksi lagi?" - taeil
Nadila mengangguk. Dia mengelus perutnya
__ADS_1
"Yaudah kita ke kamar ya.." taeil ngebantu nadila buat jalan ke kamar.
Nadila senderan di tempat tidur. Taeil disampingnya.
"Mas... Duh sakit banget.."
"Tarik nafasnya sayang... Terus dibuang pelan pelan..." taeil nyuruh nadila menarik nafas. Abis itu dibuang perlahan.
Nadila menarik nafasnya,, habis itu dibuang pelan pelan.
Taeil mengelus perutnya nadila. Karena kalau perutnya di elusin taeil biasanya langsung diem.
Katanya mingyu, kalau lagi kontraksi ringan gini, dia menyarankan nadila untuk mengatur nafas. Biar ilang kontraksinya.
"Udah ngga sakit kan?"
"Lumayan sih mas.."
"Tarik nafas lagi ya. Biar sakit nya ilang." taeil masih ngelus perut istrinya..
Nadila mengangguk...
"Udah kan? Ngga sakit lagi?"
Nadila cuma mengangguk.
"Lain kali kamu jangan capek capek dong.. Pasti tadi kamu bersih bersih rumah sendirian kan..."
"Ya aku tuh cuma pengen olahraga aja mas. Biar nanti bayi kita sehat, terus aku lahirnya bisa normal.."
"Besok aku nyuruh mba nana buat bantuin kamu ya. Aku ngga mau kamu kecapekan lagi kayak gini."
"Terserah kamu aja mas.."
Taeil menyandarkan nadila ke dadanya. Tangannya juga masih mengelus perutnya nadila.
Cara kayak gini emang buat nadila lebih tenang dan menghilangkan kontraksi.
Tapi nadila heran, kenapa di kehamilan kedua ini dia jadi sering ngerasain kontraksi.
Terus juga kadang kadang dia ngerasain bayi nya kayak ngga gerak sama sekali.
Kan nadila jadi was was.
"Semoga semuanya baik baik aja."
Skip><
Hari minggu gini hyunjin ada di rumah, issya udah dijemput hansol tadi habis subuh.
Sebenernya hyunjin pengen ikut sama hansol, tapi sama nadila ngga boleh. Takut ngerepotin katanya.
Padahal hyunjin udah biasa ke rumahnya hansol.
Dan entah kenapa, hari ini hyunjin susah banget makannya.
Nadila jadi pusing.
"Dek hyunjin makan dong, kan bunda udah masakkin kesukaannya adek" nadila udah bawa sendok kemana mana cuma buat nyuapin hyunjin.
"Ngga mau bunda.. Unjin ngga mau makan!"
"Hyunjin harus makan. Nanti kalau sakit gimana? Ngga bisa main lagi."
Hyunjin sibuk mainan sama mobil mobilan yang dibeliin taeil kemarin. Mungkin karena mainan ini hyunjin jadi ngga mau makan.
"Yaudah, hyunjin disini aja nungguin ayah keluar kamar bunda mau masak dulu."
Hyunjin ngga jawab, dibilang sibuk.
Nadila menghela nafas. Lalu ke dapur.
"Susah bener ya allah sekarang nyuruh makan hyunjin. Gini nih kalau dimanja sama bapaknya. Apa apa dibeliin, jadinya kalau ada barang baru lupa buat makan."
Taeil itu emang suka manjain anak anaknya, terutama hyunjin.
Hyunjin minta apa selalu dikasih. Sekalipun itu harganya mahal.
Orang kaya mah beda.
"Ngedumel terus ya daritadi." taeil udah duduk di kursi dapur aja.
"Ya lihat aja tuh anak kamu, jadi ngga mau makan gara gara kemarin kamu beliin mainan." - nadila.
"Ya kan nyenengin anak sendiri. Masa ngga boleh."
"Ya tapi jangan dibiasain dong mas taeil.. Nanti malah terlalu manja sampe gede manja terus.."
"Iyaa iyaa." taeil buru buru nyamperin hyunjin, daripada di dapur dapet ceramah dari bos besar. Ya mending lihat anaknya main.
"Ayah lihat deh, unjin abis bikin rumah rumahan." hyunjin nunjukkin rumah rumahan yang dia buat ke taeil.
"Wahh anak ayah jago emang, sini sini ayah bantuin bikin." taeil duduk di sampingnya hyunjin abis itu ikut ikutan mainan leggo.
Jadilah ayah dan anak bermain bersama.
Nadila yang lihat mereka jadi seneng. Jarang banget ada moment taeil sedekat ini sama hyunjin. Ya karena sibuk urusan kantor, jadinya ketemu hyunjin pas udah malem. Itupun hyunjin udah tidur.
Udah bahagia banget rasanya kalau taeil dapet libur.
Nadila ngelanjutin masaknya.
"Ini garamnya mana lagi?" nadila nyari garem daritadi. Tapi nggak ketemu.
"Nyari apaan lo?" tiba tiba yuta nongol.
"Garem."
"Garem? Jangan jangan dicemilin sama hyunjin lagi??"
"Ih! Gue tampol lo ya..."
Yuta cuma cengengesan.
"Lagian ini mana sih garemnya? Lo yang cemilin pasti" - nadila
"Yeuu si dugong malah nyalahin gue."
Nadila masih sibuk nyariin garem, sementara yuta udah ngerusuh aja.
Lagi sibuknya nyari garem. Tiba tiba aja...
"Aw..."
Nadila pegangin perutnya..
"Y-yuta..."
Yuta menoleh ke arahnya nadila.
"Dila? Lo kenapa?"
"Perut gue... Sakit..."
Dan nadila ambruk.
"NADILA!"
"Mas taeil...."
Yuta lihat ke lantai.
"Kok... Ada darah??"
Yuta lihat ke kakinya nadila.
__ADS_1
"DIL, LO PENDARAHAN YA ALLAH. BANG TAEILL!!"
TBC