Papa Muda

Papa Muda
15


__ADS_3

Sekarang nadila ada di kamarnya taeil.


Disitu ada yuta.


" kok bisa gini sih yut?" tanya taeil.


"Nadila kalau lagi banyak pikiran emang gitu bang.." - yuta


"Banyak pikiran?" - taeil


"Iya, mungkin dia lagi stres."


"Yuta gue serius."


"Lah bang? Gue juga serius. Dia emang kayak gini kalau lagi stres, pingsan abis itu mimisan," - yuta.


Taeil ngelihat wajahnya nadila.


Pucat, terus juga tangannya dingin. Keringetan juga.


"Bang?" - yuta


"Kenapa?"


"Lo sayang beneran kan sama dila?" tanya yuta.


"Beneran yut, lo nggak percaya sama gue?" - taeil


"Ya kali aja lo masih anggep nadila itu sebagai mba haein." yuta masih ragu sama keseriusannya taeil.


"Gue harap lo nggak kayak minhyun ya bang.. Bikin nadila sakit." - yuta.


"Jangan samain gue sama minhyun deh yut, gasuka gue."


"Ya makanya itu, mendingan lo buru buru bilang ke tante yuri kalau pengen serius ke nadila. Biar minhyun nggak gangguin dia lagi." - yuta


"Gangguin? Maksud lo gimana ?" 


"Kemarin itu minhyun ngajak balikan nadila bang."


"Terus?"


"Ya sampai sekarang nadila belum bisa jawab, karena masih bingung sama perasaannya."


"...."


"Makanya itu kalau lo bener bener cinta sama nadila, lo harus gercep. Biar minhyun nggak ngejar dila lagi. Nih ya gue kasih tahu.. Minhyun itu sifatnya nggak sekalem tampangnya bang. Dia bisa ngelakuin apa aja buat dapetin apa yang dia mau. Termasuk dapetin nadila".


Taeil diem, bener juga yang diomong sama yuta. Kalau dilihat lihat minhyun itu nggak sekalem wajahnya. Bisa aja diem diem *******.


Taeil harus buru buru ngelakuin sesuatu.


⚠️🔞🔞🔞⚠️


Waktu menunjukkan dini hari, tengah malem berarti.


Nadila perlahan lahan membuka mata


Dia melihat sekitarnya, lampu tidur yang menyala


Dia mau gerak, tapi kok rasa rasanya ada yang peluk dia


Nadila menoleh ke sebelah kanan.


"Om taeil..." dan ternyata taeil


Ciye dikelonin taeil.


Nadila ingin berontak, tapi gak bisa, taeil kencengan banget kalau meluk, apalagi nadila juga masih sakit, gak bisa gerak jadinya


"Om?" dan akhirnya nadila memberanikan diri buat bangunin taeil


Taeil ngga respon, nyenyak mungkin tidurnya


"Om taeil." nadila menggoyangakan tangan taeil pelan


Dan taeil merespon, dia langsung membuka mata


"Dila?"


Nadila tersenyum


Taeil langsung bangun dari tidurnya, kayaknya dia juga ngga sadar kalau pelukan sama nadila


"M-maaf, beneran saya ngga ada maksud apa apa kok, tadi disini ada gulingnya." taeil menjelaskan.


"Gapapa om, lagian.. aku nyaman kok."


Taeil menoleh ke nadila


"Kamu... Nyaman?"


Nadila mengangguk


"Mau dipeluk lagi sama om taeil."


"Awas lu ye bang, nadila kalau sakit manjanya minta ampun, minta ini lah itu lah, bisa bisa minta cium ntar sama lo."


Omongan yuta kok bener ya.. 


Bener, nadila kalau sakit malah makin imut, kan taeil gemes


Taeil menatap nadila, lalu membaringkan diri dengan setengah badan menindih nadila


"Mau cepet sembuh gak?" tanya taeil


"Hah? Gimana om?"


Taeil mendekatkan wajahnya.


Beneran asli taeil terpesona sama nadila. Dikegelapan aja masih cakep. Pantes jadi kembang nya kampus.


Taeil mencium pipinya nadila


"Om.."

__ADS_1


"Maafin saya." taeil minta maaf.


"Eh? Om taeil kenapa minta—"


Nadila belum selesai berbicara, karena tiba tiba aja taeil meraup bibirnya nadila


Kalem kok dia mainnya


Nadila yang berada di bawah taeil gak bisa ngelawan, bingung dia malah


Jujur, perasaan dia saat ini campur aduk. Deg degan juga


Taeil masih ******* bibirnya nadila lembut, sesekali dia menyudahi untuk mengambil nafas, lalu menempelkan bibirnya lagi ke nadila


Dan nadila yang sedari tadi diam, lama lama terbuai, dia mengalungkan tangannya ke leher taeil. Taeil masih ******* bibirnya nadila, nadila pun sama


Taeil sedikit memiringkan tubuhnya nadila, biar dia juga bisa terbaring.


Taeil mengelus punggung nadila.


Taeil melepaskan ciumannya, dan kini beralih ke leher, menghirup aromanya nadila, dia suka


"Saya suka aroma kamu."


"O-om.." dan tanpa sadar atau tidak, taeil menyesap lehernya nadila, nadila kan kaget.


'Ya Gusti... Kapan ini kelarnya.. Dah gak kuat beneran, makin pusing gue"


'Tahan il, lo ngga bisa lebih dari ini, lo gak boleh nyakitin orang yang lo cintai.'


Dan akhirnya, taeil menyudahi kegiatannya ini.


Dia menatap nadila yang sedang tercengang sepertinya.


Kan taeil jadi tambah gemes


Taeil tersenyum, lalu mengecup bibirnya nadila


"Tidur lagi, biar besok enakan badannya." taeil berbaring di sebelah nadila,


"Peluk lagi ya?" - taeil


Nadila mengangguk.


Taeil membenarkan posisinya, lalu memeluk nadila dan memejamkan mata


Nadila menatap taeil.


Lalu kemudian tersenyum.


Skip ><


Pagi hari....


Nadila mengerjap ngerjapkan matanya.


Dia membuka matanya perlahan.. 


nadila melihat sekelilingnya...


"Ini masih di kamarnya om taeil? " nadila celingak celinguk. Taeil nggak ada.


"Aw! Pusing..."


Tapi dia masih pusing.


Nadila keluar kamar. Dia jalan ke arah dapur.


Dan dia ngelihat taeil disitu..


"Om taeil?"


Taeil nengok.


"Nadila? Kok kamu udah bangun sih?" taeil jalan ke arahnya nadila.


"Om kok nggak berangkat kerja?" tanya nadila.


"Saya nggak ada niatan buat ke kantor hari ini.."


"Kok gitu sih om?" 


"Kalau saya ke kantor, yang jagain kamu siapa?" - taeil mengelus rambutnya nadila.


"Om.. Aku udah gapapa kok, mendingan sekarang om siap siap, habis itu berangkat kerja.."


"Tapi kamu-"


"Aku buatin om sarapan dulu ya. Om siap siap aja."  nadila baru aja ke dapur.


Tapi dia oleng.


Untung aja ada taeil di depannya.  


"Tuh kan! Kayak gini kamu bilang gapapa? Mana mungkin saya ninggalin kamu dalam keadaan kayak gini nadila.."


"Aku gapapa om, cuma sedikit pusing. Mendingan om sekarang siap siap berangkat kerja." - nadila masih ngeyel.


"Nggak! Saya mau jagain kamu disini."


"Tapi kan om-"


"Nadila... Saya pengen jagain kamu, saya pengen ngerawat kamu. Karena saya nggak mau kehilangan kamu."


Jelas aja omongannya taeil bikin nadila grogi.


Nadila sering sih denger kata kata kayak gitu dari minhyun.. Tapi entah kenapa rasanya beda kalau taeil yang ngomong.


"Om?"


"Kenapa?"


"Om kayak gini, karena aku mirip istrinya om yang udah meninggal kan?" tanya nadila.


Dia takut kalau harapannya terlalu tinggi. Makanya dia tanya.

__ADS_1


"Iya, kamu mirip banget sama mendiang istri saya "


Tuh kan. Potek nadila


"Harusnya aku nggak tanya gitu ya om. Kalau aku sendiri aja tahu jawabannya." - nadila


"Kamu memang mirip sama istri saya, tapi itu dulu."


"Maksudnya om?" - nadila


"Dulu saya suka sama kamu, karena senyuman kamu mirip sama istri saya, tapi lama lama saya ngelihat kamu bukan sebagai dia lagi.. Tapi sebagai nadila, diri kamu sendiri." - taeil.


"Kenapa om bisa suka sama aku?" tanya nadila.


"Nadila... Kamu harus tahu, mencintai atau menyukai seseorang itu nggak ada sebuah alasan. Sama seperti saya, perasaan saya sama kamu itu muncul secara alami."


Yang kayak gini nih,, idaman semua wanita.


"Om. Anterin aku pulang."


"Sekarang? Kamu kan masih sakit dil. Nanti aja ya"


"Aku mau lanjutin ngerjain skripsi om. Biar cepet selesai."


"Astaga dil, kamu itu masih sempet sempetnya mikirin skripsi, pikirin tuh kesehatan kamu. Lebih penting."


"Om, skripsi itu juga penting. Nanti kalau nggak selesai kan aku nggak bisa sidang. Ntar nggak lulus kuliah gimana?? Om mau tanggung jawab.?"


Si dila, lagi sakit aja masih bisa cerewet.


"Yaudah iya, saya anterin pulang." - taeil


"Kalau gitu aku mandi dulu ya om. Aku mandinya di kamar mandinya om aja ya yang ada di kamar.." -  nadila


"Yaudah ayo bareng." - taeil


"Hah?! Apanya yang bareng om?" - nadila jadi ambigu


"Mandinya lah "


"HAH?! OM TAEIL PIKIRANNYA JOROK BANGET SIH!!" -  nadila


"Maksud saya itu, kamu mandi di kamar, saya mandi di kamar mandi dapur nadila... Kamu aja yang pikirannya kemana mana." taeil narik hidungnya nadila pelan.


"Ohh.. Aku kira mandi bareng di satu kamar mandi gitu."


"Kalau kamu maunya gitu yaudah ayo." - taeil godain nadila.


"IHH OM TAEIL NIH, KETULARAN MESUMNYA YUTA!!" 


...


Nadila udah  siap siap. Tapi taeilnya belum. Heran aja, cowok kok dandannya lama.


"Om taeil!! Cepetan. Aku udah siap nih."


"Iya bentar!!" 


"Heran, cowok kok lama banget dandannya, padahal cuma nganterin pulang."


Tak lama kemudian taeil keluar dari kamar.


"Om tuh ya. Ganti baju aja lama. Capek nih aku nungguin." - nadila.


"Saya aja nggak capek nungguin kamu nerima saya. Masa gitu aja kamu capek."


"Om taeil nih. Bercanda mulu kerjaannya." - nadila


Taeil tersenyum.


"Bentar deh.. Om kok wangi banget sih? Mau kemana emang?" tanya nadila.


taeil wangi  banget, kayak minyak wangi satu botol dipake sama dia.


"Kan saya mau ketemu calon mertua, ya harus rapi lah."


"Calon mertua?"


Taeil senyum lagi.


"Yaudah yuk. Berangkat katanya kamu capek."


"Om nih kalau ngomong dicampur ya. Aku ya aku.. Saya ya saya om..."


"Halah...Nantinya kan saya bakalan manggil kamu sayang."


"Om taeill!"


"Hehe. Yaudah ayo kita berangkat." 


Taeil sama nadila jalan ke depan.


Tapi taeil berhenti.


"Kenapa om? Kok berhenti?" tanya nadila.


"Kunci mobil sama hp saya ketinggalan di kamar deh kayaknya,"


"Aduh om nih.. Sementang udah tua jadi lupa kan."


" iya iya, bawel banget sih. Yaudah saya mau ke kamar dulu." taeil buru buru balik ke rumah.


"Aku tunggu di luar ya om??!"


Nadila jalan ke luar, nungguin di deketnya mobil.


"Dasar om taeil, efek umur kali ya. Jadi lupaan gitu." gerutu nadila.


Nadila masih nungguin taeil yang ambil kunci mobil. Tapi lama banget braa..


"Astagaa om taeil,ngambil kunci mobil aja lamanya minta ampunn. Keburu panas ini." nadila lihat jam tangan, udah jam 9.


Pas lagi enak enaknya nunggu. Tiba tiba ada yang mencengkeram tangannya nadila.


Nadila menoleh

__ADS_1


"Kak minhyun?"


TBC


__ADS_2