
Nadila sedang merutuki dirinya sendiri, bisa bisanya dia ngomong gitu ke taeil.
Mau ditaruh dimana ini mukanya dila??
Malu dong brou...
Tapi ya emang nggak bisa dipungkiri lagi, nadila emang suka sama majikannya itu.
Dan kenapa dia suka?
Ya karena menurut dia, taeil itu baik, perhatian. Pengertian, sayang sama anak... Dan nggak neko neko.
Dan satu lagi. Ganteng...
Cewek mana sih yang nggak klepek klepek sama taeil? Nggak ada kayaknya.
"Hachii!!!" nadila bersin untuk kesekian kalinya.
"Duhh ini hidung gatel banget.." nadila menggosok gosok hidungnya.
"Nadila?" taeil manggil.
"Iya om kenapa?" nadila jawabnya nggak ngelihat wajah taeil.
Sengaja, biar malu nya berkurang.
"Ngga sopan ya kamu. Majikan lagi ngomong kamunya malah berpaling gitu." - taeil.
"Duh om, aku itu lagi masak. motongin sayur. Ntar kalau aku lihat om. Jari aku kena pisau."
Ya cuma nadila, pembantu yang berani sama majikannya.
Taeil nyamperin nadila.
"Umur kamu berapa?" tanya taeil. Sambil bantuin nadila ngupas bawang
Berasa kayak suami istri aja.
"Kenapa emang om?"
"Udah jawab aja kenapa sih dil??" - taeil
"Umur aku duapuluh dua om..."
Taeil mengangguk pelan
"Usia saya di atas kamu"
"Ya Terus?" - nadila.
"Kalau dihitung hitung itu... Kita cuma beda usia sepuluh tahun mungkin.." - taeil.
"Ya terus kenapa? Om mau nikahin aku gitu? Ayok lah"
"Om? Sepuluh tahun itu ya jauh om, jauh banget malah..."
"Iya saya tahu..," taeil menghadap ke nadila
"Tapi kalau udah urusan hati itu.. Biasanya nggak memandang status, maupun usia.. Yakan?"
Nadila makin nggak ngerti sama ini orang.
"Ya terus kenapa sih om? Om tanya gitu emang mau nikah lagi gitu?"
"Ya mungkin gitu. Eh bukan mungkin sih, emang suatu keharusan." - taeil
"Terus? Om nyuruh aku nyari calon istri buat om gitu?" - nadila masih nggak peka peka.
"Nggak kok, kamu nggak perlu cariin saya calon istri.. Karena saya udah nemuin sendiri." - taeil ngomong gitu sambil ngelihatin nadila.
'Yahh.. Kok ada suara kretek gitu ya di hati gue?' - nadila.
"O-ooh gitu ya om."
"Kamu kenapa?"
"Hah? Emang aku kenapa?"
"Kamu ditanya malah tanya balik."
Nadila cuma nyengir doang.
"Eh iya, saya mau tanya sesuatu sama kamu."
"Tanya apa om?"
__ADS_1
"Apa Kamu.... Masih belum bisa lupain minhyun?" tanya taeil.
"Udah lah om. Gara gara om juga aku udah lupa sama dia"
"Ya perlahan lahan udah bisa lupa kok om... Lagian buat apa juga inget inget masa lalu.. Mantan mah mantan aja." nadila ngomong gitu sambil motongin bawang.
"Tapi yang saya denger... Kamu pacaran sama minhyun dalam waktu lama?"
"Ya sekalipun itu lama kalau bukan jodohnya buat apa sih om dipertahanin... Ya kan?"
taeil cuma ngelihatin nadila aja.
"Nadila?"
"Iya om. Kenapa?"
Taeil memegang kedua bahunya nadila.
"Saya tertarik sama kamu."
DEG!
Ini telinganya nadila masih normal loh ya... Nggak budek kok, nggak salah denger juga.
"Om..."
"Entah kenapa saya sering kepikiran kamu akhir akhir ini..." - taeil
"Hah?"
" kemarin..... Issya ngomong sesuatu ke saya."
"ngomong apa om?" tanya nadila
"Issya ngomong , kalau dia pengen kamu jadi bunda nya dia."
Ya jelas aja nadila syok. Mau bersin nggak jadi.
"Tapi saya nggak mau terburu buru buat mengambil keputusan dil, harus ada tahapannya" - taeil
"Om aku—"
"Kalau boleh, saya pengen kenal kamu lebih jauh lagi. bukan sebagai asisten rumah tangga saya. Tapi sebagai calon bundannya issya"
Yeuu kemarin aja ngebet.
......
Nadila masih di dapur, dia lagi cuci piring. Udah mahir dia pegang piring..
Tapi dari tadi dia ngelamun terus kerjaannya.
Nadila masih nggak nyangka aja gitu, taeil ngelakuin ini.. Baru juga beberapa hari dia kerja disini.
Dila balik badan, niatnya mau naruh piring di rak.
Pyar!
Piringnya pecah.
Iya, soalnya pas balik badan. Taeil ada di belakangnya nadila persis.
Kan nadila kaget.
"Astaga maaf om nggak sengaja. Aku kaget sumpah om ada di depan aku." nadila buru buru beresin pecahan piringnya.
"Saya yang harusnya minta maaf. Udah biar saya aja yang beresin. Kamu lanjutin kerjaan kamu." taeil ikutan beres beres
"Eh om biar aku aja, nanti- aw!" jarinya nadila kena pecahan piring dan berdarah.
"udah dibilang kan biar saya aja yang beresin, kenapa kamu ngeyel sih!"
Loh!! Kok taeil jadi marahin nadila??
"Ma-maaf om. Ini kan udah jadi tugas aku."
"kamu tunggu di ruang tamu sana."
"Tapi kan om-"
"Tunggu di ruang tamu nadila"
Dan akhirnya mau nggak mau nadila harus nungguin di ruang tamu.
.......
__ADS_1
Sekarang taeil sama nadila ada di ruang tamu.. Taeil ngobatin tangannya nadila yang luka.
"Mana tangan kamu."
"Om, biar aku aja yang ngobatin tangan aku."
"Tangan kamu mana??"
Mau nggak mau, nadila nunjukkin luka di tangannya.
Taeil bersihin jarinya nadila yang berdarah, abis itu ngasih plester ke tangannya nadila.
"Lain kali hati hati, jangan ceroboh lagi." - taeil
"Ya kan gara gara situ, saya jadi kayak gini" guman nadila lirih. Tapi taeil denger.
"Jangan ngedumel."
"Iya om taeil iyaa maafin akuu.." - nadila
Taeil senyum tipis.
"Yaudah aku mau ngelanjutin kerja dulu." dila mau balik ke dapur lagi.
Tapi nggak bisa.
Kok nggak bisa?
Ya karena tangannya di pegang sama taeil,
"Om, lepasin tangannya, ini aku mau ke dapur dulu. Ngelanjutin masak"
Dan tanpa diduga taeil narik nadila ke pelukannya.
Kan nadila kaget..
"Om!"
"Udah lama saya nggak ngerasain senyaman ini."
"......"
"Kamu perempuan kedua yang buat saya nyaman setelah ibu saya."
Ibu??? Nadila kira istrinya
"Om?"
" kenapa?"
" apa om samain aku sama istrinya om?" - nadila
Nah ini. Ini yang buat taeil susah jawab.
"Kalau om pengen jadiin aku bundanya issya karena hal itu.. Aku nggak bisa om, maaf."
Taeil melepaskan pelukannya.
"Nadila—"
"Aku nggak mau om lihat aku sebagai mendiang istrinya om taeil. Karena-"
"Kalau saya lupain haein. Apa kamu masih mau jadi bundanya issya?"
"Om taeil.."
Tepat setelah itu, taeil cium bibirnya nadila. Ciuman yang halus.
Maklum orang tua, udah berpengalaman hngg.
Sementara itu nadila cuma diem aja.
Dia nggak tahu mesti ngapain,
Dia pengen melepaskan diri, tapi hatinya nggak bisa.
Jujur dia nyaman.
Taeil melakukannya beberapa detik, dirasa nadila kehabisan nafas. Dia meremas kemejanya taeil.
Taeil melepaskan ciumannya. Dia menatap wajahnya nadila.
"Bantu saya buat jatuh cinta sama kamu."
TBC
__ADS_1