Papa Muda

Papa Muda
40


__ADS_3

Taeil bener bener kaget sama omongannya nadila.


Cerai....


Taeil benci sama kata kata itu. Ya nggak cuma taeil aja sebenernya. Pasti semua orang nggak mau cerai sama orang yang dia cinta. Termasuk taeil,


"Dila kok kamu ngomong gitu sih?"


"Kenapa emang? Mas udah nggak mau kan ngurus issya. Yaudah biar aku aja yang ngurus. Tapi kamu ceraiin aku!" - nadila


"Kata siapa sih aku nggak mau ngurus issya? Kata siapa?!!"


"Buktinya mas tadi ngomong gitu.. Jahat banget kan mulut kamu!"


Nadila langsung ambil tasnya, abis itu buka lemari. Dia masukkin semua bajunya.. Bajunya hyunjin juga..


"Dila kamu mau kemana?"


"Aku mau pulang ke rumah mama!" - nadila


"Dila. Ayo kita bicarain baik baik. Gausah kayak gini."


"Lepasin aku! Nggak usah ngelarang aku." nadila masih masukkin bajunya. 


Dia keluar dari kamar, abis itu ke kamarnya issya.


Brak!


"Astaga, bisa nggak sih lo tuh nggak nyolot kalau nutup pintu? Kaget gue dil." - yuta


"Nggak usah ngomong lu!" nadila malah marah abis itu langsung masuk kamarnya issya


"Sama aja kayak dulu. Nggak mau ngalah."


"Nadila!"


BRAK!


"Yasalam! HEH YANG NYATAI NAPA SIH KALAU NUTUP PINTU! LO PIKIR GUE NGGAK SYOK APA HA?!" yuta jadi ngegas.


Taeil nggak jawab dia langsung masuk ke kamarnya issya.


"Heran deh sama mereka.. Udah punya anak dua juga masihh aja berantemnya kayak gitu." yuta geleng geleng kepala aja.


Skip ><


pagi ini taeil sama nadila lagi ada di ruang tamu. Soalnya ada hansol.


Issya masih tidur. Hyunjin juga,, soalnya masih pagi banget hansol kesini.


Nadila juga nggak jadi pergi dari rumah..


Ya karena dibujuk sama yuta. Biar nggak pergi. Soalnya dibujukin taeil nggak mempan.


Tapi ya gitu,, mereka berantem terus semaleman. Yuta sampai pusing yang denger.


"Jadi.. Kapan ya issya bisa saya ambil?"


Nadila diem. Masih mode bersungut dia. Lagian dia juga nggak berhak buat ikut campur.


"Han?"


"Kenapa?"


"Gue nggak bisa ngasih issya ke elo."


Nadila langsung noleh ke arahnya taeil.


"Mas..."


"Nggak bisa gitu dong il. Lo inget kan sama perjanjian kita waktu itu?" - hansol


"Iya gue nggak lupa. Tapi gue nggak bisa ngasih issya ke elo sekarang."


Brak!


Hansol menggebrak meja.

__ADS_1


"Jadi maksud lo gue nggak boleh gitu bawa issya? Iya?!"


"Nggak gitu han! Kalau sekarang lo bawa issya. Mana mungkin issya mau!"


"Ya itu karena lo nggak pernah cerita kalau lo bukan ayah kandungnya!"


"Mas hansol!" nadila ikutan ngomong. Padahal dia nggak pengen ikut campur sebenernya.


"Kata suami saya itu bener. Nggak mungkin issya mau gitu aja dibawa sama mas hansol. Karena issya nggak tahu kalau mas itu ayahnya dia." - nadila


"Tahu apa kamu? Nggak usah ikut campur urusan saya!"


" saya berhak ikut campur. Karena sekarang saya ibunya issya."


"Kamu itu bukan siapa siapanya issya! Jadi jangan ikut ikutan ngomong!"


"Gausah bentak istri gue juga!" taeil yang lihat istrinya di gituin nggak terima lah.


"Mas taeil udah."  nadila nahan taeil biar nggak emosi.


"Pokoknya gue mau ambil issya sekarang juga!" - hansol masih ngeyel.


"Gabisa! Gue nggak bakalan ngasih issya ke siapapun." - taeil


"GUE BAPAK KANDUNGNYA *****! LO MAU NGEJAUHIN GUE SAMA ANAK GUE SENDIRI IYA?!"


"YA LO KEMANA AJA SELAMA ENAM TAHUN INI SAT! EMANG YANG BELIIN SUSU BUAT ISSYA SIAPA? BELIIN POPOK BUAT ISSYA JUGA SIAPA? ELO? NGGAK KAN! LO MALAH SEENAKNYA AJA KLUYURAN NGGAK JELAS!"


"GUE KAYAK GINI JUGA DEMI ANAK GUE!"


"DEMI APAAN?? KALAU LO EMANG SAYANG SAMA ANAK LO. NGAPAIN LO PAKE PERJANJIAN SEGALA? NGAPAIN? TERUS NGAPAIN JUGA SEGALA PAKE NUNGGU SELAMA INI?? LO MAU CARI ****** DULU IYA??!"


"Mas taeil, mas hansol! Udah.. Nanti issya denger." 


"Ayah? Bunda??"


Tuh kan. Baru juga dibilangin sama nadila, issya udah bangun dan keluar dari kamar.


Nadila langsung nyamperin issya.


"Eh issya udah bangun."


"Gue mau bawa issya sekarang!" hansol langsung nyamperin issya.


"Issya"


"Om hansol? Om hansol kok pagi pagi ke rumahnya issya sih? Kan issya libur sekolahnya?"


Hansol senyum.


"Issya, ikut sama papah ya."


"Papah?"


"Iya, om ini papah kamu." - hansol.


"Ayahnya issya itu cuma satu om.. Ayah taeil." - issya.  


"Issya. Dia itu bukan ayah kamu. Om ini ayah kandung kamu." - hansol bersikukuh.


"Nggak! Ayah nya issya cuma satu! Issya nggak mau punya ayah lain!"


"Issya, mereka ini bukan siapa siapa kamu. Jadi sekarang kamu harus ikut papah pulang."


"Nggak mau! Bundaa issya nggak mau pergi sama om ini." issya malah nangis. Sambil mengeratkan pelukan ke nadila.


"Iya iya. Issya nggak pergi kok."


"Mas hansol. Sebaiknya mas pulang sekarang."


"Kamu nggak ada hak buat ngusir saya!"


"Lo nggak denger? Issya nggak mau sama lo. Jadi lo bisa pergi sekarang!" - taeil ngusir hansol.


"Issya, papah kamu ini om. Bukan dia, dan bunda kamu itu udah meninggal. Jadi yang kamu peluk sekarang bukan siapa siapa."


"Nggak mau!! Issya maunya sama ayah taeil sama bunda dilaa." issya malah nangis kejer.

__ADS_1


"Lo nggak denger apa gimana sih han? Issya nggak mau sama lo! Pergi sana!"


"Oke.. Gue pergi sekarang, tapi inget ya. Gue bakalan secepetnya ngambil anak gue!" hansol langsung pergi ninggalin mereka.


"Issya nggak mau pergi sama om itu.." issya masih nangis.


"Udah udah. Issya nggak bakalan pergi kok." nadila gendong issya. Biar nggak nangis lagi.


Taeil jadi makin pusing kan.


......


Issya udah di tenangin nadila. Dan sekarang lagi ada di kamar.


Untung aja hyunjin nggak bangun. Jadi gak repot.


"Mas?" nadila nyamperin taeil


"Issya udah nggak nangis kan?"


"Nggak kok."


Taeil lagi gelisah. Dari tadi dia gigitin kuku di jarinya..


Kebiasaan kalau emang lagi panik ya gitu.


"Mas.. Kamu yang tenang." nadila menenangkan taeil yang lagi gelisah.


"Aku takut hansol nekat dil." ucap taeil lirih.


"Kita pikirin jalan keluarnya bareng bareng. Jadi mas nggak usah khawatir. Kan mas sendiri yang bilang kalau jangan mikir macem macem." - nadila


Taeil ngelihat ke arahnya nadila.


Terus abis itu langsung di peluk.  


"Maaf kalau kemarin aku sempet bentak kamu." taeil mengelus kepalanya nadila pelan.


"Iya.... Maafin aku juga ya, kemarin bilang cerai ke kamu."


Mereka berdua mengeratkan pelukan.


Asli, taeil jadi lebih tenang  kalau udah kayak gini.


Emang cuma nadila sama anak anaknya yang bikin dia tenang.


Skip ><


Nadila sama hyunjin lagi ada di halaman rumah.


Katanya mama seohyun, bayi seusia hyunjin itu kalau bisa dijemur pas pagi hari. Biar sehat.


Makanya sekarang nadila lagi bawa hyunjin ke halaman depan.


"Duhh anaknya bunda seneng ya keluar rumah?" nadila lihat hyunjin tangannya gerak terus. Itu berarti tandanya seneng.


Dan hyunjin nggak rewel.


"Eh iya, hyunjin belum makan kan ya." nadila naruh hyunjin di kereta bayi.


"Hyunjin tunggu disini ya, bunda mau ambil makan dulu buat hyunjin." nadila ngelus pipinya hyunjin abis itu masuk ke dalam rumah.


Ninggalin hyunjin sendirian.


Nadila udah selesai buatin bubur pisang buat hyunjin.


Dan sekarang dia keluar ke rumah buat nyusulin hyunjin lagi.


Kasihan kan kalau hyunjin ditinggal sendirian lama lama.


Nadila buru buru nyamperin hyunjin.


"Hyunjin.. Makan dulu ya sayang."


Dan pas dia lihat ke arah kereta bayi.


Dia langsung kaget,

__ADS_1


"HYUNJIN!!"


TBC


__ADS_2