Papa Muda

Papa Muda
19


__ADS_3

Nadila dibawa ke rumah sakit..


Ya, jadi nadila tadi yang ditabrak sama mobil. Demi menyelamatkan taeil


"Nadila kamu bertahan ya." sedari tadi taeil ngomong sama nadila yang setengah sadar itu.


"Om taeil...."


"Jangan merem oke. Lihat aku sini."


Nadila bisa denger taeil ngomong. Tapi terlalu lemah buat ngejawab.


"Nadila dengerin aku ngomong sini.... Jangan merem" taeil mengeratkan genggamannya ke nadila.  Masa bodo sama baju dia yang penuh noda darah.


Taeil terlalu khawatir saat ini.


"Maaf... Bapak tidak boleh masuk." - suster.


susternya langsung masuk ke ruang ugd. Sedangkan taeil menunggu di luar


"Nadila..."


....


Nadila udah dipindah ke ruang rawat biasa, cuma emang belum sadar karena tadi dia harus dioperasi bagian bahu.


Dan taeil masih ada disitu.


Padahal ini udah sore, darah yang ada di bajunya taeil aja udah kering.


"Bang!" yuta datang...


Taeil cuma menoleh sekilas, abis itu balik lagi lihatin nadila.


"Nadila belum sadar?"


Taeil cuma menggeleng.


"Kok bisa gini sih bang?" - yuta.


"Nadila di tabrak sama mobil."


"Wah sialan itu mobil. Awas aja ya bakalan gue cari. Kalau udah ketemu. Gue uyel uyel mukanya sampe patah hidungnya sekalian sama muka mukanya." - yuta.


Taeil hanya bisa menghela nafas.


Yuta ngelihat keadaannya taeil yang sedikit... Kacau.


"Bang. Pulang dulu sana! Nggak lengket apa itu badan." - yuta nyuruh taeil pulang.


"Iya. Kalau nadila udah bangun gue pulang" - taeil


"Astaga, lo kok jadi lemah banget sih bang sekarang? Dulu aja sama mbak haein nggak gini gini amat."


"Gausah bandingin haein sama nadila bisa nggak? Mereka beda sifat!"


Sekarang taeil sering marah kalau ada yang ngebandingin nadila sama haein.


Padahal dulu dia juga gitu. 


"Nah itu lo tahu kalau nadila beda sama mbak haein. Terus kenapa lo samain dia sama istri lo tercinta itu?"


"Bacot lo ya!" - taeil


"Udah lah bang.. Mendingan lo pulang sanaa... Ntar kalau nadila sadar lo minta cium nggak mau pasti. Soalnya lo bau badan. Lagian lo nggak kasihan apa sama issya, dia ngurung diri di kamar terus tuh gara gara nadila belum sadar."


Iya, pas tahu nadila masuk rumah sakit, issya langsung nangis. Ngurung diri di kamar. Sambil manggil nama nadila terus.


"Yuta! Lo tuh ya-"


"Om taeil..."


Yuta sama taeil menoleh ke arah nadila.

__ADS_1


"Om tae..il."


"Nadila!" taeil sama yuta langsung ke arahnya nadila.


"Yuta panggil dokter sekarang!"


....


sekarang nadila sama taeil lagi berdua.


Yuta udah pulang duluan. Nggak mau jadi nyamuk dia.


"Om taeil nggak kenapa kenapa kan?" tanya nadila.


"Ya jelas aku gapapa, yang kenapa kenapa malah kamu. Ya kan?" - taeil


"Habisnya om taeil nyeberang sembarangan. Itu kan jalan raya om."


"Tapi akhirnya kamu yang kayak gini..."


"Om.. Ini namanya takdir, kan om sendiri yang bilang. Kalau kita nggak bakalan bisa ngelawan sama yang namanya takdir." nadila.


"Tapi akhirnya kamu yang kenapa kenapa..harusnya aku kan yang terbaring disini. Bukan kamu." - taeil


"Om.. Yang penting kan sekarang aku udah gapapa, udah bangun juga kan. Om gausah khawatir gitu deh." nadila senyum ke taeil.


Sumpah, udah lama taeil nggak lihat nadila senyum sehangat ini. Itu buat hatinya nyaman dan tenang.


"Mama sama kak dani udah kesini om?" tanya nadila


"Udah, bahkan dani tadi ikut jagain kamu disini"


"Terus issya gimana om?"


"Kamu tuh ya, baru bangun jangan banyak omong dulu." taeil mengelus kepalanya nadila


" aku kangen issya om...."


"Om?"


"Kenapa?"


"Om udah tahu siapa yang berusaha bikin om celaka?" tanya nadila.


Taeil menggeleng pelan.


"Belum  aku, yuta sama dani masih cari cari informasi tentang dia."


"Terus kalau udah ketemu. Om mau apain?"


"Ya aku nggak bakalan maafin dia lah, karena dia udah berani bikin kamu kayak gini - taeil.


Nadila tersenyum tipis.


Sebenernya nadila lagi kepikiran sesuatu. Tentang mobil yang berusaha nabrak taeil waktu itu.


Itu pasti disengaja.


Karena nadila pernah lihat warna sama bentuk mobilnya.


Tapi dia masih belum bisa mikir. Masih pusing...


Yang jelas dia nggak asing banget sama itu mobil.


Skip ><


Taeil baru aja sampai rumah. Rencananya hari ini dia mau bersih bersih badan. Abis itu tidur sebentar. Lagian di rumah sakit udah ada ten sama mama yuri. Jadi dia bisa istirahat sejenak.


Soalnya daritadi pagi sampai udah sore, taeil yang ada di rumah sakit. Sampe lupa sama makan minum. Bahkan mandi.


Lengket banget itu pasti.


Taeil lihat ke arah pintu depan, dia ngelihat sosok laki laki.

__ADS_1


Minhyun.


"Ngapain kamu kesini?" tanya taeil nggak basa basi.


"Saya mau minta alamat rumah sakit tempat nadila di rawat."


"Buat apa kamu tahu?" - taeil


"Ya saya mau tahu keadaanya nadila lah pak.. Masa cuma bapak doang yang boleh?" - minhyun.


"Sebentar... Kok kamu bisa tahu nadila kecelakaan?" taeil curiga.


"Menurut pak taeil... Saya tahu dari mana?" minhyun tersenyum miring.


'Jangan jangan minhyun yang sengaja mau celakain gue waktu itu?'


Taeil langsung mencengkeram kerah bajunya minhyun.


"Lo kan yang udah nabrak nadila?!"


Waduh, pake lo gue braa.. Marah beneran ini.


"Iya! Gue emang mau nabrak elo. Tapi sayangnya malah nadila yang kena! Dan ini semua gara gara elo!" - minhyun malah nyalahin balik si taeil.


"******* ya lo! Nggak punya hati apa gimana hah?!" - taeil


"Hati saya cuma buat nadila bapak taeil yang terhormat. Kalau buat situ mah. Ngapain juga saya harus pake hati?" - minhyun.


"Lo denger baik baik ya! Mulai sekarang.. Gue nggak akan biarin lo nyakitin calon istri gue.. Ngerti!" taeil melepaskan cengkeramannya, setelah itu masuk ke dalam rumah.


Untung aja hari ini yuta nggak ada di rumah. Kalau tahu bisa bisa minhyun abis sama si yuta.


"Haha calon istri? Gue pastiin itu cuma angan angan lo doang!" minhyun langsung pergi dari rumahnya taeil.


...


.......


Sementara itu,, nadila lagi mikir Sesuatu.


Masih tentang mobil yang berusaha bikin taeil celaka.


"Gue kayak pernah lihat mobil itu deh.. Tapi dimana ya?"


Dia masih mikirr keras.


"Dek,gausah mikir macem macem dulu. Baru sadar juga." ten membuyarkan konsentrasinya nadila.


"Duh kak, gue tuh lagi mikir... Sebenernya siapa yang nabrak gue. Waktu itu."


"Kenapa lo mikirin itu sih?"


"Karena gue nggak asing sama mobil itu kak dani..."


Nadila mikir lagi, siapa sih sebenernya yang punya mobil itu...


Dia maksa buat mikir, dan sampai akhirnya dia bener bener inget semuanya.


"Kak dani!"


"Kenapa dek? Lo sakit? Gue panggilin dokter ya!"- ten


"Gue tahu siapa yang nabrak gue waktu itu."


"Hah?! Serius lo? Yang bener aja deh dek." ten nggak percaya..


"Kak gue serius, gue udah inget siapa pemilik mobil itu."


"Siapa emang?"


"Kak minhyun"


TBC

__ADS_1


__ADS_2