Papa Muda

Papa Muda
45


__ADS_3

Mereka kaget sama kedatangan minhyun.


"Selamat pagi kalian."


Minhyun jalan ke arahnya nadila sama taeil.


Nadila mengeratkan genggaman ke taeil,, dia sembunyi di belakang.


Ya nadila takut. Dia takut ketemu minhyun.


"Mas... Aku takut." - nadila berucap lirih.


"Jangan takut dil.. Aku nggak bawa senjata kok. Dan aku kesini baik baik." - minhyun


"Ngapain kamu kesini?" tanya taeil.


"Pak... Izinin saya ngomong berdua sama nadila." - minhyun minta izin.


"Ngapain kamu mau ngomong berdua sama istri saya?!"


"Ada hal penting yang pengen saya omongin pak.. Ini manyangkut masa depan saya."


Taeil lihat ke arahnya nadila.. Dia bisa lihat kalau istrinya ini takut.


"Minhyun pengen bicara sama kamu.."


Nadila geleng geleng kepala.


"Aku nggak mau ketemu dia lagi mas.."


"Dila... Mas izinin kamu buat ngomong sama dia. Kamu gausah takut, kan ada mas."


"Meskipun mas izinin aku.. Aku nggak bakalan mau ngomong sepatah kata pun sama dia!" nadila langsung gendong hyunjin. Abis itu buru buru masuk ke rumah.


"Kamu lihat sendiri kan? Saya udah izinin kamu buat ngomong sama dia... Tapi istri saya sendiri yang menolak." - taeil


"Saya paham kok pak.. Pasti nadila trauma lihat saya.." - minhyun.


"Kalau gitu saya permisi dulu pak. Mungkin lain waktu saya bakalan kesini lagi. Permisi." minhyun langsung bergegas pergi meninggalkan rumah taeil.


"Apa lagi yang bakalan dilakuin minhyun?" guman taeil.


.....


Sore ini hansol berkunjung ke rumahnya taeil, yang pastinya mereka bakalan ngomong secara baik baik. Nggak kayak waktu itu.


"Gue seneng, kalian jagain issya dengan baik selama gue nggak ada." - hansol


"Nggak mungkin juga kan gue nelantarin issya." - taeil


Hansol senyum tipis.


"Nadila?"


"Iya?"


"Saya mau minta maaf sama kamu,"


"Minta maaf buat apa mas?"


"Waktu itu saya sempet kasar sama kamu. Jujur saya ngelakuin itu karena saya pengen cepet cepet bawa issya tinggal sama saya." - hansol


"Gapapa kok mas.. Menurut aku wajar." - nadila


"Lo mau ambil issya sekarang han?" tanya taeil..


"Nggak il, gue nggak bakalan ngambil issya dari kalian."


Nadila sama taeil terkejut sama yang dikatakan hansol.


"Mas hansol... Serius?"


"Iya serius. Saya nggak bakalan maksa kalian lagi buat nyerahin issya sekarang. Yang penting issya disini baik baik aja." - hansol.


"Mas hansol?"


"Kenapa?"


"Saya sama mas taeil bakalan ngasih pengertian ke issya kalau mas itu ayah kandungnya." - nadila


"Iya.. Makasih dil, jagain issya baik baik ya.. Meskipun kalian udah punya anak sendiri. Seengaknya jangan lupain issya."


"Kita nggak mungkin ngelupain issya han. Dia yang udah bikin hidup gue jadi gini.. Mana mungkin gue ngelupain anak gue sendiri." - taeil


"Makasih il.. Pantes aja dulu haein lebih milih lo daripada gue, ternyata lo tanggung jawab. Dan nggak lari dari kenyataan." - hansol


"Ya mungkin emang dulu haein ditakdirkan buat gue.."


"Padahal gue dulu sempet mau ngerusak pernikahan lo tahu nggak sama dia.. Cuma karena gue tahu kalau haein hamil anak gue.. Gue lebih milih ikhlas." - hansol


"Iya ya.. Kalau diinget inget tuh cobaan gue pas pacaran sama haein ada aja,, bahkan gue rela ningalin seulgi demi haein. Ya abisnya gue kepincut banget sama pesonanya dia."


Ini napa pada jadi bahas masa lalu deh??

__ADS_1


Panas loh nadila ini..


"Kok lo bisa sih cinta sama dia?" - hansol


"Ya karena dia cantik lah."


"Wahh jadi lo ninggalin seulgi cuma karena haein cantik gitu?? Parah.."


"Ya dulu kan masih labil labilnya han..."


Nadila masih lihatin.


Mau tahu komuknya sekarang??


Gini nih : 😒😒😒😒


Hansol ngelirik nadila...


Dia tahu pasti nadila bete gara gara taeil bahas masa lalu..


"Yaudah kalau gitu gue pamit dulu ya il,, nadila saya pamit dulu ya." - hansol


"Mas?"


"Kenapa ya??"


"Aku anterin sampai depan ya.." nadila senyum ke hansol


Loh loh!! Apa ini??? Kok pake aku kamu segala??? Taeil kan kaget.


"Ha? Ng-nggak usah saya bisa-"


"Mas hansol nih. Gapapa udah ayo. Aku anterin."


"Dil?" - taeil


Nadila nggak peduli sama taeil,


Dan betapa kagetnya nadila ngerangkul tangannya hansol.


Gimana nggak panas coba??


"Dila?!"


"Apa sih mas?"


"Itu gausah pegangan gitu dong." - taeil


"Emang kenapa? Kan aku mau nganterin mas hansol keluar.. Yuk mas." nadila langsung jalan berdua sama hansol.


Asli hansol mau ngakak aja lihat mereka berdua, gini nih kalau pernikahan antara daun muda dan daun tua..


"Mas hansol hati hati ya.. Nanti aku bakalan bujukin issya biar mau kenal sama mas." nadila senyum terus dari tadi.


"Iya.. Makasih ya nadila." hansol bales senyumannya.


"Nggak usah senyum lama lama juga han." - taeil menyindir


"Oh iya. Mas punya line kan?"


"Punya kok.. Kenapa emang?" - hansol.


"Gimana kalau aku minta id line nya? Nanti biar mas tahu perkembangan issya kayak gimana.."


Nadila balas dendam ternyata. 


"Dila?! Ngapain sih minta minta id line segala??" - taeil


"Kenapa sih mas emangnya? Salah?"


"Ya salah lah. Lagian kan aku udah punya kontaknya dia. Kenapa kamu minta segala?"


"Ya kan biar kita lebih kenal satu sama lain.. Ya kan mas hansol??"


Hansol cuma bisa senyum aja..


"Jadi minta id line nggak nih?" - hansol malah ikut ngegodain


Belum juga nadila jawab, disamber taeil duluan.


"Halah udah pulang sono! Nggak ada line line nan. Line nya dila udah gue hapus." - taeil ngusir hansol.


"Loh il? Kok gitu? Suatu kehormatan banget lo gue ini dimintain id line sama cewek cantik kayak nadila.."


"Han.. Lo pulang sekarang apa rem mobil lo gue bikin blong nih?!"


Wadaw,,, ketika orang tua cemburu..


"Sadis amat lo il. Mau matiin temen sendiri."


"Udah sana pergi!"


"Iya iya,  santai napa sih.. Yaudah nadila aku pulang dulu ya.."

__ADS_1


Hansol menekankan kata aku.


"Iya mas.. Hati hati ya."


Hansol mengedipkan satu matanya ke nadila.


"HANSOL GUE MATIIN BENERAN LU YA!" taeil udah siap siap mau ngehajar si hansol ini.


Tapi hansolnya keburu lari.


"Mas taeil tuh ngapain sih?" - nadila


"Ngapain ngapain.. Kamu tuh yang ngapain!"


"Ya emang aku kenapa??"


"Masih tanya kenapa.. Ngapain tadi kamu gandeng gandeng tangan hansol segala? Mana ngomongnya pake aku kamu lagi.. Mau duain aku iya??!" - taeil


"Siapa juga yang mau duain? Aneh." nadila masuk ke rumah. Disusul taeil belakangnya.


"Terus? Kenapa tadi kamu minta id line nya hansol segala? Mau ngapainn? Mau selingkuh iyaa??"


"Apasih mas?? Berisik banget tahu nggak.. Eh tapi kok aku baru nyadar ya . Kalau mas hansol itu ganteng,, keren. Style nya juga oke banget.."


"Nadila!!" taeil panas braa..


"Apa??? Kamu juga tadi kenapa bahas bahas mbak haein di depan aku?? Kamu masih cintaa sama dia iyaa??"


"Ya kan hansol tanya. Ya aku jawab lah."


"Alesan aja kamu ki mas... Bilang aja kalau kamu masih belum bisa lupain mbak haein yakan?"


"Nadila?"


"Makanya kamu tadi semangat banget ceritain dia di depan mas hansol yang tak lain adalah mantan pacarnya mbak haein."


"Dil..."


"Kamu tuh jadi pebinor tahu mas. Udah ngerebut mbak haein dari mas hansol jahat kamu."


"Lah kok jadi aku yang jahat? Haein lah yang jahat,, udah bohongin aku."


"Ya gitu gitu kamu cinta kan sama dia.. Mana dibilang cantik lagi.." - nadila


"Nggak! Aku nggak cinta sama dia. Aku cintanya sama anaknya papa changmin."


"Siapa? Kak dani? Ihh kamu maho."


"Dila!"


Nadila ngakak aja bisanya lihat taeil kayak gitu.. Macem bocah SMA aja.. Padahal udah tua.


"Mas taeil jangan berisik deh. Nanti hyunjin bangun tau." nadila langsung duduk di sofa. Habis itu nyalain tv.


"Kok kamu nggak ke dapur? Nggak masak emang?"


"Ntar aja nunggu issya sama yuta dateng. Baru aku masak"


Taeil ikut ikutan duduk di sebelahnya nadila.


"Mas ngapain sih nempel nempel gini duduknya?? Jauhan sono."  - nadila


"Kenapa emang? Nggak boleh gitu duduk disebelahnya istri?"


"Bukannya nggak boleh. Tapi aku risih mas."


Bukannya ngejauh. Taeil malah maki. Deketin nadila.


"Mas mau apa sih?"


Taeil celingak celinguk.


"Morning kiss. Tadi kan belum."


"Jangan aneh aneh.. Ini udah sore. Bukan pagi lagi."


Tanpa aba aba. Taeil langsung ******* bibirnya nadila.


"Hmpphh - mas!" nadila meronta. Tapi taeil semakin memperdalam ciuman.


Bahkan ciumannya liar.


Dah tuh bakalan biru kayaknya bibirnya nadila.


Taeil masih melakukannya. Padahal dari tadi nadila nahan sakit itu..


Kayaknya belum puas sama yang semalem.


Bibirnya nadila udah bengkak pasti.. Tapi taeil masih aja ngelakuin.


Sampai akhirnya.


"ASTAGFIRLLAH HAL'ADZIM... MAMA JISOO PENGEN CEPET CEPET NIKAH AJA KALAU GINI!!!"

__ADS_1


TBC


__ADS_2