Papa Muda

Papa Muda
88


__ADS_3

Nadila masih di kamar, lagi senderan di sofa sambil ngelus perutnya.


"Ngga kakak ngga adek... Sama aja! Nyebelin!"


Oh dia masih kesel sama yuta sama taeil juga.


"Masih ngambek ya.." tiba tiba aja taeil udah di kamar.


"Bodo!" nadila memalingkan wajahnya.


Taeil ketawa lirih.


"Sayang?"


"Apa?!"


"Kita ke kliniknya mingyu yuk."


"Ngapain?Aku tuh maunya ketemu minhyun bukan mingyu!"


"Emang Kamu ngga pengen usg gitu?"


"Buat apa usg.. Bulan depan juga udah lahir dedeknya."


"Kalau aku suruh minhyun kesini... Gimana?"


Nadila menoleh ke arahnya taeil.


"Beneran? Mas ngga bercanda kan?"


"Ngga bercanda sayang... Serius."


Nadila langsung berbinar.


"Tapi... Besok kita ke kliniknya mingyu ya. Kamu kan udah dua bulan ini gamau periksa."


Nadila mengangguk semangat. Abis itu meluk taeil.


"Makasih mas... Kamu tuh emang suami terbaik deh."


Taeil senyum tipis.


Terpaksa dia lakuin ini mah. Dia berdoa aja supaya nadila ngga minta neko neko ke minhyun.


........


Nadila sedari tadi ada di cermin. Ya mau ngaca.


Mana itu udah dandan.


"Eh rambut aku enaknya diapain ya? Diurai? Atau malah di iket?"


"Diurai aja deh.." nadila ambil sisir. Dia nyisirin rambutnya yang sebahu itu.


"Sayang. Tuh minhyun nya udah sampe." - taeil


Nadila berdiri.


"Mas? Jerawat aku ngga kelihatan kan? Terus make up aku menor ngga?"


"Ngga kok ngga kelihatan."


"Terus aku udah cantik belum?"


Taeil menghela nafas.


"Udah sayang.. Kapan sih istri aku ngga cantik hm?"


Nadila tersenyum cerah.


"Yaudah aku mau ketemu kak minhyun dulu ya mas." nadila keluar kamar.  Disusul taeil di belakang.


"Etss! Mas taeil mau ngapain?"


"Ya aku mau nemenin kamu lah."


"Gausah mas. Mas taeil mendingan ke ruang tengah aja sama yuta."


"Eh? Kok gitu sih? Kan aku suami kamu.. Masa aku nungguin di ruang tengah sedangkan istri aku berduaan sama cowo lain?" - taeil.


"Pokoknya mas taeil tunggu di ruang tengah. Kalau ngga mau. Berarti nanti malem mas tidur di sofa."


"Sayang...."


"Udah sana.."


Dan mau ngga mau taeil harus nunggu di ruang tengah sama yuta.


"Ngapain lo disini?" yuta lagi enak nonton tv.


"Disuruh sama nyonya besar tuh."


"Maksudnya? Nadila nyuruh lo kesini gitu?" - yuta


Taeil mengangguk, abis itu duduk di sebelahnya yuta.


"Berarti bini lo berduaan dong sama minhyun"


"Gausah diperjelas juga..." - taeil


"BAJING KETAWA DULU GUEE HAHAHA!!" yuta ngakak.

__ADS_1


"si anjing malah ngetawain!" taeil nonyor kepalanya yuta.


Yuta cekikikan.


"Lihatin sono. Ntar kalau mereka diem diem balikan, lo nya malah bunuh diri jangan jangan." - yuta.


"Mau lihatin gimana. Orang ancemannya tidur di sofa"


"HAHAHA DASAR BUCIN TUA! UDAH BUCIN, TUA **** LAGI" yuta mah gitu sama kakaknya.


"Kayak ngga bucin aja nih orang...gue sleding juga lo!"


"kakak taeil yang sabar ya... Adek yuta disini selalu memberi dukungan penuh kepada kakak." yuta ngelus kepalanya taeil.


"Iya adek yuta. Makasih atas dukungannya"


Dan mereka berdua berpelukan.


Dasar hutomo siblings.



(Inilah gambaran hutomo sibling gaess😂)


Sementara itu minhyun lagi sama nadila di ruang tamu.


"Nadila?"


"Iya kak?"


"Suami kamu kok ngga kesini?" tanya minhyun.  Gaenak dia kalau mesti berduaan gini. Apalagi sama istri bosnya.


"Ihh gapapa kak. Lagian dia juga lagi sama yuta tuh nonton."


"Iya sih tapi kan—"


"Loh dek? Kamu ngapain berduaan sama minhyun disini?" tiba tiba aja ten sudah berada di ambang pintu.


"Suka suka aku lah. Udah sana pergi!" nadila malah ngusir.


"Hyun? Lo mau jadi pebinor lagi apa gimana nih?"


"Eh bang... Ga gitu sumpah."


"Udah kak dani nyusulin yuta sama mas taeil sana!!"


Ten buru buru masuk ke rumah.


Kan minhyun jadi tambah ngga enak ini.


"Bang, itu kok nadila berduaan sama minhyun lo diem aja sih?" ten


"Biasa bang, bucinn ya begitu." - yuta


"Ya kan kita gaada yang tau bang.."


PLAK!


Yuta kena gaplokan taeil. 


"Sakit ******!"


"Makanya jangan lemes itu mulut!"


Sementara trio ubur ubur pada ribut, nadila sama minhyun tenang tenang aja.


"Nadila... Aku pamit pulang dulu ya."


"Eh? Kok buru buru banget sih kak? Kita belum ada sepuluh menit ngobrol."


"Nadila... Aku ngga enak sama suami kamu. Terus sama yuta sama bang dani juga."


"Ih gapapa.. Lagian kan  suami aku udah izinin."


"Dila... Tapi tetep aja aku ngerasa ngga enak."


"Hikss..."


Dan nadila menangis.


"Eh? Kamu kok nangis.."


"Kak minhyun gamau ketemu aku lagi ya? Padahal kan dulu kalau ngga ketemu sehari aja bilang kangen."


"Yaampun nadila.. Itu kan pas jamannya kita masih pacaran. Sekarang kan kita udah punya kehidupan masing masing."


"KAK MINHYUN JAHAT!! SAMA AJA KAYA MAS TAEIL!" nadila langsung masuk ke kamar.


BLAM!


Pintu kamar terbanting.


"Astaga... Mesti gimana ini gue?" minhyun bingung harus ngapain.


"Minhyun? Itu nadila kenapa?" tanya taeil.


"Eh itu pak... Saya tadi pamit pulang. Tapi sama nadila ngga dibolehin terus nangis gitu."


"Minhyun maafin nadila ya. Maklum lagi hamil tua.." - taeil


"Ah iya gapapa pak, santai aja sama saya hehe."

__ADS_1


Taeil menghela nafas. 


'Ini pergantian bulannya masih lama ya??'


......


Nadila udah ganti pake baju tidur. Dan dia lagi ngaca. lagi bersihin make upnya.


"Tau gini aku gabakalan mau ketemu sama yang namanya minhyun! Nyakitin aja bisanya!!"


Nadila menggerutu sejak tadi.


Dia berdiri, lalu ke kasur.


Dia senderan. Abis itu ngelus perutnya.


Dia menghela nafas.


"Dek.. Kamu jangan banyak gerak lagi ya. Bunda mau istirahat nih...capek gara gara ga pernah tidur pas malem."


"Aduh!" baru juga diomongin. Udah maen tendang aja.


"Kamu tuh ya... Dibilangin bunda jangan nendang nen—aduh adek.."  nadila ngomong sama perutnya.


"MAS TAEIL..." nadila manggil taeil.


Tak berselang lama taeil datang dengan membawa segelas susu.


Biasanya nadila bikin sendiri. Tapi sejak hamil anak ketiga ini apa apa minta sama taeil. Manja sekali.


"Kok belum tidur hm?"


"Susah mas... Nih gerak terus dari tadi.." nadila menunjuk perutnya.


"Yaudah nih minum susu dulu." taeil menyerahkan segelas susu ke nadila. Lalu diminum.


Nadila menaruh gelas di nakas.


Taeil naik ke tempat tidur.


"Tadi kamu sama minhyun ngobrol apa aja?" - taeil tanya.


"Ngobrol apaan? Setiap aku ngajakin ngobrol pasti mengalihkan pembicaraan!" - nadila


"Tapi udah lega kan ketemu sama minhyun?" - taeil


Nadila mengangguk. Dia ikut ikut tiduran.


"Mas?"


"Hmm?"


"Aku ngerasa... Calon adeknya hyunjin sama woojin keseringan gerak ya.." - nadila.


"Bukannya dulu kamu pas hamil hyunjin juga gitu?"


"Iya sih mas.. Tapi tuh kalau sekarang hampir tiap jam nendang terus. Kan aku capek sendiri.."


Nadila mengelus perutnya lagi.


"Tuh kan mas. Aku elusin langsung gerak lagi..."


Taeil pegang perutnya nadila.


"Kok aku ngga ngerasain sih?" - taeil.


"Ihh kamu aja yang emang ga bisa peka"


"Coba sini aku rasain lagi." taeil mengangkat kepalanya. Habis itu telinganya di tempelin ke perutnya nadila.


"Nah kalau ini baru kerasa. Eh nendangnya kayaknya kencengan ya?"


"........."


Taeil cium perutnya nadila.


"Dek... Jangan gerak terus ya.. Kan bunda juga butuh istirahat." taeil mengelus perutnya nadila pelan lalu menciumnya lagi.


"Sayang... Nih adeknya udah ngga—"


Dan taeil lihat nadila tertidur.


Taeil tersenyum. Dia narik selimut sampe nutupin perutnya nadila yang gede itu.


Taeil merapikan rambutnya nadila yang nutupin mata.


"Sehat terus ya.." taeil mencium keningnya nadila. Abis itu dia ikut ikutan tidur. 


Sejujurnya, kalau nadila dalam keadaan hamil gini, emosinya taeil harus bener bener dikontrol.. Karena ya tau sendiri kan nadila kalau ngidam aneh aneh banget mintanya..


Tapi kalau demi anak sama istri mah. Apapun bakalan dilakuin taeil.


Taeil jadi inget pertama kali ketemu nadila kayak gimana.


Dia nganggep nadila itu cewe aneh. Karena udah berani manggil om. Padahal kenal aja ngga.


Terus juga, pas dia takut tikus. Langsung main peluk aja. Berani banget emang.


Dan Walaupun mereka sempet diterpa masalah yang rumit. Tapi mereka juga bisa tetep bertahan sampai sekarang.


Sungguh bahagia hidup taeil saat ini. Apalagi ditambah anak anak mereka yang emang kocak kayak ibunya itu. Tambah lengkap kebahagiaannya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2