Papa Muda

Papa Muda
34


__ADS_3

Nadila masih kepikiran sama omongan minhyun tadi.


Dia udah tahu siapa ayah kandungnya issya. Dan yang jadi pertanyaan adalah....


Kok minhyun bisa tahu kalau issya itu bukan anak kandungnya taeil?


Itu yang bikin pusing nadila.


"Kak minhyun udah nemuin ayah kandungnya issya? Jangan jangan issya mau diambil sama ayah nya??"


Nadila takut, kalau ayah kandungnya issya bener bener dateng, dan akhirnya ngambil issya.


Nadila bener bener nggak siap. Dan nggak bakalan pernah siap buat ditinggal issya.


"Bundaaaa."


"Eh sayang. Udah selesai ya belajarnya?" bahkan saking asiknya mikir. Jadi nggak sadar kalau issya udah keluar dari kelas.


Issya mengangguk.


"Yaudah, sekarang kita pulang." nadila gandeng tangannya issya.


Dulu biasanya nadila jemput issya pake motor, sekarang ya dia harus naik taksi..


Yakele hamil besar naik motor sendirian.. Bisa bisa brojol di tengah jalan bayi nya.


"Bunda...tadi issya gambar loh."


"Issya gambar apa?"


"Issya gambar ayah, bunda, issya. Terus sama adeknya issya." - issya.


Nadila senyum, dia bersyukur issya mau nerima kalau dia bakalan punya adek lagi.


Coba aja kalau nggak. Nadila bakalan uyel uyel itu yang namanya minhyun arendra.


.....


Nadila sama issya udah sampai rumah, dan ternyata di rumah udah ada yuta yang lagi sibuk nonton.


Ya tahulah ya. Nonton apa.


"Loh, kok nggak kerja yut?" tanya nadila.


"Libur dila.."


"Libur apa meliburkan diri nih???"


"Bodo ah! Sono masak! Gangguin gue nonton aja lo." - yuta.


"Kok lo jadi nyuruh gue sih? Emang gue pembantu apa?!" - nadila


"Ya kan emang kewajiban lo buat masakk."


"Ya gue masakkin suami sama anak gue lah.. Ngapain juga masakin elo!"


"Ya gue kan disini tamu. Tamu itu harus dilayani."


"LO KIRA GUE ****** APA HARUS NGELAYANIN TAMU!!" nadila jadi ngegas.


Untung aja issya udah masuk ke kamar. Jadi nggak bakalan tanya artinya ******.


"Biasa aja dil. Baperan banget sih lo jadi orang..."


"JADI LO NGATAIN GUE BAPER GITU??! PERGI AJA SANA LO DARI RUMAH INI!!"


"Woy,, berantem mulu kalian ini.."


Yuta sama nadila menoleh.


"MBAK JISOO!!!" nadila langsung nyamperin jisoo abis itu berpelukan.


Seneng banget kayaknya nadila.


"Makin gede aja ini perut, padahal baru aku tinggal 3 bulan." - jisoo.


"Namanya juga hamil mbak hehe."


"Mbak dila juga makin tembem nih pipinya." - jisoo


"Emang wajah aku jadi jelek ya mbak?" nadila pengen mewek aja rasanya..

__ADS_1


Dan jisoo lupa kalau sekarang nadila baperan.


"Eh nggak gitu kok mbak."


"Tapi tadi mbak jisoo bilang kalau pipi aku tembem. Kan berarti aku jadi jelek." - nadila nangis dan langsung masuk ke kamar.


"Duhh, ribet ini urusannya.." jisoo merutuki dirinya sendiri.


" mbak jisoo nih. Dateng dateng bikin rusuh aja.." - yuta.


"Ya kamu sih nggak ngingetin mbak kalau mbak dila sekarang baperan."


"Lah? Kok jadi pangeran yang salah?"


"PANGERAN DANGDUT IYAA!!"


Skip ><


Taeil sama nadila lagi ada di kamar.


Soalnya dari tadi nadila nggak mau keluar kamar. Padahal udah jam nya makan.


Masih baper dia gara gara dikatain jisoo tembem.


Taeil yang ngasih pengertian aja malah kena omelan.


Cuma bisa sabar.


"Dil.. Udah dong ngambeknya.. Kan jisoo cuma bercanda." - taeil


"Kamu belain mbak jisoo iya??"


"Nggak belain kok yang. Ya kan kalau ibu hamil kan emang gendutan."


"JADI KAMU BILANG AKU GENDUT GITU???? HIKSS."


Tuh kan. Salah lagi.


Pusing lama lama taeil. Pengen cepet cepet lahir aja anaknya. Biar nadila balik normal lagi.


"Nggak kok dil. Kamu nggak gendut, cuma perut kamu aja yang gede yakan?"


Nadila langsung peluk taeil.


Taeil mengelus perutnya nadila yang gede itu.


"Jadi nggak sabar deh pengen lihat adeknya issya."


Nadila jadi inget sesuatu pas taeil nyebut nama issya.


"Mas?"


"Kenapa?"


"Tadi... Kak Minhyun ke sekolahnya issya."


"Minhyun? Ngapain dia kesana?"


"Dia bilang... Kalau dia udah ketemu sama ayah kandungnya issya."


Taeil diam seribu bahasa.


Sebenernya taeil udah tahu ayah kandungnya issya siapa. Dia juga pernah ketemu sekali. Itu pun pas di rumah sakit, pas lihat keadaanya haein.


Tapi anehnya. Kenapa minhyun bisa tahu?


"Mas aku takut."


"Takut kenapa?"


"Takut kalau ayah kandungnya issya ngambil issya dari kita."


Sebenernya taeil juga was was, tapi dia berusaha setenang mungkin.


"Kamu tenang aja, issya nggak bakalan diambil sama siapa siapa. Issya kan tempatnya disini. Sama kita." taeil mengelus rambutnya nadila.


"Tapi tetep aja mas... Aku takut kalau ayahnya issya tiba tiba dateng ke sekolah. Abis itu ambil issya tanpa sepengetahuan kita.." - nadila


"Nggak dila.. Nggak bakalan itu terjadi. Kamu tenang aja."


"Gimana kalau sekarang aku yang antar jemput issya? Biar aku tahu kegiatannya issya di sekolah."

__ADS_1


"Sayang... Kamu nggak boleh capek capek. Biar jisoo sama yuta aja yang jagain issya."


"Tapi aku pengen jagain issya mas."


"Iya iya,, tapi kan kamu juga harus inget sama anak kita."


Nadila lega, karena ditenangin sama taeil. Tapi dia tetep aja takut.


Takut kalau misalnya ayah kandungnya issya bener bener dateng buat ngambil issya.


Dia bener bener nggak siap.


Skip ><


Hari telah berlalu. Nggak terasa usia kandungannya nadila menginjak sembilan bulan.


Itu berarti sebentar lagi dia mau lahiran.


Dan sekarang nadila lagi ada di rumah sama mama yuri. Ada jisoo juga.


Mereka lagi masak. Karena taeil pulang awal hari ini. Makanya mereka masak masak.


Padahal nadila udah dilarang sama mama yuri buat masak. Soalnya dia kan nggak boleh lama lama berdiri.


Tapi ya namanya aja nadila. Pasti ngeyel.


"Mbak dila udah tahu belum jenis kelamin adeknya issya?" tanya jisoo.


"Belum mbak."


"Emang kamu nggak usg gitu?" - mama yuri


"Pengennya sih gitu ma. Tapi sama mas taeil nggak boleh. Katanya biar kejutan gitu." - nadila.


"Duhh mama jadi nggak sabar deh, cucu pertama mama sebentar lagi lahir." mama yuri antusias.


Nadila cuma senyum aja. Dia ngelus perutnya. Dia juga nggak sabar sih pengen lihat bayi nya dia lahir. Dan pastinya lahir dengan selamat.


Awalnya nadila sempet ragu. Bisa lahiran secara normal apa nggak.


Karena mingyu pernah bilang. Posisi bayinya sering berubah ubah. Takutnya kalau terlilit tali pusar.


Tapi berkat dukungan taeil sang suami. Dia jadi semangat buat berusaha melahirkan secara normal. Karena kata mertuanya melahirkan secara operasi itu lebih sakit daripada lahiran normal.


Karena dulu katanya mama seohyun itu ngelahirin yuta pake cara operasi. Karena posisinya terlilit tali pusar.


Ya pantesan aja gedenya jadi bobrok gini. Orang pas lahir aja udah ngelilit ke tali pusarnyaa sendiri.


Udah kelihatan bobrok dari dalam kandungan ternyata.


"Weleh.. Masak apa nih? Rame banget dapurnya??"


Baru juga diomongin. Udah nongol aja si atuy.. Panjang umur emang.


"Masak air." - jisoo


" mbak. Aku tuh tanya sama mama yuri. Bukan tanya situ."


"Mama yuri tahu kalau pertanyaan kamu nggak faedah. Jadi dia nggak mau jawab." - jisoo


Mama yuri sama nadila cuma senyum aja lihat kelakuan kakak adek beda sifat ini.


Dan pas lagi seru serunya, tiba tiba aja.


"Aw.." nadila pegangin perutnya.


"Dila kamu kenapa??" mama yuri yang ada disitu panik.


"Perut aku ma,, sakit banget."


"MBAK NADILA KENAPA?? MAU LAHIRAN YAA???!" jisoo ikut ikutan panik.


Yuta nggak sengaja lihat ke bawah,


"LOH HEH ITU AIR KETUBANNYA UDAH PECAH ITU!!!"


"ASTAGA CUCU MAMA MAU KELUAR INI KAYAKNYA."


"WEH DILA MAU BROJOL ITU BAYINYA!!"


"MBAK DILA PASTI KONTRAKSI NIH!!"

__ADS_1


Dan seketika semuanya menjadi heboh.


TBC


__ADS_2