
Yuta baru aja sampai rumahnya taeil. Abis keluyuran dia.
"Aduh laper gue... Si nadila udah masak belum nih?"
Yuta lihat keadaan sekitar. Tapi sepi.
Dia tahu kalau issya lagi pergi sama jisoo.
"Ini bang taeil sama nadila kemana sih?" - yuta jalan ke dapur.
Dia nemuin nadila lagi di depan mesin cuci.. Berarti dia lagi nyuci.
"Ohhh... Disini ternyata..."
Yuta jalan pelan.. Pasti mau jail ini.
"Gue kagetin biar ****** sekalian.."
Yuta masih pelan jalannya.
Satu
Dua...
Ti—
"Ngapain lo?"
Yuta baru aja mau mangap ngangetin si nadila. Tapi gajadi.
Ketahuan sama taeil.
Nadila balik belakang.
"Ngapain lo kayak gitu? Mau ngagetin gue ya?" nadila.
"Lo tuh kalau mau kesini lihat situasi napa sih bang? Gagal kan gue mau bikin dia jantungan"
Nadila cekikikan.
"Ngga usah gangguin orang kerja yut." taeil jalan ke arah kulkas. Ternyata ambil minum.
"Gue ngga gangguin lah bang. Itu bentuk kasih sayang gue sama bebeb gue. Ya kan beb." yuta ngerangkul nadila.
"Ada maunya nih pasti.." gerutu nadila.
"Bebeb bikin makan dong.. Laper.." yuta monyong monyongin bibir.
Langsung aja ditarik itu mulutnya sama nadila.
"Sakit anjig"
"Jijik gue yut lo kayak gitu..."
"Bebeb mah jahat sama akuhh.."
Yuta langsung pergi ninggalin nadila sama taeil.
Taeil jalan ke arahnya nadila
"Nih cuciannya.." taeil naruh bajunya yang kotor ke nadila.
"Baju kotornya banyak banget sih? Ga pernah nyuci apa gimana?" gerutu nadila sambil masukkin baju baju ke mesin cuci.
"Jangan ngedumel."
"Hmm.."
"Ya lagian saya terbiasa gini. Nyucinya kalau udah numpuk."
"Ya jangan dibiasain. Nanti kalau issya tau kan bisa ikut ikutan!"
"Iya sayang maaf."
Pipinya nadila langsung panas, bagaikan terbakar.
"Eh!? Pipi kamu kok merah? Kamu sakit?"
'Ga peka banget sih ini orang tua!'
"Gapapa, udah om taeil pergi sana."
__ADS_1
"Kamu ngusir saya??"
"Ngga ngusir. Tapi om gangguin aku kerja."
"Saya tau kalau kamu itu malu ketemu saya.." taeil bisik bisik ke telinganya nadila.
Kan nadila jadi gelii..
"Udah deh om. Pergi sana! Sama yuta ngapain gitu.."
Taeil senyum.
Dia ngebalik badannya nadila.
"Saya mohon... Jangan tinggalin saya sama issya."
"Om—"
"Kalau kamu berpikiran saya egois, iya, saya harus egois demi kamu.."
"Om..... Aku gatau mesti gimana."
"Seenggaknya kamu pikirin mama kamu yang ada disini. Dia sendirian. Kan dani jarang pulang ke rumah. Kamu tega ninggalin dia sendirian?"
Yang diomong taeil bener.
Taeil menggenggam kedua tangannya nadila.
"Serius.. Saya ngga mau jauh dari kamu nadila.."
"Aku... Gatau om. Aku Masih butuh waktu buat mikirin ini semua.."
Nadila buru buru angkatin cuciannya, habis itu pergi.
Tapi tangannya ditarik sama taeil. Bahkan cuciannya sampai jatuh.
"Om!"
Taeil menarik tengkuk nadila. Dan bibir mereka bertemu.
Hanya sekedar menempel.
Nadila diam, dia ngga tau harus gimana lagi.
Taeil menarik pinggangnya nadila lebih dalam. Nadila nya cuma diam.
Mereka masih sibuk dengan dunianya.
Cekrek!
"Yah anjing segala flashnya hidup!"
Merasa ada cahaya mengarah ke arahnya. Taeil sama nadila melepaskan tautan masing masing.
Mereka menoleh
"YUTA! APAAN APAAN LO?!"
Yuta cengengesan.
"Kehabisan bahan gue."
"YUDIII SIALAN LO YA! HAPUS NGGAK FOTONYA!!!"
Skip ><
minhyun di depan rumahnya taeil. Tapi dia ada di mobil.
Kayaknya nungguin nadila.
"Nadila kok belum keluar ya? Apa jangan jangan udah pulang?" guman minhyun.
Minhyun masih anteng disitu.
Dan tak berselang lama, nadila keluar dari rumahnya taeil, sendirian.
Minhyun nebak dia mau pulang. Soalnya udah malem juga kan.
Nadila jalan ngelewatin mobilnya minhyun.
"Kesempatan gue nih." minhyun langsung keluar dari mobil.
__ADS_1
"NADILA!"
"Kak minhyun?"
Asli, nadila kesel sendiri sekarang kalau ketemu minhyun.
Apalagi dia tahu kalau mobil dia yang mau celakain taeil.
"Nadila,"
"Apa?!" - nadila sewot.
"Dila, kamu gapapa kan? Aku khawatir banget sama kamu."
"Buat apa khawatir?"
"Ya kan kamu terluka, jelas aja aku khawatir. Aku udah minta alamat tempat kamu di rawat, tapi pak taeil nggak ngasih." - minhyun
"Ya bagus kalau om taeil nggak ngasih. "
"Nadila.. Kok kamu gitu sih? Aku kan panik, takut kamu-"
PLAK!
Tamparan keras untuk minhyun.
"Nadila.." minhyun kaget aja gitu, baru kali ini dia kena tamparan nadila. Selama hampir 4 tahun pacaran.
"Ternyata kak minhyun tuh lebih jahat dari yang aku kira ya.."
"Maksud kamu apa sih dil? Aku nggak ngerti."
"Kak minhyun kan yang berusaha celakain om taeil!"
'Kok nadila tahu?"
"Kenapa diem? Bingung aku tahu dari mana? Kakak pikir aku **** apa hah?!"
"Nadila. Aku bisa jelasin semuanya."
"Nggak ada yang perlu di jelasin!! Kak minhyun kenapa sih gangguin orang yang nggak punya salah sama kakak! Dia itu atasan kakak! Harus nya hormatin dia dong!"
"ITU KARENA DIA NGEREBUT KAMU DARI AKU NADILA!"
"NGGAK ADA YAN NGEREBUT AKU DARI KAK MINHYUN!" - nadila
"....."
"Kak. Kita itu udah nggak ada hubungan apa apa lagi. Jadi kak minhyun nggak berhak cemburu gini!"
"Segitunya banget kamu belain dia? Kamu cinta banget ya sama dia?"
"Iya! Aku cinta sama dia. Hati aku bukan buat kak minhyun lagi! Jadi berhenti gangguin aku sama calon suami aku!"
Minhyun tersenyum miring.
"Ohh calon suami ya?" minhyun mendekat ke arahnya nadila.
"Aku jadi penasaran, gimana reaksi calon suami kamu kalau aku ngelakuin ini."
"Kak minhyun!"
Tanpa aba aba, minhyun langsung cium bibirnya nadila kasar.
Baru juga tadi sama taeil, sekarang sama minhyun hngg.
Nadila berusaha melepaskan diri. Tapi minhyun semakin memperdalam ciumannya.
Nadila cuma bisa nangis. Dia masih berusaha melepaskan diri.
Minhyun malah semakin narik nadila.
Dan.
Srek!
Lengan baju nya nadila, sobek.
Tapi minhyun nggak peduli itu, dia masih melakukan aktivitasnya, padahal disitu nadila udah nangis.
Dan sampai akhirnya..
__ADS_1
BUGH!
TBC