Papa Muda

Papa Muda
73


__ADS_3

Dan sekarang taeil sama nadila ada di rumah sakit.


"Hyunjin diperiksa dulu sama om ya." yang periksa mingyu.


"Om ingyu.  Unjinnya gak dicuntik kan."


Mingyu nya senyum.


"Hyunjin takut disuntik ya?"


"Katanya minhyuk, habis dicuntik itu bisa belubah jadi monster, makanya unjin gamau dicuntik."


Ini mingyu taeil sama nadila antara mau ngakak sama kasihan. Ya mana ada habis disuntik jadi monster? Kecuali di film film sana.


"Emang minhyuk pernah disuntik?"


"Katanya pelnah,"


"Terus? Berubah jadi monster ngga?"


"Iya, dia dirumah belubah jadi monster, kalau makan banyakk bangett."


Mingyu ketawa kecil, biarkan saja. Namanya juga anak kecil.


"Hyunjin bobok disini ya??" kata mingyu setelah selesai memasang infus di tangannya hyunjin.


Ohh jadi ini alasan mingyu ngajak ngomong hyunjin, biar ngga ngerasain sakit pas dipasang infus.


"Gamau!"


"Loh?? Kok gamau? Kan ada om mingyu disini."


"Katanya minhyuk, rumah sakit itu banyak hantunyaa, unjin takut dikejal kejal hantu om."


Mingyu cuma ketawa aja bisanya.


"Lihat tuh mas anak kamu... Kebanyakan main sama minhyuk. Jadi apa apa katanya minhyuk." - nadila


"Ya udah gapapa, namanya juga anak anak."


"Hih kamu tuh, gapapa gapapa aja bisanya."


"Ya kan emang anak anak sayang.. Pembicaraannya mesti kayak gitu, biarin aja lah."


Alah taeil mah emang gitu, hyunjin pengen mainan yang mahal? Gapapa, hyunjin numpahin susu di laptopnya? Gapapa, hyunjin ngerobek tugas kantornya ? Gapapa.


Pokoknya kalau menyangkut anak mah dia selalu bilang 'gapapa'.


Beda lagi kalau sama nadila. Mau pergi sama hansol buat jemput issya jawabannya "Oh. Kamu mau duain aku? Udah bosen sama aku? Iya tau aku orangnya emang cemburuan, jadi kamu gampang bosen sama aku— "  begitulah seterusnya.  Ngomong panjang kali lebar kali luas.


Dan kalau udah kayak gitu, itu tandanya taeil minta dimanja.


Ya... Tau sendiri lah manjainnya kayak gimana. Hehe


"Gimana hyunjin gyu?" tanya taeil


"Untuk sementara hyunjin dirawat disini dulu ya. Sampai panasnya turun. Kalau dirawat dirumah takutnya terjadi apa apa." - mingyu


"Tapi hyunjin gapapa kan?" tanya nadila


"Gapapa zen, bisa jadi ini efek suntik imunisasi kemarin. Karena hyunjin baru pertama kali ini kan dia suntik imun?"


"Iyaa sih.. Kata bidannya kemarin hal biasa kalau habis disuntik demam gini. Eh taunya panasnya gak turun turun."


"Belum terbiasa sama suntikan aja zen, kan biasanya hyunjin imunisasinya pake vitamin." 


"Alhamdulillah deh, makasih ya gyu."

__ADS_1


"Iya sama sama. Kalau gitu aku permisi dulu ya,"


Dan mingyu pergi.


"Sayang.. Kamu pulang aja ya. Biar aku disini nungguin hyunjin."


"Gabisa gitu dong mas. Kamu kan harus berangkat ke kantor juga,"


"Udah masalah kantor biar minhyun yang ngurus sama jisoo, biar aku jagain hyunjin disini. Kasihan woojin kan kalau harus dibawa ke rumah sakit."


"Mas... Tapi kan—"


"Sayang...."


Nadila menghela nafas.


"Yaudah iya aku pulang sekarang, tapi nanti sore aku balik kesini gantiin kamu. Dan kalau ada apa apa sama hyunjin telfon aku langsung."


"Siap ibu negara."


Nadila senyum.


Dia benar benar bahagia punya suami seperti taeil.


Skip ><


Nadila udah di rumah, dia lagi ngurusin woojin. Kasihan juga kan si kecil. Daritadi yang diurusin kakaknya.


"Dek woojin udah mandi yaa, wangi bangett.." nadila ciumin woojin abis itu di gendong.


"Dek woojin kesepian ya hmm. Kak hyunjin sama ayah lagi ngga dirumah. Jadi woojinnya sama bunda yaa."


Nadila menghembuskan nafas.


Ternyata selelah ini mengurus tiga anak sendirian. Ya walaupun issya sekarang jarang pulang ke rumah taeil, tapi tetep aja dia harus ngurus hyunjin woojin, sama taeil.


Terkadang ada pemikiran kalau nadila jenuh sama semua ini. Iya, dia jenuh. Bosan. Dan ada perasaan sedikit menyesal telah merelakan gelar sarjanannya hanya untuk menikah dengan seorang duda.


Tapi... Dia berusaha membuang jauh jauh pemikiran itu. Kalaupun ia menyesal, semuanya telah terjadi.


Kenapa baru sekarang dia berfikiran seperti ini?


.......


Sekarang, hyunjin lagi sama taeil. Lagi main main kayaknya.


Soalnya hyunjin baru aja bangun tidur. Dan habis minum susu.


"Ayahh... Bunda kok ngga kesini cihh???"


Oh iya, bicara soal nadila. Ini udah jam tujuh malem. Dia kan janjinya sore mau ke rumah sakit, tapi sampe sekarang—


"Assalamualaikum."


Baru juga diomongin. Datang orangnya. Tapi....


"Kamu habis darimana? Kok dandan begini?"


"Ah iya. Tadi aku pergi sebentar mas sama yuta, habis itu mampir beli makan buat kamu." nadila senyum.


Bukan, bukan taeil ngga suka lihat nadila dandan. Tapi, ngga biasanya dia lihat istrinya dandan secantik ini.


"Kamu pergi kemana sama yuta?" tanya taeil


"Ketemu sama temen kantornya. Dan ternyata temennya itu hendery mas. Orang yang pernah aku ceritain ke kamu dulu."


Nadila ngomong gitu sambil nyiapin makanan buat taeil di piring.

__ADS_1


"Yuta nya mana? Kok ngga kesini?"


"Yuta ya dirumah lah mas."


"Terus kamu kesini sama siapa?" - taeil


"Oh aku tadi dianterin sama hendery mas. Katanya sekalian dia pulang. Kan rumah kita se—"


"Terus kamu ngga izin aku dulu gitu kalau mau dianterin cowo lain?"


"Astaga sayang...kan dia cuma nganterin. Ngga neko neko juga dia nya."


"Ya harusnya kamu izin dulu. Kan dia juga tau kalau kamu udah punya suami. Mana dandanan kamu kayak gini." - taeil


"Mas... Kamu ngga percaya sama aku?" - nadila.


"Aku percaya. Tapi kan—"


"Ayah sama bundaa belantem ya?"


Kan. Sampai lupa kalau ada hyunjin.


"Ngga kok sayang... Bunda sama ayah ngga berantem." nadila nyamperin hyunjin yang lagi duduk.


"Aku pulang dulu. Nanti aku kesini lagi." - taeil


"Makan dulu mas." - nadila


"Aku makan di rumahnya mama aja." taeil langsung keluar dari ruangannya hyunjin.


Nadila menghela nafas, dia tau pasti taeil marah. Karena dia ngga izin soal mau pergi sama yuta dan ketemu hendery.


Salah dia juga sih lupa hapus make up.


Ini semua gara gara yuta, gara gara dia jomblo. Mesti nadila yang repot.


......


Udah jam sembilan malam. Suasana kamarnya hyunjin sepi.


Yaiya sepi, hyunjin juga udah tidur, nadila juga ikutan tidur di sampingnya hyunjin.


"Assalamualaikum."  pas taeil dateng, gaada jawaban. Soalnya udah pada tidur.


Taeil nyamperin istri dan anaknya itu. Habis itu ngebenerin selimut biar sampai ke atas.


Taeil menghela nafas.


TING!


Sepertinya hp nadila bunyi.


"Hp nya nadila bukan?"


Taeil ngebuka tasnya nadila. Habis itu ngambil hp.


Sejujurnya, taeil ngga mau kayak gini. Walaupun dia seorang suami. Tapi dia ngga ada hak buat ngebuka privasi nadila kayak gini. Tapi... Kejadian tadi bikin taeil penasaran.


Taeil langsung buka hpnya nadila .


Dan pas dilihat ternyata itu pesan masuk yang isinya..


Dila?


Aku sayang sama kamu.


TBC

__ADS_1


__ADS_2