
Jadwal kuliah nadila udah selesai,, dia lihat jam tangannya.
Baru jam 3 sore.
"Baru jam segini,, males banget gue pulang.. Pasti ada kak dani di rumah."
Nadila mikir, dia mau kemana...
Hari ini dia bawa motor sih,
"Heh cabe!"
"Napa?!" nadila masih sensi sama yuta soal kejadian tadi di kelas.
"Yaelah masihh ngambek aja lo sama gue.. Nggak pantes itu muka digalak galakin." yuta nguyel nguyel mukanya nadila
"Ihh yuta apaan sih!! Nanti bedak gue luntur tahu nggak!"
"Biarin aja.. Biar luntur sekalian. Biar nggak ada yang mau sama lo!" yuta narik pipinya nadila..
"Sakit tahu nggak! Dasar anak setan!"
"Mau kemana lo?" tanya yuta.
"Gatau! Bingung gue.. Kayaknya mau pulang aja." - nadila.
"Pulang? Emang lo nggak ada kerjaan apa di rumahnya bang taeil?" - yuta.
Seketika nadila langsung inget.
"Eh iya ****, gue kan mau ke rumahnya om taeil." nadila buru buru ke parkiran abis itu ambil motornya.
"Yeuh kampret, malah ditinggal.. Heh dila tungguin gue!" yuta nyusulin nadila.
"Woy! Main tinggal aja.." - yuta.
"Apa lagi sih yudi.. Gue mau ke rumah om taeil nih, mau masak."
"Lo mau ke rumah bang taeil kan? Yaudah kalau gitu bareng." - yuta
"Maksudnya lo mau numpang gitu? Ogahhhhh"
"Wahh kampret lo ya,, ayolah dil.. Gue nggak bawa motor ini, gue juga mau ke rumahnya abang gue."
"Ya naik gojek sana! Jangan bisanya cuma numpang!" - nadila
"Wahh *****! Emang kemarin malem lo nggak numpang gue apa heh? Nggak tahu terimakasih lu emang"
"Biasa ae nying! Yaudah buruan lo bonceng gue!"
"Nah gitu dong , itu baru namanya persahabatan bagai kepompong"
"Iya gue sahabatnya, lo ulat bulu nya.. Cepetan!"
Dan akhirnya yuta barengan sama nadila. Naik motor maticnya dila.. Mana warnanya pink lagi.
.....
Yuta sama nadila udah sampai rumahnya taeil,
Tapi sepi.
"Om taeil belum pulang apa gimana ya?? Sepi banget ini rumah.." - nadila.
"Eh dil.... Lo serius?"
"Serius apa?"
"Serius kalau lo—"
"Tante dila, om yutaaa!!"
Baru juga diomongin. Eh mereka juga baru pulang.
"Hai issyaa.."
"Kalian udah dari tadi disini?" tanya taeil.
"Nggak kok om, kita baru aja sampai." - nadila.
"Motor lo kemana yut? Kok nggak ada?" - taeil
"Di bengkel bang, terpaksa gue bareng dia nih." - yuta.
__ADS_1
"Wahh nyebelin ya lo. Tahu gitu gue gak mau numpangin. Gatau diri emang." - nadila.
"Yaudah, masuk yuk. Berantem terus kalian nih."
Dan akhirnya semuanya masuk ke rumah.
.......
Sekarang di ruang tv cuma ada yuta sama taeil.
Sedangkan nadila lagi mandiin issya.
"Bang, mama nyariin lo tuh. Katanya suruh kesana " - yuta.
"Belum ada waktu yuta,, akhir akhir ini sibuk banget gue." - taeil
"Elo mah, kerjaan mulu yang ada di otak lo. Kapan cari penggantinya kak haein?" - yuta.
"Gue masih pengen sendiri yut, gak kepikiran buat cari pengganti haein." - taeil
"Bang.. Serius. Lo harus cari penggantinya mba haein. Emang Ngga kasihan lo sama issya?" - yuta.
"Iya gue tau. Tapi gue ngga kepikiran buat nikah lagi untuk sekarang."
"Iya bang gue tau... Tapi seenggaknya lo harus mikirin issya dan diri lo sendiri. Ga bisa selamanya lo bisa ngurus issya dan diri lo sendirian bang."
"Iyaa nanti gue pikirin lagi.." - taeil
Taeil jadi pusing kalau masalah ini. Sejujurnya yang diomong yuta bener sih. Issya juga butuh sosok pengganti ibu. Tapi... Kayaknya dia masih belum bisa kalau harus menikah lagi sekarang.
Tapi, kalau dia terus terusan kayak gini. Juga nggak baik.
......
Nadila lagi ada di dapur. Udah waktunya makan malem sih.. Makanya dia masak.
"Tante dila.." ada yang manggil, ternyata issya.
"Kenapa sayang?" - nadila
"Issya bantuin tante masak ya.. Boleh nggak?"
"Issya tunggu di ruang makan aja ya, sama om yuta sama ayah juga.. Biar tante yang masak oke."
Nadila senyum.
"Yaudah, nanti habis makan. Pasti tante nadila temenin issya main. Tapi sekarang issya makan dulu ya?"
"Siap tantee!!" issya langsung lari ke arah meja makan..
"Duhh lucu banget sih issya.. Sayang dia belum ngerasain kasih sayang ibu.." guman nadila.
Disisi lain, taeil nggak sengaja lihat nadila sama issya.
Baru kali ini dia ngelihat issya seneng. Padahal sebelumnya dia nggak suka kalau ada asisten rumah tangga di rumah. Tapi kali ini nggak. Dia kelihatan bahagia banget sama nadila.
Kan taeil juga ikutan bahagia.
Jujur, taeil emang tertarik sama nadila. Apalagi dia lihat kalau dila itu sayang banget sama anaknya.
Tapi entah kenapa disaat dia lihat nadila, bayang bayang mendiang istrinya selalu muncul.. Apalagi lihat senyumnya. Sama persis.
Tapi semakin taeil lihat senyumannya nadila.. Bayangan rasa sakit itu muncul kembali.
'Apa gue ikutin saran yuta aja? Gue harus bisa cari pengganti ibu buat issya'
.....
"Widihh, nggak nyangka gue si cabe bisa masak kayak gini.." - yuta mengagumi masakan nadila
"Biasa aja, nggak usah norak gitu." - nadila.
"Alah belagu! Nggak jadi ngasih pujian gue." - yuta.
"Udah udah, mendingan sekarang makan dulu.. Berantem mulu deh kalian ini." - taeil buru buru mau ambil makanan. Tapi dicegah sama nadila.
"Maaf om, om kan tadi belum cuci tangan.. Jadi kalau mau makan harus cuci tangan dulu."
"Tuh bang, dengerin emak ngomong.. Cuci tangan dulu, masa kalah sama issya.." - yuta ikut ikutan.
"Eh i-iya.. Saya lupa."
Nadila senyum.
__ADS_1
"Yaudah, sekalian aku pamit pulang ya om. Udah malem juga soalnya, takut dicariin mama."
"Alahh.. Baru juga jam segini. Nggak mungkin banget tante yuri cariin lo." - yuta
"Apaan sih, nyaut aja jadi orang." - nadila
"Kamu nggak ikut kita makan?" tanya taeil.
"Eh nggak usah om, aku makan di rumah aja." - nadila menolak halus.
"Kok tante dila pulang?" issya sedih.
"Issya, kan besok kita ketemu lagi." - dila
"Terus nanti issya main sama siapa??"
"Issya, kan ada om yuta. Nih disini.." - yuta meringis ke issya.
"Nggak mau! Om yuta nggak seru." issya langsung lari abis itu nutup pintu kamar keras.
"Waduh.. Baru kali ini issya nggak mau maen sama gue. Lo kasih apaan sih dil? Jampi jampi ya?" - yuta.
"Kalau kamu mau pulang, gapapa pulang aja. Biar issya saya yang ngurus.." - taeil.
"Beneran om? Duh aku nggak enak sama kalian."
"Gapapa nadila,, yaudah pulang sana."
"Ya-yaudah, kalau gitu aku permisi dulu ya om." nadila keluar dari rumah dan bergegas pulang.
"Issya udah segitu deketnya sama dila bang?" tanya yuta heran.
"Ya gitu deh..."
"Ya wajar sih issya suka.. Soalnya nadila tuh seneng kalau ketemu anak anak." - yuta.
"Kok lo tahu?"
"Ya tahu lah, gue kenal nadila itu bukan kemaren sore bang. Dia temen gue dari jaman SMP."
"Yaudah, gue mau nyusulin issya ke kamar dulu." taeil ninggalin meja makan buat nyusulin issya.
Dan berakhir makanan di abisin semua sama si yuta.
Sementara itu, issya masih tergulung dengan selimut.
Ngambek yeorobunn..
"Issya?"
Taeil nyamperin issya yang lagi tergulung selimut.
"Anak ayah kenapa sih??"
"Ayah jahat.." - issya.
"Kok jahat? Emang ayah salah apa hmm?"
"Harusnya tadi ayah nggak ngebolehin tante nadila pulang! Kan issya masih pengen main sama tante dila." - issya
Taeil senyum, dia mengelus kepala anaknya pelan.
"Issya,, tante nadila sekarang lagi sibuk. Jadi nggak bisa temenin kamu haru ini." - taeil
"Tapi biasanya tante dila nggak sibuk.."
"tante dila kan juga mesti belajar, sama kayak issya. Kalau ada pr gimana? Nanti kalau nggak dikerjain kan tante dila dihukum sama gurunya.."
Issya mendudukkan dirinya.
"Gitu ya yah?"
Taeil mengangguk.
"Kalau gitu sekarang issya tidur aja ya."
"Ayah?"
"Kenapa sayang?"
"Issya pengen tante dila jadi bundanya issya."
TBC
__ADS_1