Papa Muda

Papa Muda
55


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian...


Udah tiga bulan semenjak mingyu ngelamar jisoo waktu itu, dan bener aja satu minggu kemudian mingyu bawa orang tuanya  buat ngelamar jisoo secara resmi.


Dan bener aja seminggu kemudian mereka langsung melaksanakan ijab qabul.


Itu berarti di keluarga hutomo udah pada sold out semua..


Tapi pengecualian buat yuta.


Ntah kenapa dia sampe sekarang masih betah sendiri.. Padahal ten udah punya calon juga.


Mungkin dia seneng dapet hujatan dari keluarga besarnya.


Dan sekarang nadila sama taeil lagi ada di rumah. Hyunjin lagi gaada. Soalnya dibawa sama hansol ke rumahnya, sama issya juga.


Jadi mereka bener bener sendirian..


Seneng deh tuh si taeil.


"Sayang?"


"Kenapa mas?"


"Kamu kan katanya pengen liburan.."


"Iya. Terus?"


"Gimana... Kalau dalam waktu dekat ini kita berangkatnya." - taeil


"Dalam waktu dekat? Emang kamu udah ngga sibuk?"


"Ngga terlalu sibuk sih."


"Aku sih mau mas... Tapi aku ga tega kalau ninggalin anak anak..."


"Kan katanya anak anak kamu titipin ke mama."


"Iya sih.. Cuma kan mama udah ga muda lagi, aku takutnya mereka kerepotan ngurusin hyunjin. Mas kan tau sendiri hyunjin anaknya aktif gitu.."


"Iya juga... Eh tapi kan ada dani sama yuta,  pastinya nanti mereka bakalan ikut jagain hyunjin sayang.."


"Tapi ya tetep aja aku ga tega mas... Mereka kan juga sibuk kerja."


"Jadi kita gajadi liburan gitu?"


"Kita ajak anak anak aja ya mas liburannya. Biar lebih seru juga."


"Sayang... Aku tuh maunya berdua sama kamu. Kan kita udah sepakat buat liburan berdua.."


"Iya mas aku tau, tapi aku kasihan kalau mama harus ngurus hyunjin sendirian."


"Sekarang di pikiran kamu cuma anak anak ya.. Bukan aku lagi." - taeil


"Mas taeil kok ngomong gitu sih? Kalian semua itu penting buat aku." - nadila


Taeil berdiri.


"Kamu mau kemana?"


"Mau ke kamar." taeil langsung masuk ke kamar.


"Mas taeil kamu—"


Brak!


Taeil membanting pintu pelan.


"Lah? Kok jadi ngambekan sih dia sekarang? Dasar nggak sadar umur." gerutu nadila.


Heran aja gitu dia. Taeil masih suka ngambekan gitu.. Padahal udah tua.


.......


Sekarang nadila lagi masak. Dia sendirian..

__ADS_1


Ya iya sendirian,, taeil kan masih mode jutek.


Yaudah iya.


"Mas hansol kok belum dateng ya? Udah siang loh ini padahal." nadila lihat jam. Harusnya emang hyunjin udah sampe rumah. Soalnya janjinya jam 12 siang.


"Apa aku telfon aja ya?" nadila ambil hp yang ditaruh di kamar.


"ASSALAMUALAIKUM BUNDAAA!!"


Tapi nggak jadi, soalnya dia denger suaranya hyunjin.


Itu berarti hyunjin udah pulang.


"Waallaikumsalam... Eh anak bunda udah dateng" hyunjin langsung ke arah bundanya,


"Kok siang banget sihh hm??" - nadila udah gendong hyunjin.


"Tadi anak anak minta jalan jalan dulu dil, tuh mainnya hyunjin dibawa issya ke kamar." - hansol.


"Yaampun hyunjin. Kamu kan mainannya udah banyak, masa minta sama om hansol lagi." - nadila.


"Gapapa dil. Namanya juga anak anak kan." hansol senyum.


"Yaudah hyunjin main dulu sama kak issya ya, bunda mau terusin masak dulu."


"Iya bundaa.." hyunjin turun dari gendongannya nadila. Abis itu lari ke kamar.


"Mas hansol mau langsung pulang?" - nadila.


"Ntar dulu deh. Katanya issya hari ini pengen nginep disini. Jadi pengen nemenin issya dulu."


"Ohh yaudah, aku lanjut masak dulu ya mas." nadila jalan ke dapur.


Tapi tiba tiba aja dia ngerasain pusing.


"Nadila? Kamu gapapa kan?"


"Ha? Gapapa kok mas. Cuma kurang enak badan aja. Jadi pusing."


"Biasaa, lagi baper." nadila ngomong gitu sambil jalan ke dapur.


Dan belakangnya disusul hansol.


"Si taeil, udah tua juga masih suka ngambekan."


Nadila cuma ketawa aja.


"Ya temennya situ kan." - nadila


"Kamu mau masak apa?" tanya hansol.


"Aku sih pengen masak rendang sama ikan goreng."


"Yaudah aku bantuin ya..." hansol udah di sampingnya nadila aja.


"Eehh? Emang mas hansol bisa masak gitu?"


"Bisa lah, selama ini yang masak di rumah kan aku.. Orang aku belum punya istri." - hansol


"Ya makanya buru buru cari mas.. Cariin ibu buat issya. Betah banget jomblo."


"Ya kan Allah belum menghendaki dil. Mungkin emang belum ketemu yang pas aja buat di hati."


Hansol sama nadila masih sibuk ngobrol, ketawa ketawa juga..


"Ngapain kalian?"


Tiba tiba aja taeil nongol.


"Lagi masak lah il. Galihat apa??" - hansol.


"Masak kok sambil ketawa ketawa gitu? Mana deketan."


Cemburu mode on. 

__ADS_1


"Ya salah sendiri kan kamu baperan, jadi nya aku masak sendiri. Untung aja ada mas hansol."  - nadila.


"Ohh, jadi kamu lebih seneng ditemenin hansol daripada suami kamu sendiri?"


"Ya Allah taeil,, segitunya banget lo nggak percaya sama gue??? Gue nggak bakal nikung temen elah." - hansol tahu, taeil itu masih sensi kalo sama hansol.


Gara gara kejadian tempo lalu.. Yang hansol ngedipin mata ke nadila.


Masalah sepele gitu aja di besar besarin si taeil.


"Ya sekarang lo bisa ngomong gitu. Gatau kalau besok."


"Astaga il, apa salahnya sih gue bantu bantu masak. Orang anak gue juga ada disini. Lagian lo tuh jangan baperan kenapa sih??" - hansol.


"Ya kalo bantuin nggak usah deketan gitu jugaa.."


Ini malah pada berantem sendiri.


"Mas hansol, mas taeil... Udah yaa berantemnya. Mendingan kalian bantuin aku masak nih. Gausah kayak anak kecil napa sih?" - nadila melerai pertengkaran


Kan nadila jadi tambah pusing.


.......


Nadila masih berkutat di dapur.


Sementara hansol sama taeil lagi main ps, akur juga akhirnya..


Tapi entah kenapa kepalanya nadila itu makin pusing.


'Ini kok gue makin pusing ya?'


Nadila berusaha konsentrasi. Biar masakkannya nggak berantakan.


Tapi apadaya kepalanya makin pusing..


Dia udah dua hari ini sih ngerasain pusing berkepanjangan.. Tapi nggak ngomong ke taeil.


"Apa gue minum obat dulu aja kali ya.. Biar mendingan." guman nadila.


"Nadila?"


Hansol ke dapur, niat nya sih mau ambil minum.


"Iya mas?"


"Kamu kenapa??" tanya hansol


"Gapapa kok mas," - nadila


"Kamu sakit ya? Wajah kamu pucet gitu.." - hansol.


"Lagi gaenak badan aja mas.. Makanya pucet gini."


"Yakin? Aku panggilin taeil deh. Biar bawa kamu ke dokter."


"Eh gausah mas. Aku mau minum obat aja di kamar."


Nadila matiin kompornya.


Dia jalan ke arah kamar.


Tapi entah kenapa pandangannya itu makin kabur.


Kepalanya sakit banget.


Dan tak disangka hidungnya nadila ngeluarin darah.


"Nadila? Kamu gapapa kan?"


Nadila nggak jawab,  lebih tepatnya udah nggak bisa ngejawab. Soalnya dia lemes banget.


Sampai akhirnya dia jatuh di depannya hansol.


"NADILA!"

__ADS_1


TBC


__ADS_2