
Taeil nggak konsentrasi kerja hari ini.
Gatau kenapa dia kepikiran nadila terus.
Bahkan selama rapat aja, taeil nggak paham.
"Kenapa kepikiran nadila terus ya?"
Taeil mengusap wajahnya.
Tak lama kemudian hp nya taeil bunyi
"Jisoo?"
"Halo dek. Kenapa?"
"Mas! Mas taeil harus pulang sekarang!"
"Kenapa sih emang? Ada apa?"
" mbak dila mas.."
Denger nama nadila, taeil langsung berdiri.
"Kenapa nadila dek???!"
"Mbak nadila pingsan mas, aku bingung mesti gimana ini... Yuta juga belum dateng."
"Pingsan? Yang bener aja dek kamu ini.."
"Ya Allah, bener mas. Nggak mungkin aku bercandain hal semacam ini."
"Terus sekarang nadila dimana?"
"Mbak dila udah aku tidurin di sofa, mas taeil buruan kesini.. Aku takut mbak dila kenapa kenapa."
"Iya iya, kamu jagain dila. Mas kesana sekarang."
BIP!
taeil buru buru ambil kunci mobil abis itu keluar dari ruang kerjanya.
.....
Nadila udah sadar, dia sekarang di ruang tamu.
"Mbak.. Minum dulu nih, aku buatin teh." jisoo ngasih teh hangan buat nadila.
"Makasih ya mbak."
"Mbak dila belum makan ya? Kok bisa sampai kayak gini?"
"Akhir akhir ini tuh, aku sering gini mbak.. Gatau juga kenapa." - nadila
"Mbak nadila ngerasain apa?" tanya jisoo
"Ya pusing gitu, terus perut aku rasanya nggak enak."
'Jangan jangan mbak dila udah isi lagi?' Jisoo jadi curiga
"Mbak nadila sering mual nggak?" - jisoo
"Mual sih mbak, tapi nggak setiap hari."
"Mbak dila udah haid belum?"
Nadila diem. Mikir dia.
"Eh iya, aku telat dua bulan deh kayaknya."
Jisoo langsung senyum.
"Kayaknya issya bakalan punya adek deh."
"Ha? Adek?" nadila belum mudeng.
"Iya, tanda tanda orang hamil tuh ya kayak mbak nadila gini. Apalagi mbak udah telat dua bulan." - jisoo
'Masa iya sih gue hamil?'
"dila!"
"Mas taeil?"
Taeil langsung lari ke arahnya dila sama jisoo.
"Kamu kenapa hm? Mana yang sakit? Bilang sama aku sini" - taeil
"Mas taeil ngapain pulang?" - nadila
"Jisoo bilang kalau kamu pingsan tadi. Makanya aku buru buru pulang." - taeil
"Aku udah gapapa mas, mendingan sekarang mas taeil balik ke kantor. Aku tahu mas lagi sibuk." - nadila nyuruh taeil berangkat ke kantor lagi.
"Ngga ngga. Kamu itu sekarang jadi prioritas aku. Urusan kerjaan nanti ngurusnya." - taeil
__ADS_1
"Mas... Aku gapapa, serius."
"Tapi aku tetep khawatir sayang, sekarang kita ke kamar ya.."
baru aja taeil mau peluk nadila.
Tapi...
"Hoek" nadila mual lagi.
"Sayang kamu gapapa kan? "
"Aku mual mas."
"Yaudah kita ke dok—"
"Mas taeil pake parfumnya kebanyakan nih."
"Loh, kan biasanya wangi aku kayak gini. Kamu juga oke oke aja kan?"
"Tapi Aku ga suka wangi parfum kamu mas... Ganti sana!"
"Sayang... Kan aku biasanya pake parfum ini. Mau ganti yang mana hm?"
"Ya tapi Terlalu wangi mas.. Dan Aku gasuka."
Taeil makin nggak paham sama situasi ini.
"Mendingan mas mandi lagi abis itu beli parfum yang lain."
"Tapi kan parfum aku belum habis sayang..."
"Yaudah kalau kamu gamau ganti parfum kamu. Gausah tidur di kamar ya mas. Apa perlu gausah pulang ke rumah sekalian!" nadila buru buru masuk ke kamar.
"Sayang—"
BLAM
Pintu kamar terbantintg
Taeil benar benar ngga paham.
"Dek. Emang mas terlalu wangi ya? Perasaan nggak deh." taeil tanya ke jisoo.
Jisoo mah cuma cengengesan.
"Mas taeil tuh ya, masa gitu aja nggak peka."
"Nggak peka gimana sih dek?"
"Isi? Maksudnya dila hamil gitu?"
"Nah iya tuh tahu."
Taeil diem aja. Mikir diaa, ragu kalau nadila hamil. Orang mereka terakhir ngelakuin hubungan dua bulan lalu.. Eh tapi ya nggak tahu juga sih.
Tapi kalau emang nadila bener bener hamil, syukur alhamdulillah.
Skip ><
Udah satu minggu semenjak kejadian nadila pingsan waktu itu.. Dan udah satu minggu ini juga nadila marah marah terus kerjaannya sama taeil.
Padahal taeil nggak salah apa apa,
Taeil ngajak nadila ke dokter, tapi dila nya gak mau. Katanya takut ketemu mantan.
Dan yang jadi pertanyaan taeil adalah.. Sebenernya mantannya nadila itu ada berapa sih?
Kalau tanya yuta, jawabannya adalah. Mantannya nadila itu tak terhingga... Kayak member boyband korea yang jumlahnya sekarang 18 member itu... Dan bakalan nambah lagi.
Dan sekarang... Taeil kena omel dila.. Lagi.
"Mas taeil tuh gimana sih? Kan aku udah bilang. Jangan pake baju warna pink. Aku nggak suka." - nadila
"Yaampun yang, masa iya aku harus pake baju yang kemarin. Ntar bau kamu ngomel lagi."
Padahal nadila suka warna pink. Nggak tahu kenapa jadi benci sekarang.
"Ohh jadi mas taeil nggak seneng kalau aku omelin gitu? Yaudah pergi aja dari rumah ini."
"Nggak gitu dila.."
"Tuh kamu manggil aku pake nama. Kamu udah nggak sayang aku ya??"
Astaga, taeil jadi pusing.
Sekarang itu nadila nggak suka kalau taeil manggil pake nama. Harus manggil dengan sebutan 'sayang' atau 'yang' juga boleh.
Kalau nggak gitu? Siap siap aja kena omel sepanjang hari.
Yuta sama jisoo cuma bisa ngakak aja kalau lihat taeil kena omelan. Issya juga ikut ikutan ngakak sih.
"Sayang kok sayang, yaudah kamu pengen aku pakai baju yang mana?" - taeil buka lemari, biar nadila yang milih.
"Mas pake baju yang kemarin aja."
__ADS_1
"Kok baju kemarin sih yang? Baju itu kan udah dipakai tiga hari. Pasti bau."
"Pokoknya aku mau mas pake baju itu."
"Tapi kan bajunya lagi di cuci sayangku.. Besok ya aku pakenya."
"Pokoknya aku mintanya sekarang, kalau nggak mas pergi aja dari rumah ini."
Tuh kan. Ngambek.
Taeil jadi yakin kalau dila emang hamil beneran. Karena ini bukan nadila banget cuy..
"Yaudah nunggu kering dulu. Baru aku pake."
"AKU MAU NYA SEKARANG MASS!! KAMU JAHAT IH SAMA AKU HIKSSS!!"
Hayoloh nangis malah si dila. Dan langsung keluar dari kamar.
"Ya Allah, sabar aja lee dongwook mah." guman taeil.
Sementara itu, di rumah lagi rame.. Ya soalnya ada jisoo, yuta, sama ten. Ditambah issya.
Rame banget tuh kayak pasar.
" sekarang tuh ya. Dila beda banget sama yang dulu." - yuta
"Beda gimana?"
"Ya jadi cengeng gitu. Terus hal sepele aja digede gedein."
"Aku jadi yakin deh kalau mbak dila itu hamil. Pipinya juga makin berisi tuh." - jisoo
"Nah iya,"
"KAK DANI!!!!"
Baru juga diomongin. Nongol si nadila.
Mana sekarang tuh ngegas banget.
"Dek. Kenapa? Kok nangis??"
"MAS TAEIL JAHAT SAMA AKU KAKK!! HIKSSS!!" nadila langsung peluk ten.
"Bukan jahat elah. Elonya aja yang sekarang baperan." - yuta
"YUTA JUGA JAHAT BANGET SIH LO!!" nadila nangis nya makin kejer.
"Eh iya iya udah. Kamu kan udah gede dek.. Masa nangis sih.. Malu tuh di lihat issya."
Issya dari tadi cuma diem aja. Memahami situasi, tapi nggak paham paham.
"Kak dani?"
"Kenapa?"
"Anterin aku ke dokter.."
"ALHAMDULILLAH, AKHIRNYA NADILA WARAS JUGA.." - yuta
"OHH JADI LO NGANGGEP GUE GILA GITU IYA?? PERGI SANA DARI RUMAH INI!!" - nadila
"Dek. Kamu tuh ya, udah tahu mbak dila lagi labil gini." - jisoo ngomelin yuta.
"Lupa mbakk lupaaa."
"Dan, biar gue aja yang temenin dila ke dokter." - taeil.
Belum juga ten jawab. Udah dipotong sama nadila
"Mas taeil dirumah aja,"
"Kok gitu si yang? Kan suami kamu aku. Bukan dani."
"Tapi aku pengennya kak dani yang nganterin aku."
"Kenapa gitu sih dil?"
"Karena aku mau periksa ke kliniknya mingyu."
"Eh buju! Mingyu dokter kandungan ya.. Sampai lupa gue." - yuta
"Kamu kenal dek sama yang nanya mingyu?" tanya jisoo.
"Kenal banget malah, orang dia itu-"
"Mingyu siapa?" tanya taeil.
"Mingyu itu—"
"Mingyu itu mantan pacar aku!"
"HAH?!!"
TBC
__ADS_1