Papa Muda

Papa Muda
01


__ADS_3

Namanya nadila zena askadina..


Biasa dipanggil dila atau nggak zena.


Mahasiswi tingkat akhir, jurusan sastra seni ini lagi bingung bingungnya ngurusin skripsi yang udah ada di depan mata.


Dia pusing sendiri.Mana nggak ada yang bisa diandelin,mau ngandelin kakaknya, Nggak mungkin banget.


Orangnya plengah plengeh gitu.


Dan sekarang dia sedang dilanda masalah juga.


Iya, soalnya uang buat bayar semester tahun ini. Sudah ludes. Dipakai buat hangout.


Makanya sekarang lagi kena omelan mama nya.


"Dila dila, kamu tuh kalau dikasih amanat sama orang tua, harusnya di jaga baik baik." - mama yuri pusing sama anaknya yang satu ini.


"Ya maaf ma, aku kira mama ngasihnya lebih.. Makanya aku pake sebagian. Eh tahunya habis semua."


"Bisa aja kamu ngelesnya ya! Mau bayar pake apa coba sekarang?!" - mama yuri.


"Ya kan mama bisa minta papa yang lagi di thailand... Kok ribet sih ma??" - nadila.


"Masalahnya papa itu baru aja transfer dek, dan itu buat uang kuliah kamu... Nanti kalau mama minta lagi ya pasti marah lah papa kamu!" - mama yuri.


"Lah terus gimana dong ma?? Dila nggak bisa ikut skripsi dong?"


Sok sokan masang muka sedih.. Padahal aslinya mah seneng banget kalau nggak bisa ikut skripsi.


"Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus cari uang sendiri buat keperluan skripsi kamu!" - mama yuri.


"Mama ihh, terus dila harus ngapain maa?? Dila kan nggak punya pengalaman kerjaa.." - dila


"Ya kerja apa gitu, jadi pembantu kek. Pusing mama mikirin kamu doang!"


"WHAT?? PEMBANTU? MAMA TEGA BANGET SIHH!!"


"Pokoknya untuk uang skripsi kamu harus bisa cari sendiri. Pusing ini mama mikirin kamu doang." mama yuri langsung masuk kamar.


"MAMA IH JAHAT BANGETT SAMA ADEKK! POKOKNYA AKU NGGAK MAU KERJAA MAAA, RIBET!!!"


"WOY! CABE. BERISIK TAHU NGGAK! GUE MAU TIDUR JADI NGGAK KONSEN INI!!" itu kakaknya nadila yang ngomong.


Namanya akmal dani tentio, biasa dipanggil ten, atau dani juga boleh.


'Mati aja gue kalau disuruh cari duit skripsi sendiri!'


Skip ><


Hari ini jadwalnya dila ke kampus, dia ada kuliah pagi hari ini.


"Yut yuta?!" dila panggil orang yang namanya yuta, Tapi nggak nyaut.


"Ihh dasar takoyaki!"


dila merebut hp nya yuta dan langsung ngelempar hp nya yuta di meja.


"Sialan ya lo. Kalau mau pinjem hp orang tuh ngomong dulu.. Janngan maen nyaut aja?!" - yuta.


"Idih, siapa juga yang mau pinjem hp lo. Palingan isi galeri lo foto foto cewe hago semua." - dila tahu bener kelakuan temennya ini kayak gimana.


"Yee biarin aja."


"Yut! Gue butuh bantuan lo"


"Bantuan apa? Milih film biru yang bagus?"


"Kagak ****!" dila nonyor kepalanya yuta.


"Lah terus apa Nadila zena?" - yuta.


"Cariin gue kerjaan dong.."


"WHAT?! APA LO BILANG??!" Yuta syok berat.


"Biasa aja anying... Bisa pecah ini gendang telinga gue!"


"Abisnya, omongan lo bikin gue kaget *****!"


Udah biasa mereka ngomong kasar gini, Lebih dari kasar juga pernah malah.

__ADS_1


"Yaudah, buruan cariin gue kerjaan."


"Emang buat apa sih? Tumbenan.."


"Buat bayar uang skripsi gue."


"Emang lo nggak dikasih?" tanya yuta lagi.


"Bukannya nggak dikasih, tapi duitnya habis gara gara gue pake."


"Kebanyakan minum bir bintang ya gini.. Makanya nggak ngotak!"


"banyak omong lu! Ini bisa nggak cariin gue kerjaan! Kalau nggak bisa gue minta tolong jungwoo aja deh!"


"Gue lagi mikir! Bisa diem nggak."


Yuta lagi mikir, kerjaan apa yang cocok buat nadila..


Dan sampai akhirnya dia mendapatkan sebuah ide.


"Eh eh, gue ada nih kerjaan buat lo."


"Beneran ?apaan?" nadila langsung berbinar.


"Ya masih belum tahu sih gue,, cuma emang dia tuh lagi butuh orang banget.... Mungkin jadi pembantu"


"GILA YA LO! MASA JADI PEMBANTU?!"


nadila nggak nyelo.


"Nyantai ya **** kalau ngomong! Kalau nggak mau mah yaudah,lagian kan gue cuma mengumpamakan."


Nadila jadi mikir mikir, antara nerima tawaran ini apa nggak.


Kalau diterima, berarti dia harus bener bener siap jadi babu beneran kalau emang kenyataannya gitu. Tapi kalau nggak diterima..dapet duit darimana bayar uang skripsi?


"Yaudah deh, gue mau.. Dariapada nggak ada kerjaan lain. Gak bisa bayar beneran gue."


"Yang bener lo mau?" tanya yuta.


"Iya yudi hutomo... Gue mau.."


"Emang siapa sih orangnya?" tanya nadila.


"Abang gue."


"Kakak lo? Yang kata lo duda itu?" tanya nadila


Yuta cuma nggangguk aja..


"Ganteng gak?" nadila kepo


"Paling lo kalo ketemu dia langsung minta diajakin ngamar, udah papa muda. Hot dady, banyak duit lagi, tau gue otak lo mah."


"Memang bangsul punya kawan model ginian." nadila menggerutu


"Ntar gue share alamatnya sama lo..ntar lo kesana sendiri."


"Lah kok nggak sama lo aja sih?" - nadila.


"Nggak bisa dil, gue lagi ada urusan."


"hilih ***! Sok ada urusan. Urusan ngerayu dosen iya?!"


"Nah itu lo tahu! Emang sahabat sejati gue lo.. Muacchh" yuta kiss bye ke nadila.


"Kebanyakan dosa kali ya gue, makanya punya temen modelannya kayak yuta."


nadila cuma bisa mengelus dada aja lihat kelakuan yuta..


Skip><


Karena jadwalnya nadila udah selesai di kampus, dia rencananya mau pulang. Eh bukan deng, dia mau ke rumah kakaknya yuta.


Katanya kakaknya lagi butuh orang. Tapi gatau buat ngapain..


Ya nadila berdoa aja sih, semoga bukan butuh tukang cuci piring.. Gabisa soalnya. Bukannya gak bisa. Dia nggak terbiasa pegang barang licin


Ntar yang ada malah piring pecah semua pas dia pegang..


Pas di lapangan basket kampus dia ketemu kakaknya. Lagi ngelatih adek tingkat yang ekskul basket.

__ADS_1


Tapi sebenernya lebih ke modus sih ya, bukan ngelatih. Apalagi kelakuannya dani tuu beuhh,Bikin ngelus dada


Mana kalau ngomong tuh di lembek lembekin, jatuhnya bukan kalem tapi malah kayak spg nya ramayana yang pake baju ijo.


Yang di iklannya ada kosidahannya itu loh guyss.


"Kak dani!" - nadila


"Mau kemana lo?" - dani


"Mau cari kerjaan lah. Emang lo gak denger apa kemarin?Kalau gue disuruh nyari duit sendiri sama mama." - nadila cemberut.


"Makanya, jadi cewek itu gausah petakilan. Hangout sana sini. Nggak ada guna nya."


Suka nggak ngaca emang si dani kalau ngomong.


Padahal dia sendiri lebih parah. Sampai diusir papanya dari rumah gara gara ngabisin duit buat bayar uang kuliah.


"Kak. aku ikut kakak aja ya, ngelatih basket gitu." - nadila


"Apaan? Kagak! Yang ada kamu malah ngerusak imajinasi kakak!Udah sono pergi!" malah ngusir.


"Kak dani mah, jahat banget sama adek ndiri.. Ayolah kak."


"Ada sih kerjaan buat kamu.. Kalau kamu mau" - ten.


"Apaan?"


"Ngelap keringet kakak,, mau?"


"DASAR BOSOK! HEH ADEK ADEK. JANGAN MAU KALAU DIGOMBALI SAMA KAKAK INI, ORANGNYA LEMBEK KAYAK BONEKA MAMPANG!"


Setelah mengumpat, Nadila langsung kabur dari tempat.


Bisa makin darah tinggi kalau lama lama sama ten


BTW, dani itu kakak satu satunya nadila. Sebenernya dia kerja sih. Jadi fotografer di salah satu studio ternama.


Ngelatih basket mah cuma sampingannya aja.


Tapi sayang. Masih jomblo.


Padahal ganteng,


Skip ><


Nadila udah sampai di salah satu rumah..


Gede banger ini mah. kayaknya rumah dia aja dua kali lipatnya dari ini.


"Jalan mawar no.20, bener yang ini bukan?" nadila memastikan dulu. Siapa tahu salah alamat. Biar ntar dia bisa nyanyi alamat palsu.


"Eh iya bener,wahh gedong cyin rumahnyaa.." guman nadila.


'Inget ya dil.. Yang sopan kalau namu, soalnya kakak gue tuh perfectsionis banget. Dan nggak suka basa basi.'


.


Yuta udah wanti wanti ke nadila. Ya soalnya tahu sendirikan itu anak bacotnya kayak gimana.. Ntar kalau kakaknya tahu bisa bisa yuta di bacok!


Ting tong!


"Assalamualaikum...permisi" nadila mulai memberanikan diri.


"Waalaikumsalam... Cari siapa ya tante?"


Nadila lihat ada seorang anak kecil, perempuan. Cantik banget, imut lagi.


Nadila kan jadi pengen ngarungin.


"Eh.. Ehmm saya mau cari-"


"Cari siapa ya dek?"


Nadila menoleh ke sumber suara..


Seketika dila melongo.


'YA GUSTI,GANTENG!'


TBC

__ADS_1


__ADS_2