Papa Muda

Papa Muda
56


__ADS_3

"Nadila!! Bangunn dil." hansol nepuk pipinya nadila. Tapi nggak bangun bangun.


Itu berarti nadila pingsan.


"TAEIL WOY!!! TOLONGIN GUEE!!"


Sementara itu taeil denger hansol teriak dari dapur.


"Napa deh hansol?"


"TAEIL HUTOMO!! CEPETAN KESINI ELAH! ISTRI LO NGGAK SADARKAN DIRI INI!!"


"HAH?!" taeil buru buru lari ke arah dapur.


"Nadilaa?? Bangun dill... Hey." hansol masih usaha buat ngebangunin nadila yang lagi ada di pelukannya.


Mana itu hidungnya keluar darah.


"Astaga dila!" taeil langsung nyamperin nadila sama hansol.


"Il! Cepet bawa ke kamar."


Taeil buru buru gendong nadila buat dibawa ke kamar.


Sementara itu hansol lagi telfon mingyu, biar ke rumahnya taeil.


......


Nadila udah ada di kamar, sekarang lagi di periksa sama mingyu.


"Gimana gyu?nadila kenapa?" - taeil


"Zena ada masalah sama mas taeil?" tanya mingyu.


"Nggak ada kok. Kita baik baik aja. Kenapa??"


"Zena kelelahan mas.kayaknya dia lagi banyak pikiran. Karena sampai mimisan gini."


"Banyak pikiran? Tapi selama ini dia nggak pernah ngeluh apa apa ke saya."


Mingyu menghela nafas.


"Mas. Zena itu orangnya memang seperti itu. Dia cenderung menyembunyikan sesuatu yang dia pikir nggak penting. Padahal itu penting dan bahaya buat kesehatan mentalnya."


"Tapi sekarang dia gapapa kan?" tanya taeil lagi.


"Gapapa kok, nanti aku kasih resepnya buat zena."


"Syukur deh.." taeil bernafas lega.


"Mas?"


"Ya?"


"Usahakan zena jangan kayak gini lagi ya.. Ini udah beberapa kali saya lihat zena mengalami kelelahan yang berlebihan. Kalau dia kayak gini terus, efeknya fatal mas."


"Iya..saya jamin nadila nggak bakal gini lagi."


"Kalau bisa. Mas taeil lebih ekstra lagi jagain zena nya.."


"Iya gyu.. Makasih ya."


"Iya mas sama sama."


Taeil lega kalo nadila cuma kelelahan, tapi ya gitu. Taeil justru penasaran apa yang ada di pikiran nadila sekarang ini..


Sampe sampe bikin dia stres.


.......


Nadila udah sadar, dan sekarang dia lagi sama taeil berdua.


"Ada yang sakit nggak? Mas pijitin ya?" - taeil


"Nggak ada yang sakit kok mas. Cuma agak pusing aja."


"Dila?"


"Kenapa mas?"


"Kalau kamu ada masalah, kamu harus cerita ke aku ya. Sekarang kan kamu udah punya suami, jadi apapun masalah yang menyangkut kamu. Itu bakalan jadi masalah aku juga." taeil mengeratkan genggaman tangannya ke nadila.


"A-aku nggak ada masalah kok mas.. Cuma kecapekan aja." - nadila.

__ADS_1


"Iya. Kamu kecapekan karena kamu lagi banyak pikiran kan?"


Nadila diem.


"Kamu sayang aku nggak?" tanya taeil.


"Ya sayang lah mas.."


Taeil senyum.


"Itu berarti mulai sekarang. Kamu harus ngomong sama aku sekecil apapun masalah kamu."


"Maafin aku ya mas, aku masih sering bohongin kamu." - nadila.


Taeil peluk nadila.


"Jangan gini lagi ya.. Mas gamau kamu ninggalin mas, sama anak anak."


"Iya mas... Aku nggak bakalan kemana mana kok. Mas tenang aja.."


Skip ><


hyunjin ada di sekolah, ya kan dia udah masuk paud.


Dan sekarang hyunjin lagi ada di halaman sekolah. Duduk sendirian.


Nungguin ayah sama bundanya. Soalnya mereka janji katanya mau dateng ke sekolahnya buat lihat hyunjin pentas.


"Hyunjin?"


Tak disangka minhyun juga lagi ada disitu.


"Om iyun?"


"Hyunjin kok ada disini? Bukannya hyunjin mau pentas ya?" - minhyun.


"Unjin lagi nungguin ayah sama bunda omm, mereka mau lihat unjin."


"Ayah sama bunda?"


Hyunjin mengangguk semangat.


'Pak taeil mau dateng ke acaranya hyunjin? Dia kan hari ini ada pertemuan di kantor'


"Bundaaaaa..." hyunjin buru buru lari peluk nadila.


"Kak minhyun?"


"Hai."


"Kok kak minhyun ada disini??" - tanya nadila.


"Ohh itu aku mau lihat keponakan aku. Dia kan sekolah disini juga."


Nadila mengangguk paham.


"Bunda.. Ayah mana?"


'Ya ampun. Mesti bilang apa ya ke hyunjin..'


Nadila bingung. Dia juga gatau taeil bisa atau nggak. Padahal kemarin dia udah janji ke hyunjin kalo mau dateng.


Dan kalau emang taeil nggak dateng, berarti ini kedua kalinya dia nggk hadir pas anaknya mau tampil.


"Ayah nggak kesini lagi ya bun?" tanya hyunjin.


"Ehmm... Ayah kesini kok, tapi nanti, jadi nggak bareng sama bunda." - nadila.


"Kenapa ayah nggak barengan sama bunda?" hyunjin udah mewek aja bawaannya.


Nadila makin bingung asli. Jangan sampe hyunjin nangis di sini,,


Tau sendiri kan dia kalo nangis kayak gimana.


"Hyunjin sayang...." minhyun mendekat ke arahnya hyunjin.


"Masuk yuk, kan hyunjin mau pentas di panggung. Terus bunda juga dateng. Ada om juga kan."


"Tapi unjin mau nungguin ayah disini.."


"Iya kita tungguin ayah di dalem aja ya. Nanti pasti ayah dateng kok." minhyun gendong hyunjin buat masuk ke dalem.


"Dil, coba kamu hubungin pak taeil. Biar aku yang bawa hyunjin ke dalem ya." - minhyun.

__ADS_1


"Iya kak."


Sementara itu, taeil lagi sibuk sibuknya di kantor. Habis pertemuan tadi, dia langsung ngurusin kerjaan lain.


Ting!


Taeil ambil hp nya.


nyonya taeil💕


Mas...


Mas beneran nggak bisa dateng ke acaranya hyunjin?


"Ya Allah. Lupa kalo hari ini hyunjin mau pentas."


Asli, taeil lupa beneran, saking sibuknya.


Ting!


nyonya taeil💕


Mas?


Kalau emang mas gabisa dateng gapapa.


Biar aku yang ngomong ke hyunjin nanti.


Kamu fokus aja sama kerjaan kamu.


taeil buru buru telfon nadila.


Tapi nggak diangkat.


Taeil lihat jam di tangannya,


Udah jam setengah sepuluh.


Kemungkinan hyunjin juga udah tampil. Dan perjalanan dari sekolahnya hyunjin sama kantornya taeil itu agak jauh. Apalagi kalo jalanan macet.


Taeil buru buru ambil kunci mobilnya, abis itu langsung keluar kantor buat ke sekolahnya hyunjin.


......


Dan sekarang,, hyunjin lagi nangis di belakang panggung.


Dia nggak mau tampil di panggung. Nadila sampe pusing.


Gurunya juga udah bujukin, tapi tetep aja gamau.


"Hyunjin kok gamau tampil? Kan kemarin udah latihan di rumah sama bunda sama ayah juga.." - nadila.


"UNJIN GAMAU! UNJIN MAUNYA SAMA AYAH!!"


Nah kan, sudah diduga.


"Iyaa, nanti ayah kesini kok. Tapi hyunjin tampil dulu ya, tuh lihat hyunjin udah ditungguin temen temennya."


"UNJIN MAU NYANYI KALO ADA AYAH!! POKOKNYA UNJIN GAMAU! HUAAAA" hyunjin malah tambah nangis.


Sumpah, nadila pusing kalo hyunjin udah kayak gini.


"Hyunjin masih gamau tampil?" tanya minhyun yang udah ada di belakang.


Nadila menggeleng pelan.


"Dia nggak mau tampil kalau nggak ada ayahnya."


Minhyun ke arahnya hyunjin.


"Hyunjin.."


Hyunjin masih sesenggukan.


"Hyunjin naik ke panggung ya. Tuh udah ditungguin temen temennya."


"Tapi unjin maunya sama ayah.."


"Iyaa, ayah kan lagi perjalanan kesini. Makanya hyunjin ke panggung dulu." minhyun mengelus rambutnya hyunjin pelan.


Dan akhirnya hyunjin mau buat naik ke panggung, ya walaupun harus usaha keras banget. 


Ini semua gara gara si taeil hutomo!

__ADS_1


Tbc


__ADS_2