
Rumahnya taeil lagi rame.
Iya rame, soalnya ada mama yuri, mama seohyun, yuta, ten, sama jisoo di rumah.
Karena apa?
Karena hyunjin ilang.
Dan keadaannya nadila sekarang antara sadar sama nggak. Lemes pokoknya.
Dari tadi ditenangin sama jisoo. Soalnya manggil nama hyunjin terus.
"Hyunjin...."
"Mbak dila tenang ya.. Hyunjin pasti ketemu kok." jisoo
Ten sama yuta juga lagi bingung.
"Mbak, bang taeil udah dikasih tahu kan soal masalah ini?"
"Udah, tadi mama udah telfon."
"Hyunjin...."
Tak lama kemudian taeil datang. Dia langsung lari nyamperin nadila yang down.
"Dila!"
"Mas taeil...Hyunjin mas." nadila udah nangis aja.
"Iya iya. Kamu tenang dulu ya." taeil mengelus kepalanya nadila biar tenang.
"Lagian kamu ngapain aja sih dek? Sampai hyunjin ilang gitu? Ceroboh banget sih!" ten malah ngomel ke nadila.
Nadila malah tambah nangis. Jadi merasa bersalah dia.
"Dani kamu kok jadi ngomelin adek kamu sih?. Orang lagi panik juga." - mama yuri.
"Mas. Kayaknya kita harus lapor ke polisi deh." - jisoo
"Jangan dulu. Biar mas aja yang cari hyunjin. Kalau emang besok dia nggak ketemu. Baru kita lapor." - taeil.
"Kalau gitu, gue sama bang dani aja yang cariin hyunjin. Lo tenangin nadila dulu deh." - yuta yang ngomong.
"Iya.."
Taeil menghela nafas panjang.. Ada aja masalahnya. Nggak habis pikir dia.
Skip ><
Sekarang nadila lagi ada di kamar sama taeil. Demam tinggi dia.
"Hyunjin..." dan dari tadi manggil nama hyunjin terus.
Taeil jadi nggak tega buat ninggalin istrinya.
'Siapa sih yang berani banget culik anak gue?!'
Taeil mikir. Siapa kira kira yang ngambil hyunjin. Kenapa berani banget gitu.
Perasaan taeil juga nggak punya musuh di lingkungan kerjaan dia.
Kecuali....
"Hansol...." seketika taeil inget hansol.
Dia kan yang lagi ada masalah sama taeil. Soal issya.
"Jangan jangan hansol yang culik anak gue." taeil langsung berdiri.
Dia lihat nadila lagi tidur. Dia buru buru ambil kunci mobil abis itu keluar kamar.
Sementara itu, mama yuri, mama seohyun sama jisoo masih ada di ruang tamu.
Nungguin kabar dari yuta atau nggak ten.
"Yuta sama dani kemana sih? Kok nggak pulang pulang." - mama yuri.
"Sabar mbak. Mungkin hyunjin belum ketemu." - mama seohyun.
"Mas taeil mau kemana?" tanya jisoo yang tahu taeil keluar kamar.
"Mas mau ke rumahnya hansol."
"Hansol? Hansol ayah kandungnya issya maksud kamu?" tanya mama seohyun.
"Iya ma. Taeil titip nadila sebentar ya. Aku pergi dulu." taeil buru buru keluar rumah.
"Hati hati!"
"Ngapain ya taeil ke rumahnya hansol?" - mama seohyun.
"Jangan jangan mas hansol yang ngambil hyunjin ma??"
"Heh ngaco kamu. Mana mungkin."
"Bisa aja ma.. Kan kemarin mas taeil bilang. Kalau mas hansol bakalan nekat buat ngambil issya."
"Ya terus hubunganya sama hyunjin apa jisoo?"
__ADS_1
"Ya bisa aja dia manfaatin keadaan dengan cara ngambil hyunjin. Terus jaminannya issya." - jisoo ada benernya juga.
"Nggak boleh berburuk sangka dulu jisoo. Lebih baik kita tunggu kabar selanjutnya aja." - mama yuri menjadi penengah.
Sementara itu, ten sama yuta lagi mencar ke seluruh komplek.
Ya mereka tanya tanya tetangga gitu. Siapa tahu ada yang tahu hyunjin dibawa sama siapa.
Tapi dari tadi cari ke komplek. Nggak ada yang tahu. Siapa yang bawa hyunjin.
"Duh.. Kemana ya bang si hyunjin?" - yuta
"Kayaknya itu penculik profesional banget deh. Komplek serame ini aja, nggak ada yang tahu." - ten.
"Mesti cari dimana lagi nih bang? Mumet gue.."
"Coba kita cari keluar komplek. Siapa tahu ada yang lihat."
"Yaudah yuk."
"Loh mas yuta?"
Baru aja mereka mau pergi. Eh ada yang manggil.
"Eh mbak nana."
Ternyata namanya nana.. Tetangganya taeil sekaligus mantan asisten rumah tangganya.
"Mas yuta cari siapa? Tumben kesini? Jauh lo ini dari rumahnya pak taeil." - nana
"Ehm ini mbak. Saya mau cari keponakan saya."
"Loh? Mbak issya ilang toh?"
"Bukan issya mbak. Tapi hyunjin. Keponakan saya yang baru lahir. "
"Ohh yang anaknya dari istrinya yang baru??"
"Iya mbak."
Orang yang namanya nana mengangguk.
"Yut, coba lo tanya deh ke mbaknya. Siapa ngerti dia tahu hyunjin." bisik ten.
"Mbak nana?"
"Kenapa mas?"
"Mbak tadi lihat ada mobil berhenti nggak di depan rumah kakak saya?" tanya yuta.
Ya soalnya biasanya setiap pagi itu. Nana sering lewat depan rumahnya taeil.
"Berarti mbak nggak lihat ada mobil lain berhenti gitu?"
Nana diem.. Mikir dia.
"Oh iya. Tadi pas saya mau belanja di warung. Saya lihat ada mobil berhenti mas. Tapi kayaknya itu bukan mobilnya pak taeil deh."
Ten sama yuta bertatap muka.
Seperrtinnya mereka menemukan petunjuk.
......
Taeil udah sampai ke rumahnya hansol.
Di langsung gedor gedor pintu rumahnya. Padahal disitu ada bel.
"HANSOL! KELUAR LO!!"
Tapi nggak ada jawaban.
"HANSOL KELUAR NGGAK LO! APA MAU GUE DOBRAK!"
Cklek!
"Bisa nggak kalau namu itu yang sopan?" hansol terganggu.
Tiba tiba aja, taeil narik kerahnya hansol.
"Mana anak gue!"
"Anak lo sama istri baru lo?"
"Nggak usah banyak bacot *****! LO KEMANAIN ANAK GUE!!"
Hansol tahu kayaknya taeil marah beneran.
"Il.. Gue bener bener nggak ngerti apa yang lo maksud." - hansol.
"Adeknya issya ilang.. Dan gue tahu. Pasti elo kan yang ngambil dia! JAWAB!!"
"Ha? Anak lo yang kecil ilang?"
"Nggak usah pura pura ****! Mana anak gue sekarang? Lo pikir dengan cara gini issya mau gitu tinggal sama lo hah?!"
"Taeil.. Tenang dulu.. Gue bener nggak tahu apa apa soal ini." - hansol
Taeil langsung melepas cengkeramannya.
__ADS_1
"Terus siapa kalau bukan elo han?? Siapa????"
"Lo tenang dulu.. Jelasin semuanya ke gue. Sebenernya ada apa?" - hansol nyuruh taeil tenang.
"Anak gue, hyunjin ilang tadi pagi pas lagi sama ibunya."
"Kok bisa ilang sih?"
"Ya gue nggak tahu!" - taeil
"Terus kok lo bisa nuduh gue?"
"Ya karena kemarin lo gagal buat bawa issya. Gue pikir elo nekat nyulik anak gue!" - taeil
Hansol mengela nafas
"Il.. Gue emang pengen issya tinggal sama gue. Tapi gue nggak sejahat itu mau ngambil anak orang gitu aja. Gue tahu batasan." - hansol
"Terus anak gue dimana???"
Hansol jadi kasihan sama taeil, acak acakan gitu.
Dulu aja pas haein meninggal nggak sekacau ini. Hansol yakin. Pasti dia cinta banget sama nadila sama anaknya juga.
"Issya udah lo jemput?" tanya hansol
"Dia udah dijemput sama adek gue."
Taeil mengacak rambutnya.. Kacau dia.
Ting!
Hp nya taeil bunyi. Dia buru buru buka.
Yuta
Bang!
Lo harus pulang sekarang.
Gue sama bang dani udah nemuin petunjuk tentang hyunjin.
Chat dari yuta bikin taeil lega.
Dia buru buru lari. Ninggalin hansol. Bahkan dia nggak pamit sama hansol.
Skip ><
Nadila ngelamun aja dari tadi. Dia nggak mau makan sama sekali. Padahal lagi demam dia.
Mama seohyun sama mama yuri udah pulang duluan. Jisoo yang nyuruh.
"Mbak dila harus makan. Biar kuat."
"Gimana aku bisa makan mbak?? Hyunjin aja nggak ada di samping aku."
"Mbak.. Kan mas taeil sama lainnya lagi fokus cari hyunjin." - jisoo
"Kalau gitu aku mau juga mau cari hyunjin." nadila buru buru turun dari kasur.
"Mbak nadila disini aja. Mbak kan lagi sakit." jisoo mencegah.
"Nggak mbak. Aku harus cari hyunjin."
"Jangan mbak. Biar mas taeil aja yang cari."
"Nggak mbak! Aku juga harus cari"
"Mbak dila!"
Belum juga nadila keluar kamar. Tapi pintunya udah dibuka duluan dari luar.
Dan ternyata itu taeil.
"Kamu mau kemana?"
"Aku mau cari hyunjin mas. Aku ikut kamu cari hyunjin."
"Dila kamu tenang dulu."
"GIMANA AKU BISA TENANG SIH MAS?! ANAK AKU LAGI ILANG. MAS MASIH NYURUH AKU TENANG? IYAA??!" nadila nangis lagi.
"Dila dengerin mas dulu." taeil menangkup kedua pipinya nadila.
"Kamu tunggu disini sama jisoo. Biar mas yang cari anak kita. Sama dani sama yuta juga."
"Tapi aku mau cari hyunjin juga mass."
"Nggak dil. Kamu dirumah aja. Kamu jangan kemana kemana. Kamu lagi sakit."
"Tapi hyunjin mas.."
"Aku udah tahu siapa yang ngambil hyunjin."
Nadila menoleh ke taeil.
"Siapa? Siapa yang berani ngambil hyunjin mas?!! Bilang sama aku!"
"Minhyun yang udah ngambil hyunjin dari kita."
__ADS_1
TBC