Papa Muda

Papa Muda
51


__ADS_3

Sekarang taeil sama nadila udah ada dirumah...


Tapi daritadi taeil cuma diem aja.


Dari pas ada di rumah sakit, sampe di rumah. Kerjaannya cuma diem. Dan kalo udah kayak gini berarti taeil marah.


Karena aura aja udah beda banget. Ngga kayak biasanya


Nadila jadi takut sendiri.


Dan sekarang taeil abis mandi, mereka lagi ada di kamar.


Untung aja anak anak lagi ga ada di rumah. Jadi kalo berantem nggak ada yang denger


"Mas taeil..."


"Apa?"


Jutek jawabnya.


"Mas masih marah sama aku?" - nadila


"Menurut kamu?"


"Mas... Maafin aku. Aku bisa jelasin semuanya."


"Gaada yang perlu di jelasin, kan aku udah tahu semuanya." taeil buru buru pake kaos abis itu keluar kamar.


"Mas mau kemana?"


"Nyelesain kerjaan."


"Tapi kan ini udah malem mas, besok kan masih bisa diselesain.."


"Gabisa. Besok aku mau pergi."


"Pergi kemana?"


"Kamu ga perlu tahu."


"Kenapa aku ga perlu tahu? Aku kan istri kamu!"


"Ya kamu aja bisa sembunyiin ini semua dari aku. Masa aku ga boleh?" - taeil


Mulai deh mulai berantem.


"Mas, Aku ngelakuin ini karena aku gamau kamu-"


"Gamau aku marah? Itu doang kan alasan kamu?"


"Mas taeil."


"Terus apa dengan cara kamu sembunyi sembunyi gini bikin aku ngga marah?"


"...."


"Ya meskipun aku udah tau semuanya, tapi aku tahu sendiri kan? bukan dari kamu? Coba aja kalo aku nggak ngikutin kamu ke rumah sakit tadi. Nggak mungkin aku tahu yang sebenernya!"


Nadila diem, yang diomong sama taeil bener. Nggak ada yang salah.


"Kenapa diem? Merasa bersalah kan kamu sama suami sendiri?"


"Maaf kalau emang aku bohong sama mas, tapi mas harus tau, Aku ngelakuin semua ini karena aku gamau mas taeil kecewa."


"Tapi dengan cara kamu begini, malah bikin aku tambah kecewa dil."


"....."


"Aku kayak gini ngerasa ngga dihargai tau nggak?!"


"Mas bilang sendiri kan ke aku, kalo mas pengen punya anak lagi dari aku. Tapi nyatanya? Aku udah gabisa punya anak lagi."


"Kamu itu terlalu percaya sama omongan orang, percaya itu sama diri sendiri."


Apa yang dikatakan taeil benar adanya. Harusnya dia ngga putus asa gini.


"Kalau emang mas kecewa sama aku, gapapa, Sekarang terserah mas aja maunya gimana." nadila langsung keluar kamar, mungkin mau tidur sama issya


Taeil menghela nafas panjang, Pusing dia.


Skip ><


Taeil baru selesai mandi, karena dia kesiangan hari ini, jadi dia nggak jadi pergi.


Taeil aja ketiduran di ruang kerja.


Tapi dari tadi ada di kamar, taeil nggak lihat nadila sama sekali.


Dia masuk ke kamarnya issya, dan pas dibuka ternyata nggak ada siapa siapa.


Kamarnya issya juga udah rapi.


"Dila?" taeil coba manggil. Tapi gaada jawaban.


Taeil nengok ke dapur.


Tapi nadila juga gaada disana.


"Nadila kemana sih?" taeil ambil hp nya abis itu telfon nadila.


Dan ternyata hp nya nadila ada di kamarnya issya.

__ADS_1


"Dia nggak bawa hp? Nggak biasa banget." - taeil langsung telfon ten.


"Hallo. Napa bang?"


"Dan.. Istri gue ada di situ nggak?"


"Ha? Si dila? Nggak kesini tuh bang."


"Seriusan?"


"Iya serius elah. Napa sih emangnya? Dila ngga ada di rumah?"


"Yaaa biasa lah dan, namanya juga berumah tangga, ada aja masalahnya."


"Ya sayangnya gue belum berumah tangga bang.. Syedih."


Napa jadi curhat ini si ten.


"Yaudah deh, kalo gitu gue mau cari nadila dulu ya."


"Bang, mesti sabar sama adek gue, batu soalnya."


"Iya dani, Gue tau kok. Yaudah gue tutup ya telfonnya."


BIP!


taeil mematikan telfonnya.


"Dilaa kamu kemana si Ya Allah... Bikin aku khawatir aja bisanya." taeil pusing kalo nadila ilang ilangan gini.


Dia buru buru ambil kunci mobil abis itu pergi cariin nadila.


.....


Sementara itu...


Nadila lagi ada di cafe deket kampusnya dulu. Yang punyanya jaehyun.


Ada jaehyun juga disitu. Kayaknya mau ngomong sesuatu nadila.


"Jadi... Setelah sekian tahun nggak ketemu, ada apakah nyonya nadila kesini lagi?" - jaehyun.


"Jadi gue nggak boleh gitu kesini? Yaudah gue pulang aja."


"Waduh, sensi banget mbaa.. Makin keriput ntar.." jaehyun emang suka godain nadila.


"Jae, gue pengen kerja disini lagi."


"Hah? Apa? Ngomong sekali lagi coba?" - jaehyun.


"Jaehyun ih!" nadila pukul lengannya jaehyun.


Jaehyun nya cuma cengengesan.


"Gue butuh kerjaan ini jae."


"Butuh kerjaan? Emangnya suami lo kemana? Bangkrut? Ato nggak mau ngasih nafkah?"


"Jae, ini mumpung teh gue masih panas. Gue siramin ke elo mantep nih." - nadila


"Hehe.canda doang dil canda.."


"Serius dikit napa sih jae.. Jangan bercanda terus." 


"Loh dil, ntar kalo gue serius sama lo, nasib suami lo gimana?"


"Jaehyun!" nadila udah siap aja mau gaplokin si jaehyun.


"Eh iya iya ampun"


"Lagian kenapa sih? Tiba tiba aja lo pengen kerja lagi disini?" tanya jaehyun.


"Yaa gue bosen aja jae di rumah Terus"


"Bosen? Ya kan ada si kecil tuh."


"Ya iya, tapi lama lama juga bosen jae."


"Kalo lo kerja disini lagi, siapa yang jagain anak lo?" tanya jaehyun


"Gue titipin ke mama lah."


"Gue ga yakin kalo alesan lo mau kerja disini itu."


Nadila diem.


"Kalo lo mau kerja disini, izin dulu sama suami lo sana." 


"Gu-gue udah izin."


"Terus gue percaya gitu?"


Jaehyun tahu kalo nadila bohong.


"Lo berantem kan sama suami lo?" tebak jaehyun.


"Gue cuma ada masalah kecil aja sama dia. Namanya juga berumah tangga."


"Amasaa????"


"Kalo emang lo gamau gue kerja disini yaudah sih, gue pulang dulu." nadila langsung pergi dari cafe nya jaehyun.

__ADS_1


"Ya Allah pundungan banget itu bocah.. Kok ada sih yang jatuh cinta terus ngajak nikah dia.." jaehyun geleng geleng kepala.


Ga sadar diri padahal dia dulu juga seneng sama si nadila.


......


Dan sekarang nadila lagi jalan kaki. Gak jelas mau jalan kemana, yang penting jalan kaki udah.


"Nyebelin banget sih si jaehyun! Mau nolak aja pake ribet segala! Kan gue ga capek jauh jauh ke sini!" - gerutu nadila


Nadila masih jalan aja. Mana udah sore.


Mau pulang juga dia males, pasti taeil dirumah. Kan hyunjin sama issya lagi gaada dirumah.


"Apa gue ke rumahnya yuta aja ya? Kan rumahnya deket sini tuh." - nadila


TIN!


"Yasalam! WOYY! NGAGETIN AJA BISANYA!" nadila kaget,


Ya lagi enak enaknya menyendiri ada yang bunyiin klakson.


"Ngapain lo kluyuran disini?" dan ternyata yuta.


"Elo ternyata... Pantes songong!"


"Buruan masuk!" yuta nyuruh nadila masuk ke mobil.


Dan nadila buru buru masuk ke mobil.


"Mau kemana lo? Kluyuran jauh banget sampe sini." - yuta


"Gue pengen ke rumah lo"


"Lah tumbenann? Ngapain?"


"Ya pengen aja, udah lama gue nggak main jauh." - nadila


"Alah... Bilang aja kalo lagi berantem sama abang gue."


Tebakan yuta memang selalu benar.


"Gue tadi habis dari cafe nya jaehyun."


"Ngapain? Selingkuh?"


"Anjay itu bacot bisa nggak ya di filter dulu?" - nadila


"Ya lo ngapain ke sana kalo bukan selingkuh?" - yuta


"Gue mau kerja lagi di di cafe punya dia ."


"Ngapain si lo kerja kerja segala, udah punya suami tajir juga.. Kurang emang bang taeil ngasih uang bulanan?"


"Nggak gitu yut.."


"Terus?"


"Gue pengen menyibukkan diri, biar gue nggak kepikiran aja."


"Kepikiran apa? Lo sakit?" tanya yuta


"Tau ngga sih? Gue Udah gabisa Punya anak lagi yut."


"HAH?!" yuta langsung mengerem dadakan.


"Biasa aja kali nyet!" - nadila


"Nadila? Lo bohong kan? Ga serius kan?"


"Emang wajah gue kelihatan bercanda apa gimana?"


"Dila."


"Awalnya gue gamau ngasih tau mas taeil sekarang. Tapi dia udah tahu duluan. Jadi ya ini yang buat kita berantem."


"Kenapa lo ngga ngasih tau?"


"Karena gue gamau buat suami gue kecewa yut. Lo tahu sendiri kan kalau mas taeil pengen banget punya anak lagi, sedangkan kondisii gue sekarang kayak gini." nadila berkaca kaca


"Dan sekarang Gue takut yut..gue takut Mas taeil bakalan ninggalin gue karena gue gabisa ngasih kebahagiaan buat dia lagi." dan akhirnya nadila menangis


Percayalah, cuma di depan yuta seorang nadila bisa nangis kayak gini.


Yuta langsung ngasih pelukan ke nadila


"Dil... Bang taeil nggak gitu orangnya."


"Tapi gue bener bener takut yut. Gimana kalo misalnya dia ninggalin gue sama hyunjin beneran?"


"Dil udah, gue tau abang gue kayak gimana. Jadi lo gausah khawatir." yuta mengelus kepalanya nadila pelan.


Yuta jadi nggak tega kan kalo kayak gini jadinya.


"Yuta?"


"Kenapa?"


"Anterin gue ambil hyunjin di rumah mama gue."


"Lo mau kemana sama hyunjin?"

__ADS_1


"Gue pengen menenangkan diri yut.."


TBC


__ADS_2