Papa Muda

Papa Muda
57


__ADS_3

Hyunjin udah selesai tampil, dia juga udah pulang.. Tadi taeil yang jemput.


Ya dia akhirnya dateng ke sekolahnya hyunjin, ya walaupun cuma lihat seperempat dari penampilan hyunjin.


Dan itu buat hyunjin ngambek sama taeil, dia mogok bicara sama ayahnya.


Hyunjin langsung masuk ke kamarnya.


Blam!


Hyunjin membanting pintu keras.


"Hyunjin marah sama aku deh kayaknya"


"Emang iya. Kamu sih bohongin dia terus."


"Aku bukan bohong nadila.. Aku emang bener bener lupa."


"Sama aja."


Kayaknya nadila juga kecewa sama taeil,


"Untung aja tadi ada kak minhyun,  jadi hyunjin nya mau tampil."


"Ohh kamu lebih seneng minhyun yang nemenin hyunjin ya daripada aku?"


" tuh kan. Kamu malah nyalahin orang lain, harusnya kamu itu berterimakasih sama kak minhyun. Karena dia udah bisa bujukin hyunjin yang ngga mau tampil gara gara nungguin kamu."


Nadila langsung masuk ke kamarnya hyunjin. Kesel dia kalau taeil kayak gini. Mancing emosi aja.


Ya masalahnya taeil nggak cuma sekali aja ingkar janji ke hyunjin, taeil sadar akan hal itu.


Tapi kan dia juga ada kerjaan, dan kerjaan itu bisa dateng secara tiba tiba. Dan nggak bisa di ganggu gugat.


Taeil bingung mesti gimana.


......


Sekarang nadila lagi gantiin baju hyunjin. Abis nyuci mukannya juga.


Tapi daritadi dia lihat hyunjin murung terus.


Nadila tahu, dia pasti masih marah sama ayahnya.. Dia juga kecewa sih sama taeil, tapi nadila juga gabisa nyalahin taeil sepenuhnya.


Taeil kan juga orang sibuk. Apalagi dia pegang jabatan penting di kantor. Nggak bisa keluar masuk kantor seenaknya aja, ya walaupun itu perusahaan punya keluarganya.


"Anak bunda kenapa sih? Kok cemberut terus daritadi?" nadila pangku hyunjin.


"Unjin sebel sama ayah! Ayah jahat!"


"Jahat kenapa hm??"

__ADS_1


"Ayah nggak mau lihat unjin nyanyi. Ayah nggak sayang sama unjin." - hyunjin.


"Hyunjin.... Ayah nggak jahat kok sama hyunjin,"


"Tapi kenapa ayah nggak mau lihat unjin tadi????" - hyunjin.


"Kan ayah sibuk, jadi tadi nggak bisa nemenin hyunjin."


"Setiap hari ayah sibuk telus.. Nggak pernah main sama unjin lagi!"


Nadila harus muter pikiran ini buat ngejelasin ke hyunjin , yang emang banyak tanya banget.


"Ehmm.. Mainannya hyunjin yang beliin siapa?" tanya nadila.


"Ayah."


"Terus.. Kalau bunda lagi masak, yang nemenin hyunjin belajar siapa?"


"Ayah juga.."


"Terus..kemarin yang beliin sepeda baru hyunjin siapa?"


"Ayah..."


"Berarti semua yang hyunjin minta diturutin kan sama ayah?"


Hyunjin mengangguk.


"Itu berarti ayah sayang kan sama hyunjin. Buktinya semua yang hyunjin minta sama ayah dikasih."


"Ayah kan sibuk juga demi hyunjin. Buat beliin mainan yang banyakkk banget buat hyunjin, buat kak issya jugaa"


"Berarti ayah nggak benci sama unjin kan bun?"


"Nggak dong. Kan hyunjin anaknya ayah sama bunda." nadila senyum ke hyunjin.


Hyunjin menundukkan kepalanya..


"Pasti ayah sekarang sedih..."


"Yaudah, kalau gitu kita samperin ayah ke kamar yuk."


Dan akhirnya nadila bawa hyunjin ke kamarnya buat temuin taeil.


Taeil habis mandi, udah ganti baju juga,, dan sekarang dia lagi tiduran.  dia mutusin buat nggak balik ke kantor. Capek juga mesti bolak balik.


Ntar yang ada dia malah oleng lagi.


Lagi enak enaknya tidur, ada yang narik tangannya dia dari samping.


Siapa lagi kalau bukan hyunjin. Anak semata wayangnya.

__ADS_1


"Hyunjin?"


Hyunjin langsung naik ke kasur abis itu duduk dipangkuan ayahnya.


"Ini buat ayah.." hyunjin nyerahin piala kecil sama sebuah gambar yang dia dapat dari sekolah tadi. Ya karena tadi dia menang lomba mewarnai beberapa waktu lalu.


Cuma karena taeil terlalu sibuk, hyunjin nggak berani ngasih ke taeil langsung.


"Juara dua? Hyunjin menang lomba apa?" tanya taeil.


"Waktu itu hyunjin pernah ikut lomba menggambar mas.. Terus dapet juara dua deh. Dia mau ngasih piala itu ke kamu. Tapi kamunya sibuk terus." - nadila yang jawab.


Taeil lihat gambarannya hyunjin. Ya emang bagus. Anak Seusia hyunjin belum tentu bisa gambar sebagus ini.


"Unjin gambar ini.... Ada ayah, bunda, kak issya sama unjin."


Taeil bener bener nggak nyangka, hyunjin sepintar ini.


"Maafin unjin ya yahh.. Soalnya tadi unjin udah marah marah sama ayah..."


"Maafin ayah juga ya. Maafin kalau ayah nggak bisa nemenin hyunjin setiap hari." taeil senyum.


Dan akhirnya hyunjin sama taeil pelukan.


Nadila yang lihat jadi adem sendiri. Dia juga ikutan senyum, jarang banget emang nadila bisa lihat taeil sama hyunjin kayak gini.


Baru aja nadila ninggalin hyunjin sama taeil buat ke dapur.


"Kamu mau kemana?" tanya taeil.


"Aku mau ke dapur mas. Masakkin kalian... kan udah siang."


"Bundaaa, unjin mau sosis bakar yaa."


"Bundaaaa, Ayah mau sosis bakar jugaaa"


Nadila cekikikan..


"Siap para bayi gedee.."


Nadila buru buru keluar dari kamar.


Tapi tiba tiba dia ngerasain pusing..


"Ini kepala aku kenapa pusing terus sih.."


Nadila jalan ke arah dapur. Tapi dia makin pusing.


Dan akhirnyaa....


BRUK!

__ADS_1


"NADILAA!!"


TBC


__ADS_2