
Taeil sama ten masih ada di depan.
"Dan? Istri gue mana?" tanya taeil sekali lagi.
"Eh itu bang... Anu.."
"Jangan coba bohongin gue ya! Gue tahu kalo nadila disini."
"I-iya bang ta-tapi-"
"BUNDAAA!!!!"
Belum juga selesai ngomong. Udah ada teriakannya hyunjin di dalam kamar.
"Nadila!" taeil langsung lari ke arah kamar. Disusul ten belakangnya.
Sementara itu hyunjin udah ada disamping bundanya.
"Bundaaa... Bangun.. Bunda jangan tidur disini.."
Hyunjin dengan kepolosannya ngira kalo nadila cuma tidur.
"Nadila!" taeil buru buru ke arahnya nadila yang udah nggak berdaya itu.
"Dek! Bangunn!"
Taeil ngangkat kepalanya nadila.
"Nadila! Hey bangun.." taeil nepuk nepuk pipinya nadila.
Tapi ya namanya nggak sadar.
"Ayah.. Om dani.. Tadi bunda pegangin perutnya terus. Abis itu jatuh." - hyunjin.
"Bang. Kita harus bawa nadila ke rumah sakit sekarang!"
Dan akhirnya nadila digendong sama taeil buat di bawa ke mobil abis itu ke rumah sakit.
Skip ><
nadila udah ada di rumah sakit, yang meriksa juga mingyu.
Taeil lagi ada di dalam sama mingyu, sedangkan ten lagi nemenin hyunjin di luar.
"Gyu? Gimana sama istri saya?"
"Zena cuma kecapekan, kemungkinan dia lagi stres, makanya perutnya kambuh." - mingyu.
Taeil menghela nafas,
"Maaf sebelumnya...Mas taeil sama zena lagi ada masalah?" tanya mingyu.
"Yaa namanya juga rumah tangga kan. Ada aja masalahnya."
"Saya sarankan sebaiknya jangan buat zena banyak pikiran dulu. Kondisinya zena sedang labil, dan emosinya naik turun. Diusahakan mas taeil sementara ngalah dulu ya sama istrinya." - mingyu
Taeil mengangguk pelan.
"Iya gyu, makasih ya atas sarannya. Mungkin emang saya aja yang terlalu keras sama dia."
"Iya sama sama mas." mingyu senyum
"Mingyu?"
"Iya mas? Kenapa?"
"Apa nadila masih ada kesempatan buat hamil lagi?" - taeil.
"Nadila masih bisa hamil kok mas, ya walaupun kemungkinannya sangat kecil. Tapi kita kan nggak bakalan tahu apa yang bakalan terjadi nantinya"
"Nadila ngga mau saya tau kondisinya, karena dia takut saya kecewa, soalnya ya kamu tau lah yang diinginkan laki laki sama istrinya apa."
"Iya mas, menurut saya wajar dan memaklumi, nadila mungkin terlalu takut kehilangan mas taeil"
"Gyu?"
"Iya mas? Kenapa?"
"Gimana sama jisoo?" - taeil
"Mas taeil kok... Tanya jisoo ke saya?" - mingyu
"Kamu lagi pacaran sama dia kan?" taeil
"Eh? Cu-cuma deket kok mas. Nggak pacaran."
"Masa sih?"
"Saya kasih resep ya buat zena. Nanti mas tinggal ambil di apotek." mingyu mengalihkan pembicaraan.
"Mingyu. Kalo kamu serius sama adik saya, cepet dilamar ya. Nggak baik juga pacaran lama lama. Umur kalian kan juga nggak muda lagi."
"I-iya mas. Makasih atas sarannya."
Nah kan mingyu sudah ketahuan oleh calon kakak ipar sendiri..
Skip ><
Taeil masih terjaga, karena kondisinya nadila akhir akhir ini sering down. Jadi mingyu menyarankan nadila di rawat di rumah sakit selama beberapa hari.
Ten sama hyunjin juga udah pulang. Padahal tadi hyunjin nangis pengen disini sama ayahnya. Tapi sama taeil nggak boleh..
Kan hyunjin masih kecil. Ga boleh lama lama di rumah sakit.
__ADS_1
Nadila perlahan lahan membuka mata.
"Mas taeil...."
Taeil yang lagi nundukkin kepala langsung mendongak.
"Nadila?"
"Aku... Dimana?"
"Kamu di rumah sakit sayang.."
"Kok aku bisa disini?" - nadila
"Tadi kamu pingsan di kamar. Makanya mas sama dani bawa kesini." taeil mengelus kepalanya nadila.
Nadila bangun.. Niatnya mau senderan.
"Hyunjin mana? Kok nggak disini?" - nadila
"Hyunjin udah pulang sama dani. Dia kan masih kecil, nggak boleh lama lama di rumah sakit."
"Mas?"
"Kenapa?"
"Maafin aku ya.."
"Kamu minta maaf kenapa hm?" taeil duduk di sebelahnya nadila.
"Ya maaf kalau aku udah sering nyakitin perasaan kamu."
Taeil senyum. Dia inget kata kata mingyu tadi. Kalo nggak boleh terlalu keras sama nadila. Soalnya kondisinya lagi nggak stabil.
"Justru mas yang harusnya minta maaf sama kamu.. Maaf ya kalau mas udah terlalu keras selama ini."
"Gapapa kok mas, mas taeil tuh udah bener ngedidik aku. Cuma aku nya aja yang masih kayak anak kecil."
"Udah udah gausah dibahas, yang udah lalu ya biarin aja berlalu. Yang penting sekarang fokus sama kesembuhan kamu."
Nadila ngasih pelukan ke taeil.
"Mas taeil?"
"Kenapa?"
"Mas nggak akan ninggalin aku kan?" tanya nadila
"Ya nggak lah. Ninggalin kemana coba?" - taeil
"Ya kan aku udah gabisa punya anak lagi. Sedangkan mas pengen banget hyunjin punya adek."
"Nadila?"
"Ya?"
"Kenapa emang?"
"Ya karena mas bukan suami yang kayak gitu.."
"Ya aku takut aja mas ninggalin aku sama anak anak. Gara gara aku ga bisa ngasih kebahagiaan buat mas."
Taeil mengeratkan pelukannya.
"Mas itu nikahin kamu bukan karena semata mata pengen punya keturunan dari kamu dil.. Tapi ya karena mas cinta sama kamu, sayang sama kamu. Pengen dampingin kamu. Dan mas anggap anak itu bonus yang Tuhan kasih ke kita."
Nadila menghela nafas lega. Dia lega kalo taeil ngomong gini. Seenggaknya dia tahu kalo taeil itu suami yang bener bener dewasa.
Skip ><
Udah satu minggu semenjak nadila pingsan, dia juga udah pulang dari rumah sakit.
Dan sekarang nadila lagi sama jisoo di rumah, lagi masak.
Ya karena hari ini hari libur, semuanya kumpul di rumah. Issya sama hansol juga ada.
"Mbak nadila udah nggak ngerasain sakit lagi kan?" tanya jisoo.
"Udah nggak sih mbak, tapi ya gitu kadang masih suka kram."
"Mbak nadila sabar aja. Kata dokter mingyu kan mbak nadila masih bisa punya anak lagi, ya walaupun kemungkinan kecil. Tapi nggak menunutup kemungkinan kalau mbak dila bisa punya anak lagi. Yakan?" - jisoo
Nadila senyum.
"Iya mbak.. Makasih ya."
Jisoo juga ikutan senyum.
"Mbak jisoo?"
"Iya?"
"Gimana nih sama mingyu?"
"Ha? Kenapa ya kok tanya aku?"
"Mbak jisoo nih, kan mbak jisoo calonnya mingyu ya kan."
"Hah? Kata siapa gitu???" - jisoo
"Katanya yuta sama mas taeil gitu."
"Dasar emang. Punya kakak sama adek kok sama.. Sama sama julit" gerutu jisoo.
__ADS_1
"Mbak jisoo beruntung loh bisa sama mingyu.."
"Beruntung gimana?"
"Ya beruntung.. Mingyu itu orangnya baik, sabar, nggak pernah kasar sama perempuan. Pinter juga.." - nadila.
"Mbak dila pacaran sama mingyu berapa lama?" tanya jisoo.
"Nggak lama sih mbak.. Cuma satu tahun setengah.."
"Ya itu lama mbakkk"
"Ah nggak. Lamaan sama minhyun." - nadila
"Mbak dila kok dulu bisa putus sama mingyu?" tanya jisoo.
"Ya karena emang udah takdirnya putus mbak. Terus akhirnya dipertemukan sama mbak jisoo yakan?"
"Mbak dila nih.. Sama aja kayak mas taeil, suka godain adeknya.." jisoo jadi malu malu sendiri.
"Pantesan aja masakkan nggak jadi jadi. Orang pada bergosip." yuta datang datang merusak suasana.
"Yeu apasih dek? Yang ada kamu yang gangguin kita masak. Dasar pengganggu" - jisoo
"Lah orang ganteng gini dibilang penganngu."
"Iyain aja deh."
"Jisoo?" taeil ikut ikutan nyamperin jisoo sama nadila.
"Iya mas. Kenapa?"
"Ada mingyu tuh di ruang tamu."
"Ya terus kenapa mas?"
"Ya temuin sana. Malah tanya kenapa." - taeil gedeg sendiri punya adek kayak jisoo.
Ga peka braa.
"Emang mingyu cariin aku?"
"Ya kalo nggak cariin kamu cariin siapa sih dek? Cariin nadila gitu?" - taeil
"Ya bisa aja gitu. Kan mbak dila mantan pacarnya mingyu."
"Alahhh cemburu nih ceritannya????" - yuta.
"Siapa juga yang cemburu?"
"Udah sana temuin dek,"
"Iya iyaaa.. Bentar ya mbak. Aku temuin mingyu dulu."
"Iya..."
Dan akhirnya jisoo ke ruang tamu buat temuin mingyu, sedangkan taeil sama yuta masih di dapur.
"Aduhh. Mbak jisoo aja udah mau nikah.. Kapan ya orang ganteng ini nikah?" yuta ngomong sendiri.
"Ya berarti lo tuh kurang usaha yut." - taeil.
"Usaha? Gue udah usaha bangg.. Semua cewek udah gue alusin. Tapi gaada yang cocok di hati gue."
" belagu sih." - nadila
"Yeu kayak lo nggak belagu aja!"
"Udah pergi sana! Gangguin orang masak aja." - nadila ngusir yuta.
"Alah bilang aja lo mau jatahan sama abang gue."
Yuta kalo ngomong emang suka bener..
Sementara itu...
Jisoo sama mingyu lagi ada di ruang tamu.
Tapi dari tadi diem aja. Sama sama canggung.
"Jisoo."
"Mingyu."
Ngomongnya barengan braa..
"Eh kamu dulu deh yang ngomong" - jisoo.
"Kamu dulu aja, ladies first."
"Kamu tumben dateng kesini? Ada apa ya?"
"Ohh itu...."
Mingyu menghela nafas panjang.
"Sebenernya aku mau ngomong sesuatu sama kamu."
"Ngomong apa ya?"
"Jisoo?"
"Ya??"
__ADS_1
"Aku suka sama kamu."
TBC