Papa Muda

Papa Muda
61


__ADS_3

Sekarang di rumahnya taeil ada minhyun, sama keponakannya sama ibunya juga.


Tujuanya ya pastinya pengen minta maaf sana keluarganya taeil perihal minhyuk yang dorong hyunjin dari tangga.


Tau sendiri lah nadila kemarin telfon dan marah marah ke minhyun. Padahal kan dia gatau apa apa.


Tapi sekarang cuma taeil yang ada di ruang tamu.


Sedangkan nadila?


Disuruh sama taeil nungguin di kamarnya hyunjin, biar ga tambah ribet.


Ada yuta juga sih.


Lagian juga hyunjin masih dalam masa pemulihan, ga boleh kemana mana dulu. Harus banyak istirahat.


"Nadila kemana ya pak?" tanya minhyun.


"Nadila lagi ada di kamar, nemenin hyunjin."


Minhyun mengangguk paham.


Sedangkan nadila udah rusuh aja daritadi, pengen keluar dari kamar.


"Heh heh. Mau kemana lo?" yuta.


"Mau keluar lah."


"Ngapain?"


"Mau ngelabrak itu si minhyun sama keponakannya." - nadila


"Hilih udah lo disini aja. Temenin gue sama hyunjin main."


"Gabisa gitu dong yuta.. Gue harus meminta pertanggung jawaban dari mereka. Lo lihat sendiri kan anak gue jadinya gimana? Masa iya gue-"


"Hussttt sehari aja lo ga bawel napa sih?"


"Undaa, kepala unjin sakitttt." - hyunjin mengeluh kesakitan lagi.


"Nah kan, gara gara elo banyak omong nih. Hyunjin kepalanya sakit lagi." - yuta.


Nadila langsung gendong hyunjin. 


"Mana mana yang sakit, bunda tiup ya sini ."


"Unjin pengen ditiupin ayahh."


"Iya iya nanti ditiupin sama ayah.."


Sementara itu taeil masih ada di ruang tamu.


"Saya minta maaf ya pak, gara gara keponakan saya. Hyunjin jadi luka" mama nya minhyuk minta maaf ke taeil.


"Iya gapapa mbak. Namanya juga anak anak kan, saya maklumin kok" - taeil


"Pasti nadila marah ya pak soal ini." - minhyun.


"Kalau menurut saya ya wajar sih. Nadila kan seorang ibu. Jadi ya mungkin emosi." - soyeon.


"Nanti nadila biar saya yang bujuk, kalian tenang aja. Yang penting kalian udah ada niat minta maaf datang ke rumah saya."


Nadila lagi ngelus ngelus kepalanya hyunjin yang lagi ada di gendongannya.


"Heran deh, ga keponakan ga om nya sama aja. Sama sama jahat." gerutu nadila.


"Udah gausah ngedumel gitu. Lagian ini udah terjadi. Ga bakalan bisa diubah." - ucap yuta sambil mainin lego punya hyunjin.


"Ya ga habis pikir aja gitu. Nakal banget. Selalu aja minhyuk itu nakalin anak gue."


"Udahlah dil. Orang udah terjadi juga. Lagian kan minhyun beserta keluarganya udah minta maaf. Jauh jauh kesini. Masih aja ga terima."


"Ya tapi kan-"


Belum selesai ngomong, taeil masuk ke kamarnya hyunjin.


"Ayahhh..."


Taeil langsung gendong hyunjin.


"Ayahh kepala unjin sakittt..."


"Dek hyunjin kepalanya sakit? Sini sini ayah tiupin."


"Minta maaf nya udah?" tanya nadila.


"Udah.."


"Cepet banget bang? Ga ikhlas tuh pasti minta maaf nya."


"Yudi!"


Yuta tuh disini cuma jadi kompor doang emang.


"Tadi mereka ngomong apa sama kamu?" tanya nadila.


"Ya minta maaf dil, kan kamu nyuruh mereka datang kesini buat minta maaf sama hyunjin."


"Harusnya tadi aku ada disana tuh."


"Hilih bawel bener jadi cewe, bang urusin nih istrinya. Ngoceh mulu kayak beo." yuta  langsung pergi dari kamarnya hyunjin.


"Apasih dasar yudi." - nadila.


"Marah marah terus sih."


"Lagian kenapa sih mas taeil tuh ngelarang aku buat nemuin mereka? Kan aku ibunya juga."

__ADS_1


"Nanti kalau kamu ikut kesana, yang jagain hyunjin siapa?"


"Bodo!" nana menggerutu. Kesel dia


"Dek lihat bunda dek, cemberut sama ayah."


"Unda kalau cemberut gitu jadi ga cantik lagi. Nanti ayah ga cayang lagii lohh "


"Ini lagi! Ga anak ga bapak sama aja. Suka godain bundaa" nadila ndusel ndusel ke hyunjin.


"Ayahh undaa nakalin adek unjinn.."


Dan mereka bertiga tertawa.


Taeil ngasih pelukan ke nadila. Dan jadilah mereka bertiga berpelukan.


Memang keluarga yang bahagia.


Skip ><


Taeil lagi ada di kamar atas, dia lagi nyelesain kerjaannya.


Dan itu banyak banget.


Kamar atas emang lebih lengkap fasilitasnya daripada kamarnya dia sendiri. Dan dia bisa lebih tenang ngerjain di kamar atas,


Karena sekarang ada yang gangguin kalau dia ngerjain di kamarnya.


Siapa lagi kalau bukan nadila.


Emang itu orang seneng banget gangguin taeil kalau lagi kayak gini. Minta ditemenin lah, gabisa tidur katanya. Pokonya macem macem.


Padahal emang nadila cari perhatian ke taeil.


Kan taeil jadi gemes sendiri kalau kayak gitu, dan pada akhirnya kerjaan taeil ga selesai, ya karena taeil harus ngasih hukuman ke nadila.


Iya, hukumannya di kasur. Dan besok nya gabisa bangun.


Tapi kayaknya malam ini nadila ga bakalan gangguin taeil, ya soalnya dia mesti ngerawat hyunjin yang lagi sakit.


Taeil nya juga lagi pusing pusingnya sama kertas kertas yang lagi ada di depannya.


Soalnya minhyun tadi ngomong, ada salah satu kolega, yang kurang puas sama cara kerja perusahaannya taeil. Dan kalau kayak gini. Harus taeil sendiri yang turun tangan. Kalau nggak bisa bisa perusahaannya mengalami kerugian.


Tambah pusing deh tuh.


Taeil mengacak rambutnya yang makin berantakan itu.


Dia menghela nafas panjang. Abis itu senderan di sofa. Taeil memejamkan mata.


"Mas?"


Taeil membuka mata, menoleh ke sumber suara. 


Ternyata nadila.


"Mas taeil udah minum obat?"


"Udah. Tadi sebelum kesini mas udah minum ."


"Mas jangan sampai lupa minum obatnya ya, awas aja kalau lupa. Ga aku kasih jatah " - nadila.


"Gitu ya sekarang, bawa bawa jatah."


"Oh iya, tadi aku buatin teh sama bawain kue, biar nanti kalau mas laper gausah turun buat ke dapur. Biar ga ganggu kerjaan kamu juga."


Taeil cuma lihatin nadila yang lagi ngomong.


"Mas?"


"Hmm?"


"Mas capek ya sama kerjaannya?" tanya nadila.


"Ga capek sekarang, kan ada kamu."


"Dih apaan deh. Mas taeil hadap belakang coba." - nadila.


"Mau ngapain emang?"


"Hadap belakang dulu."


"Iya iya..." taeil akhirnya menghadap ke belakang.


Dan ternyata, nadila mijitin bahunya taeil.


"Aku tahu, mas taeil lagi pusing soal kerjaan. Makanya aku kesini buat nemenin mas, biar ga jenuh juga."


Taeil diem aja, keenakan dia.


Hari ini dia emang bener bener capek.


"Tapi mas taeil juga harus jaga kesehatan. Mas kan juga lagi ada masalah sama jantung. Ga boleh terlalu memforsir pekerjaan."


"Ya namanya juga udah tua. Penyakitnya ya kayak gitu."


Bug!


"Aw! Sakit yang.."


"Kata siapa suami aku tua? Siapa yang bilang gitu?"


"Umur kamu berapa?" tanya taeil.


"tigapuluh sih."


"Nah iya, kita menikah aja ketika usia aku udah kepala tiga, sedangkan kamu masih kepala dua. Itu berarti sekarang usia aku udah ngga muda lagi sayang.."

__ADS_1


"Ihh tapi usia kepala empat itu belum tua mas.. Yang udah tua itu kalau udah masuk ke kepala lima"


"Ya beberapa tahun lagi aku juga umur lima puluh kan."


"Hih! Nyebelin!" nadila malah kesel sendiri.


Taeil ketawa kecil.


Dia tidur di pahanya nadila.


"Lucu banget deh istri aku kalau lagi cemberut gini."


"Bodo!"


"Yang kayak gini nih. Mancing mancing biar dibawa ke kasur."


"Ihhh." nadila ngejambak rambutnya taeil pelan.


"Eh aduh, iya iya sayang ampun."


"Sayang?"


"Apa?"


"Jangan dijambak rambutnya.. Dielus aja." taeil nyuruh nadila mengelus rambutnya.


Nadila cuma nurut nurut aja.


Dia ngelus rambutnya taeil.


Jangan salah, taeil kalau lagi berdua sama nadila gini emang manja nya ga ketulungan.


Kalau lagi sama hyunjin, dia bakalan jadi ayah yang selalu sayang sama anaknya. Beda lagi kalau hyunjin udah tidur atau lagi di rumah neneknya.


Manjanya minta ampun. Dan kebiasaan taeil kalau lagi sama nadila tuh, minta di elusin rambutnya sampe taeil ketiduran di kasur atau nggak di pahanya nadila. 


Kalau nggak tidur, pokoknya nadila harus ngelusin rambutnya sampe tidur.


Bayi gede emang.


"Hyunjin udah tidur kan?" tanya taeil


"Udah, eh iya besok hyunjin waktunya kontrol ke dokter."


"Yaudah, mas anterin besok."


"Gausah... Mas taeil kan lagi sibuk sibuknya besok, nanti kalau keganggu gimana.."


"Yaudah, besok aku suruh yuta nganterin kamu."


"Gausah sayang... Yuta kan juga besok kerja."


"Yaudah kalau gitu mas aja yang nganterin"


"Mas hansol aja besok yang nganterin aku." - nadila


Taeil langsung bangun dari tidurnya.


"Awas ya kalau beneran sama hansol!"


Nadila ketawa.


"Idih, emang kenapa coba? Orang mas hansol nya juga ga ngapa ngapain"


"Pokoknya ga boleh!!"


"Idih, kayak hyunjin aja kamu. Apa apa ga boleh. Sini tiduran lagi." nadila nidurin taeil lagi.


"Mas taeil besok potong rambut sana! Masa poni nutupin mata gini."


"Anak muda jaman sekarang kan kayak gini rambutnya."


"Ya mas taeil kan bukan anak muda lagi. Tapi anak tua."


"Nyebelin."


"Pokoknya pulang dari kantor besok. Mas taeil harus potong rambutnya."


"Iya nyonya taeil."


Taeil sama nadila sama sama senyum.


"Sayang, elusin lagi."


"Iya bayi gede, nih dielus nih rambutnya."


"Jangan rambut aja yang dielus. Yang lainnya juga."


"Dasar mesum!"


.......


Taeil masih ada di pahanya nadila, nadila juga masih sibuk ngelusin rambutnya taeil.


Nadila lihat taeil, ternyata udah tidur.


Nadila tahu, pasti taeil capek banget Sama kerjaannya. Nadila lihat meja nya penuh dengan kertas, mana berantakan.


Nadila berdiri hati hati, biar taeil ga bangun. Dia beresin berkas berkasnya taeil, nutup laptopnya juga. Dirasa udah rapi. Dia buru buru ambil selimut sama bantal.


Nadila ngasih taeil bantal, biar enakan tidurnya. Abis itu ngasih selimut.


Nadila ngelihatin wajahnya taeil. Dia senyum.


"Semoga kita bisa sama sama terus ya mas..."


TBC

__ADS_1


__ADS_2