Papa Muda

Papa Muda
76


__ADS_3

3 bulan kemudian.


Udah tiga bulan ini. Nadila hidup sendirian bersama anak anaknya.


Tanpa ada yang tau keberadaan mereka, pengecualian yuta kakaknya, dan..... Jaehyun.


Kenapa jaehyun bisa tau? Karena dia yang bantu nadila cari apartemen yang pembayarannya hemat. Bukan apa apa. Sebenarnya dia punya kalau cuma sekedar menyewa apartemen mahal. Karena ya tau sendiri kan. Uang belanja yang dikasih taeil itu sama dengan harga sewa apartemen satu hari.


Tapi.. Dia memutuskan tidak memakai uang itu. Dia simpan dengan baik di bank.


Ini memang jadi keputusan yang nadila buat, dan bicara soal taeil....


Nadila benar benar melakukannya, dia mengirim surat cerai tiga bulan lalu, dan sampai sekarang? Belum ada panggilan dari pengadilan.


Itu berarti, taeil emang gak ngasih tanda tangan ke surat itu.


Dan sekarang... Nadila di cafenya jaehyun. Ya selama ini dia kerja disana.


Hyunjin sama woojin? Dia titipin ke penitipan bayi. Itupun atas usul kakaknya.


"Sibuk bener kayaknya." - jaehyun datang.


"Hmm.. Lihat sendiri tuh pelanggan lo banyak bener, sampai ngga kebagian tempat duduk."


"Ya biasa, cafenya orang ganteng ya begitu."


"Yeuu songong bener ini bujang lapuk." - nadila.


Jaehyun mah cuma cengengesan doang.


"Ini si jungwoo napa ngga dateng dateng sihh..."


"Napa sih emang? Biasanya juga lo betah disini."


"Ya si woojin lagi flu. Gue ngga tega buat ninggalin dia sendirian."


"Yaelah, ngga sendirian mbaa. Kan ada perawat bayi nya.." - jaehyun.


"Ya tapi sama a-"


"Nadila???"


"Kak minhyun...."


Dan nadila terkejut karena minhyun berada disini.


Sekarang minhyun sama nadila duduk berdua.


"Nadila kamu-"


" Jangan kasih tau mas taeil kalau aku disini."


"Dila... Kamu tau ngga? Pak taeil bingung mau nyari kamu kemana lagi, dia setiap hari cariin kamu. Kamu tega buat dia uring uringan?"


"Itu..... Urusan dia, salah sendiri kan dia ngga mau tanda tangan surat cerai dari aku." - nadila


"Nadila... Seharusnya kamu tau alasan dia ngga mau tanda tangan surat laknat itu. Ya karena dia sangat mencintai kamu."


"Kak... Aku gamau bahas dia, kalau kak minhyun kesini cuma bahas dia mendingan kak minhyun pergi aja sana."


"Dia rindu sama anak anak dil."


Nadila menghela nafas, dia balik badan.


"Aku juga rindu sama mas taeil kak.... Cuma aku ngga bisa kembali sama dia." setelah itu nadila lari ke kamar mandi.


"Nadila..." jaehyun yang lihat jadi bingung sendiri.


"Jae?" panggil minhyun


"Ah ya? Napa bang?"


"Gue butuh bantuan lo.."


Jaehyun mengerutkan dahinya....


Skip ><


Nadila baru aja pulang dari cafe nya jaehyun, dan sekarang dia lagi ada di restoran ayam. Ya dia kerja disana juga sih.


Ah memang pekerja keras.


Sebenarnya kalau mau kerja kantoran mah bisa bisa aja. Tapi... Dia ngga mau.


"Nadila."


"Ah iya kenapa?"


"Tolong anter pesanan ke alamat ini ya.."


Nadila lihat alamatnya..


"Ini kan... Alamat kantornya mas taeil."

__ADS_1


Ngga. Nadila ga boleh kesana. Dia masih belum siap ketemu taeil setelah sekian lama. Apalagi ditambah para pegawai yang semuanya tau kalau dia ini istri dari boss nya.


"Nadila?"


"Eh? I-iya.."


"Cepetan berangkat sana. Ditungguin loh."


Dan pada akhirnya, mau ngga mau. Nadila harus berangkat kesana setelah sekian lama.


....


Nadila celingak celinguk. Lebih tepatnya was was. Ya soalnya takut ketahuan taeil juga. Kan dia ngga mau ketemu suaminya itu.


Bruk!


"AAAAA AMPUN AMPUN SAYA BUKAN MALING!" nadila kaget.


Ya gimana ngga kaget. Dia ngendap ngendap tau nya ada yang nabrak.


"Hahahaha." nadila menoleh ke sumber suara.


"Ih kak minhyun!"


"Lagian ngapain sih kamu ngendap ngendap gitu. Santai ajaa kali."


"Ya kan aku takut ketahuan..." - nadila.


"Ketahuan siapa? Suami kamu?"


"Dia bukan suami aku lagi!" - nadila


"Halah, orang surat cerai aja ngga dikasih tanda tangan. Ya perceraian kalian ngga sah."


"Ck! Udahlah. Nih ayamnya. Aku tau kakak yang mesen." nadila menyerahkan bungkusan ayam ke minhyun.


"Tau aja. Makasih loh mantan." minhyun


"Kak?"


"Kenapa?"


"Tolong kasih ini ke mas taeil." nadila menyerahkan dua lembar foto.


"Eh? Fotonya hyunjin sama woojin?"


Nadila menganggukkan kepala.


"Dila.. Ada baiknya kamu kasih sendiri ke orangnya langsung. Jangan lewat ke orang lain."


"Aku... Masih belum siap buat ketemu dia."


Minhyun senyum.


"Mulai sekarang, persiapin diri kamu." setelah ngomong. Minhyun langsung pergi.


Nadila menghela nafas. Dia balik badan.


Bruk!


Nadila nabrak orang lagi.


"Ya ampun dari tadi nabrak orang terus! Maaf ya saya ngga senga-"


Nadila kaget.


"Mas taeil .."


Orang yang dipanggil menoleh.


"Nadila..."


Nadila sadar, dan dia niatnya pengen lari. Tapi tangannya keburu ditahan sama taeil.


"Mau kemana kamu?!"


Nadila ngga jawab, dia menepis tangannya taeil habis itu langsung lari.


"NADILA!" ya taeil nya ngejar dong.


Nadila masih lari, bahkan nabrak beberapa orang.


Dia buru buru mencet tombol lift.


"Astaga lama banget sih ini kebukanyaa!!!" daritadi tombolnya dipencetin sama nadila. Tapi ngga kebuka buka.


Dan giliran udah terbuka. Ga bisa ketutup. Ya karena ada orang ditengah tengah pintu.


Siapa lagi kalau bukan taeil.


"Mau kemana lagi kamu?"


Nadila mau lari keluar dari lift, tapi apadaya tenaganya lemah.

__ADS_1


Taeil ngedorong nadila sampai lift nya ketutup.


Taeil mepetin nadila.


"Mana anak anak?"


"Kamu cari aja sendiri!" nadila dengan sekuat tenaganya mendorong taeil. Tapi ngga mempan.


"Kasih tau aku dimana kamu sembunyiin anak anak!"


"Aku... Ngga akan pernah kasih tau kamu!"


"Kamu sembunyiin dimana anak anak aku nadila!! Kamu sembunyiin dimana?!!"


"Dia itu anak aku! Bukan anak kamu! Hyunjin sama woojin ngga pernah punya ayah yang kasar kayak kamu!"


"Nadila!"


"Jangan ganggu aku sama anak anak lagi kalau kamu ngga mau tanda tangan surat ce-"


Taeil meraup bibirnya nadila kasar.


Nadila mukulin dadanya taeil, tapi taeilnya malah memperdalam ciumannya


Nadila mendorong taeil sekuat tenaga..


PLAK!


nadila nampar pipinya taeil


"Gausah cari aku sama anak anak lagi!"


Nadila niatnya mau pergi lagi. Tapi sama taeil didorong lagi.


Gitu aja terus.


"Kasih tau aku kalian ada dimana... Atau aku-"


"Atau apa? Kamu mau tampar aku lagi? Mau pukul aku lagi? IYAA?!" - nadila


Taeil diam.


"Denger ya.. Bapak taeil hutomo.. Saya nggak akan ngasih tau anak anak saya sama kamu!"


"Kecuali kalau kamu emang mau tanda tangan surat cerai kita." tepat setelah itu lift terbuka dan nadila langsung pergi.


Taeil mengacak rambutnya kasar, dia sangat frustasi.


.......


Nadila baru sampai apartemen. Setelah sebelumnya dikasih tau kalau hyunjin sama woojin udah diambil sama yuta.


"BUNDAAA HUAAA"


Apa ini? Nadila baru dateng disuguhkan dengan hyunjin menangis.


"Loh loh?? Anak bunda kenapa ini hmm??" hyunjin langsung digendong nadila.


"Dia pengen ketemu ayahnya dil."


"Unjin kangen cama ayahhh.."


"Hyunjin ngantuk ya hmm? Bobok dulu yuk, bentar ya yut." hyunjin dibawa masuk ke kamar.


"Nadilaa.. Selalu mengalihkan isu setiap diajakin bahas bang taeil, dia kan masih suaminya." - yuta


Sementara itu, taeil ada di rumah.


Dia lagi ngelihatin sebuah amplop coklat di meja kerjanya, yang selama tiga bulan ini ngga pernah di buka bahkan gak pernah disentuh sama dia.


Taeil menutup mata, setelah itu menghela nafas. Dia mengambil amplop coklat itu lalu segera dibuka.


Bisa dia lihat namanya dan nama istrinya tertera.


Penggugat : nadila zena askadina


Tergugat : taeil hutomo


Ternyata nadila ngga main main sama ucapannya. Taeil cuma bisa mengusap wajah kasar.


Drrrttt


Hp nya taeil bunyi.


"Hallo."


"pak, sesuai perintah, saya sudah menemukan posisi ibu nadila sekarang."


Taeil langsung berdiri dari kursi.


"Kirim alamat itu ke saya sekarang!!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2