Papa Muda

Papa Muda
21


__ADS_3

"Kenapa sih om tuh jadi kayak gini? Bukan om taeil yang aku kenal dulu!" nadila nangis... Lagi.


Taeil jadi merasa bersalah.


"Kalau tahu kejadiannya kayak gini, aku nggak bakalan pernah ungkapin perasaan aku ke om! Nyakitin aja bisanya!!"


Taeil mendekat ke arahnya nadila.


"Dila aku nggak ada maksud buat egois."


"Om taeil nggak usah pegang pegang aku! Pergi sana!! Aku nggak mau ketemu om lagi." nadila nangis.


"Dila maafin aku...aku nggak ada maksud buat nyakitin hati kamu."


"Bohong! Om tuh sama kayak minhyun sama kak dani juga! Kalian bertiga tuh sama. Sama nyakitin perasaan aku!"


"Nadila!"


Nadila langsung diem, tapi masih nangis..


"Nggak pernah sekalipun aku berfikir buat nyakitin kamu. Kan aku udah bilang.."


Taeil langsung peluk nadila.


Nadila nya juga nggak nolak tuh.


"Aku nggak ada maksud buat nyakitin kamu.. Aku cuma takut kehilangan kamu..." taeil mengelus kepalanya nadila.


Sementara nadila diem aja,  masih sibuk nangis dia.


Sementara itu, di depan pintu ada dua manusia ganteng yang mendengarkan dengan seksama.


"Mau LDR an aja pake drama segala mereka berdua." yuta.


"Yeeu ini bukan masalah hubungan jarak jauh doang, tapi masalah kepercayaan dan kesetiaan ." - ten.


"Alah belagu lo bang!"


"Tapi, gue takutnya malah minhyun ikut ikutan nadila ke sana.."


"Si minhyun nggak ada kapok kapoknya ya ngejar ngejar nadilaa terus. Kayak nggak ada cewek yang lebih oke aja." - yuta.


"Terus maksud lo adek gue nggak oke gitu iya?"


"Eh nggak kok bang hehe." - yuta.


"Yut."


"Napa bang?"


"Sebenernya yang berusaha celakain abang lo itu si minhyun."


"Hah? Masa sih? Tahu dari mana lo??"


"Nadila sendiri yang ngomong ke gue, katanya itu mobil punya minhyun."


"WAH *** YA EMANG YANG NAMANYA MINHYUN! LIHAT AJA, GUE SUMPAHIN BESOK BERAK DI CELANA!" yuta ngegas kalau ngomong.


"sumpah serapah lo nggak berguna ****.. Nyumpahin tuh dia ketabrak sepedah kek."


"SAMA AJA ******!"


Skip ><


Udah lima hari semenjak kejadian di rumah sakit waktu lalu, nadila sama taeil masih belum baikan. Nadila juga udah di rumah. Udah sehat, 


Dan sekarang dia mau siap siap, mau ke rumahnya taeil. Mau ketemu issya sih sebenernya dia.


Kangen banget braa katanya.


"Kak dani, anterin gue ke rumahnya om taeil." - nadila


"Yakin? Lo kan masih sakit dek," - ten


"Gue udah gapapa kak. Pengen ketemu issya nih gue." - nadila


"Alah.. Mau ketemu issya apa mau ketemu bapaknya nihh??" - ten godain nadila.


"Kak dani.."


"Yaudah iya gue anterin. Sekalian gue berangkat kerja." 


Dan akhirnya ten yang nganterin nadila ke rumahnya taeil.


....


Nadila udah sampai rumahnya taeil.


Asli dia grogi sih mesti harus ketemu taeil lagi, tapi dia juga rindu sama issya. Rindu taeil juga eaakk


Tapi disisi lain dia juga masih males sama taeil, gara gara nya ya taeil nggak ngasih izin dila buat berangkat ke thailand.

__ADS_1


Ting tong!


Nadia memencet bel pintu. Dan pintunya dibuka.


"Nadila??" dan ternyata itu taeil yang bukain pintu.


"Hai om." - nadila.


"Kamu kok kesini? Udah sembuh?" - tanya taeil.


"Ya aku mau kerja lah om, sekalian mau ketemu issya. Ada kan orangnya?"  - nadila


"Issya diajak pergi sama jisoo. Nanti sore pulangnya."


"Oh yaudah, kalau gitu aku langsung ke dapur deh. Om belum sarapan pagi kan?" nadila langsung pergi ke dapur. Ninggalin taeil sendirian.


Taeil tahu, pasti nadila masih marah sama dia. Gara gara dia masih belum ngasih izin soal keberangkatannya ke thailand


Sebenernya taeil ngelakuin ini ya karena mama yuri nyuruh taeil buat bujukin nadila biar nggak nyusulin papa nya ke sana.


Katanya mama yuri nggak ada temennya kalau di rumah. Kan ten harus kerja, dan jarang balik ke rumah.


....


Nadila udah masak, dan sekarang lagi bersih bersih rumah.


Asli baru juga ditinggal beberapa minggu, berantakannya minta ampun. Apalagi kamarnya yuta.


Tisu bertebaran dimana mana, baju juga dimana mana, celana juga dimana dimana... Pokoknya semuanya berantakan. 


Pusing nadila dibuatnya.


"Astaga,si yudi kamarnya berasa tempat sampah aja. Pengen gue uyel uyel aja itu mukanya."


Mau nggak mau dia harus bersihin semuanya.


" masyaallah yuta.. Ini kamar apa tempat pembuangan akhir sih? Kotornya minta ampun. Sama kayak otaknya."


Nadila beresin kamarnya yuta sambil ngedumel. 


"Ini kenapa tisu bisa bertebaran. Dasar, orang kok ***** aja bisanya."


"Jangan ngedumel aja.."


Nadila lihat ke belakang, ternyata taeil.


"Om ngapain kesini?" tanya nadila. Tapi dia nggak lihat wajahnya taeil.


"Oh iya, aku kan disini cuma pembantu."


"Nadila?"


"Kenapa?"


"Kamu nggak mau lihat wajah saya?"


"Aku sibuk om, emangnya om taeil nggak lihat apa kalau kamarnya yuta berantakan gini?"


"Tapi kan saya majikan kamu. Bukannya asisten rumah tangga itu harus nurutin semua perintah majikannya ya?"


Nadila nengok ke arahnya taeil.


"Bawel banget sih om? Kalau om mau ngomong sama aku, nanti aja. Aku lagi sibuk banget, belum juga aku bersihin kamarnya issya sama kamarnya om taeil. Jadi nggak usah ganggu aku sehari bisa kan?" nadila ninggalin taeil.


Taeil ketawa lirih, seneng dia lihat nadila kayak gini. Lebih cerewet dari biasanya.


.....


Nadila udah bersihin semua rumah. Dari kamar mandi , dapur, kamarnya yuta sama kamarnya issya.


Dan yang belum itu cuma kamarnya taeil.


Tok tok!


"Om taeil... Lagi ngapain?"Tok tok! nadila teriak dari luar.


Tapi nggak ada jawaban,


"Kok nggak dijawab sih? Apa gue masuk aja ya?" guman nadila.


Nadila grogi aja kalau masuk ke kamarnya taeil, padahal dia udah pernah masuk. Tidur di kasurnya malah.


"Om aku masuk yaa."


Dan akhirnya nadila masuk ke kamarnya taeil.


"Om taeil?" nadila celingak celinguk. Tapi dia nggak nemuin taeil.


"Astaga, gelap banget ini kamar. Suka banget om taeil yang gelap gelap."


Nadila jalan ke arah gorden, terus di buka biar terang.

__ADS_1


Dan dia lihat kamarnya taeil.


Cengo sejenak.


Ya gimana nggak cengo. Kamarnya bersih banget. Nggak ada sampah atau kotoran sekalipun. Paling cuma ada tumpukan baju kotor, itu pun ada di keranjang.


Beda banget sama kamarnya yuta, jauh dari kata bersih maupun rapi.


"Wow,,, bersih banget ini kamar. Kamar gue aja nggak sebersih ini,"  - nadila.


Setelah tersadar, nadila buru buru ambil bajunya taeil yang ada di keranjang. Pastinya mau dia cuci.


Pas dia balik badan.


"ASTAGFIRLLAH HALADZIM!!" nadila ngejatuhin keranjang yang ada di tangannya, abis itu dia tutup matanya pake tangan.


Ya gimana nggak ditutupin.


Orang sekarang taeil baru keluar dari kamar mandi. Bawahannya cuma ketutupan handuk. Terus dia nggak pake baju. Alias telanjang dada..


Seger nggak tuh...


"Kamu kenapa?" tanya taeil


"ITU OM KOK NGGAK PAKE BAJU SIH!!!" nadila masih nutupin matanya pake tangan.


"Lah kan saya habis mandi. Ya wajar kalau nggak pake baju." - taeil


"YA TAPI PAKE BOXER KEK, ATAU CELANA! JANGAN HANDUKAN GITU!!"


"Kenapa emang? Kan saya udah terbiasa."


"YA NANTI KALAU HANDUKNYA LEPAS PAS AKU MASUK KE KAMARNYA OM TAEIL GIMANA??!" nadila masih ngegas.


"Ya mana saya tahu kalau kamu masuk ke kamar saya."


"Ya tadi kan saya udah manggil om taeil! Tapi om taeilnya nggak nyaut!!"


"Ya kan saya lagi mandi dila.. Saya mana denger panggilan kamu?" - taeil


Bener juga yang diomong taeil.


Nadila langsung nunduk, abis itu jongkok.


"Kamu ngapain jongkok? Mau ngintip saya ya?" - taeil


"Sembarangan aja! Om pikir aku ini cewek apaan??!"


'Hngg ototnyaa'


"Terus ngapain?"


Nadila tersadar dari lamunan.


"Mau beresin baju bajunya om nih, banyak banget cucian kotornya!" - nadila masukin bajunya taeil ke keranjang abis itu berdiri.


"Kamu mau kemana?" tanya taeil


"Mau keluar lah, om buruan ganti baju sana! Dingin tau!!"


"Ya kamu masih disini, gimana saya mau ganti baju. Emang kamu mau lihat saya ganti?"


Iya juga...


Nadila buru buru buka pintu. Tapi dia balik lagi.


"Kenapa lagi? Kamu beneran mau lihat aset saya ya?"


"Apasih! Aku mau tanya.. Baju kotor di kamar mandi ada ngga?"


"Ada.."


"Yaudah, nanti bawa aja ke mesin cuci. Biar aku giling."


"Kenapa ngga sekalian kamu ambil aja?"


"Ngga ah! Om taeil aja yang bawa."


"Yaudah iya, nanti saya bawa ke mesin cuci."


"Yaudah.. Selain di kamar mandi ada ngga?"


"Ada."


"Mana?"


"Nih yang saya pake. Mau kamu cuci sekalian? Saya lepas dulu tapi.."


"DASAR OM OM MESUM!!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2