Papa Muda

Papa Muda
27


__ADS_3

Dan sekarang di kantornya taeil ada seseorang yang sebenarnya ingin dia hindari


Siapa lagi kalau bukan seulgi?


"Siang mas." seulgi tersenyum ke taeil


Jujur sejujur jujurnya, taeil sedikit rindu dengan senyuman cinta pertamanya ini.


Dikit doang tapi.


Taeil menghela nafas


"Kenapa kamu kesini?" tanya taeil


Sebenernya was was juga dia, soalnya kan ini jam makan siang. Pastinya waktunya nadila kesini


"Emm mas udah makan? Mau makan bareng?" tawar seulgi


"Makasih ngga perlu, karena istri aku udah bawain makanan buat aku."


Seulgi mengangguk paham


Taeil berdiri "maaf seul, ada yang masih mau kamu sampaiin? Kalau ngga ada—"


Dan tiba tiba


Seulgi memeluk taeil erat.


Taeil kaget dong.


"Seulgi kamu apa apaan sih!" taeil mencoba melepaskan pelukannya, tapi seulgi malah mengeratkan pelukan


"Sebentar aja mas, sumpah aku kangen kamu."


Taeil menghela nafas,


'Kalau nadila udah dateng bisa kacau nih.'


"Aku masih cinta sama kamu mas.."


"....."


"Aku pulang ke indonesia tuh pengen memperbaiki hubungan kita... Tapi kenapa kamu malah menikah sama wanita lain."


"Seulgi tolong lepasin, kita bisa bicarain baik baik. Nanti kalau istri aku tau bisa ribut urusannya." taeil risih sejujurnya, karena pelukan seulgi ngga senyaman pelukan nadila


Tapi seulgi masih gamau lepasin pelukannya


"Seulgi, tolong le—"


"MAS TAEIL!!" 


Dan pucuk dicinta, nadila dateng beneran dong. Dan melihat semuanya!


Iya. Jadi pas dila masuk ke ruangannya. Taeil lagi sama mantan pacarnya, yang namanya seulgi itu. Dan mereka lagi berpelukan.


Kan nadila sebagai istri sakit hati, apalagi lihat langsung... Berarti yang diomong minhyun itu bener. Nggak salah.


"Nadila." seulgi melepaskan pelukan akhirnya 


Nadila yang sudah marah besar jalan ke arahnya seulgi sama taeil.


"Jadi gini kelakuan kamu di kantor mas?"


"Sayang, dengerin dulu oke. Aku bakalan jelasin semuanya."


Nadila menoleh ke arah seulgi


"Oh, jadi kamu? Cinta pertamanya suami saya?"


Seulgi diam, merasa ciut dia ketemu nadila, galak gitu


"Kenapa kamu muncul lagi di hadapan suami saya? Mau ngerusak rumah tangga saya iya?!"


"Mba maaf, saya ngga ada niatan buat kayak gi—"


PLAK!


"dila!"


Dan tanpa diduga, nadila menampar seulgi


Skil bar bar nya nadila telah muncul


"Nadila kamu apa apaan sih?!" - taeil


"Loh? Kamu belain dia?"


"Ngga sayang, tapi harusnya kamu dengerin dong omongan seulgi dulu."


"kenapa aku harus dengerin pelakor ini? Kamu masih cinta sama dia?!"


"Mas taeil udah, aku gapapa."


Nadila yang masih emosi menatap seulgi sinis


"Cari perhatian banget kamu ya sama suami saya? Sementang dibelain."


"Nadila udah, ini di kantor, ngga enak didenger sama karyawan aku." - taeil


"Terus kenapa kalau karyawan kamu denger?! Bagus kan, biar semua tau kalau dia ini mau ngerebut kamu dari aku."


"Sayang—"


"Kamu!" nadila menununjuk muka seulgi


"Jangan mentang mentang kamu cinta pertama dari suami saya, kamu bisa seenaknya ya!"


Seulgi udah diem seribu bahasa


Nadila kalau bar bar nya keluar manteb


"Kamu mau saya permaluin disini? MAU KAMU!" nadila mendorong seulgi,


"Ternyata kamu lupain aku cuma buat nikah sama anak kecil ini mas?"


"Seulgi!"


Wah seulgi bangunin singa betina


"Kayaknya kamu minta dijambak ya sama saya, JANGAN PIKIR SAYA TAKUT SAMA KAMU!!" nadila baru mau jambakin seulgi tapi ditahan sama taeil


"Nadila cukup ya! Kamu ngga perlu kayak gini, ngapain sih kamu?"


"MAS MASIH BELAIN DIA IYA?! MASIH CINTA KAMU SAMA DIA?!"


"DILA CUKUP!" mau gak mau taeil harus high note.


"Ikut aku."


"Gamau!" nadila menepis tangannya taeil


"Malu dila dilihatin satu kantor! Kamu ngerti ngga sih?!"


"Ya biarin aja! Bagus semua tau, biar dia ngga ada muka lagi buat temuin suami orang!"


Nadila mendekat ke seulgi, udah greget banget dia tuh.


"Jangan mentang mentang suami saya masih cinta sama kamu, kamu besar kepala ya! Kamu pikir saya takut sama orang kayak kamu!"


Seulgi antara bingung dan takut sih. Istrinya taeil hutomo bar bar bener ini mah


Taeil sedari tadi udah nahan nafas aja, bingung juga dia.


Resiko orang ganteng, direbutin cmiww


"Mbak? Tolong adabnya dijaga, kamu itu suaminya seorang direktur ternama kan? Harusnya kamu lebih sopan sama yang lebih tua." seulgi kepancing kayaknya


"Buat apa saya pake adab buat ngomong sama pelakor kayak kamu?!"


"Saya udah bilang kan? Saya kesini ngga ada maksud buat ngerebut suami mbak!"


"Cih! Pelakor mana ada yang mau ngaku!"


"Udah ya kalian stop!" taeil pusing jadinya


"Mas, tolong jelasin ke istri kamu dong, biar ngga malu maluin kamu!"


"Saya malu maluin? Hey! Yang ada kamu yang gatau malu! Udah mantan mah mantan aja. Tau diri dikit ya. Mantan kesayangan kamu itu sudah punya istri!"


"...."


"Kalau kamu punya malu, mending sekarang pergi dari sini, dan jangan ganggu suami aku lagi!" nadila mengusir seulgi


Seulgi udah berkaca kaca aja, masa kalah sama yang katanya anak kecil

__ADS_1


"Gausah drama ya kamu! Air mata kamu gak bikin suami saya jatuh cinta lagi sama kamu paham?"


Taeil yang sedari tadi bingung, mau gak mau harus bertindak


Dia menghadap ke nadila


"Ikut aku" taeil mencengkeram kedua tangan nadila


"Aku bilang gamau ya gamau! Aku belum selesai ya urusan sama dia!" nadila mencoba menepis


"bisa ngga sih kamu hargai aku sebagai suami kamu!"


Nadila menoleh ke taeil


"Kamu belain dia? Masih cinta sama dia? Apa jangan jangan kalian udah pernah—"


Taeil mengeratkan cengkramannya ke nadila, makin nyolot soalnya


"Kamu nyakitin aku mas!"


"Kalau kamu gamau aku kayak gini! Nurut sama aku!"


"Aku mau pulang!" nadila mencoba melepaskan eratan taeil


Tapi sama taeil ngga dilepasin, dia mendorong pelan nadila buat diajak ke arah ruangan kosong yang ada di ruang kerjanya


Brak!!


Taeil mengunci ruangan itu, sekarang hanya ada mereka berdua


"Aku mau keluar!" nadila berusaha melepaskan diri, tapi sama taeil ditahan, badannya menghimpit tubuh nadila


"Dengerin penjelasan aku dulu, kamu jangan kayak gini." taeil lebih kalem ini ngomongnya


"Penjelasan? Apalagi mas yang mau kamu jelasin?"


"Kamu salah paham sayang, seulgi kesini cuma mau tanya kabar sama ngucapin selamat aja sama pernikahan kita."


"Ohh, ngucapin selamat harus pelukan dulu ya emang?"


Taeil memejamkan mata,


"Oke, aku minta maaf. Aku salah udah ngasih space buat seulgi, tapi kamu jangan emosi kayak gini, biasakan denger penjelasan dulu"


"Kamu tau ngga sih mas rasanya hati aku kayak gimana pas ngelihat tadi?"


"...."


"Berhari hari aku tuh kepikiran tentang hubungan kamu sama cinta pertama kamu itu! Aku takut mas!! Aku takut kamu jatuh hati lagi sama diaa!!" nadila menangis


Taeil mendekat ke nadila, paling 1 cm lagi dah nempel tuh bibir, mepet pokoknya


"Nggak ada yang perlu kamu takutin, karena sekarang hati aku cuma buat kamu,"


"Semua laki laki bisa gampang ngomong gitu!"


"Jangan samain aku sama laki laki diluar sana, aku ya aku. Beda sama mantan mantan kamu!"


Nadila mengusap air matanya kasar


"Emang bener ya mas... Kalau cinta pertama itu bakalan susah buat dilupain, termasuk kamu. Yang susah lupa sama cinta pertama dan mungkin juga bakalan jadi cinta terakhir kamu." - nadila


"Kamu kenapa sih dil keras kepala gini? Aku udah bilang kan, masa lalu ya bakalan jadi masa lalu! Sama hal nya hubungan aku sama seulgi! Aku ngga ada berpikiran buat jadiin dia cinta terakhir aku, karena ada kamu dil."


Nadila menghela nafas, sesenggukan.


"Udah mas, cukup. Aku mau pulang. Terserah mas mau ngapain aja sama dia."


Nadila membuka pintu, dan Tanpa basa basi nadila langsung lari keluar dari ruangannya taeil.


"Nadila!!" taeil mau nyusulin nadila. Tapi tangannya ditahan sama seulgi.


"Mas taeil!" seulgi memegang tangannya taeil


Taeil yang lihat langsung menepis


"Udah puas? Bikin aku berantem sama istri aku?"


"Mas.. Aku ngga ada maksud gitu."


Taeil tidak menggubris seulgi, dia keluar kantor buat ngejar nadila


Sementara itu, nadila buru buru pergi dalam keadaan menangis


"Nadila? Kamu kenapa?" minhyun yang ketemu dila tanya.


"Loh dil? Kok kamu nangis? Kenapa?? Bilang sama aku."


"Maaf kak, aku buru buru. Permisi." nadila jalan cepat keluar dari kantornya taeil


"Nadila—"


"Jangan dikejar." - minhyun menginterupsi.


"Kamu Gaada hak kan buat ngelarang saya?"


"Iya saya tau saya ngga ada hak sekarang. Tapi kondisinya nadila saat ini cuma pengen sendiri. Harusnya bapak paham itu."


"Mas taeil?" seulgi nyamperin taeil


"Pergi."


Taeil ngusir seulgi.


"Kamu ngusir aku mas? Ini udah kedua kalinya loh kamu ngusir aku!"


"Dan gue ga peduli. Pergi sekarang dari kantor gue, dan jangan pernah muncul lagi. Apa perlu gue panggil security?"


"Tega ya kamu sama aku!" seulgi langsung pergi dari kantornya taeil.


Taeil menghela nafas..


....


Sekarang nadila lagi ada di taman belakang kantor.


Asli dia sakit hati banget, lihat taeil pelukan sama cewek.


"Tega banget sih mas taeil giniin gue! Dipikir nggak punya hati apa gue?!" nadila malah tambah nangis.


Sumpah, baru kali ini nadila nangis cuma karena cowok... Itu pun sama suami sendiri.


Lagi enak enak nya nangis. Ada yang ngasih sebotol minuman dingin di depannya.


Nadila menengok ke atas.


"Jaehyun?"


Yang dipanggil namanya cuma senyum.


Btw, jaehyun ini temen sekampusnya nadila, cuma beda fakultas.


Dia temennya jungwoo. Dan emang suka sama nadila. Makanya waktu itu jungwoo pernah bilang ke nadila kalau jaehyun titip salam.


Tapi... Dia salah satu deretan cowok yang lagi patah hati.. Gara gara nadila memutuskan buat menikah.


"Boleh duduk di sebelah lo nggak nih?" tanya jaehyun.


"Boleh kok. Silahkan" nadila mempersilahkan jaehyun buat duduk.


"Ngapain lo nangis disini? Terus suami lo mana?" tanya jaehyun.


"Lagi kesel!"  


"Kesel kenapa?"


"Ya masa gue mergokin suami gue sama mantannya di kantor pelukan gitu??!!"


"Alah yang bener aja deh.. Salah lihat kali lo."


"Bener jaehyun!! Mata gue kan masih normal. Ga mungkin gue salah lihat.."


"Lah? Baru juga sebulan nikah. Udah ada aja praharanya." - jaehyun.


Nadila cuma diem aja.


"Coba aja lo nikah sama gue.. Gue nggak bakalan bikin lo nangis kayak gini."


"Jaehyun ih. Masih bisa bercanda lo ya!"


"Lah? Gue nggak bercanda mbakkk nadilaaaa."


Nadila perlahan lahan senyum.


"Nahh gitu dong senyum. Lo tuh tambah jelek kalau lagi nangis gini." jaehyun menarik pipinya nadila

__ADS_1


"Jae?"


"Ya?"


"Mau anterin gue nggak?"


"Anterin kemana?"


"Ya kemana gitu... Gue males pulang."


"Izin suami dulu lo sana. Baru gue anterin."


"Jaehyun... Justru gue itu lagi males sama suami gue.  Makanya gue pengen menghindar dari dia." - nadila


"Nggak boleh gitu dil.. Dia kan juga suami lo." - jaehyun.


"Yaudah sih. Kalau nggak mau nganterin juga gapapa, gue bisa jalan sendiri."


"Yahh sensi banget sih lo sekarang? Udah isi apa gimana?"


"Jaehyun......"


Jaehyun ketawa.


"Iya iya, yaudah kuy lah gue anterin."


Dan akhirnya jaehyun mau nganterin nadila pergi. Ya walaupun dia was was juga sih.. Takut kalau ketahuan suaminya nadila.


Skip ><


Taeil pulang jam tujuh malem. Dia lagi pusing hari ini.


Udah kerjaan banyak, ada insiden yang tak terduga tadi.  Pusing kan pasti... Pengen ngamuk aja rasanya..


"Loh mas? Kok baru pulang?" jisoo ternyata ada disitu. Nemenin issya


"Kerjaan banyak dek."


" mbak Nadila tadi ke kantornya mas kan? Terus sekarang mana mbak dila nya?"


"Emang nadila belum pulang?" taeil malah balik tanya.


"Ya belum lah mas, kalau mbak dila udah pulang. Gak mungkin aku ada disini." - jisoo


"Kemana sih dila?!"


"Mas taeil sama mbak dila lagi berantem ya?"


"Bentar aja dek tanya nya. Mas lagi pusing ini," taeil langsung masuk ke kamar.


"Udah fiks nih, mas taeil sama mbak  nadila pasti lagi nggak baik baik aja."


Taeil udah masuk ke kamar... Dia ngelepas sepatu dasi sama jasnya. Dan di lempar ke sembarang tempat.


Taeil ambil hp nya. Dia telfon nadila..


Tapi malah di reject.


"Kenapa malah di reject? Berani banget dia ngga angkat telfon dari suaminya!"


"Ternyata sifat nadila ini?"


........


jaehyun sama nadila udah sampai rumah. bukan rumahnya taeil,


Tapi di rumahnya nadila sendiri.


"Dah sampai tuh,"


"Makasih ya jae." 


"Emang suami lo tinggal dirumah lo ya?"


"Ya dia tinggal di rumahnya lah."


"Loh?! Terus ngapain lo nyuruh gue nganterin pulang ke sini?" jaehyun.


"Udah deh jae, bawel banget sih. Gue masuk rumah dulu.  Makasih atas tumpangannya."  nadila buru buru turun dari mobil.


"Dila dila. Sama aja lo kayak dulu." - guman jaehyun.


....


"Assalamualaikum." nadila masuk kerumah.


"Waalaikumsalam. Loh ngapain lo kesini?" tanya ten.


" ya ini kan rumah gue. Suka suka gue lah." - nadila


"Ya elo kan udah punya suami. Pulang ke rumah suami lo sana, bikin anak kek." - ten


"Bacot bener deh kak... Mama mana?" tanya nadila


"Mama baru aja berangkat tadi pagi ke thailand."


Hp nya nadila bunyi..


Om taeil 💕 is calling...


"Ngapain sih telfon telfon!" nadila langsung reject telfonnya.


"Pinter banget lo suami telfon di matiin." - ten  


"Apasih kak. Ini tuh urusan gue sama dia, jadi kak dani nggak usah ikut campur."  nadila langsung masuk ke kamar, biar ten nggak banyak omong lagi.


"HEH! LO TADI PULANG SAMA SIAPA??"


"JAEHYUN!"   jawab nadila dari dalam kamar.


"Astada dila dila.. Udah punya suami juga masih berani jalan sama cowok lain." ten heran sama nadila.


Tak lama kemudian, hp nya ten juga bunyi.. Dan ternyata taeil. 


"Halo bang."


"Dani.... Nadila pulang ke rumah lo?"


"Iya, nih baru aja masuk kamar."


"Serius? Jam segini baru pulang? Darimana aja dia?"


"Gue belum sempet tanya bang,  kayaknya dia lagi bete banget hari ini.. Kalian ada masalah?"


"Ya gitu deh. Besok aja gue cerita ke elo pas jemput dila."


"Yaudah deh. Maafin adek gue ya, emang suka gitu orangnya."


"Iya. Yaudah gue tutup ya. Pusing gue."


BIP!


Taeil langsung nutup telfonya. Padahal ten baru aja mau ngomong.  


"Aduhh susah deh ini kayaknya. Sama sama batu." guman ten.


Skip ><


Pagi pagi banget nadila udah siap siap.


Dia juga udah bikin sarapan buat ten.


"Mau kemana lo? Pagi pagi gini udah rapi aja." - ten aja masih bau iler.


"Gue mau cari kerja kak."


"Hah? Cari kerja? Kerjaa apaan?" - ten


"Ya sedapetnya aja lah. Asal nggak jadi pembantu lagi." - nadila


"Dek, mendingan lo selesain deh masalah lo sama bang taeil. Dia pusing cuma ngurusin lo doang."


"Yaudah nggak usah ngurusin gue lagi. Kalau emang pusing. Lagian semua ini tuh bukan salah gue." - nadila


"Maksud lo?"


"Ya lo bayangin aja deh kak.  Gue capek capek masak. Terus ke kantornya dia cuma buat nganterin makan siang buat dia. Eh pas gue nyampe disana. Malah dia asik pelukan sama cewek lain."  akhirnya nadila cerita ke kakaknya.


"Hah? Bang taeil masa gitu sih? Nggak percaya ah gue." - ten.


"Yaudah kalau nggak percaya juga gapapa. Gue jalan dulu."  nadila buru buru keluar dari rumah.


Dan pas  dia buka pintu.


"Kak minhyun ngapain ada disini?"

__ADS_1


TBC


__ADS_2