
Sekarang mingyu sama nadila berdua.
Taeil lagi ada di luar. Dia kasih izin buat mereka bicara. Ya karena nggak mungkin juga taeil marah dalam keadaan nadila masih belum baik.
Sedangkan anaknya lagi tidur di box bayi.
"Kamu mau ngomong apa gyu?"
"Nggak penting juga sih sebenernya..."
"Terus?"
"Aku cuma mau ngucapin selamat aja atas pernikahan sama kelahiran anak kamu." - mingyu.
"Iya makasih."
"Nggak nyangka ya kita ketemu lagi. Setelah bertahun tahun nggak saling kabar." - mingyu
"Yaa mungkin udah takdirnya.."
"Aku kira kamu masih sama minhyun."
"Kak minhyun sekarang jadi jahat tahu nggak."
"Jahat gimana maksud kamu?"
"Dia nggak terima kalau aku nikah sama orang lain."
Mingyu senyum tipis.
"Aku juga gitu awalnya." - mingyu
"Ha? Maksud kamu?"
"Aku nggak bisa terima kenyataan denger kamu nikah sama orang lain. Karena aku masih ngarepin kamu."
Jelas aja omongannya mingyu buat nadila kaget.
"Gyu..."
"Tapi tenang aja.. Aku bakalan berusaha buat terima semua ini dil. Karena aku nggak mau kayak minhyun." mingyu senyum ke nadila.
"Mingyu?"
"Ya?"
"Makasih udah mau bantuin aku." - nadila berterima kasih
"Zena,, kan aku dokter. Udah sepantasnya aku bantuin semua orang yang lagi dalam masa sulit."
"Kamu baik gyu, aku yakin kamu bisa dapetin yang lebih baik dari aku..."
Mingyu senyum.
"Iya, doain aja ya zen.. Tapi semua wanita itu baik kok."
Nadila senyum.
Ini nih, yang bikin nadila jatuh cinta dulu sama mingyu. Dia orangnya baik, pengertian. Dan nggak pernah kasar sama cewek.
Beda sama minhyun. Sok baik doang. Nyatanya ketahuan sekarang sifat aslinya.
"Oh iya zen.."
"Kenapa?"
"Cewek yang kemarin nungguin kamu itu... Adeknya suami kamu kah?" tanya mingyu.
"Iya. Namanya jisoo, dia baru aja dateng dari australia."
"Australia? Dia kuliah disana?" tanya mingyu.
"Ya bukan cuma kuliah sih.. Dia juga menetap disana.. Katanya buat temenin papa mertua ku."
Mingyu mengangguk paham.
"Kenapa emang gyu?"
"Nggak apa apa kok. Cuma aku kayak nggak asing sama dia. Apa mungkin dia pernah satu kampus sama aku ya waktu disana??" - mingyu
"Ya nggak tahu. Nanti coba deh aku tanyain dulu dia di kampus mana"
"Eh nggak usah.."
"Lah?? Kenapa?"
__ADS_1
"Ntar biar aku sendiri aja yang tanya... Sekalian minta nomer HP nya hehe."
"DASAR MINGYU PRATAMA! BILANG AJA KALAU MAU MODUS!!"
Skip ><
Taeil lagi beresin barang barang nadila yang ada disini.
Ya soalnya kata mingyu besok dia udah boleh pulang.
Lagian nadila juga udah nggak betah.
Nadila lagi main main sama anaknya. Soalnya lagi di gendong.
Taeil bisa lihat kalau nadila seneng banget. Ya kan dia juga suka sama anak kecil. Dan sekarang dia udah punya anak sendiri.
Tak lama kemudian si kecil nangis.
"Eh eh anaknya bunda kok nangis hm? Haus yaa."
Nadila langsung ngasih asi ke anaknya biar ngga nangis lagi
"Mas taeil?"
"Kenapa sayang?"
"Mas udah kasih nama si kecil belum?"
"Udah.."
"Siapa mas?"
"Kamu mau tahu sekarang?"
Nadila mengangguk.
"Aku kasih nama dia hyunjin.."
"Hyunjin?"
"Iya, hyunjin aditya hutomo... Bagus nggak?" - taeil
"Bagus kok mas. Kamu pinter deh buat nama.." - nadila
Taeil senyum.
Taeil mengelus kepalanya nadila.
"Mas?"
"Kenapa?"
"Makasih udah ada di samping aku selama aku disini.." - nadila ngucapin terimakasih ke taeil.
"Ya kan itu udah kewajiban aku. Aku kan suami kamu."
"Ya biasanya kan ada gitu. Istrinya lagi sakit karena mau lahiran. Eh suaminya malah sibuk kerja.aku takut banget kamu gitu mas." - nadila.
"Kamu tuh jangan kebanyakan nonton FTV makanya.. Jadi kebawa perasaan kan."
"Ya abisnya waktu itu kamu nggak dateng dateng. Kan aku juga was was."
"Yang penting kan sekarang aku ada disini. Buat jagain kamu sama anak anak kita."
"Makasih mas.. Nggak salah emang aku batalin kuliah ke thailand waktu itu cuma buat nikah sama kamu."
Taeil sama nadila pelukan. Jangan lupakan si kecil yang sekarang sudah punya nama hyunjin ini di tengah tengah.
Mereka bahagia dengan keluarga kecilnya.
Tapi disisi lain sebenernya. Taeil lagi mikirin sesuatu.
Yaitu tentang ayah kandung issya.
Skip ><
Udah 3 hari semenjak nadila pulang dari rumah sakit.
Suasana rumah mereka juga jadi rame.
Iya rame. Gara gara ada tangisan bayi.
Apalagi hyunjin kalau nangis keras banget suaranya.
Mama yuri sama mama seohyun juga sering ke rumah mereka. Buat bantu ngurus hyunjin.
__ADS_1
Karena kan nadila baru kali in punya bayi. Pastinya ribet. Jadi mereka bantuin nadila ngurusin hyunjin.
Sebenernya taeil usul biar pake babysister aja. Tapi nadila nggak mau.
Katanya dia mau ngurusin hyunjin sendiri, karena dia masih mampu. Dia juga nggak mau anaknya lebih dekat sama orang lain dibandingkan dengan ibunya sendiri.
Dan sekarang hyunjin lagi ada di kamar, abis mandi.
Kalau taeil tugasnya ngerawat issya buat sementara.
Ya kan nggak mungkin juga nadila bisa ngurus dua anak sekaligus. Apalagi hyunjin masih berumur 5 hari.
Hyunjin sekarang lagi terbaring di tempat tidur.
Nadila senyum senyum sendiri lihat hyunjin yang kayaknya nggak betah banget dibalut kain. Soalnya dari tadi gerak.
"Lucu banget sih. Anaknya bundaa..." nadila ngelus pipinya hyunjin.
"Sehat terus ya sayang..."
"Bundaaaaa......" tak lama kemudian issya masuk sama taeil di belakangnya.
"Bunda dek hyunjin udah mandi belum?" tanya issya.
"Udah dong. Cium aja nih adeknya. Udah wangi."
Issya langsung naik ke kasur. Abis itu cium pipinya hyunjin.
"Iya bundaa, adek wangi banget.." issya malah nguyel nguyel hyunjin.
"Issya jangan digituin dulu adeknya. Kan masih kecil." - taeil
"Ihh gapapa yah. Katanya om yuta. Kalau dek hyunjin harus diuyel uyel kalau mau ketawa."
Aduhh malah nurut lagi sama omonan yuta.
"Ya kan dek hyunjin masih bayi, jadi belum bisa ketawa sayang." - nadila
"Lagian kamu ngapain sih nurut sama omongannya om kamu. Sesat gitu dianut." - taeil
"Sesat itu apa sih bun? Issya nggak ngerti." - issya.
"Mas taeil tuh ya. Issya mana ngerti bahasa kamu." nah lo jadi kena omel kan si taeil.
Taeil cuma cengengesan aja.
Ting tong!
Suara bel rumah mereka.
"Eh ada tamu kayaknya." - taeil baru aja mau bukain pintu.
Tapi sama nadila nggak boleh
"Mas, biar aku aja yang bukain." - nadila
"Yakin? Perut kamu udah nggak sakit emang?" - taeil
"Justru biar cepet sembuh kan harus dibuat jalan jalan gitu." - nadila
" yaudah. Tapi hati hati ya. Kamu kan masih belum bisa jalan normal.."
"Iya mas taeil sayang... Bawel banget... Yaudah aku titip hyunjin sebentar."
Nadila langsung keluar dari kamar, tujuannya buat bukain pintu.
Ting tong!
"Iya iya... Sebentar."
Cklek!
"Sore.."
"Iya sore juga... "
Yang nadila lihat sekarang adalah seorang laki laki. Ganteng pula.
"Mau cari siapa ya mas?"
"Taeil nya ada?"
"Ada.. Kenapa? Mas ada perlu sama suami saya?"
"Saya hansol...."
__ADS_1
" saya ayah kandungnya issya."
TBC