
Issya lagi sama nadila di ruang tv, lagi gambar.
Sedangkan taeil lagi duduk di sofa, nonton tv..
Yuta udah pulang ke rumahnya sendiri. Nggak numpang di rumahnya taeil lagi..
Emang seenaknya dia mah.
"Tante dila?"
"Kenapa sayang?"
"Lihat deh gambarnya issya.. Bagus kan?" issya menunjukkan sebuah gambar ke nadila.
Gambarnya dua orang laki laki dan perempuan, terus ditengahnya ada seorang anak kecil.
"Wah bagus banget sih gambarnya.. Tante dila aja nggak bisa"
Dila mengakui kalau gambarannya emang bagus buat anak seumuran issya. Dila aja belum tentu bisa gambar sebagus itu.
"Ini ayah, terus yang di tengah issya " -issya.
"Terus. Yang ini siapa?" dila tanya
"Yang ini tante dila..." - issya
"Kok tante dila?" - nadila
"Iyaa... Kan tante nadila sebentar lagi mau jadi bundannya issya. Jadi issya tambahin gambar tante deh." issya ngomongnya kayak seneng banget gitu.
Sementara nadila cuma senyum kikuk aja.
'Apa segitu pengennya issya punya ibu?' - batin nadila.
"Aku mau ngasih tahu ke temen temen, kalau issya itu punya ibu. Biar nggak diejekin lagi sama mereka." - issya.
"Emang issya diejek apa sama temen temennya issya?"
"Mereka bilang, kalau issya itu nggak punya ibu. Terus katanya bunda issya meninggal gara gara issya."
'WHAT THE FAK! BERANI BANGET ITU BOCAH BILANG GITU KE ISSYA??'
"Tante.. Emang bunda meninggal gara gara issya ya?" tanya issya.
Nadila senyum.
"Nggak kok sayang, bunda nya issya itu meninggal karena emang udah takdirnya... Jadi issya jangan dengerin omongannya temen temen kamu ya.." nadila mencoba memberi pengertian
"Gitu ya tante? Berarti bunda meninggal bukan gara gara issya kan?"
"Nggak dong. Justru bunda disana seneng lihat issya dari jauh..."
Issya senyum ke nadila,
" issya sayang deh sama tante dila."
"Tante dila juga sayanggg banget sama issya." nadila cium pipinya issya.
Mereka berdua berpelukan, layaknya ibu sama anak.
Taeil yang lagi duduk di sofa ikutan senyum lihat nadila sama issya.
Ada rasa nyaman tersendiri lihat mereka barengan gitu. Kelihatan banget kalau nadila sayang sama anak satu satunya itu.
Skip ><
Nadila lagi ada di kampus.
Hari ini hari terakhir buat ngelunasin biaya skripsi.
Dan nadila masih bingung.
Dan kenapa bingung?? Iya bingung soalnya dia belum gajian. Otomatis dia belum punya duit braaa..
Dia lagi jalan, rencananya mau nemuin dosen fakultasnya.
Ya dia mau ngomong, kalau dia mau bayar skripsi pas udah selesai sidang.
"Duhh, om taeil nih.. Tega banget sama gue, gue kan butuh banget duit.." nadila jalan lemes.
Pas lagi enak enak jalan, dia ngelihat ada sesosok pria yang keluar dari ruangan dosennya.
"Siapa tuh? Kayak pernah lihat??" nadila memicingkan mata.
Dan seketika dia kaget..
"Anjirr, itu kan om taeil!" nadila langsung balik badan.
Pengen buru buru pergi aja dia dari sini.
Tapi apadaya nasib tidak berpihak kepadanya..
"Woy zena!!"
nadila menutup matanya
"Ini pasti jungwoo yang manggil."
Mau nggak mau nadila nengok ke belakang.
Dan dia ngelihat taeil menatap ke arahnya.
"Lo tuh ya, gue cariin juga. Disini rupanya." jungwoo nyamperin nadila
"Kenapa ya jung?"
"ntar lo ada acara nggak?" tanya jungwoo.
"Kenapa emang?"
"Gue disuruh bang minhyun ngasih tahu lo. Kalau dia pengen ketemu sama lo." - si jungwoo kalau ngomong kenceng banget.
Udah pasti taeil denger ini mah.
"Ha? Ngapain? Kenapa dia nggak ngechat langsung gue aja?" - nadila
"nomer dia kan lo block. Gimana sehh.." jungwoo memutar bola malas.
"Eh iya gue lupa.."
"Yeeuu dasar cabe, saking banyaknya nomer degem di hp, jadi lupa" jungwoo nonyor kepalanya nadila.
Nadila cuma cengengesan.
Sementara itu taeil masih lihatin.
"Lo mau kemana sih emang?" tanya jungwoo
"Gue mau ke ruangnya pak johnny,"
"Ngapain?"
"Gue mau bilang kalau gue bisa bayar skripsi setelah sidang."
"Lah?? Tumbenann?? Orang kaya kok nggak bisa bayar" - jungwoo
"Bacot!" nadila langsung pergi ninggalin jungwoo.
"HEH!! GUE TADI DIKASIH TAHU SAMA SI YUTA, KALAU JAEHYUN TITIP SALAM BUAT ELUU!!"
"IYA WAALAIKUMSALAM" - nadila.
"Dasar cabe kriting." jungwoo geleng geleng kepala aja lihat kelakuannya nadila. Habis itu pergi nyusulin nadila.
Sementara taeil masih lihatin aja nadila..
'Minhyun ngajak ketemu nadila hari ini? Ngapain sih?'
"Mari pak silahkan masuk."
Taeil tersadar oleh suara seseorang, dan akhirnya dia masuk ke ruangan dosen
"Mari pak duduk."
"Terimakasih" taeil duduk di depan seorang yang mungkin menjadi dosen.
Di mejanya bertuliskan "JOHNNY ADAM MALIK"
"Mohon maaf sebelumnya, ada keperluan apa bapak ini datang ke kampus kita dan ingin bertemu saya?" johnny bertanya terlebih dahulu
"Ah iya, saya taeil dari hutomo company."
Johnny mengangguk paham
"Tujuan saya kesini, ingin melunasi biaya kuliah atas nama nadila zena askadina. Karena katanya anda juga bagian dari administrasi untuk pembayaran uang kuliah."
Johnny berfikir.
"Oalah, nadila anak management itu? Yang cowoknya dimana mana ada?"
Taeil antara mau ketawa sama kesel sih ya dengerin ini.
Ternyata emang nadila adalah wanita yang luar biasa
"Boleh saya tau? Berapa yang harus saya lunasi?" taeil mengalihkan pembicaraan
__ADS_1
Johnny membuka sebuah buku, mencari nama nadila
"Untuk nadila uang skripsi belum dibayarkan pak, begitu juga dengan uang untuk 2 semester juga belum terbayarkan."
Taeil sedikit kaget,
dia belum bayar sebanyak itu apa ngga ada beban pikiran?
Pasti orang tuanya nadila rutin memberikan uang kuliah untuk nadila, toh kata yuta, nadila ini paling kaya di kampus katanya.
"Jangan kaget pak, nadila memang seperti itu, kadang uangnya dipakai buat dugem."
Ini johnny, dosen tapi kok lemes lambenya.
"Yasudah, berapa yang harus saya bayar?"
"Bapak mau lunasin semuanya?"
"Iya."
Johnny kebingungan.
"Maaf, kalau saya lancang bertanya, tapi bapak taeil ini siapanya nadila ya? Oh saya tau, pasti bapak ini om nya kan?"
Taeil tersenyum
"Saya calon suaminya nadila"
......
Sekarang nadila udah ada di ruangannya pak johnny. Dosen nya.
"Ada apa ya nadila cariin saya? Mau minta foto?"
Masyaallah, ini guru kepedean sekali.
"Nggak pak... Saya cuma mau ngasih tahu. Kalau hari ini saya belum bisa ngelunasin uang buat skripsi.." - nadila.
Dia nundukkin kepala, takut kalau pak johnny marah.. Soalnya kalau marah bahaya, bisa bisa dia kena timpuk kamera.
Ya walaupun sebenernya gapapa sih.. Kan ntar kalau kena timpuk. Kameranya bisa dibawa pulang. Lumayan buat hangout sama temennya.
"Nadila?"
"I-iya pak.??"
"Emang kamu nggak dikasih tahu ya?"
"Dikasih tahu apa ya pak?"
"Aduh nadila nadila,, kamu ini pura pura bodoh apa emang bodoh beneran???"
Dasar johnny malik, dosen yang tidak berperikemanusiaan.
"Ya saya emang nggak tahu pak johnny.."
"Aduh kamu ini..." pak johnny geleng geleng kepala..
"Emang kenapa sih pak?? Saya beneran nggak ngerti ini."
"Skripsi kamu itu sudah lunas nadila zena.. Sekalian uang kuliah kamu yang kamu tunggak selama 2 semester itu. Juga udah lunass..."
"HAH?! YANG BENER PAK??" nadila kaget dongss..
"biasa aja nggak usah ngegas."
"YA GIMANA NGGAK NGEGAS SIH PAK! SAYA KAN NGGAK PUNYA UANG! MODEL GIMANA COBA SAYA NGELUNASIN ITU SEMUAA!!"
"Dila, lama lama mulut kamu saya ceples ya!" greget dia punya mahasiswa macem nadila begini
"Eh hehe, maaf pak, saya tuh kaget banget pak. Kan pak johnny tau sendiri saya—"
"Stop! Capek kuping saya dengerin kamu ngomong."
"...."
"Apa yang saya bicarakan itu tidak mengada ngada, uang kuliah kamu memang sudah ada yang melunasi."
"Ah yang bener pak?"
"Iya nadila zena askadina"
"Ah gak percaya ah saya" - nadila
"Yaudah kalau ngga percaya, tau gini saya ngasih tau aja uang kuliah kamu gausah dibayar, biar kamu jadi mahasiswa abadi disini! Terlalu baik itu yang bayarin." - johnny
"Yeuu emang situ, udah galak. Pelit lagi.. Makanya nggak ada yang mau sama situ." nadila ngomongnya lirih banget
"Udah lah.. Saya cuma mau ngasih tau itu. Kalau uang kuliah kamu udah lunas semua.." - pak johnny capek debat sama nadila.
"Emang siapa yang ngelunasin pak?"
"Calon suami?Pak johnny nih.. Jangankan suami.. Pacar aja saya nggak punya. Lucu nih bercandanya.." - nadila
"Siapa juga yang bercanda sih nadila zena askadina... Saya serius ini. Dia sendiri yang bilang kalau kamu ini calon istrinya.." - pak johnny.
"Namanya siapa pak?"
"Nama nya taeil. Dia pewaris hutomo group bukan sih? Kok saya kayak pernah lihat.."
"HAH?! OM TAEILLLL!!!"
Rusak sudah gendang telinga bapak johnny malik.
........
Nadila abis dari toilet, kebelet dia. Gara gara kaget ternyata yang ngelunasi uang skripsi taeil. Mana ngaku ngaku jadi calon suaminya lagi.
"Gila aja, gue diaku aku sebagai calon istri... Mimpi apa gue semalem bisa diakui sama pewaris hutomo group?" nadila geleng geleng kepala.
"Lo stres ya?"
"Yasalam.. JAEHYUN!" nadila kaget, dari tadi dikagetin mulu dia mah.
"Alay, gitu aja kaget."
"Ya emang kaget!"
"Lagian ngapain sih lo ngomong sendiri disini? Sawan baru tau rasa."
"Siapa juga yang ngomong sendiri."
"Loh? Berarti tadi lo ngomong sama penghuni kamar mandi dong?"
"Gue tampol juga ya lo!" nadila baru aja mau pergi. Tapi gajadi
"Nadila, jaehyun?"
"Eh pak johnny"
Nadila lihat belakangnya pak johnny
'Hah? Itu kan om taeil. Ngapain dia masih disini?'
"Kalian berdua ngapain disini? Mojok ya?"
"Eh kok bapak tau sihh." jaehyun senyum senyum.
"Dasar gila..." guman nadila.
"Masuk kelas sana!"
"Lah pak? Kita kan udah ngga ada mata kuliah lagi.. Ngapain coba masuk kelas?" - nadila.
"Ada sosialisasi dari beberapa perusahaan."
'Oh.. Jadi om taeil disini karena ngadain sosialisasi.'
"Udah sana masuk! Tunggu apa lagi?"
"Iya pak iya, yaudah yuk by,.kita masuk."
"By by. Lo kata gue **** a—IH JAEHYUN" nadila ditarik sama jaehyun.
"Dasar anak muda jaman sekarang.. Eh maaf ya pak, mereka emang gitu. Murid saya yang paling bandel."
Taeil senyum. Habis itu mengangguk.
'Laki laki tadi siapa?'
Dan sekarang... Nadila lagi ada di kelas, udah ada yuta juga.
"Duhh.. Ini mana sih orangnya? Mau sosialisasi lama bangett.." - yuta mengeluh.
Nadila mah udah glenteran di meja.
Tak lama kemudian pak johnny datang.
"Eh ayo duduk yang bener ya kalian semua. Jangan malu maluin saya." - pak johnny
"Jadi anak anak, tujuan kalian saya suruh masuk ke kelas itu. Karena ada beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan kampus kita. Ingin melakukan sosialisasi tentang gimana cara menjadi pekerja dengan baik dan jujur."
Kelasnya nadila emang kelas paling badung. Jadi jangan harap bakalan mudeng sama omongan dosen yang satu ini.
"Nah dan sekarang, saya ingin memperkenalkan salah satu pengusaha muda, cerdas, dan tekun ini kepada kalian semua.... Ayo bapak muda silahkan masuk." pak johnny mempersilahkan orang itu masuk.
__ADS_1
Dan pas dilihat.
"EH ABANG KESINI!!" yuta yang heboh.
Iya soalnya taeil ternyata yang masuk ke kelasnya.
"Itu yakin abang lo yut?" tanya jaehyun.
"Ya yakin lah.."
"Kok kelakuannya beda bener ya. Lo pasti ditemu ya sama mereka?"
"Yeuu ngelunjak ini bocah!" yuta nonyor kepalanya jaehyun.
"Heh tuh, yang katanya calon suami. Udah ada di depan mata." - yuta ngomong sama nadila.
Sementara nadila cuma tercengang.
"Hallo semua. Perkenalkan saya taeil hutomo."
Nadila denger banyak yang bisik bisik.
"Yaampun Handsome pisan...."
"Senyumnya bikin lumer.."
"Eh gue denger dia duda lohh.. Udah punya satu anak."
"Yaampun Gagah banget"
"Eh lihat tuh bahunya. Lebar ih. Jadi pengen bersandar."
"Duda yang modelan gini mah gue mau kali.."
"Ini yang namanya sugar daddy teman teman"
"HEH! BISA DIEM NGGA SIH!" tiba tiba aja nadila ngegas.
Kan taeil yang tau langsung lihat ke arahnya nadila.
"Nadila kamu ngapain sih ngegas gitu? Bikin malu aja" - pak johnny.
"Nih pak cewe cewe rempong! Ngegosip ae bisanya!!"
"Yeeu napa jadi elo yang sewot? Orang yang ngegosip kita"
"Ya masalahnya kalian brisik. Kalau ada orang ngomong jangan ngebacot sana sini" - nadila entah kenapa jadi sewot.
Semua yang tadi bergosip ria jadi diem.
"Eh aduh maaf ya pak. Kelas ini tuh orangnya badung semua. Jadi harap maklum."
Taeil mengangguk. "Bisa saya mulai sekarang kan?"
"Eh silahkan silahkan.."
Dan taeil, mulai menjelaskan tentang apapun dalam bidang pekerjaaan kantoran.
Nadila yang ada disitu cuma ngelihatin.
"Adem ya lihat bapak taeil di depan."
"Sstt berisik!"
"Ada pertanyaan semuanya?" - taeil.
"Pak.. Apa tips biar tetap ganteng?"
"Pak? Kok keren sih?"
"Bapak nggamau buka pendaftaran cari calon istri gitu?"
"Boleh minta nomernya ngga pak?"
Ya begitulah, pertanyaannya. Ngga faedah memang
"Oh iya.. Disini ada yang mau menikah setelah selesai kuliah?" tanya taeil.
"ADA ADA! NIH SEBELAH SAYA"
Nadila yang ditunjuk langsung melotot.
"Gundulmu iku!"
Taeil cuma senyum tipis.
"kerja dulu lah pak, cari pengalaman. Ntar kalau karir udah bagus baru cari suami.. Kalau bisa suaminya ya kayak bapak gitu.."
"Iya...jadi kalau nanti udah nikahkan bisa bantu bantu suami cari uang pak."
"Pemikiran kalian realistis sekali ya.."
"...."
"Bicara soal pernikahan dan karier seorang wanita. Jika kalian dihadapkan pilihan. Kalian memilih menikah tetapi tetap bekerja. Atau menikah tapi mengurus suami di rumah?"
"Kalau saya sih menikah tapi tetap berkarir"
"Nah iya sama."
Semua jawaban hampir sama.
Tapi ada satu yang ngga jawab. Nadila
"Kamu yang duduknya dekat dengan adek saya."
Nadila langsung tersadar.
"Saya?"
"Iya. Kamu."
"Ke-kenapa ya?"
"Apa pilihan kamu?"
"Saya? Ya saya milih nikah tapi ngga kerja lah."
"Kenapa gitu?"
"Ya buat apa kerja kalau suami saya bisa menafkahi."
Taeil senyum.
"Saya suka jawaban kamu."
Oh suka jawabannya doang ya pak? Orangnya. Ga su—
"Berarti kamu siap buat ngurusin saya sama anak anak saya nanti?"
"HAH?!"
dan seketika kelas menjadi heboh..
"
Skip ><
Nadila baru sampai rumah jam delapan malam.
Biasa keluyuran dulu.. Kan dia cabe. Cari mangsa.
Tadi dia ke rumahnya taeil, tapi nggak ada dirumah.. Katanya yuta pergi sama issya. Dan yuta nggak tahu kemana.
Akhirnya dia pulang.
Dan sumpah, dia malu atas kejadian di kampus tadi, gara gara taeil. Semuanya jadi heboh.
Maksudnya apa coba??
Pas dia mau masuk ke rumah, dianemuin mobil di depan.
"Mobil siapa nih?? Kayak pernah lihat.." nadila mikir sambil masuk ke dalam rumah.
"ASSALAMUALAIKUM. MAMA.. KAK DANII, DILA PULANG NIHH.."
"Kemana aja ya jam segini baru pulang? Keluyuran dulu?? Cari mangsa??" nadila disambut dengan ten yang masih pake sarung kotak kotak nya itu..
"Dih suka suka gue lah mau kemana."
"Jadi cewek itu yang bener dikit napa sih? Jangan bobrok mulu."
"Kalau nggak bobrok, nanti lo nggak terhibur.."
"Ngelawan mulu dibilangin sama orang tua."
"Loh? Emang kak dani udah tua? Istri aja belum punya tuh."
"Bacot! Gue buang ke kuburan cina juga luu.." - ten.
"Tante dilaa!!!"
Nadila menengok ke sumber suara.
Dan betapa kagetnya dia..
__ADS_1
"OM TAEIL! ISSYAA!!!"
TBC