
Sekarang disinilah nadila.
Di kantornya taeil..
Dia nganterin makan siang buat taeil. Soalnya taeil yang nyuruh.
Sekalian dia mau berangkat ke kampus.
"Wow,, gede juga ini tempat.."
Dia ngebayangin kalau nadila nikah sama taeil. Hidupnya pasti terjamin.
Dasar mata duitan.
Tapi sebenernya dia deg degan juga sih. Karena sebelumnya dia belum pernah masuk ke kantor sebesar ini.
"Duhh, berasa nganterin makanan buat suami aja...halah **** kebanyakan ngayal ya guee.."
Lagian mana mungkin seorang taeil yang perfectsionis mau sama nadila yang cuci piring aja nggak bisa? Nadila sadar kan hal itu.
Nadila masuk ke dalam gedung,,
"Eh iya, gue lupa tanyain dimana ruangannya.." guman nadila
"Loh? Nadila?"
Dila nengok ke sumber suara..
"Kak minhyun?"
Dan ternyata itu minhyun. kakak tingkatnya dila di kampus.
Dan minhyun itu,, mantan pacarnya dila braa.
Gila aja,, nadila sekalinya punya mantan modelannya kayak minhyun.
"Kamu nadila kan?" tanya minhyun sekali lagi..
"iya kak, ini aku nadila."
"Wahh udah lama banget aku nggak lihat wajah kamu." minhyun ngomong gitu sambil senyum.
Kan bikin nadila senam jantung.
"I-iya hehe.."
"Oh iya, kamu ngapain kesini? Mau ngelamar kerja?" tanya minhyun.
"Eh nggak kok kak, skripsi aja belum. Masa iya mau kerja hehe" - nadila.
"Ya kali aja gitu..."
"Kak minhyun kerja disini??" tanya dila
Dan minhyun mengangguk.
"Wahh hebat ya, kakak bisa kerja di kantor yang sebesar ini." nadila kagum.
Minhyun senyum lagi.
"Iya, makasih atas pujiannya. Oh iya, kamu kesini ada perlu sama siapa?"
Tuh kan, saking asiknya ketemu mantan sampai lupa kalau dia kesini mau nemuin taeil.
"Eh iya sampai lupa."
"Kamu nih, kebiasaannya nggak berubah ya.. Lupaaan" minhyun mengacak rambutnya dila.
Maksudnya apa nih senyum manis gitu? Mau bikin nadila gagal move on?
Sorry. Dia sudah move on semenjak ketemu sama om taeil.
"Kak minhyun,, kenal sama yang namanya taeil nggak?" tanya dila.
"Kenal... Emang kenapa?"
"Bisa anterin aku ke ruangannya nggak kak?" - nadila.
"Bisa sih.. Emang kamu ada perlu apa sama dia?" tanya minhyun.
"Ini.. Aku mau nganterin makan siang buat dia."
Jelas aja omongannya nadila bikin minhyun terkejut..
"Bentar.. Kamu mau nganterin makan siang buat pak taeil?"
Nadila mengangguk.
"Kamu ada hubungan apa sama dia?" - minhyun.
'Duhh masa iya gue bilang kalau gue ini pembantunya? Nggak elit banget' - dila
"Ehmm itu....aku kerja di rumahnya dia kak."
"Kerja di rumahnya?? Oh aku tahu, pasti disuruh ngejagain anaknya kan?" tebak minhyun.
"Nah iya. Bener kak minhyun."
"Yaudah, aku anterin yuk ke ruangannya." - minhyun.
"Eh gausah kak, kak minhyun tinggal nunjukkin arahnya aja. Nanti aku bisa sendiri kesana." - nadila menolak.
"Udah gapapa, ayo sekalian aku juga mau temuin dia." tanpa diduga, minhyun gandeng tangannya nadila.
"Udah berapa lama kamu kerja di rumahnya pak taeil?" tanya minhyun.
"Baru dua hari ini sih kak.."
"Emang nggak ganggu kegiatan kamu di kampus?" - minhyun.
"Untuk saat ini sih nggak. Nggak tahu kalau besok besok."
"Kok kamu bisa kerja sama dia sih?" - minhyun
"Aku tuh lagi butuh uang kak."
"Buat?"
"Buat bayar skripsi hehe.." - nadila
"Bayar skripsi? Bukannya mama kamu biasanya ngasih ya?" minhyun heran.
__ADS_1
"Iya sih... Tapi uangnya udah habis aku pake."
Tak berselang lama, minhyun ketawa,,
Mana ganteng banget kalau ketawa.
"Astaga nadila... Kamu tuh ya, nggak berubah berubah.. Dari dulu masih aja bandel."
Sementara nadila cuma cengengesan..
"Oh iya,, pak taeil itu temen kerjanya kakak?" tanya nadila
"Bukan dil, dia itu atasan aku." - minhyun
"Atasan?"
"Iya. Emang pak taeil nggak ngasih tahu kamu? Dia itu yang punya perusahaan ini tau."
"Hah? Serius?" - nadila syok.
"Iya.."
'What the hell? Jadi yang punya kantor segede ini om taeil?? Wow.'
"Dil, ini ruangannya pak taeil. Kamu mau masuk dulu? Biar aku nunggu disini." - minhyun.
"Eh nggak usah, kak minhyun aja yang masuk dulu. Kan lebih penting." - nadila.
"Udah gapapa kamu aja dulu."
"Eh tapi kan—"
"Ekhem.."
Nadila sama minhyun menoleh ke belakang.
"Pak taeil."
"Kalian kenapa ada di depan ruangan saya?"
"saya diberi tahu sekretaris saya kalau setelah istirahat makan siang nanti. Ada yang mau ketemu sama bapak." - minhyun.
"Iya, terimakasih.. Kamu boleh kembali bekerja."
"Iya pak, permisi.. Dila aku balik kerja dulu ya." minhyun pamit ke dila.
Nadila cuma nganggukin kepala aja.
Dan sekarang cuma ada taeil sama nadila.
"Ayo masuk." - taeil
"Eh om, udah disini aja. Kan aku cuma mau nganterin makan siang buat om.." nadila mengacungkan tempat makan.
"Iya.. Tapi nggak enak kalau disini, ayo." taeil langsung masuk ke ruangannya.
Abis itu disusul sama nadila.
Nadila ngelihat ruangnya taeil,, luas banget braa.
Kamarnya dia aja nggak seluas ini.
Taeil cuma senyum aja.
"Kamu masak apa hari ini?" tanya taeil.
"Oh iya, katanya yuta. Om taeil suka makan nasi goreng. Jadi aku bikinin deh." - nadila.
"Kayaknya enak deh."
"Ihh emang enak tahu om, tadi aja yuta habis dua piring hehe."
"Kamu ke kampus jam berapa?" tanya taeil.
"Mungkin sekitar satu jam lagi..kenapa ya om?" tanya nadila
"Mau temenin saya makan nggak?"
"Hah? Apa om?"
"Kamu kau temenin saya makan apa nggak?" tanya taeil sekali lagi.
Jelas aja nadila syok berat.
Masa iya dia harus temenin taeil makan? Tapi kalau nolak nggak enak juga...
"Nadila... Saya bicara sama kamu loh ini."
"Eh i-iya om, aku temenin makan kok.. Mau aku ambilin makanannya?"
"Sekalian suapin saya juga boleh." - taeil
"Sial bener... Baper lagi kan gue"
"Eh?"
"Haha.. Saya cuma bercanda kok.. Segitu kagetnya." - taeil.
Oh, ternyata cuma bercanda..
Entah kenapa bercandaannya taeil bikin nadila sedikit kecewa.
"Dasar om om. Udah bikin gue baper. Eh taunya bercanda." guman nadila. Tapi taeil denger.
"Apa? Kamu baper sama saya?"
'edan, mana doi denger"
"Eh? Nggak gitu om maksud aku....."
"Terus maksudnya gimana?"
"Om. Itu nasinya keburu dingin. Nanti nggak enak dimakan" nadila mengalihkan pembicaraan.
Sementara itu taeil cuma ngelihatin nadila aja, pipinya merah soalnya.
Ketahuan banget kalau baper..
Tak lama kemudian taeil senyum... Senyuman yang beda dari biasanya..
Ada apakah gerangann??
__ADS_1
.......
Nadila lagi beres beres di mejanya taeil. Iya soalnya udah selesai makannya.
Dia ngelihat jam tangannya.
Baru jam dua belas siang.. Dan jam kuliahnya, jam satu..
Masih lama.
"Nadila?"
"Iya om.. Kenapa?"
"Kamu......kenal sama minhyun?" tanya taeil.
"Kenal kok om, dia itu kakak tingkat aku pas di kampus dulu"
Taeil mengangguk paham.
"Tapi kayaknya kamu udah akrab banget ya sama dia?" - taeil.
"Sebenernya, kak minhyun itu mantan aku om."
"Apa?" entah kenapa taeil kaget.
"Kak minhyun mantan pacar aku om.."
"O-ohh gitu.."
"Om. Ada yang bisa aku bantu lagi nggak? Aku mau ke kampus nih." - nadila.
"Yaudah, kamu berangkat ke kampus sana. Nanti keburu telat."
"Oke om.. Kalau gitu aku permisi dulu.." nadila baru aja jalan ke pintu.
"Dila?"
Nadila balik badan.
"Iya?"
"Pulang dari kampus.. Kamu ke rumah saya kan? Issya cariin kamu terus dari tadi pagi." - taeil
Padahal mah sebenernya taeil yang cariin dila. Segala pake nama anaknya HAHAHAHA
"Lihat waktu ya om.. Tapi aku usahain ke rumah nanti.." nadila senyum habis itu langsung keluar ruangan.
Taeil menghela nafas, entah kenapa dia jadi grogi kalau ketemu sama nadila.
Jujur, taeil tertarik sama nadila.. Tapi entah kenapa. Dia agak gak suka kalau nadila senyum.
Mengingatkan dengan seseorang..
Skip ><
Nadila udah sampai kampus..
Dia buru buru masuk kelas, dan langsung mendudukkan diri.
"Udah nganterin makan siangnya?" tanya yuta.
"Udah"
"Lo nggak modusin abang gue kan?"
"Enak aja! Yang ada gue nih yang dimodusin sama abang lo!" - nadila.
"Ckckck.. Kalau ngayal jangan ketinggian dil. Nanti jatuh patah semua tulang lo." - yuta.
"Siapa yang ngayal sih... Orang kenyataannya gitu."
"Ntar gue tanya abang gue. Kalau lo bohong, gue gantung lo di pohon beringin." - yuta.
"Serah! Eh iya tadi di kantornya om taeil gue ketemu sama mantan ****.." - nadila.
"Mantan? Mantan yang mana elah? Cowok di kampus ini kan mantan lo semua"
"Mau misuh, tapi sahabat sendiri..sabar aja raisa mah."
"Raiso lo mah, bukan raisa.."
"Eh tapi serius deh yut.. Gue ketemu mantan gue tadi.."
"Siapa sih emang? Mingyu?"
"Bukan.. Kak minhyun"
"Ohhh." yuta cuma ber oh ria.
"Kok cuma oh doang sih??"
"Lah terus mesti gimana?? Orang gue udah tahu dari dulu."
"Hah? Jadi lo udah tahu? Kenapa nggak ngasih tahu gue sih!" nadila mukulin yuta pake buku
"Aduh, sakit bege! Tebel itu buku heh!" - yuta.
"Biarin, salah sendiri nggak ngasih tahu gue.. Rasain nih."
"Ngapain juga ngasih tahu lo! Orang udah mantan juga..aduh sakit heh?!"
Nadila menghentikan aktivitasnya.
"Iya juga ya...lagian gue juga udah ada tambatan hati sih."
"Hah? Siapa?"
Nadila ngga ngejawab, dia malah senyum senyum sendiri.
"Lo stres apa gimana sih dil?" - yuta.
"Yut.. Kalau gue jadi kakak ipar lo. Lo setuju kan?"
Seketika aktivitas yuta terhenti.
"Jangan bilang lo......"
"SI ANJROT DEMENANNYA OM OM BERDUIT YA LO SEKARANG!"
Tbc
__ADS_1