
Udah dua hari ini. Hyunjin ilang.
.
Dan nggak tahu harus cari kemana.
Karena minhyun udah pergi dari sini.
Iya, minhyun yang bawa hyunjin pergi.
Minhyun yang ambil hyunjin.
Taeil udah cari ke apartemennya minhyun. Dan dia udah nggak tinggal lagi disana.
Taeil tanya orang kantor. Katanya minhyun udah berhenti kerja sejak dua hari yang lalu.. Berarti itu pas sama kejadian hyunjin ilang.
Dan keadaannya nadila?
Amat sangat kacau.
Nggak mau keluar kamar sama sekali. Nggak nyentuh makanan sama sekali. Bahkan dia nggak beranjak dari tempat tidur.
Pokoknya dia nggak mau diganggu siapapun.
Dia bakalan keluar kamar kalau hyunjin udah ketemu.
Bahkan dia sempet pingsan gara gara dehidrasi.
Taeil bingung mesti gimana lagi.
Dia sedih lihat istrinya down gini. Kayak nggak ada semangat hidup.
Dia kangen sama nadila yang dulu. Dila yang suka ngomel, cerewet. Pokoknya aslinya dia.
Taeil lagi senderan di sofa. Dia nutupin wajahnya pake tangan.
Dia juga udah nggak berangkat kerja dua hari ini. Dan jisoo yang harus gantiin.
"Hyunjin... Kamu dimana??"
"Bang!"
"Apa yut..."
"Nadila masih belum mau keluar kamar?" tanya yuta.
Taeil cuma geleng geleng kepala.
"Pasti dia kehilangan banget..." - yuta.
"Yut?"
"Kenapa bang?"
"Gue nggak tega asli lihat istri gue kayak gini.. Tapi gue nggak tahu lagi mesti cari hyunjin kemana.."
"******* emang si minhyun. Licik!" - yuta.
"Cari minhyun kemana lagi ya? Gue yakin dia masih ada di sekitar sini." - taeil yakin banget kalau minhyun nggak pergi dari kota ini.
"Udah mendingan sekarang lo urusin dila. Biar hyunjin gue yang urus. Kebetulan bang dani sama bang hansol juga lagi cari informasi tentang keberadaan minhyun." - yuta.
"HYUNJIN!!"
Ada suara teriakan di dalem kamar. Itu nadila.
"Nadila??!" taeil buru buru masuk ke kamar.
"Dila. Kenapa???"
"Hyunjin mas!"
"Iya. Kenapa sama hyunjin??"
"Minhyun mau bawa hyunjin pergi dari sini mas.." nadila menangis.
"Kamu tahu dari mana hm?"
Dila menyerahkan Hp nya ke taeil.
Minhyun bngst
Send a picture
Hai nadila..
Aku lagi sama hyunjin nih.
Dia aku rawat dengan baik kok. Tenang aja.
Kalau kamu mau anak kamu sama taeil selamat... Kamu harus kesini. Nyusulin aku, dan SENDIRIAN, jangan bawa suami kamu. Atau temen temen kamu
Kamu inget rumah aku yang di belakang rumah kamu kan?
Hyunjin lagi ada disana. Aku tunggu sampai besok sore.
Kalau kamu sampai nggak dateng. Hyunjin bakalan aku bawa pergi darisini. Paham?
Jadi.. Sampai ketemu dila kesayanganku..
"*******!"
"Aku harus selametin hyunjin sekarang.." nadila siap siap mau turun dari tempat tidur.
" kamu mau kemana?"
"Aku mau nyusulin hyunjin mas. Aku nggak mau minhyun bawa hyunjin pergi."
"Sayang.. Kamu disini aja, biar aku sama yuta yang ngurus."
"Nggak bisa mas! Mas emang nggak baca ya? Aku harus kesana sendirian. Dan nggak boleh bawa siapa siapa."
"Iya iya aku tahu, tapi kamu nggak boleh kesana sendirian. Minhyun itu licik, kamu tau kan?."
"Nggak mas, ini satu satunya cara biar hyunjin kembali sama kita." - nadila
"Heh dila!" - yuta. Tiba tiba ada di depan pintu.
"Apa?!"
"Lo tuh sekali sekali nurut sama suami kenapa sih? Ini tuh demi keselamatan lo sama hyunjin juga." - yuta
"Lo tuh nggak ngerti perasaan seorang ibu. Yang kehilangan anaknya! Jadi nggak usah ikut campur deh" - nadila
"Ya kan hyunjin ilang gara gara elo juga kan?"
Nadila langsung diem. Bener yang diomong yuta. Dia merasa bersalah. Coba aja dia nggak masuk ke rumah waktu itu. Hyunjin gak bakalan ilang.
"Bang?"
__ADS_1
"Kenapa?"
" kita ke rumahnya minhyun sekarang." - yuta.
"Mas aku ikut" - nadila ngeyel tetep mau ikut.
"Yaudah lo ikut, tapi lo harus nurut sama kita.gausah seenaknya sendiri - yuta.
"Tapi kan-"
"Lo mau hyunjin selamat kan? Ya lo harus nurut sama gue."
"Iya iya..."
Dan akhirnya mereka bertiga ke rumahnya minhyun.
Gatau deh ide nya yuta apa. Dilihat aja nanti.
Skip ><
Sekarang nadila ada di depan pintu rumahnya minhyun.
Dia sendirian..
Kemana taeil sama yuta?
Lagi sembunyi. Dan sekarang ketambahan hansol sama ten juga.
"Aduhh itu si ******* nggak muncul muncul. Tangan gue udah gatel ini mau nonjokkin" ten udah gereget sama minhyun.
"Heleh.. Lo disini aja, biar nadila dulu yang main."
Udah lama nadila nggak ke rumah ini.
Dia menghela nafas.
'Hyunjin sabar ya. Bunda bakalan jemput kamu sekarang.'
Ting tong!
Cklek
"Sayang.. Kamu udah dateng ternyata" minhyun senyum ke nadila.
"Anjing. Berani manggil istri gue sayang." - taeil greget.
"Nggak usah basa basi, aku kesini cuma mau ngambil anak aku." - nadila.
"Kamu sendirian kan kesini?" minhyun celingak celinguk.
"Emang kamu nggak lihat apa kalau disini nggak ada siapa siapa!" - nadila
"Yaudah. Masuk yuk sayang." minhyun gandeng tangannya nadila.
"Lepas! Dan nggak usah manggil aku sayang. Aku udah punya suami."
Minhyun senyum.
"Tapi aku nggak peduli." minhyun langsung narik tangannya nadila, abis itu dibawa masuk.
"Wah wah malah dibawa masuk ke dalem si dila." - ten
Taeil langsung lari ke arah rumahnya minhyun.
Udah panas dia daritadi.
Taeil niatnya mau buka pintu, tapi dikunci.
"Bang bang.. Santai dulu napa sih." - yuta
"Santai santai. Lo tadi nggak denger minhyun ngomong apa ke istri gue!"
"Elah bang.. Udah biarin aja dulu, lo mau rencana ini berhasil nggak sih?" - yuta.
"Kalau rencana lo nggak berhasil. Gue bakalan nyuruh papa coret nama lo di kartu keluarga!"
Asli hansol sama ten mau ngakak aja Lihat si yuta diancem gitu sama taeil.
Tapi karena situasinya nggak memungkinkan. Jadi ya ditahan aja dulu ngakaknya.
Sementara itu nadila sama minhyun lagi ada di dalem.
Nadila juga lihat hyunjin,
"Hyunjin..." nadila baru aja mau ngambil hyunjin. Tapi dicegah sama minhyun.
"Kamu mau kemana sih??"
"Lepasin! Aku mau ambil hyunjn."
"Iya, tapi nanti aja ngambilnya.. Kamu kan baru dateng, jadi aku mau berduaan sama kamu."
Bener bener gila emang si minhyun.
"Oh iya, aku udah masakin makanan kesukaan kamu. Jadi kita makan bareng dulu yuk."
Sementara itu 3 laki laki jomblo dan satu laki laki beristri lagi glenteran di depan rumahnya minhyun.
Eh nggak deng, mereka semua lagi coba dengerin minhyun sama nadila ngomong.
"Yut! Sekarang rencana lo apa?" tanya ten
"Rencana? Oh iya, nadila yang bakalan ngejalanin." - yuta
"Ha? Maksud lo?"
"Udah ntar juga lo tahu-"
Tak lama kemudian hp nya yuta bunyi.
"Nah ini nih rencana selanjutnya.."
Yuta langsung angkat telfon dari nadila.
"Sebenernya kak minhyun mau ngapain sih? Kakak kan udah janji kalau kamu mau nyerahin hyunjin sama aku."
"Ya kan aku bilangnya nanti sayang... Kamu nggak sabaran banget sih? Mendingan sekarang kamu makan dulu.. Udah lama loh kita nggak makan bareng gini." - minhyun.
"******* emang si minhyun!" daritadi taeil ngomong kasar terus.
Udah nahan panas loh dia ini. Kalau aja nggak ditahan sama hansol.
Udah gagal rencana mereka.
.......
Udah setengah jam. Nadila sama minhyun masih di dalam, belum ada tanda tanda keluar.
"Awas aja ya itu yang namanya minhyun. Gue sunatin itu burungnya sampai habis. Biar nggak punya burung lagi." - ten juga udah panass.
__ADS_1
"Udah kan? Sekarang aku mau ambil hyunjin." nadila buru buru lari ke arahnya hyunjin.
"Nadila?"
Nadila menoleh.
"Kak minhyun!"
Kenapa nadila kaget? Karena minhyun bawa pistol,
"Kamu pilih kembali sama aku?? Atau kita mati bareng?"
"Kak minhyun gila ya! Ngapain sih kak??"
Minhyun senyum sinis. Dia maju ke arahnya nadila
"Waktu kamu nggak banyak. Nanti sore aku bakalan berangkat ke kanada, dan kamu sama hyunjin harus ikut sama aku," - minhyun
"Nggak! Aku nggak bakalan ikut sama kamu. Aku bakalan disini sama suami sama anak anak aku!"
"Ohh... Jadi itu pilihan kamu?"
Asli nadila takut kalau kayak gini.
'Mas taeil tolongin aku....' nadila udah memejamkan mata.
Pasrah aja dia kalau emang harus kayak gini.
"Satu...."
"Dua...."
"Ti-"
BRAK!
Belum juga minhyun beraksi. Udah di kepung duluan.
"Mau ngapain lo? Sok sokan bawa pistol segala??" - ten.
"Tau tuh! Yang jantan dong jadi cowok. Punya burung kan lo?!" yuta menimpali.
"Il.. Mending sekarang kita selametin hyunjin" - hansol
"JANGAN ADA YANG DEKETIN NADILA!"
"Minhyun.. Tolong lepasin istri sama anak saya.." - taeil mohon ke minhyun
"Istri?? Anak?? Hahaha. Lo mohon mohon ke gue? Seorang taeil hutomo mohon mohon ke gue??" minhyun udah ketawa ketawa,
"Emang bener bener gila lo min!"
"IYA! GUE EMANG GILA.. GARA GARA KAKAK LO, GUE JADI GILA!" - minhyun
Sedetik kemudian, hyunjin menangis. Pasti dia kaget ada orang teriak.
"Hyunjin!"
"JANGAN SENTUH ANAK ITU! KALAU KAMU MAU SELAMAT!" minhyun bentak nadila.
"Dia anak aku! Aku berhak atas dia"
Sret!
"NADILA!"
Minhyun malah narik nadila,
"Kalau kalian mau lihat nadila sama anak ini selamat! Nggak usah ikut campur."
"Mas taeil... Tolongin aku." nadila nangis,
Hyunjin juga masih nangis.
"Diem! Ini kan suami kamu? Yang katanya sayang sama kamu? Mau ngelindungin kamu? Nyatanya ngejagain anak sama istrinya aja nggak becus!"
"Minhyun... Lepasin istri saya."
"Lepasin? Jangan ngarep deh lo!"
"Kamu mau apa dari saya?" tanya taeil.
"Mau saya itu, kamu tinggalin istri kamu dan biarin dia bahagia sama saya."
"Saya nggak bisa."
Taeil jalan ke arahnya nadila sama minhyun.
"Tapi kalau kamu mau nembak saya. Yaudah tembak aja saya. Jangan istri saya."
"Mas taeil!" - nadila.
"Yakin?" - minhyun tersenyum miring.
"Kalau itu yang kamu pengen. Silahkan, asalkan kamu ngelepasin istri sama anak saya."
"Nggak mas. Jangan ngelakuin itu.." nadila udah panik. Tapi dia juga nggak bisa ngapa ngapain.
"Diem! Kamu denger sendiri kan? Suami kamu aja rela mati demi kamu."
Minhyun mengacungkan pistolnya ke arah taeil.
"Mas.. Jangann..."
"Minhyun. Kita bisa bicarain baik baik. Nggak usah childish kenapa sih!" - yuta.
"Diem.. Nggak usah ikut campur, lo mau mati disini juga?" - minhyun
"Ya nggak lah! Nikah aja belum. Main mati aja."
Yuta, masih bisa bisanya bercanda.
"Ada permintaan terakhir."
Taeil menghel nafas.
"Maaf,, aku terlambat buat nyelametin kamu." taeil ngomong ke nadila.
"Satu!"
"Kamu harus baik baik jaga anak anak kita. Jangan ceroboh lagi."
"Dua!"
"Mas cinta sama kamu dil."
"Mas taeil!"
__ADS_1
DOR!
TBC