Papa Muda

Papa Muda
26


__ADS_3

Warning : jika ada kata kata yang menurut kalian vulgar. Harap dimaklumi 🙏


Udah satu minggu nadila sama taeil jadi pasangan suami istri. Dan udah satu minggu juga mereka di rumah cuma berdua.


Issya lagi dititipin ke rumah mama seohyun, terus yuta udah kerja. Jadi ya jarang pulang ke rumahnya taeil lagi.


Dan udah satu minggu ini. Semenjak minhyun dateng ke rumah mereka cuma buat ngasih tahu kalau mantannya taeil dateng ke kantor.


Maksudnya apa????? Nadila makin nggak paham sama yang namanya minhyun arendra itu..


Kan nadila jadi mikir yang nggak nggak ke taeil.


Apa jangan jangan taeil emang masih berhubungan sama mantan pacarnya??


Padahal udah beberapa tahun mereka nggak ketemu.. Dan kenapa sekarang dia nongol lagi?


Halah kok gatau diri banget.


Trus juga. Dia masih kepikiran sama omongannya yuta waktu lalu.


Katanya taeil itu belum pernah melakukan hubungan suami istri.


Lah terus? Caranya bikin issya gimana? Kan issya anaknya taeil sama haein.


Pusing pokoknya nadila


"Aw!" dan nggak sengaja tangannya nadila kena pisau.


Ya karena tadi dia lagi masak. Sambil mikirin hal hal yang nggak penting tadi


Nadila buru buru bersihin darahnya pakai air. Tapi.


Pyar!


Di nggak sengaja ngejatuhin gelas yang ada di dekat wastafel.


"HIH NYEBELIN!" nadila malah jadi emosi sendiri.


"Sayang, kamu kenapa?  Kok aku denger ada barang pecah?" taeil yang denger langsung nyamperin dila


"Aku nggak sengaja mecahin gelas mas." nadila buru buru beresin pecahan gelas yang ada di depannya. 


Padahal itu tangan perih banget pasti.


"Jari kamu kenapa?"


"Kena pisau."


"Kok bisa sih?!!" - taeil


"Ya gatau mas, namanya juga musibah." - nadila


'Nadila kenapa ? Akhir akhir ini jadi aneh.'


" yaudah kamu istirahat aja, nggak usah masak hari ini." - taeil


"Tapi nanti kamu gimana?" - dila


"Nanti kita pesen di luar aja.  Kamu kayaknya nggak sehat deh."


'Iya, pikiran gue emang lagi nggak sehat.'


"Yaudah, aku mau ke kamar dulu deh mas.." setelah beres beres nadila langsung pergi ke kamar. Ninggalin taeil sendirian di dapur.


"Nadila kenapa sih? Aneh banget." guman taeil.


Skip ><


Taeil, nadila sama issya lagi ada di ruang tamu. 


Biasa keluarga bahagia.


Nadila lagi bantuin issya belajar. Sedangkan taeil? Cuma jadi pengganggu doang.


Daritadi kalau nggak usil ke anaknya. Ya usil ke istrinya. Gitu aja terus.


"Bunda?"


"Kenapa sayang?"


" issya pengen jalan jalan."


"Jalan jalan kemana?"


"Ya pokoknya jalan jalan, sama bunda."  - issya.


"Jalan jalan sama bunda aja? Ayah nggak diajakin nih?" - taeil


"Nggak!" - issya


"Kok gitu sih? Nangis lo ayah nanti?"


"Yaudah issya sama bunda jalan jalan. Ayah di rumah aja nangis." - issya.


"Ohh gitu ya.. Ayah disuruh jagain rumah gitu." taeil mendekat ke arahnya issya. Abis itu nguyel nguyel pipinya yang tembem itu.


"Ihh ayah lepasinnnn"


"Biarin aja, abisnya ayah nggak diajak sih sama issya."  sekarang taeil gelitikin issya sampai issya nya ketawa kenceng.  


"Bunda!! Tolongin issya.. Ayah nakall!!" issya lari ke arahnya nadila, abis itu jatuh di pelukannya.


Nadila cuma bisa ketawa aja lihat kelakuan anak sama bapak satu ini. Sama sama kayak anak paud.


Tapi lagi lagi dia kepikiran sama omongannga yuta, dia juga penasaran sama mantan pacarnya taeil yang tiba tiba muncul.


......


Dan sekarang nadila sama taeil lagi ada di kamar. Biasa tiduran.


"Apa aku tanya aja ya sama mas taeil??"


"Sayang?"


"Eh iya mas?"


"Kenapa sih? Dari tadi tuh aku ngelihat kamu kayaknya lagi mikirin sesuatu "


"Emm mas?"


"Kenapa?"


"Kamu sebelumnya pernah punya mantan?"


"Mantan pacar maksud kamu?"


Nadila mengangguk.


"Pernah. Tapi pas jamannya aku masih kuliah."


"Mas berapa lama pacaran sama dia?" - nadila


"Lumayan lama sih.. Aku lupa " - taeil


"Itu.. Cinta pertama kamu?"


"Yaa... Bisa dibilang begitu.."


"Kamu masih inget namanya dong berarti?"

__ADS_1


"Inget lah yang."


"Eh iya kan cinta pertama.. Jadi selalu inget." guman nadila. Tapi taeil denger.


Taeil senyum. Dia merengkuh nadila


"Kamu kenapa hm? Tiba tiba tanya gitu?"


"Ya gapapa mas, kita kan udah jadi suami istri, aku pengen kita saling terbuka aja gitu." nadila mainin jari jarinya taeil.


"Kalau aku tanya tanya tentang mantan kamu... Kamu mau jawab emang?"


"Ya kalau pertanyaan kamu ngga menyimpang ya aku jawab lah mas... Eh tapi, mantan yang mana mas? Mantan aku ngga cuma satu sih."


Sombong hmm.


"Mantan kamu ada berapa sih?"


"Berapa ya mas? Aku sendiri ngga tau."


Taeil terkekeh..


"Kamu suka mainin perasaan orang ya berarti?"


Nadila mah cuma cengengesan.


"Kalau misalnya mantan kamu itu dateng lagi.... Gimana mas?"


"Ya ngga gimana gimana sayang..."


"Terus.. Kalau dia ngajak balikan kamu lagi gimana? Secara dia cinta pertama kamu. Pastinya susah kalau kan ngelupain cinta pertama.." - nadila


"Ya dulu emang susah... Tapi sekarang kan hati aku cuma ada kamu.."


"Serius?"


"Sayang dengerin aku deh.." taeil memiringkan kepalanya.


"Bagi aku... Kalau emang udah masa lalu. Ya selamanya bakalan jadi masa lalu, gabisa kembali ke masa sekarang."


"Tapi kan dia cinta pertama kamu.. Biasanya kalau cinta pertama itu—"


"Sekalipun itu cinta pertama.. Kalau emang dia udah jadi masa lalu. Ya bakalan jadi masa lalu aku."


Nadila diem.


"Lagian kan itu udah lama banget.. Jamannya aku masih muda, masih belum paham cinta."


"Eh iya, sekarang udah tua ya hihi."


"Ohh gitu ya?" taeil mengangkat kepalanya lalu mendekat ke nadila.


Nadila yang tau langsung nutup selimut. 


"Buka selimutnya ." taeil narik selimutnya nadila. Tapi ditahan.


"Gamau!"


"Buka ngga??"


"Gamau! Nanti aku gabisa bangun pagi terus susah jalan lagi kayak kemarin!"


Taeil ketawa pelan.


"Iya iya. Aku ngga bakalan nyerang kamu hari ini "


"Bener ya??"


"Iya sayang bener deh."


Nadila perlahan lahan membuka selimut.


"Aku gabakalan nyerang kamu.."


"Gatau deh kalau tengah malem nanti..." - taeil


"DASAR OM OM MESUM!"


.......


Seorang wanita berdiri di depan rumahnya taeil.


Dia jalan ke arah pintu depan.


Ting tong!


Dia memencet bel.


Tapi nggak ada jawaban


Ting tong!


Dia memencet bel sekali lagi.


Cklek!


Dan kebetulan taeil yang buka pintu. Dan dia langsung kaget.


"Hai mas." wanita itu menyapa


"Seulgi?"


Wanita yang bernama seulgi itu tersenyum.


"Kamu masih ingat aku ternyata..."


Taeil bingung, kenapa seulgi bisa tahu rumahnya?


"Aku tahu rumah kamu dari pegawai kamu.."


"Pegawai?"


"Iya.. Namanya minhyun kalau nggak salah."


Sudah diduga. Kerjaannya minhyun pasti.


"Terus? Ngapain kamu kesini ??" - taeil


"Aku kesini mau ngucapin selamat kok mas. Yang aku denger kamu udah nikah lagi ya?" - seulgi.


"Iya. Makasih atas ucapannya." - taeil


"Padahal aku kesini pengen kembali sama kamu. Tapi kayaknya udah telat deh." seulgi senyum tipis.


Oh jadi seulgi ini Mantan pacarnya taeil.


"Nggak ada yang perlu diomongin lagi kan? Mendingan sekarang kamu pergi." - taeil ngusir.


"Kamu ngusir aku?"


"Seulgi.. Ini udah malem, nggak enak dilihat tetangga. Dan aku nggak mau istri aku tahu kamu ada disini. Paham kan?" - taeil


"Padahal aku pengen kenal sama istri kamu loh.. Pengen tahu aja. Cewek mana yang bisa gantiin aku di hati kamu."


"Kamu bisa pulang Sekarang kan?" - taeil


"Oke oke. Kalau gitu aku pulang dulu ya mas.. Sampai ketemu lagi." seulgi senyum, abis itu pergi dari rumahnya taeil.


Taeil langsung menutup pintu, abis itu dikunci. 

__ADS_1


"Ngapain lagi sih dia muncul di hadapan gue?!" Gerutu taeil.


"Mas?"


Taeil menoleh


"Eh sayang."


"Ngapain sih disitu? Terus tadi siapa yang dateng? Kok nggak disuruh masuk.?" nadila tanya.


"Oh i-itu salah alamat." - taeil berbohong.


"Salah alamat? Malem malem gini kok nyari alamat sih? Aneh banget." - nadila


"Udah biarin aja. Mendingan sekarang kita tidur yuk. Udah malem. " taeil mendorong pelan istrinya buat masuk ke kamar.


Ya jaga jaga kalau seulgi masih ada di depan kan, bahaya. Bisa perang ntar makin ribet urusannya.


Mereka udah ada di kamar.


"Dila?"


"Kenapa mas?"


Tanpa aba aba, taeil langsung memeluk nadila erat.


"Mas?? Kamu kenapa sih?" nadila bingung.


"Aku cinta sama kamu." - taeil


"I-iya iya aku tahu. Kan mas taeil udah pernah bilang waktu itu."


"Mulai sekarang aku bakalan ngomong gitu setiap hari." - taeil


"Iya iya, tapi ini lepasin dulu. Nggak bisa nafas loh aku." - nadila.


Taeil langsung melepaskan pelukannya. Dia menatap wajahnya nadila.


"Kamu harus ada di samping aku terus. Jangan kemana mana." - taeil


"Iya mas iya.. Aku ngerti. Kan aku istri kamu, seorang istri kan harus dampingin suaminya entah itu lagi susah atau lagi seneng. Ya kan?" 


Taeil senyum. Abis itu langsung cium bibirnya nadila.


Tapi ya gitu... Awalnya halus. Lama lama jadi ciuman panas.


Nadila sampai menarik bajunya taeil, soalnya dia nggak bisa nafas.


"Hmhpphh- mas-"  taeil nggak mengindahkan panggilan nadila. Taeil malah menarik tengkuknya nadila lebih dalam.


Dan tanpa di duga taeil meraba sesuatu di dalam sana, lalu meremasnya pelan.


Nadila jadi terangsang lah.


"Mass..."


"Ayo kita lakuin lagi biar adeknya issya cepet jadi!" - taeil


Kode pengen main sampai pagi kayaknya.


Skip ><


Pagi ini taeil udah mulai kerja. Setelah cuti selama beberapa minggu.


Ya maklum. Perusahaan juga punya dia. Jadi suka suka taeil aja lah mau cuti sampai kapan.


"Hari ini issya mau dianter sama bunda." - issya juga udah siap mau berangkat ke sekolah.


"Iya. Tapi issya sarapan dulu ya. Biar nanti nggak lemes waktu di sekolah." nadila nyiapin roti bakar sama selai coklat di atasnya.


Ya kalau pagi sih emang seperti itu.  Katanya taeil, issya nggak suka makan nasi di pagi hari, alhasil mereka juga ikut ikutan nggak makan nasi.


"Mas. Aku nganterin issya ke sekolah ya?" - nadila pamit ke taeil


"Iya. Sekalian aku berangkat deh"


Taeil kayaknya buru buru banget.


"Kamu nggak makan dulu? Atau mau aku bawain bekal?"


"Nggak usah, nanti siang aja kamu nganterin makan siang buat aku. Buru buru banget aku soalnya."  taeil mengelus kepalanya nadila, abis itu cium keningnya.


" yaudah hati hati ya mas. Jangan ngebut, santai aja kalau nyetir." - nadila


"Iya sayang. Issya ayah berangkat dulu ya." taeil cium pipinya issya habis itu langsung keluar dari rumah.


"Issya habisin roti nya dulu ya. Baru kita berangkat ke sekolah." - nadila


"Iya bundaaa.."


......


Siang ini. Rencanaya nadila mau ke kantornya taeil.


Ya disuruh taeil nganterin makan siang.


Dia udah selesai masak,


Dia juga udah ada di kantornya taeil. Tinggal jalan aja ke ruanganya.


Dan pas di perjalanan. Dia ketemu sama minhyun.


"Hai dil."


"Iya hai juga."


"Kamu... Mau ke ruangannya suami kamu?" tanya minhyun.


"Iya. Orangnya ada kan?" - nadila


"Ada kok. Tapi dari tadi nggak keluar ruangan."


"......."


" apalagi tadi ada cewek yang masuk ruangannya."


Jelas aja omongannya minhyun bikin nadila.kaget.


"Maksud nya? Mantan pacarnya suami aku?"


"Kayaknya sih iya. Tapi mending kamu pastiin sendiri deh. Siapa tahu aku salah lihat tadi" - minhyun


"Yaudah makasih." nadila buru buru jalan ke ruangannya taeil.


Sementara itu, minhyun tersenyum sinis


"****** aja tuh yang namanya taeil, gue doain habis ini pisah ranjang sama nadila."


Sesampainya disana nadila menghela nafas.


'Ya Allah, semoga yang di bilang kak minhyun nggak bener.'


Nadila langsung membuka pintu.


Dan.....


"MAS TAEIL?!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2