
Nadila udah sampai apartemen. Tentunya barengan sama taeil.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Eh ada bang tomo" yuta menyambut kedatangan mereka.
"Udah baikan kalian? Wah berarti ngga jadi cerai dong? CIYAAAA"
"Kok bacot sih yut?" - nadila.
"Aku Mau ketemu anak anak."
"Sebentar." nadila masuk ke kamarnya hyunjin.
"Lo kasih apaan deh bang jadi luluh lagi? Ngedukun ya lo?"
"Dasar otak rusuh. Negatif ae pikirannya." - taeil.
"Ya kan gue tanya tomo!"
"Nama gue taeil bukan tomo."
BRAK!!
"AYAHHHH!!!" hyunjin langsung lari ayahnya.
"Wahh jagoannya ayahhh" taeil langsung gendong hyunjin.
"Ayah kemana aja cih?? Kok unjinya ditinggall???"
"Yang ninggalin itu ibumu nak bukan bapakmu.." - yuta.
"Ihh yuta!"
"Oh iya.. Katanya bunda, unjin ga bakalan bisa ketemu sama ayah lagi.."
Taeil langsung lihat ke arahnya nadila.
"Apa? Kan emang bener."
"Dek woojin mana ya?"
"Dek ujinnya lagi bobok yah. Coalnya lagi cakit batuk." - hyunjin.
"Woojin sakit?" tanya taeil.
"Cuma flu biasa."
"Ayahh ayo ke kamal nya unjin. Unjin punya mainan balu."
"Bunda masuk kamar dulu." nadila buru buru masuk ke kamar.
Dari yang taeil lihat. Kayaknya nadila lagi ngga sehat.
"Hyunjin main sama om yuta aja yuk." - yuta
"Gamau!! Unjin mau main sama ayahh."
"Udah sama om yuta aja, bunda sama ayah lagi mau bikin adek buat hyunjin sama dek woojin."
"Yudi!" - taeil.
"Adek?? Unjin mau punya adek lagii.." matanya hyunjin berbinar.
"Iya bener, yaudah yuk main sama om yuta di kamar." yuta langsung menggiring hyunjin buat main ke kamar.
Nadila lagi ada di kamar.
"Astaga, capek bangett... Mana badan pegel semuaa."
Beberapa hari ini. Nadila emang kerjanya full shift terus. Belum lagi kalau pulang ngurusin anak anak. Kerasa banget capeknya kalau kayak gini.
Nadila hampir aja jatuh. Kalau ngga di peluk sama taeil dari belakang.
"Kamu sakit?"
"gapapa, aku mau mandi dulu." nadila niatnya mau ambil handuk. Tapi gajadi. Soalnya dia oleng.
"Kalau sakit. Jangan dipaksain buat sehat. Nanti kamu yang rugi. " taeil nuntun nadila buat berbaring ke kasur.
Taeil pegang keningnya nadila.
"Tuh kan, kamu demam." taeil buru buru narik selimut sampai ke atas.
"Aku temenin kamu disini."
Nadila menggeleng.
"Gausah, kamu besok kerja kan? Lagian aku bisa kok jaga di— hachiii!!"
Kayaknya nadila ketularan woojin
"Besok kita pulang ke rumah." taeil nempelin plester penurun panas ke keningnya nadila.
"Aku masih butuh waktu mas... Tolong jangan maksa aku.." - nadila.
"Yaudah iya, tapi aku bakalan ada disini sampe kamu bener bener sembuh dan mau pulang ke rumah kita."
Nadila hanya mengangguk untuk saat ini. Ya karena lagi sakit.
Taeil mengelus kepalanya nadila sampai nadila benar benar tidur.
Dirasa nadila udah tidur. Taeil ikut ikutan berbaring di sebelahnya.
Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa ngerasain tidur sama nadila lagi. Ini yang dia inginkan.
"Maafin aku...."
.....
Hari menjelang pagi, tapi nadila udah bangun. Dan rapi, siap siap berangkat kerja mungkin.
Padahal lagi sakit.
Dia keluar kamar.
Yang dia lihat,, rumah bersih rapi
Padahal biasanya berantakan. Karena emang nadila ngga sempet bersih bersih.
Tapi ini....
"Eh? Kok udah bangun?"
Ah iya, dia lupa kalau taeil ada disini.
"Aku mau kerja."
"Kerja? Kondisi kamu lagi ngga sehat. Masih nekat pengen kerja?"
"Kalau aku ngga kerja, gabisa bayar sewa apartemen."
__ADS_1
"Makanya kita pulang ke rumah."
"Aku berangkat dulu. titip anak anak."
Nadila baru aja mau buka pintu.
"Nggak bolehhhhh!!!!"
Hyunjin udah ada di depannya nadila.
"Bunda mau kerja sayang, hyunjin disini sama ayah ya" - nadila
"Pokoknya bunda nggak boleh kemana manaa.. Nanti unjin nggak ada temennya."
"Kan ayah udah ada disini dek,,"
"Pokoknya bundaa nggak boleh keljaa, unjin pengen jalan jalan sama bunda sama ayahh.."
"Hyunjin, bunda ngga bisa.. Lain kali aja ya jalan jalannya.."
"HUAAAAAAA"
Kan nangis.
"HUAAAAAAA"
Dan tiba tiba aja woojin ikutan nangis
"YA ALLAH GINI NIH KALAU ADA BAPAKNYAA!!"
Nadila menghela nafas. Frustasi dia
Taeil mah cuma ketawa doang bisanya..
.......
Sekarang nadila lagi ada di cafe nya jaehyun, ngga kok dia ngga kerja.
Tapi emang lagi mampir ke situ, setalah insiden nangis berjamaah tadi. Akhirnya nadila memutuskan untuk tidak bekerja buat nurutin kemauannya si hyunjin ya itu jalan jalan.
Tapi mah yang namanya nadila, kalau lihat cafe rame gini jiwa pekerja kerasnya muncul. Kasihan jungwoo ngelayanin sendirian.
"Kalian tunggu aja disini ya." nadila berdiri.
"Sini gue bantuin." nadila udah ada di samping jungwoo aja.
"Eh? Gausah gausah, udah lo sama suami lo aja sana.." - jungwoo.
"Lo takut sama suami gue ya?"
"Hah? Ng-nggak, ngapain takut."
Jungwoo kayaknya emang agak gimana gitu kalau sama taeil. Lebih tepatnya takut.
"Alah dasar tukang bohong. Penakut" nadila malah godain si jungwoo
"Apaan sih nadila. Udah punya suami masih godain laki laki lain. Dasar wanita penggoda."
"Gue tabok pake baki nih!"
"WOY INI RAME CAFENYA JANGAN PADA NGERUMPI AJA BISANYA!!" ketika yang punya cafe ngamuk.
Situasi di cafe punya jaehyun semakin tidak kondusif.
Iya ketidak kondusifan ini disebabkan oleh taeil. Direktur utama Hutomo group.
Semuanya pada fokus sama taeil yang lagi jagain dua anaknya itu..
Sampe ada yang rela ngantri di luar hanya demi lihat kegantengan dan kerennya taeil
Nadila yang lihat dari jauh ngedumel aja dari tadi. Sama masang muka yang..... Serem mungkin.
"Asem bener itu muka? Napa?" - jungwoo
Nadila ngga jawab, dia pegang baki kecil, dan tiba tiba
TAK!
baki nya patah jadi dua.
Jungwoo yang tau jadi merinding sendiri.
"Di-dila itu...bakinya pa—"
"BIARIN!" jungwoo gelagapan.
"Yaelah, bilang aja cemburu gitu." - jungwoo
"EMANG IYA!"
"NYANTAI WOY NYANTAI! KAN GUE TANYA BAIK BAIK!"
"Kalian tuh kenapa sih? Ngga tau apa cafe makin rame gini?? Ngegosip aja bisanya" jaehyun
"Gue mau pulang." nadila ambil tas nya. Terus nyamperin taeil sama anak anaknya.
"Mas. Ayo pulang."
"Eh? Emang udah selesai bantu bantunya?"
"Udah!"
"Om ganteng kenal sama pelayan cafe ini?"
OM GANTENG? FAK
"Eh? I-iya dia ini—"
"Saya istrinya pak taeil hutomo."
"APAA???!!"
Hening... Semuanya tercengang.
Taeil tercengang
Jungwoo dan jaehyun tercengang.
Bahkan woojin sama hyunjin yang gatau apa apa juga ikut ikutan diem.
"Kenapa? Ada masalah?" - nadila
"Ja-jadi pe-pelayan cafe ini istrinya om—"
"Om? Dengar ya adek adek. Mba mba.... Yang boleh panggil dia om itu cuma saya, nggak boleh yang lain!"
"Yaelah mba, gitu aja dibikin repot." guman salah satu pengunjung.
"SAYA DENGER YA SITU NGOMONG APA!!"
"Eh eh udah udah, yaudah kita pulang ya." taeil menghentikan nadila.
__ADS_1
Karena kalau ngga diberhentiin bisa bisa cafe nya jaehyun rubuh.
"Kok pulang sih mas? Bukannya kita mau jalan jalan ya?" nadila ngerangkul tangannya taeil erat abis itu senyum ke taeil.
"Hah? I-iyaa."
"Pulang dulu yaa semuanya.." nadila buru buru narik tangannya taeil keluar dari cafe.
Sementara para pengunjung cuma melihat dengan tatapan miris.
Skip ><
Nadila masih narik tangannya taeil aja. Padahal udah jauh dari cafe.
"Anget ya tangan aku."
Nadila berhenti,
"Ayo pulang."
"Kok pulang? tadi katanya mau jalan jalan?" - taeil
"Nggak jadi!" nadila mendahului taeil.
Taeil mah haha hehe doang bisanya.
Sekarang taeil sama nadila udah ada di apartemen.
Tapi suasanya sepi.
"Hyunjin sama woojin kemana ya?" nadila celingak celinguk.
"Mereka aku titipin ke yuta."
"Ngapain kamu titipin mereka kesana? Dan kenapa ngga izin aku dulu?" - nadila.
"Mereka itu anak aku juga. Jadi ga perlu izin kamu juga gapapa kan."
"Terserah deh, kalau kamu mau tidur, tidur aja di kamarnya hyunjin."
Nadila langsung masuk ke kamar. Taeil juga ikutan.
"Mas ngapain disini?"
"Mau tidur bareng istri lah."
Nadila menghela nafas.
"Oh ya. Kamu udah tanda tangan kan surat cerai kita?" - nadila masih bahas itu ternyata.
Taeil diam.
"Aku masih tetep nunggu kamu buat tanda tangan surat itu mas." nadila balik badan niatnya mau ke kamar mandi.
Tapi taeil meluk dia dari belakang.
"Aku bener bener minta maaf udah kasar ke kamu."
"Aku... Kecewa sama kamu mas." nadila berusaha melepaskan pelukan taeil. Tapi taeil menahannya.
"Kamu tau ngga? Selama kamu sama anak anak pergi.. Hidup aku hampa. Aku ngerasa udah ngga ada gunanya lagi di sini. Aku ngerasa gagal jadi suami sama ayah buat kalian."
"......."
"Aku gamau pisah sama kamu, sama anak anak juga. Karena aku sayang sama kalian."
Nadila masih dengerin taeil ngomong.
"Aku ngga pernah sehampa ini ditinggal sama seseorang. Bahkan waktu haein meninggal pun. Aku ga kayak gini."
"Tapi kalau emang ini udah jadi keputusan kamu. Aku turutin kemauan kamu. Aku bakalan tanda tangan surat perceraian kita."
Mata nadila melebar.
Apakah ini berarti.. Pernikahannya akan segera berakhir?
"Seengggaknya kamu pikirin woojin sama hyunjin, mereka masih butuh orang tua yang lengkap"
"Anak anak lo masih butuh nafkah dari ayahnya nadila!!"
Taeil melepaskan pelukannya.
Dia mengeluarkan sesuatu di sakunya.
"Aku... Udah tanda tangani surat ini. Kalau kamu besok mau ke pengadilan silahkan, aku ngga akan ngelarang kamu lagi. Aku cuma—"
"Mas!"
Tanpa disangka, nadila ngegas.
Iya, dia cium bibirnya taeil. Tapi cuma nempel kok
Taeil nya syok, bahkan surat yang ada di tangannya sampai jatuh.
Nadila melepaskan ciumannya.
"Lupain surat cerai itu..."
"Dila..."
"A-aku juga ngga mau pisah sama kamu mas. Tapi kamu harus janji. Jadilah seorang suami dan seorang ayah yang baik buat aku sama anak anak . Aku ngga mau kamu ngulangin kesalahan yang sama.."
Taeil mendekat.
Dia menempelkan keningnya ke kening nadila. Jarak mereka sudah tidak ada sama sekali.
"Aku janji ngga akan ngelakuin itu lagi sayang..."
Dan detik berikutnya, bibir mereka saling bertautan.
Taeil ******* bibirnya nadila lembut. Nadila pun sama.
Tetapi,, ciuman yang tadinya lembut. Sekarang berubah menjadi ciuman liar dan penuh nafsu. Tangannya nadila aja udah ada di lehernya taeil.
Dan kancing baju mereka perlahan lahan terlepas. Taeil menggiring nadila ke ranjang.
Taeil menindih nadila tanpa melepaskan tautanya.
Selang beberapa detik taeil melepaskan sejenak ciumanya.
Mereka sama sama menatap. mengatur nafas sejenak.
Taeil membuka kemejanya dan membuang ke sembarang tempat.
Dan untuk selanjutnyaa...
Mungkin sudah tau apa yang terjadi.
Ah mungkin juga inilah cara mereka melepas kerinduan masing masing..
TBC
__ADS_1