Papa Muda

Papa Muda
43


__ADS_3

Keadaan hening setelah terdengar suara tembakan.


Bukan taeil yang kena tembak..


Bukan juga nadila...


Tapi...


"Dani...."


Iya, ten yang kena tembak.


Untung aja cuma kesrempet peluru.  Tapi tetep aja sakit dan itu berdarah


Ten balik badan. Dia jalan ke arahnya minhyun.


"Kak dani..." - nadila


"Lepasin adek gue.." - ten


"Jangan macem macem lo sama gue! Atau gue-"


"Atau apa? Lo mau nembak gue lagi? Lo pikir gue takut sama ancaman lo?"


Minhyun mundur,  otomatis nadila juga mundur.


TAK!


tanpa basa basi. Ten berhasil ambil pistol yang ada di tangannya minhyun. Abis itu dilempar.


"Lepas nggak?"


Minhyun diem.


"GUE BILANG LEPAS YA LEPAS *****!" ten langsung narik tangannya nadila.


"Kamu sama suami kamu keluar dulu sana! Biar kakak, yuta sama bang hansol yang nyelesain ini." ten nyuruh nadila sama taeil pergi.


"Tapi tangan kakak.."


"Udah nanti aja! Jangan lupa bawa hyunjin." - ten


Taeil langsung ambil hyunjin yang masih nangis. Abis itu bawa nadila pergi.


"Gue mau tanya deh sama lo... Sebenernya lo tuh maunya apa sih?" ten tanya ke minhyun.


"Mau gue? GUE MAU ADEK LO BANG!! ADEK LO YANG GUE MAU!"


"MOVE ON ******! ADEK GUE UDAH PUNYA SUAMI... MASIH AJA NGEYEL!" - ten


"Gampang banget lo ngomong gitu bang... Lo nggak pernah ngerasain kan kehilangan orang yang gue cinta!"


"Apa lo bilang? Cinta??? Terus selama empat tahun pacaran lo ngapain aja baru bilang cinta sekarang hah?! Sawan ya lu?"


"......"


"Lo ditinggal mati pacar lo? Gue juga pernah! Bukan cuma lo doang."


"Bang dani...."


"Mumpung gue masih baik hati, mendingan lo buru buru pergi dari sini, atau lo bakalan tahu akibatnya.." ten langsung keluar dari rumahnya minhyun. Disusul yuta sama hansol.


Tapi sebelum pergi yuta ngomong sesuatu.


"******! Udah ditandai lo sama anak buahnya bang dani." - yuta langsung pergi.


Sementara itu, minhyun masih diem diem bae disitu.


"ARGHH!! ******* ANJING!"


Skip ><


Taeil sama nadila udah ada di rumah. Sama hyunjin juga,


Untung aja hyunjin nggak diapa apain sama minhyun.


"Mas.. Aku khawatir sama kak dani." nadila panik. Gara gara tadi ten tangannya keserempet tembakan.


"Kamu tenang aja, dani nggak kenapa kenapa kok. Mendingan sekarang kamu urusin hyunjin."


"Tapi kan mas-"


"BANG DANI!"


Itu suaranya yuta.. Tapi dia nyebut namanya ten.


"Mas.. Itu kan suaranya yuta."

__ADS_1


Nadila buru buru keluar kamar disusul sama taeil.


"Kak dani!"


Dila ngelihat tangannya ten keluar darah banyak. Ten juga udah ambruk.


"Ngapain sih dan pake tolongin gue segala? Jadi elo kan yang kena??" - taeil merasa bersalah.


Ten diem aja..


"Yaudah mendingan sekarang kita ke rumah sakit." - nadila


"Nggak usah dek.. Kakak gapapa kok."


"Gapapa gimana sih? Kak dani tuh abis kena tembak. Mana mungkin gapapa!! Pokoknya kita harus ke rumah sakit" yuta sama taeil buru buru bantuin ten buat berdiri. Abis itu dibawa ke rumah sakit.


Nadila di rumah, jagain hyunjin.. Soalnya jisoo udah balik ke kantor.


.......


Udah satu jam nadila ada di ruang tamu.. Ya tujuannya buat nungguin suaminya, sama yuta sama ten juga.


Asli dia khawatir sama kakaknya..


"Mas taeil kok belum pulang sih?? Apa jangan jangan lukanya kak dani parah?" nadila gusar sendiri. 


"Dek? Ngapain malem malem masih di luar?"


"Kak dani!" nadila langsung lari ke arahnya ten, abis itu ngasih pelukan.


"Loh heh?? Kok nangis sih kamu?" - ten.


"KAK DANI TUH GAK USAH SOK JADI PAHLAWAN KENAPA SIH??? KAN JADI KAYAK GINII!!!" nadila malah nangisnya kejer gitu.


"Siapa yang jadi pahlawan sih dek??? Nih ya. Coba aja kalau bukan kakak yang kena peluru. Pasti pelurunya udah tembus di suami kamu ya kan?"


"YA TAPI SAMA AJA!! AKU NGGAK MAU KAK DANI SAMA MAS TAEIL KENAPA KENAPA!! HIKSS.."


"Dila malu ih dilihatin suami kamu.. Udah punya anak juga. Nangisnya masih kayak gini." ten mengusap air matanya nadila.


"Mantan cabe bisa nangis juga ternyata.." yuta mencibir.


"Apasih?! Berisik.." - nadila


"Yeuu elo tuh yang berisik. Nangis aja bikin geger satu komplek!"


"Yaudah kakak pulang dulu ya. Udah malem.." - ten pamit pulang.


"Yakin dan? Tangan lo gimana?"


"Ah udah gapapa... Ini mah luka kecil"


Plak!


"ADUHH DEK SAKIT TAHU NGGAK!!"


Nadila sengaja mukul lengannya ten.


"Katanya luka kecil? Yaudah aku pukul aja." - dila


"Ya nggak usah dipukul juga! Nyeri tahu nggak? Jahitan tujuh loh ini!"


"Ya kalau dijahit itu berarti bukan luka kecil kak." - nadila


"Mau kamu apa? Cepetan ngomong!" - ten


"Kak dani nginep sini aja.."


"Nggak bisa dek, kakak besok kerja. Dan nggak bawa baju ganti." - ten menolak.


"Kak dani tuh masih mikirin kerjaan disaat kayak gini?"


"Ya gimana lagi? Namanya juga cari duit.."


"Pokoknya kak dani harus nginep sini.. Nanti kalau jahitannya lepas siapa yang tahu kalau kak dani sendiri di rumah? Terus yang ganti perbannya siapa? Yang bersihin lukanya siapa? Nggak ada kan?" - nadila bawel


"Bawel banget! Udah isi lagi ya kamu?"


Nadila udah siap siap mau pukul ten lagi.


"Eh iya iya.. Kakak nginep sini iyaa.."


"Awas ya kalau pulang..." nadila buru buru masuk ke kamar.


"Nadila.. Udah punya anak juga masih kayak gitu kelakuannya.. Heran." - yuta


"Bekas cabe cabean sih.. Ya gitu jadinya.." - ten   

__ADS_1


"Yaudah gue ke kamar dulu ya. Kalian tidur berdua aja. Tapi kalau lo mau tidur sendiri gapapa dan. Kamarnya ada di lantai atas." - taeil


"Nggak deh bang. Gue tidur sama yuta aja hehe.." - ten lebih milih tidur sama yuta.


"Yeuu dasar penakut!"


Karena ten itu takut kalau mesti tidur di kamar atas. Karena lantai atas sepi.


......


Sementara itu taeil udah masuk ke kamar.


Di lihat nadila lagi ngelihatin hyunjin yang lagi tidur. Ya karena dia nggak lihat hyunjin tiga hari.


Taeil jalan ke arahnya istrinya. Abis itu ngasih pelukan dari belakang.


"Mas.."


" kangen ya sama hyunjin? Dilihatin terus dari tadi.." 


"Iyalah mas. Bayangin aja, tiga hari aku nggak lihat wajah sama tangisannya hyunjin... Hampa banget mas."


"Aku juga hampa bangett nggak dengerin kamu ngomel.." 


"Jadi kamu tuh nikah sama aku cuma gara gara aku cerewet gitu? Iyaa?"


"Tuh kan. Akhirnya aku bisa denger kamu ngomel lagi.."


Nadila melepas pelukannya taeil.


"Kok dilepas sih?"


"Mas mandi sana! Udah tiga hari nggak mandi.. Bau tau."


"Gimana kalau kita mandi bareng aja? Kamu juga nggak pernah mandi kan semenjak hyunjin ilang???"


"Idih apaan? Aku mandi tau. Kamu tuh mandi sana! jangan deket deket aku!" - nadila


"Sayang?"


"Kenapa mas??"


"Kamu lagi masa subur kan?" tanya taeil


"Kenapa emangnya????"


"Ayo bikin adek lagi buat hyunjin.."


MODIARR!!


"Apa sih mas?? Jangan ngaco ya. Umurnya hyunjin aja satu tahun belum ada, segala minta jatah." - nadila


"Ya apa salahnya? Banyak anak kan banyak rejeki."


"Ya tapi lihat kondisi dong mas.. Hyunjin tuh masih butuh asi dari aku, ntar kalau misalnya aku hamil lagi kan ribet urusannya... Ada ada aja deh kamu ini." - nadila nggak habis pikir sama taeil.


"Ya kan ada mama... Nanti kita bisa minta bantuan mama buat ngurus anak anak."


"Nggak mau ih. Kita programnya pas hyunjin umur dua tahun aja mas. Pas udah lepas asi. Mingyu kan bilangnya gitu."


"Dua tahun? Itu lama banget sayang... Aku capek ah main solo terus."


"Ya itu salah kamu sendiri kan. Siapa suruh sangean? Kayak yuta aja." - nadila


"Ayolah dil.. Mas udah nggak tahan ini."


"Apasih mas? Main sendiri aja sana! Aku mau tidur." - nadila


"Jahat banget, istri durhaka kamu. Nggak mau melayani suaminya."


"Ya kan lihat kondisinya mas. Aku tuh bukannya nggak mau. Kalau aku nurutin mas sekarang. Aku takutnya isi lagi."


"Ya gapapa nadila..."


"Ya aku nya tapi nggak mau mas."


"Tapi kan mas pengen dil.."


"Aku bilang nggak ya- hmphhh"


Taeil langsung aja nyosor nadila.


Nggak peduli dia sama pukulannya nadila.


Yang penting dia dapet jatah malam ini.


Dasar emang taeil hutomo tukang *****.. Sama kayak adeknya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2