Papa Muda

Papa Muda
32


__ADS_3

Warning : maaf kalau nggak sebagus karya karya yang lain. Karena ini murni pikiran saya sendiri 😊


Happy reading...


Hari telah berlalu. Nggak terasa aja kandungannya nadila udah berusia 6 bulan.


Tapi ya gitu, makin gede perutnya, makin baperan aja si nadila.


Hal yang sepele aja bisa jadi masalah kalau sama nadila tuh.


Contohnya sekarang ini...


Dia lagi telfon taeil, karena apa? Karena dia nggak pulang pulang dari kantor.


"Mas taeil tuh kemana aja sih? Kok belum pulang?"


"Aku masih di kantor sayang..."


"Kok nggak pulang sih??!!"


"Ya kan aku masih ada kerjaan yang, sebentar lagi aku pulang kok."


"Pokoknya aku nggak mau tahu, mas taeil harus pulang sekarang!"


"Ya kan kerjaan aku lagi banyak sayang. Nggak mungkin aku tinggal."


"Oh jadi sekarang mas taeil lebih mementingkan pekerjaan dari pada istri sama anaknya sendiri iya??!" 


"Nggak gitu sayang, tapi-"


"Kalau gitu mas nggak usah pulang ke rumah. Tidur aja di kantor sana!"


"Yang-"


BIP!


Nadila mematikan telfon sepihak.


"Nyebelin banget sih punya suami!"


"Bundaaaaa.." tak lama kemudian issya dateng sama yuta.


Biasanya sama jisoo. Tapi jisoo udah balik ke australia. Katanya ada urusan penting. Jadi ya sekarang issya sama yuta. 


"Eh anak bunda udah dateng.."


Issya lari ke arahnya nadila. Dan dia meluk nadila


Tapi tanpa sengaja, dia nabrak perutnya nadila.


"Aw." perutnya nadila sakit.


"Bunda kenapa? Perutnya sakit ya??" - issya.


"Nggak kok sayang... Yaudah kita ke kamar yuk." nadila gandeng issya buat ke kamar.


"Dila? Lo bener gapapa?"


Yuta jadi curiga.. Soalnya nadila kayak nahan sakit gitu.


"Ga-gapapa kok. Bentar ya gue gantiin baju issya dulu."


"Nadila kenapa ya?? Kayak nahan sesuatu gitu?? Curiga nih guee.." - yuta.


.....


Dan sekarang nadila lagi ada di kamar sama issya, abis gantiin baju.


"Issya udah makan belum?" tanya nadila.


"Udah bundaa. Tadi issya makan di rumahnya nenek"


"Yaudah, bunda buatin susu dulu ya. Pasti issya capek."


"Iya bunda.." issya mengangguk.


Nadila berdiri, baru aja mau keluar kamar. Tapi tiba tiba dia ngerasa perutnya sakit.


"Aw.." nadila pegangin perutnya. 


"Bunda kenapaa??!!" - issya.


Nadila nggak jawab, soalnya perutnya sakit banget.


"OM YUTA!!!"


Sementara itu, taeil baru aja pulang dari kantor. Padahal kerjaannya belum selesai,

__ADS_1


Ya daripada disuruh pergi dari rumah, mendingan dia pulang cepet.


"Loh ? Kok tumbenan udah pulang?" yuta yang lagi nonton tv, menyambut kedatangan sang kakak tercinta.


"Biasa... Ada yang mewek." - taeil ikut ikutan duduk di sofa.


"Si dila, sekarang baperan.. Bukan nadila banget elah." - yuta.


"Bawaan bayi kali ya?." - taeil aja heran.


"Ya mungkin bawaan anak lo bang. Jiwa labil nya muncul.."


"Issya mana?" tanya taeil.


"Dikamar tuh sama istri lo.."


"OM YUTAAA!!!!!"


Lagi enak enaknya nyantai, issya teriak dari dalam kamar.


" eh issya kenapa tuh?" - yuta


"Issya!" taeil sama yuta buru buru ke kamarnya issya.


"Bundaaaa kenapaaa???" sementara itu issya udah nangis.


"Om yutaa tolongin bundaa hikss."


"Issya?!"


"Om yuta! Ayah!!"


Taeil lihat nadila yang lagi kesakitan. Dia langsung lari ke arahnya nadila


"Dila? Kamu kenapa??!"


" perut aku mas.."


"Kenapa perut kamu? Bagian mana yang sakit??" taeil jadi ikut ikutan panik.


"Perut aku sakit banget mas.."


"Iya iya, kita ke rumah sakit sekarang." 


Taeil langsung gendong nadila. Soalnya dila udah lemes banget tuh.


Skip ><


"Pasti bunda kayak gini gara gara issya.."


"Nggak kok sayang. Ini bukan gara gara issya." - yuta menenangkan issya.


"Tadi kan issya meluk bunda. Terus kena perutnya bundaa.. Pasti bunda lagi sakit."


" lain kali hati hati dong issya, bunda itu lagi nggak baik kondisinya. Nggak bisa sembarangan di peluk." - taeil malah marahin issya.


Jelas aja issya nya tambah nangis.


"Bang. Lo tuh ya! Yang namanya anak kecil mana tahu hal kayak gitu??!"


baru aja taeil mau ngomong. Keburu dokternya keluar.


Eh taunya dokternya mingyu.


"Mingyu. Gimana ya kondisinya dila?" taeil buru buru tanya.


"Zena mengalami kontraksi."


"Kontraksi? Tapi bukannya kontraksi itu cuma pas mau lahiran doang ya?" giliran yuta yang tanya.


"Kemungkinan perutnya zena membentur sesuatu. Jadi mengalami kontraksi."


"TUH KAN, INI SEMUA GARA GARA ISSYA..." issya yang denger langsung nangis lagi.


Dia merasa bersalah, soalnya gara gara dia perutnya nadila jadi sakit.


"Eh aduh nggak kok ini bukan salah issya. Kan tadi issya nggak sengaja." yuta langsung gendong issya. Habis itu dibawa pergi... Takutnya nanti ganggu pasien lain. Masalahnya issya kalau nangis kenceng banget.


Dan sekarang tinggal taeil sama mingyu.


Ketika mantan pacar berbicara dengan suami mantan.


"Anak kecil tadi.... Anak pertama kalian?" tanya mingyu.


"Dia anak tirinya nadila."


Mingyu mengangguk paham. Mau tanya lebih jauh nggak enak juga. Nanti salah paham taeil nya.

__ADS_1


"Kamu mantan pacarnya nadila?" - taeil


Mingyu senyum.


"Yaa begitulah."


"Berapa lama?"


"Nggak lama sih. Cuma satu tahun." - mingyu


Yaelah gyu, satu tahun juga lama kaleee.


" mas udah berapa lama ya nikah sama zena?"


Ini malah saling bertanya.


"Baru sepuluh bulan."


Mingyu cuma mengangguk aja.


"Istri saya bisa pulang sekarang?" tanya taeil.


"Sebaiknya jangan dulu. Karena kondisinya zena masih belum stabil. Takutnya terjadi kontraksi lagi."


Taeil menghela nafas.


"Oh iya. Saya mau tanya sesuatu."


"Tanya apa?"


"Apa zena pernah mengalami kecelakaan sebelumnya?" tanya mingyu


"Pernah, satu tahun yang lalu dia mengalami kecelakaan mobil."


"Bisa jadi ini karena efek kecelakaan yang pernah zena alami. Karena dari hasil pemeriksaan. Ada luka di sebelah rahim zena."


"Terus? Saya mesti gimana gyu?"


"Mas tenang aja, zena nggak bakalan kenapa kenapa kok. Toh Kandungannya juga sehat sehat aja." mingyu menenangkan taeil yang lagi panik.


"Iya. Makasih ya gyu. Udah tenangin saya."


"Sama sama. Kalau gitu saya permisi dulu ya mas. Zena udah bisa di jenguk kok."


Dan akhirnya mingyu pergi.


Taeil buru buru masuk ke ruangannya nadila.


Skip ><


Lima hari setelah kejadian nadila masuk ke rumah sakit, mama seohyun sama mama yuri jadi sering ke rumah.


Katanya mau jagain nadila. Jadi kalau taeil lagi ada di kantor. Mereka bakalan kesana.


Kelakuan nadila juga masih sama. Taeil kira semenjak kejadian itu. Nadila jadi lebih jinak. Eh taunya malah lebih parah braa..


Padahal nadila udah ditegur sama mama yuri. Kalau sama suami nggak boleh marah marah, tapi malah nadila nya nangis.


Katanya mama yuri nggak sayang lagi sama dia. Soalnya lebih belain taeil menantunya daripada anaknya sendiri. 


Dan akhirnya taeil lebih milih mengalah dan bersabar.


Tapi hari ini. Entah kenapa ada yang beda,


Taeil lagi libur kerja. Jadi nadila nggak bakalan ngomel seharian. Ya walaupun tadi sempet marah marah juga..gara gara taeil salah pake baju.


Cuma bisa sabar taeil tuh.


Tapi hari ini yang beda adalah issya.


Gatau kenapa semenjak pulang sekolah tadi siang. Dia jadi murung. 


Biasanya juga dia minta ditemenin main di depan tv. Tapi tadi nggak. Dia lebih milih di kamar, daripada sama ayah bunda nya.


Kan nadila jadi heran.


Bahkan sekarang makan aja diem. Biasanya kan issya yang cerewet.


"Sayang. Kok nggak dimakan?" - nadila yang dari tadi lihat issya jadi aneh.


"Issya nggak nafsu makan!" issya jawabnya ketus banget braa.


"Issya kok ngomongnya gitu sama bunda?"


"Karena issya nggak suka kalau bunda punya adek bayi!"


TBC

__ADS_1


__ADS_2