Papa Muda

Papa Muda
64


__ADS_3

Nadila bingung.


Iya bingung. Kenapa itu cowok bisa kenal sama nadila.


"Kamu...nadila kan?"


"Situ siapa ya? Kok tahu nama saya?"


"Jadi kamu bener nadila?" laki laki itu malah senyum sumringah.


"Situ siapa sih?" nadila masih bener bener gatau.


"Kamu inget ngga? Dulu pas jaman sekolah ada seorang cowok yang kata kamu dekil item, cupu, terus bawaannya minta dihujat terus"


"Hujat?" nadila langsung mikir keras...


Sampai akhirnya.


"Eh?Hendery?"


"Akhirnya kamu ingat juga."


"HAH? JADI KAMU DERY? YANG DULU INGUSAN ITU? TEMEN DARI SD SAMPAI SMA KU?" nadila malah ngegas.


"Iya iya yang ingusan." ekspresi laki laki yang namanya hendery langsung datar.


"Hehe maaf maaf, aku kaget. Soalnya kamu beda banget sekarang. Ga kayak dulu yang dekil bawaannya minta dihujat."


Nadila savage -_-


"Tapi sekarang malah banyak yang naksir ya kan??" - pede juga yang namanya dery ini.


"Hmmmm"


Dery lihat nadila dari atas sampe bawah, sampe perutnya juga dilihatin.


"Kamu udah nikah dil?" tanya dery.


Nadila ngangguk.


"Wahh selamat ya, tau gitu aku ke indonesia deh buat lihat pernikahan kamu."


"Eh iya, kamu warga baru disini ya?" tanya nadila


"Iyaa,"


"Pantes aja ibu ibu pada heboh. Tahunya kamu orang barunya."


Hendery cuma senyum.


Dan sekarang mereka lagi jalan bareng mau pulang ke rumah


"Rumah kamu yang mana dil?" tanya dery.


"Rumah aku blok c."


"Wah samaan, aku juga di blok c sih."


"Kamu sendirian kesini?" - nadila


"Iya, semua keluarga aku masih ada di china."


"Terus kamu ada urusan apa ke indo?" - dila.


"Kebetulan aku ada kerja sama tuh sama salah satu perusahaan di indonesia. Yaa buat buka cabang kantor aku disini."


"Mantul deh ry, pengusaha muda yang sukses, sesuai sama cita cita kamu kan." - dila.


Lagi lagi dery cuma senyum.


"Oh iya, kamu udah berapa lama nikah?"


"Kalau nikah sih udah 5 tahunan."


"Wahh lama tuh. Nikah muda ya?"


Nadila cuma cengengesan.


"Anak udah berapa dil?"


"Dua, sama tambah yang di perut nih. Jadi mau tiga."


"Waduh, suami kamu ngegasnya setiap hari ya?"


"Heh sembarangan kalo ngomong ya."


"Ya abisnya dalam 5 tahun pernikahan, kamu udah hamil 3 kali."


"Eh sebenernya aku hamil cuma dua kali ry." - dila


"Loh? Kok gitu? Yang pertama kembar atau gimana?"


"Nggak, yang pertama itu anak dari suami aku."

__ADS_1


Hendery agak syok.


"Nadila nikah sama duda? Atau jangan jangan...."


"Eh ini rumah aku ry."


Hendery lihat rumahnya nadila.


Gede, luas, bagus pokoknya.


"Suami tajir nih kayaknya." cibir hendery.


"Haha apa deh kamu. Eh iya rumah kamu yang mana?" tanya nadila.


"Depan kamu tuh, cuma agak geser dikit." hendery menujuk salah satu rumah.


"Kamu sendirian tinggal disana?" tanya nadila.


"Ya untuk saat ini sih sendiri dulu. Ntar kalau udah punya istri baru berdua. Hehe."


"Hmmm iya deh."


Tak lama kemudian sebuah mobil masuk ke halaman rumah nadila. 


"Eh kayaknya suami aku udah pulang deh."


"Itu suami kamu? "


"Iya. Yaudah aku masuk ke rumah dulu ya ry, semoga betah di komplek ini hehe." 


Nadila buru buru masuk ke rumah buat nyamperin taeil.


"Hai mas." nadila menyapa taeil yang baru keluar dari mobil.


"Hei, kok keluar rumah?" taeil ngecup keningnya nadila singkat.


Dan itu buat hendery pengen juga.


"Aku tadi habis belanja mas. Niatnya pengen masakin kamu terus aku anter ke kantor. Tapi kamunya malah udah pulang."


Taeil senyum. Dia gak sengaja lihat ke arah hendery yang dari tadi emang masih di situ.


Hendery menyapa dengan senyuman abis itu bungkuk sebentar.


Otomatis taeil langsung bales senyumannya.


"Masuk yuk mas, aku mau masakin kamu. Mumpung hari ini kamu pulang cepet."


Sedangkan hendery? Ya gatau tujuannya apa masih betah berdiam diri disitu.


"Kayak pernah lihat suaminya dila deh. Tapi dimana??"


Hendery mikir keras, dia ga asing sama wajahnya.


"Dia kan....."


"Hah?! Dia kan taeil hutomo!"


.......


Sekarang nadila sama taeil lagi ada di kamar.


Siang siang udah ada di kamar aja.


Mana tugas masak dialihkan ke yuta. Kalau ten tugasnya jemput issya sama hyunjin ke rumah neneknya.


"Mas kok tumben jam segini udah pulang? Padahal masih jam makan siang." - nadila


"Tadi selesai rapat, mas udah ngomong ke minhyun kalau mas pulang awal."


"Kenapa gitu?"


"Ya kan pengen temenin kamu di rumah."


"Iya deh."


"Oh iya, tadi yang di depan rumah sama kamu siapa?" tanya taeil.


"Oh cowok tadi yang mas maksud?" 


Taeil mengangguk.


"Namanya hendery mas."


"Hah? Siapa?"


"Hendery mas, panggilannya dery."


"Kok kamu tahu namanya? Dia ngajakin kamu kenalan ya?"


"Dia itu temen aku dari kecil mas, makanya aku tahu."


"Temen dari kecil? Kok kamu ga pernah cerita ke mas?"

__ADS_1


"Ya orang aku baru inget dia tadi. Dulu itu dia beda banget tahu nggak mas, dulunya tuh cupu, terus item gitu. Sering dihujat."


"Ya pasti kamu dulu ikutan ngehujat kan."


Nadila cuma cengengesan.


"Habisnya dia beda banget tahu mas. Jadi lebih keren gitu."


"Ya orang tuh ga selamanya bakalan gitu terus dek, pasti ada berubahnya."


"Iya aku tahuuu.."


"Sama kayak kamu sekarang, dulu tirus, kurus gitu. Sekarang tambah—"


"Tambah apa? Mas taeil mau bilang kalau aku sekarang tambah gede segede gaban gitu iya?!"


"Dih, siapa juga yang mau ngomong gitu. Orang mas mau ngomong kalau sekarang kamu tambah cantik."


"Alesan aja kamu hutomo!"


Taeil jadi makin gemes kalau kayak gini.


"Eh, tapi kalau dilihat lihat kamu tuh lebih cantik pas hamil gini."


"Kenapa gitu?"


"Iyalah, kan makin gede, makin seksi. Jadinya aku betah dirumah hehe."


"YUTA INI KAKAKNYA TOLONG JANGAN DIAJAKIN NONTON BOKEP MULU YA! JADI KOTOR KAYAK OTAK LO NIH"


Ketika yuta sedang masak dan tidak tahu apa apa. Malah disangkut pautin.


Skip ><


Usia kandungannya nadila sudah menginjak bulan ke tujuh, itu berarti semakin dekat waktunya lahiran.


Jadi gak sabar aja tuh.


Tapi yang lebih ga sabar itu adalah issya dan hyunjin.


Setiap hari tanyain terus kapan adeknya lahir. Padahal udah dijawab berkali kali juga sama taeil sama nadila.


Sampe pusing.


Dan sekarang nadila lagi ada di kamar, taeil juga lagi mandi. Ya soalnya ini hari minggu. Jadi ya pada di rumah. 


Issya sama hyunjin lagi main di ruang tamu, nadila lagi beres beres kamar.


Ting!


Hp nya taeil bunyi.


"mas.. Hp kamu bunyi nih." teriak nadila dari luar.


"Buka aja dil."


Nadila buru buru ambil hp nya taeil.


Dan pas dibuka.


Sekretaris yeri


Selamat pagi pak taeil :))


Bapak gak lupa kan sama janji hari ini?


Saya tunggu di kantor ya pak...


WHAT THE FAKK!!!


bak disambar petir.


Chat macem apa ini? Apakah taeil selingkuh di belakang nadila? Atau apa???


"Sekretaris yeri? Ohh jadi mas taeil janjian sama dia tanpa sepengetahuan aku gitu? Dasar laki laki!"


"Siapa yang? Minhyun ya?" taeil udah ada di belakangnya nadila.


"Kamu baca aja sendiri!" nadila ngasih hp ke taeil, abis itu langsung keluar kamar.


"Nadila kamu ke—"


BRAK!


Pintu di banting sama nadila.


"Kenapa sama nadila? Emang siapa sih yang ngechat?"


Taeil langsung buka hpnya.


"Astaghfirullah, yeri bener bener emang."


TBC

__ADS_1


__ADS_2