
Tahun telah berlalu. Nggak terasa juga issya sama hyunjin udah gede.
Issya udah umur 9 tahun. Sedangkan hyunjin baru berumur 4 tahun.
Nggak nyangka aja ya mereka udah segede ini. Padahal rasanya baru kemarin hyunjin lahir.
Dan sekarang, nadila lagi ada di sekolahnya issya.
Mau jemput biasa.
"Bunda!!"
Issya lari ke arahnya nadila.
"Anak bunda udah pulang ya?"
"Adek nggak ikut ya bun?" tanya issya.
"Nggak sayang. Dia lagi sama om dani."
Nadila sama issya jalan ke depan, kali ini mereka naik taksi.
"Tumben banget ya nggak ada taksi lewat? Biasanya rame." - guman nadila..
"Bunda, kita mau kemana?" - tanya issya.
"Kita belanja aja gimana. Issya mau kan?" - nadila
"Mau bun.."
Tin!
Tiba tiba aja ada bunyi klakson di depannya.
"Siang.." ternyata itu hansol.
"Papa!!"
Iya, issya udah mau menerima kalau hansol itu ayah kandungnya.
"Kalian mau kemana?" tanya hansol.
"Kita mau belanja mas,"
"Yaudah bareng aja.. Kalian nggak bawa mobil kan?" - hansol.
"Iya bunda, kita bareng papa aja. Daripada nanti kita tunggu taksi lama.."
"Yaudah iya.. Tapi nggak ngerepotin mas hansol kan?"
"Nggak kok. Yaudah yuk."
Dan akhirnya nadila sama issya pergi sama hansol juga.
......
"Tumbenan belanja banyak dil?" tanya hansol
"Iya.. Soalnya mas taeil nanti sore pulang dari bandung. Jadi aku mau masak kesukaannya mas taeil."
"Enak kali ya punya istri. Ada yang nyiapin makan, minum, sama pulang kerja aja ditungguin." hansol baper.
"Kalau gitu papa buruan cari mama baru aja buat issya, biar mama nya issya ada dua."
"Nggak segampang itu sayang. Kan mesti cari yang bisa sayang sama issya. Sama kayak bunda nadila dulu." - hansol
"Papa kamu tuh mau nya nikah sama kerjaannya, jadi nggak ada waktu buat cari cewek." - nadila.
Hansol ketawa lirih.
"Udah sampai nih."
"Iya. Makasih ya mas, udah nganterin belanja, terus nganterin pulang lagi." - nadila
"Iya sama sama.. Santai aja."
"Pa, hari ini issya disini ya. Kan ayah mau pulang." issya izin ke hansol buat nginep di rumahnya taeil.
Ya soalnya sekarang issya bisa tinggal dirumah hansol atau nggak taeil. Bebas dia mah.
"Iya,, jaga kesehatan. Jangan lupa belajar oke."
"Siap papa.. Ayo bunda, kita masak buat ayah."
Nadila sama issya turun dari mobil, abis itu masuk ke rumah.
Hansol senyum.
__ADS_1
"Apa iya aku harus cari istri??"
Skip ><
Sore ini, katanya taeil pulang. Karena tiga haru tugas di bandung. Makanya nadila sama issya tadi belanja bahan banyak. Karena mau masak kesukaan taeil.
Sekarang mereka bertiga lagi ada di ruang tv. Issya lagi main sama adeknya. Sedangkan nadila cuma lihatin.
Ya itung itung sambil nungguin taeil pulang.
"Bunda.. Ayah kapan sih datengnya??" issya tanyain taeil terus daritadi. Ya kangen mungkin.
"Issya tunggu aja ya."
"Assalamualaikum.."
Itu suaranya taeil.
"Waalaikumsalam."
"Ayah!!!" issya langsung lari ke arahnya .
Sedangkan hyunjin digendong sama nadila.
"Wahh anak ayah ada disini ternyata." taeil pelukan sama issya.
" iya. Kan issya sama dek hyunjin nungguin ayah pulang." - issya
Taeil senyum ke issya.
Dia menoleh ke istrinya.
Asli dia rindu banget sama nadila, tiga hari nggak ketemu braa.
"Issya main sama adek di kamar ya. Nih ayah bawain mainan baru." taeil bawa satu tas penuh mainan. Yang pastinya buat anak anak.
"Iya yah. Ayo dek ke kamarnya kak issya." hyunjin turun dari gendongannya nadila. Abis itu digandeng issya buat jalan ke kamar.
Dan sekarang tinggal ada nadila sama taeil
" hai.."
"Apaan dih, pake say hai segala,, kayak anak muda aja."
Taeil senyum abis itu peluk nadila.
"Kangen nggak sama aku?" - taeil
Taeil melepaskan pelukannya.
"Yaudah kalau nggak kangen." taeil langsung masuk ke kamar.
Nadila ketawa. Dia langsung nyusulin taeil ke kamar.
"Ciyee ngambek." - nadila
"Siapa juga yang ngambek. Emangnya kamu apa? Dikit dikit ngambekan.." taeil ngomong gitu sambil lepas sepatu. Habis itu dia terlentang di kasur.
Capek kayaknya.
"Abisnya pertanyaan kamu tuh aneh tahu nggak.." - nadila
"Ya apa salahnya tanya. Siapa tahu aja kamu selingkuh gitu sama hansol."
Ternyata, semenjak kejadian itu. Taeil agak sensi sama hansol. Baper dia...
"Astaga mas.. Masih baper aja kamu ternyata.."
Nadila jalan ke arahnya taeil, abis itu dia pijitin kakinya taeil.
"Kalau mas gimana? Kangen sama aku nggak?"
"Nggak."
Sekarang giliran nadila yang cemberut.
"Oh gitu ya? Keasikan berduaan sama sekretaris kamu jadi lupa sama istri sama anak dirumah?" - nadila
"Iya.. Kok kamu tahu?" - taeil
"Ihh mas taeil nih!"
Taeil ketawa ganteng.. Abis itu narik tangannya nadila biar tidur di pelukannya taeil.
"Ini nih yang aku kangenin dari kamu.. Ngomel sepanjang hari." taeil narik hidungnya nadila pelan.
"Makanya jangan ditinggalin terus istrinya. Masa lebih banyak waktu di luar daripada di rumah.."
__ADS_1
"Ya kan aku ke luar kota cari uang sayang...demi kamu sama anak anak juga kan.."
Emang sekarang taeil tuh keseringan tugas di luar kota daripada di kantornya sendiri. Dan harus beberapa hari. Jadi jarang banget di rumah.
"Yaudah, mas mandi dulu aja. Abis itu kita makan bareng. Aku udah masak makanan kesukaan mas." nadila bangun abis itu ambil dasi sama kemejanya taeil.
Taeil ikutan bangun. Dan dia jalan ke arah kamar mandi.
Tapi tiba tiba aja taeil ngerasain sakit di bagian dadanya.
'Kenapa dada gue sakit banget ya?'
"Mas taeil kenapa?" tanya nadila.
"Ha? Oh gapapa kok. Mas mandi dulu ya." taeil buru buru masuk ke kamar mandi.
"Mas taeil kenapa? Jangan jangan dia sakit.." nadila jadi khawatir
......
Nadila sama taeil udah ada di kamar.
Issya sama hyunjin juga udah tidur di kamarnya masing masing. Jadi mereka cuma berdua disini.
"Mas?"
"Kenapa??"
"Selama mas di bandung, kok nggak pernah telfon sih? Padahal dulu waktu kamu di medan selalu telfon setiap saat." - nadila
"Mas tuh nggak sempet pegang HP sayang,, kerjaan disana lebih banyak dari pada waktu di medan. Nggak ada waktu istirahat sama sekali."
"Pasti mas nggak sempet makan kan disana? Terus pasti mas nggak nyenyak tidurnya.. Harusnya waktu itu aku ikut mas ke bandung. Biar aku bisa ngerawat mas disana, terus-"
CUP!
Taeil mengecup bibirnya nadila.
"Kalau kamu ikut, nanti mas malah nggak konsentrasi kerja karena pengennya berduaan sama kamu terus." - taeil
"Mas taeil nih."
Taeil senyum.
"Mas? Kok muka kamu pucet sih? Kamu sakit ya?" nadila baru sadar kalau taeil lagi nggak sehat.
"Cuma kecapekan aja kok dil.."
Nadila pegang pipinya taeil.
"Mas kok keringetan? Ini juga tangannya keringet dingin.." nadila jadi khawatir kan.
"Dila mas gapapa kok."
"Nggak nggak! Mas pasti lagi sakit kan. Aku beli obat dulu ya.. Apa kita ke dokter?" dila baru aja mau telfon dokter.
Tapi tangannya ditahan sama taeil.
"Dila... Mas baik baik aja,"
"Tapi mas-"
"Nggak ada yang perlu dikhawatirin sayang.. Mas gapapa, kamu percaya kan sama mas???"
"Tapi kalau mas ngerasain sakit, harus bilang aku ya. Jangan dipendem sendiri. Aku gamau mas kenapa kenapa."
"Selama kamu ada disamping aku... Aku nggak bakalan kenapa kenapa kok." taeil senyum manis ke nadila.
"Mas taeil nih.."
"Yaudah tidur yuk. Kangen nih nggak tidur bareng istri aku tercinta."
Nadila senyum.. Dia membaringkan dirinya.
Taeil mengelus rambutnya nadila.
"Mas?"
"Hm??"
"Mas kok jantungnya cepet banget sih detaknya?" tanya nadila
"Ya itu karena mas deket banget sama kamu. Jadi deg degan hehe.."
"Mas nih.. Ada ada aja." nadila memejamkan matanya,
Taeil menghela nafas.
__ADS_1
'Kenapa jantung gue rasanya sakit banget ya?'
TBC