Papa Muda

Papa Muda
23


__ADS_3

Minhyun tersungkur.


Soalnya kenceng banget itu mukulnya.


Siapa yang mukul minhyun????


Bukan taeil, bukan ten juga.


Tapi yuta.


Nadila udah lepas dari minhyun, tapi dia duduk dan masih menangis.


"Bangsat! Berani bener lo nongol di depan gue?" - yuta.


Minhyun berdiri.


"Nggak usah ikut campur urusan gue!"


"LO NYAKITIN SAHABAT GUE GOBLOK! GIMANA NGGAK IKUT CAMPUR SIH GUE NYA!!" yuta sudah terpancing emosi.


"Kenapa? Elo nggak suka?" minhyun ngedorong yuta.


"Nggak usah ngedorong gue juga anjing!" yuta malah balik dorong minhyun kasar.


" LO JUGA ANJING!"


"LO MALAH LEBIH ANJING!!"


"YUTA UDAH!!"  teriakan jisoo mendominasi.


Dia langsung lari ke arahnya yuta, kebetulan dia abis keluar dari rumah.


"Kamu tuh kenapa sih dek?! Nggak malu apa dilihat orang!"


"Mbak jisoo nggak usah ikut campur deh."


Jisoo ngelihat nadila yang lagi duduk di lantai trotoar.


"Astaga mbak nadila... Mbak kenapa??ini kok bajunya mbak sobek?" - jisoo.


Nadila nggak jawab.


"Lo lihat kan sekarang? GARA GARA LO NADILA JADI GINI!! BRENGSEK!" yuta narik kerahanya minhyun.


"Emang dasarnya nadila aja yang lemah. Biasanya juga di grepe abang lo seneng seneng aja tuh yakan!?" - minhyun tersenyum miring.


"BANGSAT! "


BUGH!


Minhyun kena pukulan yuta lagi. 


Dia duduk di perutnya minhyun.


BUGH!


"Sekali lagi lo nyakitin perasaanya nadila, abis beneran lo sama gue! Bajingan!" yuta berdiri. Dan langsung lari ke arahnya nadila sama jisoo.


"Dila. Lo gapapa kan?"  - yuta


"Dia siapa sih dek? Kok berani banget bikin mbak dila gini?" tanya jisoo


"Setan dia mbak, udah ntar aja aku ceritanya. Dila. Lo pulang ke rumahnya bang taeil ya?" - yuta.


Nadila menggelengkan kepala.


"Anterin gue pulang yut,"   - nadila


"Dil, nggak mungkin gue anterin lo pulang dalam keadaan kayak gini. Nanti bang dani malah marah ke elo."


"Gue.. Nggak mau om taeil tau yut."


"Tapi dil-"


"Yuta plis. Anterin gue pulang.."


"Ngga! Bang taeil harus tau ini dil. Lo harus pulang ke rumahnya dia."


"Yuta.."


"Mba, bener katanya yuta. Mba dila sekarang kan lagi lemah. Nanti kalau mba pulang ke rumah, mas dani tau bisa makin kacau." jisoo memberi penjelasan.


Nadila diem aja dan masih menangis.


Yuta ngelepas jaketnya


"Mba pakein ke dila" jisoo menyerahkan jaketnya ke jisoo biar dipakein buat nadila.


Dan akhirnya jadilah nadila pulang ke rumahnya taeil.


Nadila udah sampai rumahnya taeil. Sedari tadi nadila menangis. Pastinya dia masih takut


"Mba dila masuk ke kamar ya? Ganti baju terus tidur.." jisoo menuntun nadila pelan.


"Yaudah nadila biar tidur di kamar tamu aja mba, nanti aku—"


"Nadila?" dan terdengar suara taeil, habis dari kamar issya.


"Dila kamu kenapa?" taeil mendekat.


Tapi nadila mundur.


"Nadila kamu—" taeil mau samperin nadila tapi tangannya yuta mencegah.


"Dila biar istirahat bang."


"Ya tapi kena—"


"Mba, bawa dila ke kamar.." yuta nyuruh jisoo buat bawa nadila ke kamar.


"Kenapa sama dila?" tanpa basa basi taeil langsung tanya.


"Mau diperkosa tadi sama minhyun"


"Hah?" jelas aja taeil terkejut. Kaget sekaget kagetnya dia


"Tadi gue sama mba jisoo nemuin minhyun lagi ngelecehin nadila sampai bajunya dila robek."


Taeil menahan nafas beratnya. Kayaknya minhyun benar benar menguras emosi taeil akhir akhir ini.


"Gue harus ketemu minhyun sekarang.." taeil mau keluar rumah, tapi di cegah lagi sama yuta.


" buat apa? Buang buang waktu. Lagian lo bego banget sih bang? Udah tau malem, nyuruh dila pulang sendirian. Gini kan akibatnya?" setelah ngomong gitu yuta langsung masuk ke kamarnya taeil. Hari ini dia tidur sama taeil kayaknya.


Taeil memejamkan mata dan menghela nafas panjang.


.....


Nadila sudah ada di kamar, dan jisoo juga disitu. Tadi abis bantuin nadila ganti baju.


Nadila udah tidur, jisoo selimutin dila sampai atas.


Dan tiba tiba pintu terbuka.


Jisoo menoleh, ternyata taeil.


"Mas taeil..."


Taeil mendekat.


" dila udah ganti baju?"


Jisoo mengangguk "udah mas."


"Yaudah, istirahat sana. Biar mas yang jagain nadila disini."


"Yakin? Tapi kerjaannya mas taeil lagi banyak kan?" -jisoo


"Itu urusan gampang. Udah sana"


"Yaudah, aku ke kamar dulu ya mas." jisoo keluar kamar.


Dan sekarang hanya menyisakan taeil


Taeil mendekat, dia duduk di sebelah nadila.


Taeil mengelus kepalanya nadila.


"Maafin aku..."


'Minhyun brengsek!'


Skip ><


Semenjak kejadian beberapa waktu lalu, nadila jadi ngurung diri di kamar. Nggak mau ngapa ngapain,  makan aja nggak mau. Padahal udah dipaksa sama ten.


Yuta udah ngasih tahu masalah ini ke ten. Dan hasilnya adalah... Ten marah besar.


Pengen ngebunuh aja rasanya, denger adeknya diginiin. Dan untung dicegah sama yuta. 

__ADS_1


Dan sekarang nadila masih di kamar,   dari kemarin tergulung selimut.


Tok tok!


"Dek... Ada yuta nih" ten teriak dari luar. 


Tapi nadila nggak jawab, masih di bawah selimut.


Dug dug!


"HEH NADILA ZENA ASKADINA!! KELUAR NGGAK LO! ATAU MAU GUE  TUMPAHIN KATAK DI KAMAR LO??!!"


Bahkan ancamannya yuta nggak mempan buat nadila.


BRAK!


Dan mau nggak mau yuta membuka paksa pintu kamar.


"BENER BENER YA LO!"


Yuta menarik selimut nadila.


"Astaga.. Ini baju dari hari kapan heh??! Nggak mandi ya lo? Dasar jorok!"  - yuta


"Apa sih?? Pergi sana. Gue ngantuk..." nadila ngomongnya pelan banget.  Efek belum makan mungkin.


"Ngantuk apaan ngantuk! Gausah banyak alesan. Mandi sana. Ditunggu mbak jisoo dirumah tuh!"


"Gue males keluar yuta... Bilangin ke mbak jisoo gue nggak bisa." - nadila.


"Nggak! Pokoknya lo harus mandi sekarang. Lo tuh butuh hiburan dil.. Masa cuma gara gara ini aja lo oleng?" -yuta.


"Lo tuh nggak ngerti perasaan gue yut. "


"Gue tahu perasaan lo kayak gimana... Makanya itu gue nggak mau lo kayak gini lagi." -yuta


"......."


"Lagian yang diomong minhyun bener deh kayaknya. Bang taeil sering grepein lo kan?"


"NAYUTA YUDI HUTOMO SIALAN LO YA!" 


Skip ><


Sekarang nadila sama jisoo udah ada di rumah. Bukan di rumah taeil. Tapi di rumah mama papanya,


Ya jelas aja nadila grogi,  mana yuta nggak bilang kalau di rumah mama paapnya.


Nyesel ngeiyain ajakan yuta.


Mana sekarang mamanya ikut ikutan di dapur, double grogi dia.


"Mbak nadila. Kok diem aja sih? Ngomong atuh.." - jisoo menyadarka lamunan dila.


"Eh? I-iya mbak. Maaf ya.."


"Aku tahu. Pasti mbak dila deg degan ya sampingan sama calon mertua.. Ciyee." 


"Jisoo kamu ih. Jangan digodain mulu, tambah malu nanti."  - mama seohyun berbicara.


Nadila cuma senyum kikuk aja.


"Eh jisoo,   tadi taeil bilang ke mama.  Kalau issya kamu yang jemput, buruan jemput sana. Nanti telat jemput kakak kamu bawelin kamu." - mama seohyun


"Eh iya, sampai lupa. Yaudah aku jemput issya dulu deh. Mbak nadila tunggu disini. Tenang aja. Mama aku nggak gigit kok hehe."


"Jisoo."


"Hehe, yaudah jisoo berangkat dulu."


Akhirnya jisoo ninggalin mama seohyun sama nadila berdua.


"Udah kenal lama sama taeil?" tanya mama seohyun.


"Ya lumayan lama sih tante,"  - nadila


"Kok bisa kenal taeil?"


"Y-ya waktu itu saya ngelamar kerja di rumahnya dia. Buat jadi asisten rumah tangga sama pengasuhnya issya tan."


Mama seohyun senyum.


"Taeil sama issya sering banget cerita tentang kamu ke tante. Dan kayaknya issya seneng sama kamu." - mama seohyun.


"Om taeil juga bilang gitu sih tante.." 


Nadila mengangguk. 


"Wah kayaknya taeil bener bener serius sama kamu." mama seohyun senyum ke nadila.


"I-iya tante "


"Nadila?"


"Iya tante? Kenapa?"


"Kamu orang yang taeil cari selama ini.  Dia menginginkan istri seperti kamu. Jago masak, perhatian, pengertian. Dan Sayang sama anaknya." mama seohyun mengelus kepalanya nadila pelan 


Nadila jadi  lega. Karena mama seohyun kayaknya nggak ada masalah sama dia.


"Tapi, kamu harus bisa lebih dewasa ya. Taeil itu masih kayak anak kecil. Apalagi kalau lagi marah. Bisa bisa satu rumah diamuk sama dia,"


'Dasar, om taeil.. Udah bapak bapak juga masih kayak gitu.'


"TANTE DILAAA!!!!"


Nadila tahu, itu suarana issya..


Udah lama banget rasanya nadila nggak denger suaranya issya. 


Issya langsung lari ke arahnya dila.  Abis itu ngasih pelukan erat.


"Tante dila kemana aja sih? Issya kangen tahu sama tantee."


"Tante juga kangeennn banget sama issya." - nadila 


"Issya, ganti baju dulu yuk sama nenek. Tante nadila biar masak." - mama seohyun


"Nggak mau!  Issya pengen sama tante dila." issya nggak mau lepas dari nadila.


"Dah tuh, nggak bakalan mau lepas kalau udah sama nadila."  - yuta datang dengan tiba tiba.


"Yaudah kalau gitu issya sama tante dila aja. Biar  tante jisoo sama nenek yang masak oke." - mama seohyun.


Nadila jadi nggak enak sama mama seohyun. Dia kan niatnya mau bantuin masak.


"Tante ayo ke kamarnya issya. Issya punya mainan baru loh."  issya langsung narik tangannya nadila   buat dibawa ke kamarnya..


"Tuh kan ma.. Nadila itu sayang beneran sama issya.  Cocok tuh jadi mantunya mama." - jisoo.


"Apasih dek.." - mama seohyun


'Taeil nggak salah pilih calon istri. Idaman banget.' - mama seohyun.


.....


Taeil baru aja dateng dari luar kota. Dan dia dikasih tahu jisoo kalau nadila ada di rumah mamanya. Jadi dia buru buru pulang.


Udah lama nggak lihat nadila.  Dia kan juga kangen.  


"Darimana aja sih mas? Baru pulang nggak kangen sama nadila emang?" - jisoo menyambut


"Cari duit lah dek, buat modal nikah." - taeil


"Yeeuu kayak mau aja si mbak nadila sama situ." - jisoo


"Nadila mana?" tanya taeil.


"Heh mas. Tanya tuh ya anaknya dulu kek. Segitu kangennya apa sama calon istri." 


"Eh iya. Maksudnya issya juga kemana??"


"UDAH TELAT BANG!!" 


....


Taeil masuk ke kamarnya. Setelah melihat issya, dia langsung masuk kamar, dan ternyata ada nadila juga disitu


Tapi kayaknya nadila ketiduran.


Taeil mendekat ke kasur, dia lihat wajahnya nadila.


Asli dia rindu. Cuma lihat wajahnya aja yang tadi nya dia capek. Sekarang nggak capek lagi. 


Taeil mengelus kepalanya nadila. 


Dan nadila ngerasain itu. 


"Om taeil?" nadila buru buru duduk.

__ADS_1


"Duh maaf ya om. Aku ketiduran." 


"Udah kamu tidur lagi aja." - taeil


"Nggak deh om. Aku mau pulang aja." nadila  berdiri. Siap siap mau pulang.


"Ini udah malem... Mendingan kamu nginep disini. Pulangnya besok sekalian bareng aku berangkat kerja." - taeil mengelus kepalanya nadila, setelah itu beranjak dari kasur, dia melepas tas sama jaketnya,


"Om taeil udah makan? Mau aku masakin?" nadila


"Tadi udah makan sama temen kantor," setelah melepas jam tangannya, taeil membuka kancing kemejanya.


Nadila jadi grogi,


"O-om taeil?"


"Hm?"


"Om taeil mau ganti baju ya? Kalau gitu aku keluar dulu ya?"


Taeil yang mendengar itu terkekeh.


"Kenapa keluar? Kamu udah biasa kan lihat aku ganti baju gini?" taeil melepas kemejanya, dan dia benar benar telanjang dada sekarang


Nadila bisa melihat badannya taeil dari belakang, udah bahu lebar.. Kelihatan laki banget, kan nadila jadi pengen bersandar


Iya memang nadila sering lihat taeil telanjang dada di rumah, bahkan taeil kalau tidur sering nggak pake baju. tapi sebenernya dia malu malu meong lihatnya.


Seger banget soalnya, mau gak lihat sayang, kalau dilihat kan mata nya ngga suci ntar.


"Issya tadi makan apa?"taeil berjalan ke arahnya nadila sambil memakai bajunya


Nadila deg degan kalau taeil ada di depannya gini. Pemandangan yang cuma nadila yang bisa lihat soalnya


"Emm tadi makan di luar sama mba jisoo."


Taeil naik ke kasur, sebelahnya nadila.


Fyi aja, nadila sama taeil sering kok tidurnya bareng gini. Mereka tipe tipe pasangan yang kayaknya lebih seneng menghabiskan waktu di rumah daripada di luar.


Yang penting mereka tau batasan.


Taeil merebahkan diri, lalu menghela nafas. Capek kayaknya dia


"Tiduran sini." taeil menyuruh nadila kembali tiduran, dan nadila menuruti itu


Taeil memiringkan tubuhnya menghadap ke nadila 


"Selama aku di luar kota, minhyun gak gangguin kamu kan?" tanya taeil.


"Nggak kok om, semuanya aman."


"Aku kesel tau ngga lihat dia ngelakuin itu ke kamu. Coba aja waktu itu aku—"


"Ommmm udah ah, gausah dibahas. Yang penting kan aku udah gapapa. Sehat nih aku." nadila senyum manis ke taeil.


Taeil juga ikut senyum..


"Oh ya, tadi gimana sama mama?"


"Gimana apanya om?"


"Dia ngga galakin kamu kan?" - taeil


"Ngga tuh, malah justru tante seohyun baik banget sama aku. Ngajakin masak bareng. Terus diajakin ngobrol banyak."


"Serius? "


"Iya.. Kenapa emangnya om?"


"Dulu mama sama haein ngga gitu, terkesan cuek."


"Hah? Masa?"


"Iya beneran, karena dulu itu haein ngga sehumble kamu. Sama jisoo aja dia ngga terlalu deket."


Nadila mengangguk paham.


Dia jadi penasaran, kayak apa sih sifatnya haein.


"Aku jadi penasaran, gimana sebenernya mba haein itu..."


"Ngga penting ah bahas dia, aku aja udah lupa tentang dia."


"Hmm tapi dulu om bilang aku ini mirip sama mba haein." - nadila masih inget aja.


"Iya, itu pas aku masih belum sadar."


Nadila terkekeh, dia bersembunyi di dada bidangnya taeil


"Apa ini ya, yang dirasain temen temen kalau jalan sama om om berduit?"


Taeil yang mendengar itu terkekeh


"Emang kamu ngerasain apa?"


"Aku ngerasain bucin banget deh sama om taeil, pengen sama om terus rasanya."


"....."


"Terus... Kenapa bisa temen aku bahagia banget tidur sama om om begitu.."


"Lah kamu bahagia nggak tidur kayak gini sama aku?"


"Ihh bukan gitu om, tidur yang aku maksud yaa gitu lah, om taeil pasti tau."


"Mereka kayak gitu kan cuma buat seneng seneng, ngambil duitnya."


"Nah bener, kenapa modelan kayak om taeil tuh duitnya pada banyak.."


Taeil tertawa


"Kalau aku kan pekerja keras, udah saatnya serius, apalagi kalau punya istri yang banyak maunya. Pasti rasa bosen ada. Makanya mereka mereka cari hiburan."


"Om taeil nggak gitu kan?"


"Ya nggak mungkin, kamu aja cukup gak usah cari lagi."


Nadila tersipu mendengar ucapan taeil, dia semakin bersembunyi di dadanya taeil


"Elusin rambut aku om, biar cepet tidur."


Taeil menurutinya, kebiasaannya nadila kalau lagi sama taeil, minta dielusin rambutnya


Setelah persekian menit, nadila benar benar tertidur dengan bersandar di dadanya taeil. Kalau urusan molor cepet dia


Taeil yang tau nadila udah tidur, membenarkan posisinya.


Dia melihat nadila dengan tersenyum hangat.


"Jadi ngga sabar kan buat nikahin kamu.."


Skip ><


Pagi pagi banget, Nadila udah sampai rumah. Dianterin sama taeil.


"Makasih ya om udah nganterin." - nadila


"Sama sama. Sampai rumah buruan mandi. Biar seger badannya" - taeil mengacak rambutnya nadila.


"Iya ayah.."


Taeil terkekeh.


"Udah buruan masuk sana. Nanti kalau ten tahu ngira nya yang nggak nggak lagi lama di mobil." - taeil


"Ya itu mah pikirannya kalian aja yang kotor." nadila buru buru keluar dari mobil.


Tapi nggak jadi.


"Kenapa dil? Ada yang ketinggalan?"


"Aku lupa kalau mau ngomong sesuatu ke om."


"Ngomong apa?"


"Aku udah mutusin... Buat nggak berangkat ke thailand om."


"Kenapa gitu?"


"Karena aku pengen jadi bundanya issya."


Bentar bentar.. Ini taeil masih nggak mudeng.


"Maksud nya gimana??"


"Kalau om mau nikahin aku,,, aku udah siap kok."


TBC

__ADS_1


__ADS_2