
Nadila sama hyunjin baru sampe rumah sore hari.
Ya soalnya tadi dia mampir ke rumah mama nya, jadi ya sorean pulangnya.
"Ayahh!!!"
Hyunjin manggil ayahnya yang lagi ada di halaman depan sama issya juga.
Gatau lagi maen apa.
"Wahh anak ayah udah pulang.." hyunjin lari ke arahnya taeil, abis itu digendong.
"Bunda dari mana?" tanya issya
"Unjin sama bunda abis dari rumahnya nenek yuri kak issya." - hyunjin yang jawab
"Kok kak issya nggak diajak sih dek?!" - issya
"Nanti kak issya gangguin unjin sama om dani kalo ikutan!"
Mulai deh mulai berantem.
"Bundaa issya pengen ke rumah nenek yuri.." issya merengek.
"Iya, besok aja ya kita ke rumah nenek. Kan ini udah sore."
"Kak issya gausah ke rumahnya om dani,,"
"Kenapa gitu?"
"Om dani ngga suka sama orang yang suka nangis." - unjin.
"Yee emangnya kamu yang suka nangis." - issya
"Unjin ga pernah nangis tau!"
"Kamu setiap hari nangis, kak issya kebrisikan." - issya.
"Nggak!"
"Iya!"
Dan sedetik kemudian..
"HUAAAAAA!!!"
Hyunjin nangis braa.
Mana itu kenceng banget kalo nangis.
"Eh eh udah udah, hyunjin ga boleh nangis." taeil yang lagi gendong hyunjin jadi panik sendiri.
"Issya.. Ga boleh gitu sama adek," nadila
"Kenapa nggak boleh?!"
"Kan dek hyunjin masih kecil, jadi kalo ngomong suka gitu. Issya maklumin aja ya." - nadila memberi pengertian.
"Bunda sama ayah selalu belain adek! Nggak pernah belain issya!" issya langsung lari masuk ke rumah.
Dah tuh, susah kalo issya udah ngambek.
Setiap berantem sama hyunjin selalu gitu.
"Aduhh ngambek deh tuh issya." nadila jadi pusing sendiri.
"Namanya juga anak anak, udah yuk masuk." dan akhirnya taeil ngajak nadila sama hyunjin masuk.
Nggak enak juga dilihat tetangga kalo hyunjin nangis gini..
Ntar dikira kekerasan
......
Nadila lagi ada di kamar, dari tadi dia ngelamun aja.
'Tapi kemungkinan kamu punya anak lagi kecil zen.'
Nadila inget omongannya mingyu tadi.
Dia ga bakal bisa punya anak lagi...
Ya walaupun masih kemungkinan, tapi gak mungkin kalau nadila nggak kepikiran.
Dia mikir, gimana kalau taeil tahu soal ini?
Selama ini taeil kan pengen banget punya anak lagi. Tapi kondisi rahimnya nadila sedang bermasalah akibat kecelakaan beberapa tahun lalu.
Nadila harus gimana???
Nadila menghela nafas panjang..
"Dila?"
Taeil manggil nadila.
"Mas taeil..."
Taeil jalan ke arahnya nadila.
"Hyunjin sama issya udah mandi?" tanya nadila
"Udah, dan sekarang mereka tidur." - taeil
Nadila cuma mengangguk.
"Kamu kenapa?"
"Aku? Gapapa kok. Emang aku kenapa?"
"Daritadi kamu kayaknya lagi mikirin sesuatu." tebak taeil
__ADS_1
Nadila senyum.
"Nggak kok mas, aku cuma agak pusing aja gitu.. Gaenak badan."
Taeil menyentuh keningnya nadila, abis itu pipinya.
Dan ternyata panas.
"Kamu demam, kenapa nggak ngomong sama aku dari tadi sih?" taeil langsung panik
"Gapapa kok mas.. Mungkin cuma kecapekan aja, apalagi kan aku ngurus issya sama hyunjin sendirian."
"Yaudah, besok biar issya aku titipin ke hansol, hyunjin biar sama mama." - taeil
"gausah mas aku gapapa kok.."
"Gapapa gimana sih dil, kamu tuh demam, itu berarti kamu lagi sakit. Emang kamu mau hyunjin sama issya ketularan?" - taeil
"Bukan gitu mas... Cuma aku- aw.."
Dan tiba tiba aja perutnya nadila sakit.
"Sayang kamu kenapa?" taeil jadi tambah panik.
Nadila nggak jawab, dia nggak ada niat buat ngasih tahu taeil.
"Nadila. Kamu kenapa?!" - taeil
"Ga-gapapa kok mas, cuma lagi sakit perut aja."
"Yaudah kita ke dokter sekarang yaa..." taeil mau nganterin nadila ke dokter , tapi nadila menolak
"Gausah mas, aku gapapa. Cuma sakit perut biasa aja. Kan aku lagi datang bulan." - nadila bohong braa..
"Kamu yakin cuma karena efek itu?" taeil masih ragu.
"Yakin lah mas, kan aku yang ngerasain.."
"Yaudah kalo gitu kamu tidur aja. Lagian anak anak kan juga lagi tidur. Jadi kamu bisa istirahat." - taeil nyuruh nadila buat tidur.
"Tapi aku belum masak mas.. Kasihan kan kamu sama anak anak.." - nadila
"Kan bisa pesen di luar sayang, udah kamu nggak usah mikirin itu." - taeil
"Yaudah deh, aku mau mandi dulu aja, abis itu tidur." nadila buru buru masuk ke kamar mandi, biar taeil nggak makin curiga.
Sementara itu taeil masih nggak yakin sama perutnya nadila yang sakit cuma karena haid doang. Karena biasanya nadila nggak segitunya.
"Sebenernya nadila sakit apa sih? Masa iya datang bulan sampai segitunya?"
Taeil harus mastiin sendiri ini sakitnya nadila apa..
......
Jam menunjukkan pukul sembilan malam. Itu berarti semuanya udah pada tidur.
Tadi issya dijemput sama hansol, taeil yang telfon soalnya nadila lagi sakit.
Taeil baru aja masuk ke kamar, soalnya kerjaan juga baru selesai.
Dia ngelihat nadila, masih tidur ternyata..
Soalnya dari tadi sore tidur nggak bangun bangun.
Taeil mengelus kepalanya nadila pelan.
Ting!
Hp nya nadila bunyi.
"Siapa malem malem gini hubungin dila?"
Akhirnya taeil yang buka hp nya nadila.. Dan ternyata itu dari mingyu.
"Mingyu?"
Mingyu
Zena?
Besok hasil lab nya udah bisa dilihat.
Kamu bisa kan besok ke rumah sakit?
"Hasil lab? Ini maksudnya apa? Nadila sakit apa sih sampe periksa ke mingyu segala?" taeil makin nggak paham sama situasinya.
Dia langsung keluar dari kamar, dan buru buru telfon mingyu.
"Hallo zena? Kenapa ya?"
"Mingyu... Ini saya."
"Eh mas taeil... Saya kira zena. Ada apa ya mas?"
"Mingyu. Tadi kamu bilang ke nadila kalau hasil lab nya keluar besok. Itu maksudnya gimana ya? Nadila sakit apa?"
"......."
"Mingyu? Kamu denger saya ngomong kan?"
"Eh i-iya mas, saya denger kok."
" jadi.. Istri saya sakit apa ya?"
"Maaf mas, saya gabisa ngasih tahu sekarang."
"Kenapa gitu? Saya ini suaminya nadila loh.."
"Iya mas saya tahu, tapi saya juga masih belum tahu nadila sakit apa. Karena hasilnya baru bisa dilihat besok."
"......."
__ADS_1
"Kalau mas taeil pengen tahu, mendingan mas besok ke rumah sakit sama nadila. Biar jelas semuanya."
"Yaudah makasih ya gyu."
"Iya mas sama sama,"
BIP!
Taeil memutuskan sambungan telfon.
Dia menghela nafas,
Dia penasaran, apa sebenernya yang disembunyikan sama nadila. Kenapa taeil ngga boleh tahu.
Skip ><
Pagi pagi nadila udah rapi aja,
Ya soalnya tadi pagi dia dikasih tahu mingyu, hasil pemeriksaannya udah keluar, jadi dia mau siap siap ke rumah sakit.
Hari ini taeil libur kerja juga,
Dan hyunjin juga tadi udah dijemput sama yuta. Jadi ya mereka cuma berdua.
"Kamu mau kemana? Kok rapi banget?" tanya taeil yang habis dari kamar mandi
"Mau pergi sebentar mas." - nadila
" pergi kemana?"
"Jalan jalan bentar mas,"
"Yaudah aku anter ya. Kan aku libur hari ini."
"Eh gausah mas, aku sekalian mau ketemu sama temen temen kampus kok."
Nadila lihat jam tangan.
"Mas, aku berangkat dulu ya. Udah telat soalnya." nadila ambil tasnya, dia buru buru keluar kamar.
Setelah dirasa nadila udah pergi dari rumah, taeil buru buru ambil jaket sama kunci mobil, abis itu buru buru nyusulin nadila.
......
Nadila udah ada di rumah sakit. Dia lagi ada di ruangannya mingyu. Ya soalnya dia udah janjian.
"Nunggu lama ya zen? Maaf ya tadi tiba tiba ada pasien dateng." mingyu baru masuk ke ruangnnya.
"Gapapa kok. Pasien kamu kan bukan cuma aku doang." - nadila
"Suami kamu.. Nggak ikut?" tanya mingyu,
"Di-dia sibuk"
Mingyu cuma menganggukkan kepala.
"Aku tahu kamu bohong zen."
"Gyu? Gimana hasilnya??" nadila penasaran asli sama hasilnya.
"Oh iya," mingyu ambil amplop coklat yang isinya itu hasil pemeriksaan
"Kamu bisa baca sendiri zen."
Nadila buru buru buka amplop
Dan setelah di baca.
"Endometritis?" nadila gak paham.
"kamu terkena endometritis atau ada infeksi di rahim kamu."
"Infeksi?"
" iya,, terjadi peradangan pada lapisan rahim kamu."
Nadila makin nggak ngerti.
"Jadi bener rahim aku bermasalah??" tanya nadila
"Dengan terpaksa aku harus jawab iya zen."
"Terus? Kenapa aku bisa kayak gini??"
"Infeksi rahim atau endometritis dapat disebabkan oleh infeksi seperti chlamydia, gonorrhea, atau campuran dari bakteri ******. Infeksi rahim lebih mungkin terjadi setelah keguguran atau melahirkan. terutama setelah persalinan yang lama atau c-section"
Penjelasannya mingyu bikin nadila ga bisa ngomong apa apa lagi.
"Berarti.. Aku udah gabisa punya anak lagi?" tanya nadila.
"Zena... Kamu masih bisa kok punya anak, walaupun kecil kemungkinan. Mulai sekarang kamu harus yakin, jangan berpikiran yang nggak nggak oke." mingyu menenangkan nadila,
"Gyu.. Aku minta tolong sama kamu." - nadila
"Minta tolong apa?"
"Tolong.. Jangan kasih tahu suami aku."
"Kenapa gitu? Dia kan suami kamu zen, dia berhak tahu." - mingyu
"Aku gamau dia kecewa, gara gara aku gabisa punya anak lagi gyu.."
"Zena.. Suami kamu nggak mungkin gitu."
"Gyu tapi aku-"
Dan tiba tiba pintu ruangan mingyu terbuka lebar
"Mas taeil...."
TBC
__ADS_1